NovelToon NovelToon
Kinan

Kinan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Dunia Lain / Keluarga
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ddie

Cinta mempertemukan kembali batas antara dua dunia, kehilangan, keajaiban yang terlahir dari luka.

Antara masa lalu dan masa depan, dua wanita, hidup dan mati.

Kinan hanya satu pilihan bertahan di "ruang masa " atau turun untuk cinta terakhirnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ddie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tunggu Aku

Ini bukan jendela seperti yang membingkai dunia tidak ada kaca bingkai hanya pembukaan putih tak berbatas perlahan menjadi transparan—dan dunia nyata muncul di dalamnya.

Laki laki itu berdiri di depan gerobak bunga kecil yang dulu menjadi awal segalanya. Tempat pertama mereka berbicara terlalu lama tentang hal-hal remeh. Tempat pertama Kinan tertawa tanpa sadar bahwa ia sedang jatuh cinta pada wajah lembut."

Angin berembus pelan aroma melati terangkat, lembut, akrab.

Raka membeku wajahnya lebih tirus sekarang, matanya merah, kurang tidur. Ada harapan yang salah tempat di sana—harapan yang tahu tak seharusnya ada, tapi tetap tumbuh.

“Nan?” panggilnya parau. Hampir tak terdengar. “Nan… kamu di sini?”

Kinan ingin menjawab." Mas… Kinan di sini."

Tapi ia belum tahu caranya. Ia hanya bisa hadir sebagai getar, sebagai kehangatan samar di udara, merasakan dirinya menyatu dengan angin, aroma bau melati yang tiba-tiba menjadi lebih kuat.

“Itu kamu,” suara Perempuan tua itu terdengar di sampingnya tenang dan dalam. “Kamu melakukannya tanpa belajar. Hanya mencoba. Cintamu terlalu kuat untuk tunduk pada aturan.”

Kinan tak peduli pada pujian seluruh perhatiannya tertuju pada laki-laki itu, suaminya.

Raka menoleh cepat, seperti mendengar sesuatu, merasakan sentuhan yang tak terlihat. Lalu tiba-tiba ia berjalan lebih cepat berlari pulang masuk kedalam rumah

mengunci pintu.

Ia berdiri di tengah ruang tamu yang sunyi seperti seseorang baru saja melihat hantu—atau berharap melihatnya. Lalu ia rebah di sofa dengan mata terpejam setengah sadar, setengah tenggelam. Di ambang antara nyata dan mimpi Aroma melati kembali datang lebih kuat.

Dan di dalam kesadarannya yang rapuh, ada gema suara— " Sayang… jangan nangis terus, Kinan ikut sedih melihatnya."

Perempuan itu membeku mendengar suaranya sendiri bukan dari Ruang Tunggu tapi dari dalam kepala suaminya.

Raka membuka mata tiba-tiba menatap sekeliling dengan napas terengah.

“Kinan?” bisiknya.

“Kinan di sini, Mas,” balasnya, meski ia tahu tak terdengar. “Kinan nggak pergi.”

Dan di Ruang Tunggu, ia merasakan sesuatu yang hampir menyerupai pelukan hangat, nyata, singkat, terlalu singkat.

“Kamu berhasil,” kata Wanita cahaya biru itu pelan. “Cintamu adalah jendela… dan pintu.”

“Aku bisa?” Kinan menoleh cepat. “Lebih sering? Lebih lama? Lebih nyata?”

Ia tak langsung menjawab.“Apa yang kamu lakukan tadi menggunakan energi, kamu merasa, bukan? Ada yang berkurang.”

Kinan menunduk.Cahayanya memang lebih redup. Kabut keberadaannya sedikit menipis—seolah sebagian dirinya telah terurai menjadi angin dan wangi melati.

“Aku nggak peduli,” katanya tegas. “Selama dia tahu. Selama dia nggak nyerah. Selama dia masih hidup.”

Ia tersenyum sudah menyaksikan terlalu banyak tekad berubah menjadi penyesalan.

“Itu yang mereka semua katakan,” ucapnya lirih. “Di awal.”

Kinan tak mendengar peringatan itu atau memilih tak peduli baginya hanya ada satu hal:Raka harus bertahan.

“Ajarin aku cara yang lebih baik,” katanya. “Yang nggak bikin cepat habis. Aku mau belajar buat dia.”

“Baiklah. Kita latih. Pelan-pelan. Dengan cara yang tak langsung mengoyak mu.”

Mereka kembali membuka, dunia lain muncul. Raka di garasi pamannya. Di depan mobil tua yang dulu sering mogok di tengah hujan tapi tetap mereka sayangi. Mobil pertama yang mereka beli bersama.

