Di dunia di mana Peringkat Bakat adalah hukum tertinggi, Lu Chen hanyalah sebutir debu. Saat Upacara Penentuan Takdir, dia dipermalukan di depan seluruh sekte karena hanya memiliki bakat F-Rank dengan afinitas spiritual nol. Dunia mencapnya sebagai sampah, namun mereka tidak tahu bahwa Lu Chen menyembunyikan sistem SSS+ "Omnipotence Mask" yang mampu menutupi keberadaan aslinya dari mata dewa sekalipun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20: Evolusi di Tengah Badai Salju
Perjalanan menuju Kekaisaran Utara bukanlah sekadar perpindahan tempat, melainkan sebuah ujian ketahanan. Kereta kuda spiritual yang disiapkan Yue Bing melaju menembus Pegunungan Frostbite, di mana angin maut berhembus konstan, mampu membekukan darah kultivator biasa dalam hitungan menit. Di dalam kereta yang diperkuat dengan formasi penghangat, suasana terasa sangat berat.
Yue Bing duduk di sudut, menatap Lu Chen dengan campuran rasa takut dan harapan. Di depannya, pria yang masih menyamar sebagai "Lin Feng" itu duduk bersila dengan mata terpejam. Di telapak tangannya, Batu Meteorit Jiwa Naga yang ia beli dengan harga satu juta batu roh sedang melayang, berpendar dengan cahaya merah darah yang intens.
"Lu Chen, aku tidak bisa menahannya lagi..." Suara Ignis bergetar di dalam pikiran Lu Chen, dipenuhi dengan rasa lapar yang primitif. "Energi di dalam batu ini... ia memanggil darah naga dalam diriku. Aku bisa merasakan tulang-tulangku berderak ingin pecah!"
"Tahan sebentar lagi, Ignis," bisik Lu Chen tanpa membuka mata. "Yue Bing, keluarlah dari kereta ini. Berdirilah dalam radius sepuluh meter dan jangan biarkan siapa pun mendekat jika kau ingin ayahmu tetap hidup."
Yue Bing mengangguk patuh tanpa sepatah kata pun. Ia melompat keluar ke tengah badai salju, menghunus pedang esnya untuk berjaga. Ia tahu, sesuatu yang luar biasa akan terjadi di dalam kereta itu.
Begitu Yue Bing pergi, Lu Chen melepaskan segel pada batu meteorit tersebut.
[Ding! Memulai Proses Evolusi Hewan Kontrak: Tahap 'Dewasa'.]
[Material: Batu Meteorit Jiwa Naga (Grade Langit).]
[Peringatan: Energi panas ekstrem akan dilepaskan. Mengaktifkan 'Perisai Isolasi SSS+'.]
Ignis melompat dari bahu Lu Chen ke atas batu tersebut. Seketika, semut kecil itu mulai membengkak. Cangkang hitamnya retak, mengeluarkan cahaya merah yang menyilaukan mata. Bukannya hancur, batu meteorit itu justru meleleh dan terserap masuk ke dalam tubuh Ignis seperti aliran lava.
ROAAAARRRR!
Sebuah raungan yang bukan berasal dari pita suara serangga, melainkan raungan naga murni, bergema di dalam ruang isolasi. Tubuh Ignis berubah secara drastis. Enam kakinya menyatu dan menguat, berubah menjadi empat cakar naga yang kokoh dengan kuku tajam yang mampu merobek ruang. Sayapnya yang tadinya transparan kini tertutup sisik naga merah yang berpendar kebiruan. Kepalanya memanjang, lengkap dengan tanduk naga yang melengkung gagah ke belakang.
Hanya dalam beberapa menit, semut kecil itu telah lenyap, digantikan oleh makhluk legendaris: Semut Naga Api Azure (Bentuk Dewasa). Meskipun ukurannya masih bisa mengecil hingga seukuran kucing, energi yang ia pancarkan setara dengan ahli Tahap Inti Emas Puncak.
[Evolusi Selesai!]
[Nama: Ignis (Raja Naga Semut).]
[Kemampuan Baru: 'Nafas Kehampaan' - Mampu membakar energi spiritual lawan hingga habis.]
[Umpan Balik Kekuatan: Inang menerima 50.000 Poin Pengalaman.]
Lu Chen merasakan gelombang kekuatan baru mengalir ke dalam Divine Core-nya. Kultivasinya yang tadinya di Level 1 Tahap Inti Emas, kini melonjak drastis, menembus Level 2, 3, dan berhenti di Level 4.
"Ahhh... kebebasan!" Ignis terbang mengelilingi Lu Chen, meninggalkan jejak api biru di udara dingin. "Lu Chen, dengan wujud ini, aku bisa menghancurkan sepuluh orang seperti tetua agung itu hanya dengan sekali tiup!"
"Simpan kesombonganmu, Ignis," Lu Chen membuka matanya, yang kini memiliki pupil vertikal tipis seperti reptil sebelum kembali normal. "Kita hampir sampai di ibukota utara. Musuh kita di sana bukan hanya kutukan, tapi juga para pangeran yang ingin ayah Yue Bing mati."
Lu Chen melambaikan tangan, menghilangkan perisai isolasi. Suhu di dalam kereta kembali normal, meskipun bau belerang masih tertinggal. Ia memanggil Yue Bing untuk kembali masuk.
Yue Bing masuk dengan tubuh gemetar karena kedinginan. Namun, saat matanya tertuju pada Ignis yang kini sedang duduk tenang di bahu Lu Chen dalam wujud kucing kecil bersisik, ia hampir menjatuhkan pedangnya.
"I-itu... makhluk apa itu?" tanya Yue Bing dengan suara bergetar.
"Ini adalah temanku," jawab Lu Chen pendek. "Sekarang, ceritakan padaku tentang musuh-musuhmu di istana. Aku tidak ingin hanya menyembuhkan ayahmu, aku ingin memastikan tidak ada yang akan menggangguku saat aku melakukannya."
Yue Bing menarik napas panjang, mencoba menenangkan hatinya. "Ayahku memiliki dua saudara laki-laki, Pangeran Agung Zhao dan Pangeran Agung Wu. Mereka telah mengundang sekte dari luar—Sekte Es Hitam—untuk membantu mereka mengklaim takhta. Mereka mengklaim bahwa ayahku sudah gila karena kutukan itu, padahal mereka sendirilah yang meracuninya dalam kegelapan."
Lu Chen tersenyum tipis, sebuah senyuman yang membuat Yue Bing merasa lebih takut daripada badai salju di luar. "Sekte Es Hitam? Nama yang membosankan. Beritahu mereka, tabib paling sombong di dunia telah datang. Dan jika mereka menghalangi jalanku, aku akan membakar es mereka hingga menjadi uap."
[Misi Baru Terbuka: 'Pembersihan Istana Salju'.]
[Tujuan: Sembuhkan Kaisar dan Eliminasi Pengkhianat.]
[Hadiah: Peta Menuju 'Makam Naga Kuno'.]
"Istana Salju..." gumam Lu Chen sambil menatap ke luar jendela, di mana tembok raksasa ibukota utara mulai terlihat di balik kabut putih. "Mari kita lihat seberapa dingin tempat ini bisa bertahan melawan api naga."
Di bahunya, Ignis mengeluarkan lidah apinya, siap untuk melahap siapa pun yang berani meremehkan tuannya. Topeng pelayan telah lama hilang, dan di negeri salju ini, Lu Chen akan mulai menuliskan bab pertama dari dominasi mutlaknya atas benua tersebut.