NovelToon NovelToon
Cinta Kepada Mas Duda

Cinta Kepada Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah seorang dokter tentara berpangkat mayor yang jatuh hati kepada seorang apoteker di rumah sakit tempat mereka bekerja waktu pertama kali sang gadis datang wawancara. Mayor Jonathan Benjamin nama sang dokter, dia memiliki seorang anak perempuan usia enam tahun. Bertemu dengan Sophia Abigail seorang apoteker yang sudah memiliki seorang pacar yang adalah CEO David Alexander. Bagaimana kisah mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LDR

Usia baby Liu baru tiga bulan. Papinya mendapat penugasan keamanan dunia di Afrika. Sebagai tenaga medis. Hanya delapan bulan. Nathan sangat berat. Namun ini perintah dan tugasnya dia juga. Karena mami dan papi ada di Inggris sedang kontrol. Akhirnya Sofi dibawa ke rumah mama dan papanya.

"Vid, Sofi masih kurang sehat. Jadi aku mohon tolong dia jika dia butuhkan pertolongan."

"Dek, ingat jangan berkelahi terus denga David ya. Ingat kesehatanmu."

"Tuh dengar apa kata kak Nathan."

"Iya bawel."

"Kak lihat sendiri tuh." Nathan tersenyum langsung mencium istrinya di kening begitu mesra. Suasana hatinya jadi tenang lagi.

Semua orangtua dan istri serta anak mengantar penugasan orang yang mereka sayangi. Baby Liu tetap di mobil bersama susternya. Selesai upacara Nathan langsung ke mobil melihat keluarganya. Dicium kedua anaknya. Kedua orangtua serta istri tercintanya.

"Mas, berangkat ya sayang." Sofi menahan air matanya. Namun tidak bisa akhirnya air itu jatuh saja di pipinya. Nathan memeluk dan mencium istrinya.

"Jangan nangis, nanti anak - anak gimana??"

"Mas jaga diri ya disana, harus sehat dan kembali sehat serta selamat."

"Iya sayang. Percaya sama mas ya dek. Hanya delapan bulan sayang, tidak lama. Waktu senggang mas akan vidio call." Nathan memberi ciuman yang lama dibibir kepada istrinya kemudian kembali mencium kedua anaknya dan langsung menuju ke pintu masuk, karena mereka sudah mau berangkat. Nathan sudah meminta pak umar untuk mengantar kami pulang.

"Adek sudah dimana??"

"Sudah mau dekat rumah mas."

"Mas sudah masuk pesawat sedikit lagi mas sudah mau berangkat. Nanti sudah sampai mas hubungi lagi ya."

"Iya mas."

"I love you istriku sayang."

"I love you more suamiku sayang."

Sudah sebulan Nathan di tempat tugasnya di Afrika. Setiap hari dia pasti memberi kabar buat istrinya. Dan hari ini, Sofi sudah menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Karena kantor Sofi berdekatan dengan sekolahnya Briel, makan setiap pagi, Sofi mengantar Briel ke sekolah. Dan kalau pulang biasanya sudah ada mobil jemputan yang dibayar punya sekolah.

Meskipun selesai melahirkan, namun bentuk tubuh Sofi tidak mengalami perubahan. Karena dia pintar menjaga tubuhnya dengan berolah raga.

"Selamat belajar anak mami."

"Terima kasih mami, dan hati - hati ya." Sofi tersenyum dan mencium pipi anak pertamanya.

ketika melihat Briel sudah mau masuk ke kelasnya, Sofi langsung bergegas menuju kantornya.

"Selamat pagi semua."

"Selamat pagi ibu bos."

"Apakah ada pesan dan surat buat saya."

"Semua sudah diambil oleh sekretaris ibu bos."

"Oke. Terima kasih. Selamat bekerja." Sofi langsung menuju life pejabat dari belakang sudah ada David dan Max.