Raka berdiri lama di sana tangannya gemetar menyentuh kap mobil.“Makasih, Pak,” katanya pelan pada pamannya. “Makasih buat semuanya.” Ia berbalik pergi tidak menoleh terlalu berat.

Dan saat langkahnya menjauh—mobil itu menyala sebentar hanya satu kedipan lampu depan redup lalu mati lagi.

Pamannya berteriak kaget.“Raka! Coba lihat ini! Mobilnya hidup sendiri!”

Tapi Raka tidak kembali entah tidak mendengar atau terlalu takut untuk berharap.

Namun Kinan melihat dan ia tahu itu bukan kebetulan bukan sisa arus listrik itu cinta yang mencari bentuk menjadi energi.

“Mas, Kinan di sini,” bisiknya lagi. “Dalam angin, dalam melati dan mobil tua yang masih sayang sama Mas .”

Tapi itu hanya pelajaran kecil dan yang menyayat hati disaat ia melihat Raka menangis di atas gundukan tanah makam ditemani sahabat nya, Maya.

Kinan tidak peduli apa yang dikatakan wanita tua itu, ia seperti kembali menjadi manusia kehilangan akal, dan cahaya itu terang membentuk siluet tubuh melayang diantara dedaunan pohon pinus

Raka melihat berteriak histeris memanggil namanya, tapi untung Perempuan tua itu dengan cepat menarik jiwanya" Kinan...kembali ..Kinan..."

Ia mesti belajar belajar menjadi tanda getar yang tak bisa dijelaskan, sesuatu yang tak terlihat tapi terasa. Namun latihan itu tak berhenti di sana membuka lapisan lain.

Raka tidur di sisi ranjang Kinan. Napasnya tak teratur. Kelopak matanya bergerak cepat.

“Mimpi,” bisiknya “Itu pintu paling lembut. Tapi juga paling berbahaya. Jika kamu terlalu nyata… dia bisa tak ingin bangun mengikuti mu”

Kinan mengangguk tak ada ragu takut.

karena cintanya lebih besar dari segalanya—bahkan dari dirinya sendiri.

Ia mendekat menuju ruang antara sadar dan tidak menuju dunia yang belum sepenuhnya tertutup. Dan untuk pertama kalinya sejak kematian merenggut tubuhnya—ia benar-benar masuk bukan sebagai angin, aroma , cahaya, tapi sebagai kehadiran seseorang yang bisa disentuh dalam mimpi.

\=\=\=\=

Percobaan Pertama lewat Mimpi. Mimpi adalah pintu, di sana pikiran terbuka, hati tidak bertahan tapi siap menerima.

Di hadapan Kinan, pembukaan itu berdenyut mengikuti irama tidur Raka, tidak ada bingkai, kaca—hanya ruang tipis antara kesadaran dan tidak.

Di dalamnya, Raka terlihat lebih muda, lebih ringan. Seolah kesedihan belum sepenuhnya menemukan rumah di wajahnya. Gambarnya tidak stabil—kadang jelas, kadang kabur—seperti kenangan yang diputar ulang terlalu sering.

“Masuklah,” bisik Hana. “Tapi jangan terlalu lama, jangan terlalu dalam membuatnya memilih tinggal.”

Kinan melangkah rasa yang ia lewati seperti air, angin, seperti cinta yang akhirnya punya bentuk.

Dan tiba-tiba—ia ada.

---

Mimpi itu berbentuk taman yang hijau sempurna, langit putih berayun ayun ringan, seperti dunia tanpa ada yang menopang.

Raka duduk di bangku kayu di tengah taman itu sendiri bahkan di dalam mimpi, ia tetap terlihat kehilangan.

“Mas Raka” panggilnya suaranya keluar dengan utuh bukan gema, tidak hembusan angin tapi suara Kinan yang dulu—yang hidup.

Raka menoleh perlahan seakan takut gerakannya terlalu cepat memecahkan ilusi. Matanya melebar alisnya terangkat beberapa senti .“Kinan?” tanyanya seakan tidak percaya “Kamu… kamu di sini?”

Ia berdiri terlalu cepat oleh rasa percaya yang mendadak tumbuh.

Perempuan itu ingin berlari memeluk, membenamkan wajah di dadanya menangis ,

Tapi ia ingat peringatan di Ruang Tunggu akhirnya hanya berjalan perlahan.

“Kinan di sini dekat Mas,” katanya lembut. “Kinan nggak pernah jauh.”

Raka mendekat tangannya terulur sejengkal ingin memeluk tapi seketika berhenti menggantung diawang.

“Ini mimpi,” bisiknya bukan bertanya menyatakan.

