NovelToon NovelToon
Asisten Magang TUAN MESUM

Asisten Magang TUAN MESUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Transmigrasi / Balas Dendam
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Di pesta 1 tahun pernikahan, Reta tewas dalam kecelakaan mobil yang diatur suami dan sahabatnya sendiri.

Beruntung Tuhan memberi Reta kesempatan kedua.

Kali ini, dia berjanji akan merebut semua yang pernah menjadi miliknya.

Berencana menghubungi satu-satunya keluarga yang dipercaya, malah berakhir dalam kesalahpahaman.

"Kubeli tubuhmu seharga 3M." tegas Max menatap gadis bersetelan bikini di depannya,


Bisakah Reta membalas dendam sembari mengatur takdir yang membelenggu tubuh keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berpindah tubuh

Tut...

Tut...

Tut...

Bunyi alat medis terdengar memenuhi ruang,

Tampak seorang gadis terbaring di sepetak kamar steril. Terdapat satu buah sofa empuk di sudut ruang, dengan sebuah meja kaca, serta layar televisi berukuran sedang menggantung pada tembok.

"Ng...?" Gadis itu mengernyit,

Terusik bunyi alat EKG yang ada di samping ranjangnya. (Elektrokardiografi, suatu sinyal yang dihasilkan oleh aktivitas listrik otot jantung, alat ini membantu merekam kondisi jantung pasien dengan memasang elektroda pada badan)

Aroma obat tercium jelas, angin sejuk yang menerpa serta selimut tebal menutupi tubuh, semuanya dapat ia rasakan.

"..." perlahan membuka mata, mendapati langit kamar. Matanya menyipit, beradaptasi dengan cahaya lampu yang lumayan terang.

"Hh?!"

Reta terbelalak, dibuat termenung oleh situasi sekitar. Tubuhnya masih teringat jelas, bagaimana rasa sakit ketika ajal menjemputnya,

"Kok, aku bisa ada di rumah sakit?" bergumam, menoleh ke segala sisi.

Memandang dinding serba putih, juga baju pasien di tubuhnya. Reta melirik heran benda pipih yang menempel di dada,

"Tu-tunggu...a--pa aku masih hidup?"

CEKLEK...

Suara pintu,

Reta menoleh ke arah pintu kaca yang perlahan terbuka, memandangi suster sedang berjalan membawa papan berisi lembar kertas.

Suster itu masih fokus menatap tulisan yang dibawa, guna melakukan cek rutin pada setiap pasien.

Sebelum mata mereka berhadapan, dia tersenyum santai menyapa gadis yang telah sadarkan diri.

Namun sedetik kemudian matanya tertegun. "...?"

"Dokter!" pekiknya berlari keluar ruangan, meninggalkan Reta begitu saja.

"Dia kenapa? Apa terjadi sesuatu dengan wajahku?" Reta merasa cemas,

Reflek kedua tangannya bergerak meraba pipi.

Toel!

Toel...?

Reta justru terkesan menekan kulit kenyal yang terasa lebih halus dan kencang dari sebelumnya,

"Aku butuh cermin!"

Langkah kaki terdengar,

Membuat Reta kembali melirik ke arah pintu. Mendapati pria berjas putih datang bersama perawat tadi,

Dokter juga tampak terkejut, bertatap mata dengan pasiennya. Singkat Reta tersenyum hendak menyapa,

Memandang pria yang mendekat ke samping ranjang.

Diraihnya stetoskop yang mengalung di leher, dan diletakkan ke atas tubuh pasien.

"Ini keajaiban. Cepat hubungi keluarganya!" seru Dokter dengan riang,

Suster mengangguk bahagia, berlari pergi. Sedangkan pria itu masih berdiri memberikan usapan lembut di ujung kepala Reta,

"Gadis hebat! Terima kasih ya, sudah berjuang." imbuhnya kemudian menyusul keluar,

Reta masih bingung, terdiam melihat punggung tadi menghilang dari pandangan.

Sejenak dia termenung menelaah perkataan dokter,

"Jadi aku beneran selamat?"

Tak berselang lama, pintu kembali terbuka, kini ada sepasang orang asing yang masuk ke dalam ruangan.

"Lho, apa mereka salah kamar?" batin Reta kebingungan,

Hingga mengenali salah satu pria yang baru saja masuk.

Teman sekolahnya, masuk membawa keranjang penuh buah.

"Leo?"

"Apa mungkin semalam, Lia sempat nelpon Leo buat menolongku." bergumam dalam hati,

Tak mau berpikir keras, Reta pun tersenyum menyapa temannya itu.

Leo tampak terharu, berlari mendekati ranjang dan menunduk memberi pelukan hangat. "Akhirnya kamu sadar,"

"Huhuhu..."

Tangis pecah terdengar, mengalun dari pasangan paruh baya di belakang.

"Lho, apa-apaan ini? Reaksi mereka berlebihan banget!" sontak Reta dalam hati,

Mulai mendorong jauh tubuh pria yang masih memeluknya.

Reta merasa aneh dengan sikap Leo, karena baru kali ini pria itu berani memeluknya.

Tak sekedar pelukan, tiba-tiba saja Leo melayangkan kecupan.

CUP! Ciuman singkat telah mendarat di pipi Reta,

Sontak Reta mematung kebingungan. Bukannya menyesal, pria tadi malah tersenyum haru bertingkah seakan sudah biasa.

"Dasar babi! Sembarangan main cium wajah orang!" Reta menggerutu dalam hati,

Kedua lengannya menepuk punggung Leo dan didorongnya agar menjauh.

Berusaha mengusir tapi tak dihiraukan, Leo justru semakin mengeratkan pelukan.

"Anakku, akhirnya kamu sadar." ucap Citra, ibu Leo.