"Selamat pagi, bagaimana rasanya LDR sama suami."

"Rasanya rindu, kangen dibelai, kangen dicium, kangen disentuh."

"Hiks perempuan alay." Max langsung tertawa.

"Bisa kan hari ini, bos berdua akur." Max memberi peringatan. Karena kadang candaan mereka membuat salah satu dari kedua bos ini, akan badmood. Dan memiliki efek sedikit terhadap pekerjaan. "Kita ada kerjaan banyak dan harus diselesaikan."

"Baik kak Max." Pintu life terbuka. Rita sekretaris yang dipekerjakan Sofi sudah berdiri menyambut kedua bosnya serta Max asisten mereka.

"Rita, surat dan semua berkas sudah siap??"

"Sudah pak Max."

"Ruangan??"

"Juga sudah pak."

"Oke sepuluh menit lagi kedua bos kita akan kesana." Karena mereka berdua sudah mendengar, maka Max tidak perlu mengingatkan. Selesai merapikan semua barang - barang Sofi sudah berjalan menuju ruang pertemuan. Disana sudah ada Max dan Rita. Sedangkan David masih bertelepon ria.

"Kita akan melucurkan parfum bagian dari usaha manufacture perusahaan ini. Seperti yang diusulkan oleh ibu Sofi."

"Empat Variant ini???" Max tersenyum. Dan menyuruh Sofi untuk mencium. Sofi mengetahi proyek ini. Bahwa mereka akan mengeluarkan produk Parfum, semenjak hamil, Sofi terus berusaha agar produk ini siap dan layak di pasaran.

"Bagaimana??"

"Semua mantap, elegan, ada manis - manisnya dan tahan lama."

Max yang memaparkan semuanya proyek baru ini. Semua kepala - kepala departeman di perusahaan ini sudah berkumpul semua.

"Kenapa harus Chynthia Roger???" Max melihat kearah David.

"Dia sangat cocok untuk empat Variant ini dengan karakternya."

"Sudah diselidiki semua tentang dia, apakah dia bisa profesional dalam bekerja jika bertemu saya??"

"Saya yakin dia bisa." Sofi merasa curiga dengan pembelaan yang diberikan David. Ada kecurigaan. Selesai rapat Max, David dan Sofi berbicara.

"Mas, kamu tahu siapa dia kan??"

"Iya, mas tahu."

"Terus??"

"Kamu perna bilang dan mas ingat, bahwa setiap manusia punya hak untuk berubah."

"Mas jatuh cinta padanya???"

"Mas masih pendekatan."

"Semoga mas tidak salah dalam memilih. Ingat jika tidak sama, jangan dipaksakan." David hanya mengangguk. Dan Max mengakui keberanian Sofi. Dia juga mau bos yang satu ini tidak salah memilih.

"Sayang lagi ngapain???"

"Di kantor mas. Produk Parfum yang ade kerjakan mau dilucurkan ke pasaran."

"Sukses ya sayang. Mas kangen."

"Adek juga."

"I love you."

"I love you more mas."

Nathan sedang melakukan vidio call bersama istrinya tercinta, disela tidak sibuknya. Hampir setiap hari Nathan bisa melakukan tiga sampai empat kali operasi. Karena berada di medan perang Ketika melihat dan mendengar suara istrinya. Dia merasa ada vitamin baru yang masuk kedalam tubuhnya.

"Istri kamu?"

"Ya." Nathan memperlihatkan foto istrinya dengan kedua anaknya.

"Sangat cantik."

"Terima kasih."

Sudah lima bulan Nathan bekerja disana, sisa tiga bulan lagi dia akan kembali bertemu dengan keluarganya. Setiap hari mereka akan melakukan vidio call dua sampai tiga kali. Sementara Sofi sibuk dengan mempersiapkan launching produk parfum mereka yang mengalami sedikit perubahan. Pemotretan dan pembuatan iklan yang di peran oleh Chynthia Roger sudah dilakukan.