Kinan merasakan sesuatu retak di dalam dirinya. Jika ia mengatakan ini nyata, Raka tidak akan mau bangun akan memilih tidur selamanya.

“Iya Mas” jawabnya pelan. “Ini cuma mimpi.”

Itu kebohongan pertama yang ia ucapkan pada laki-laki yang paling ia cintai.

Raka tersenyum sedih, air mata jatuh tanpa suara.“ Mas rindu Nan,” katanya rintih. “Dada mas kosong capek untuk berpura-pura kuat.”

Energi Kinan mulai bergetar merasakan sesuatu terkikis bukan ditubuhnya—ia tak punya itu lagi. Tapi ingatan, ketajaman rasa, cahaya di dalam dirinya mulai menipis.

Ia tak punya banyak waktu lagi .

“Mas, kamu harus hidup,” katanya cepat. “Bukan buat Kinan, tapi untuk mas sendiri, masa depan yang belum Mas lihat. Kinan nggak mau mas ikut sekarang, nanti pada suatu masa."

Ia menggeleng kuat, " Mas Ikut, Nan, mas mau ikut, apa gunanya hidup jika untuk kehilangan?”

Tarikan itu datang lagi lebih kuat mendorongnya agar keluar dari mimpi.

“Mas,” suaranya hampir pecah menjadi gema, “Kinan sayang mas, Tapi hidup bukan berhenti disini. Dengerin Mas, dengerin baik-baik kata kata Kinan.”

“Nan!” Raka berlari ingin menarik tangannya “Mas mohon jangan pergi, jangan pergi lagi!”

Namun taman mulai retak. Warna-warna memudar. Langit pecah dan perempuan itu terlempar jauh.

---

Ia kembali ke Ruang Tunggu dengan sensasi jatuh tanpa tubuh. Wanita itu sudah menunggunya.

“Kamu berhasil masuk, Tapi itu terlalu lama.”

Kinan menatap cahaya dirinya lebih redup, kabutnya menipis. Ada bagian yang benar-benar hilang, namun ia tidak menyesal.

“Dia ngerasa,” bisiknya. “Dia tahu itu lebih dari mimpi.”

“Ini baru awal, Nak, jika kamu mencoba lagi, kamu akan kehilangan lebih banyak sampai suatu waktu kamu lupa untuk masuk, lupa namanya.”

“Aku nggak akan pernah lupa.”

“Kami semua dulu berkata begitu.”

Sunyi menggantung di antara mereka.

Lalu ia berbicara lebih pelan dari sebelumnya.

“Dulu aku juga punya janji. Aku bilang aku akan selalu menunggu. Tapi janji bisa berubah menjadi penjara.”

Kinan memahami sesuatu saat wanita tua itu bukan hanya mentor tapi masa depan yang mungkin.

“Aku nggak mau cuma nunggu, Bu, Aku mau bantu dia hidup bukan untuk mati demi aku.”

“Kalau begitu kita belajar cara yang lebih halus.”

---

Kinan duduk—atau merasa duduk—menatap jendela yang kini tertutup. Raka bergerak dalam tidurnya. Wajahnya masih basah oleh air mata. “Tunggu aku ya mas ,” bisiknya lagi “Tapi bukan untuk mati, tunggu sampai Mas benar benar kuat.”

Di antara sadar dan tidak, bibir Raka bergerak.

“Mas juga sayang, Nan, mas akan selalu menunggu…”

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
buset antara kisah romantis dan horor ....kadang2 serem ya 🤭
Ddie: ya terkadang cinta bisa membuat romantis dan horor, horor kalau kena tolak, horor dia kawin dengan orang lain, horor cinta tak terbalas ..😄
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
kok AQ serem sih baca nya 😌
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔: aq gak berbakat nulis ..enak baca aja 🤣
total 4 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
Raka yang terpuruk dan Maya yang simpati karena ada maksud 🤭...
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔: idih 🤣🤣
total 2 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
seperti nya maya mencintai Raka ...dan yang dia lakukan untuk mencari simpati ke Raka ...aah kebanyakan sahabat seperti itu sih 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔: nama pasaran malah wkwk
total 6 replies
Soraya
mampir thor
Ddie: terimakasih banyak ya dk
total 1 replies
falea sezi
nyesek bgt baru jg baca/Shame/
Ddie: cinta sejati itu selalu ada dimana pun dk ..walau hidup dalam dimensi lain, kematian
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aku masih di sini dekap hampa di hati....
mampir 🤭
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔: yups betul sekali 🤣
total 2 replies
Ddie
mengapa engkau pergi membawa cinta jika membuatku kehilangan? Kematian bukanlah takdir tapi mimpi panjang menghadap Tuhan. Disini aku melihatmu tanpa bisa menyentuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!