Wanita itu tersenyum dengan mata sembab, berjalan ke samping ranjang.

"Siapa yang anakm---"

"...!" kalimat tadi tertahan,

Dikagetkan oleh suara asing yang keluar dari mulutnya. Terdengar sangat lembut, padahal Reta memiliki suara melengking.

"Ehem! Ehem."

Berulang kali berdehem, mencubit singkat lehernya sembari bersiap berbicara.

"Sebenarny--Hap?!"

Reflek menutup mulut, panik mendengar suaranya sendiri.

"Kenapa suaraku berubah?" ucapnya dalam hati,

Bangkit duduk menemukan cermin menggantung di seberang ranjang. Tanpa sengaja Reta menatap dirinya sendiri,

Bagaimana dia memiliki, rambut hitam terurai panjang? Padahal sebelum ini, dia sempat mewarnai rambutnya.

Terlebih lagi sejak kecil Reta belum pernah memanjangkan rambut lebih dari pundaknya.

Lalu dari mana asalnya rambut hitam itu?

Sedetik kemudian, Reta tersadar jika seluruh wajahnya juga berubah.

"Aaa!!!" pekik Reta mengejutkan semua orang,

Berganti dengan wajah yang lebih muda, mata sebulat almond, hidung mancung, bibir tipis merah ranum, serta tahi lalat kecil di atas bibir.

Semua itu sebelumnya tak ada di wajah Reta. Dulu wajahnya lebih tegas dan nampak garang,

"K-kenapa,aku jadi sangat cantik dan sangat muda!" benaknya mulai panik,

"Bagaimana kalau dokter tadi penipu? Wajahku pasti habis dijadikan bahan percobaan!"

"Ada apa sayang? Apa ada yang sakit?" ucap Citra, langsung memapah lembut punggung putrinya.

Wajahnya penuh khawatir, membelai pipi dan menangkup dagu gadis itu agar menoleh padanya.

Reta terdiam tak tahu harus apa. Menerima kehangatan dari wanita yang langsung memeluknya dengan erat,

Aroma wangi di tubuh Citra membuatnya tenang.

"Hh...jadi seperti ini rasanya dipeluk dengan tulus?" batin Reta menyembunyikan wajah dalam dekapan,

Reta terdiam sejenak, menelaah semua kejadian aneh yang menerpa diri.

"Kalau dilihat reaksi mereka...jangan-jangan aku pindah ke tubuh adiknya Leo?"

"Kalau gak salah, dari kecil adik Leo punya sakit jantung."

"Dia pernah bilang, umurnya beda 6 tahun...itu berarti adik Leo umur 20."

"Tapi...kenapa aku bisa masuk ke tubuh adiknya?" pikir Reta mengerutkan alis,

"Dan kalau aku ada di sini, dimana adik Leo yang asli? Apa jangan-jangan, dia juga berpindah ke tubuhku?!"

Seakan harap kejaiban itu terjadi, Reta menoleh.

"Mm, Kak!" panggilnnya terdengar kaku.

"Ah, sial! Aneh banget," menghardik dalam hati.

"Iya?" Leo menjawab ramah,

Memasang senyum lebar penuh riang menatap adiknya.

"Kak Re--ta...apa kabar?"

Ucapan singkat itu langsung menghapus senyum di wajah Leo.

Dia menunduk lesu, matanya tampak menahan tangis teringat sesuatu yang masih mengguncang hatinya.

"1 minggu lalu...Reta kecelakaan." ucap Leo merendahkan suara,

"Mobil yang dinaikinya jatuh ke dalam jurang dan---dia tidak bisa diselamatkan.'

"Berarti---aku beneran meninggal? Terus apa yang terjadi dengan adik Leo---apa dia yang asli juga meninggal?" bergumam dalam hati,

"Dari mana kamu tahu nama teman kakak?'

"Ha? Mm, aku..." Reta terbata-bata, " Aku---pernah dengar, kakak curhat soal Kak Reta ke mama."

Dengan asal Reta menjawab agar tak dicurigai. Laki-laki itu malah mengangguk seperti mengiyakan tuduhan tadi,

"Lah, malah ngangguk! Berarti Leo pernah curhat soal aku ke mamanya?"

1
gulali
cerita bagus, genre pindah tubuh yang kusukai, MC wanitanya top ga menye-menye/Drool/
mila
duh dijabanin nih sama om max😍
mila
apakah max memendam rasa ke ponakan tirinya?/Shy/
Limun
suka, cerita si mc berpindah tubuh untuk membalas dendam sama suami dan sahabtnya. Tapi ada kisah romantisnya dengan om max/Drool//Drool/
Limun
/Sob//Sob/
galksi
Bagus ceritanya, Ana pintar beraksi buat ngebalas lawannya/Drool/
biru
Kukira ulah syla ternyata si kadut ryan/Angry/
biru
andai punya keluarga sesuport ini/Sob/
biru
mankanya ada yang bilang jngan temenan bertiga, kebanyakan 1nya jd ular berbisa kyk Syla/Scream/
Giska
Mantap thor, alurnya tak terduga. Penuh plotwist, kukira mantan suaminya selingkuh sm sahabatnya sendiri, ternyata masalahnya tidak sesederhana itu/Drool//Drool/
sutimh
Ana ga suka Max kelihatan lemah dan Max gasuka Ana kesusahan👍😍
sutimh
Cerita yang ini ga kalah menarik. Good job thor/Angry//Drool/
mfi Pebrian
saya udah mampir yah....novel nya seru......
jangan lupa mampir juga di novel saya judul nya"Dialah sang pewaris" di tunggu yah kaka semua
Ruby
Cerita berpindah tubuh /Drool//Angry/
Lili
Untung cuma om tiri naa😍🤣
Ruby
Tuan Maxime😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!