Ditengah kesibukan Sofi, dia tidak menyangka, bahwa berita siang ini di televisi membuat dia hampir serangan jantung. Max dan David yang juga melihat diruangan mereka, langsung berlari ke ruangan Sophia Abigail Stevanus. Perempuan yang diberi amanat orangtua serta suaminya untuk di jaga. David langsung memeluk Sofi yang sudah seperti adeknya.

"Mas,... Aku takut. Itu tempat kerja Mas Nathan."

"Iya mas tahu. Kamu harus berdoa. Mas yakin Nathan pasti selamat."

Tidak lama Sofi menerima telepon dari kedua orangtuanya yang berada di Inggris.

"Jangan bersedih sayang, papi akan mencari informasi Nathan disana."

Sementara Nathan dan rekan - rekan medis, sedang memberi pertolongan kepada para korban gempa bumi itu. Pukul tujuh malam waktu afrika baru komunikasi satelit di pulihkan. Nathan memanfaatkan kesempatan ini untuk menghubungi istrinya. Dia tahu pasti Sofi sedang kuatir.

Jam dua belas malam waktu Jakarta tidak mau disia - siakan oleh Nathan. Handphone Sofi berdering dengan cepat dia mengangkat, begitu tertera nama kontak Suami sayang di handponenya.

"Sayang....."

"Mas..... Kamu baik - baik saja." Mendengar suara anak mantunya mama dan papa Nathan mendekat.

"Kenapa mata kamu bengkak sekali???"

"Aku nangis seharian mas."

"Oooo istriku. Maafkan mas. Jaringan baru di pulihkan." Nathan melihat muka mama dan papanya. Nathan merasa bahagia.

"Jaga diri baik - baik ya nak, ingat istri dan anak - anak."

"Iya pa." Selesai Nathan menutup sambungan vidio call dengan istrinya. Handphonenya berdering terlihat nama papi Marthin. Nathan langsung menerima panggilan vidio call itu. Dia melihat muka kuatir ke empat orang tuanya di Inggris.

"Mami, papi Nathan baik - baik saja."

"Puji Tuhan nak. Ingat jaga diri, jaga kesehatan ya."

"Iya mami." Nathan menceritakan bahwa dia sudah menghubungi Sofi di Jakarta. Membuat ke empat orangtua ini merasa lega dan senang. Selesai menghubungi Nathan. Mereka menghubungi David, memberitahukan bahwa Nathan baik - baik saja.

Saat ini David sedang kencan bersama Chynthia Roger. Mendengar kabar iparnya baik - baik saja. Dia senang. Langsung dia mengirim.pesan kepada Max memberitahukan bahwa Nathan sudah bisa di hubungi.

Sementara di tempat tugas Nathan sedang sibuk melakukan pertolongan. Yang mereka takutkan kamu militan memanfaatkan kondisi ini.Dan apa yang ditakutkan pun terjadi ditengah kota yang sudah menjadi puing - puing, serangan tembakan liar tejadi. Sampai ada beberapa tim medis terluka. Dan aksi tembak menembak ini sempat disiarkan oleh televisi berita luar negeri.

Kembali pukul dua belas malam, Sofi baru bisa berbicara dengan suaminya. Senang dan masih ada ketakutan. Nathan memberi keyakinan kepada istrinya agar tidak usah terlalu kuatir, namun harus berdoa.

1
Riskazputri
maksud nya
Ceisye: Briel mau menjelaskan jika mukanya sama seperti omanya yang sudah dari kecil dia panggil mama. 🤭🤭🤭
total 1 replies
Lisa
Lebih baik Sofie sama dokter Nathan aj drpd sama si David tuh yg jelas² selingkuh 🤭
Lisa: oke Kak Ceisye..aku baca dulu ya
total 4 replies
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: sama² Kak Ceisye
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!