Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Boneka jerami
"Nona" Gadis itu menyapa Liu Yan dengan lembut, boneka jerami di tangan Liu Yan membuatnya memberanikan diri untuk memeriksanya
"Ah, apakah ada yang salah nona?" Liu Yan berucap lembut
"Tidak, nona bisakah saya mengajukan permintaan lancang" Si gadis berucap dengan nada sopan
"Jika lancang lebih baik tak di ucapkan nona, kita tak saling mengenal" Liu Yan berucap sopan, jika di sebut lancang maka lebih baik tak di katakan, dua orang yang tak saling mengenal, bukankah lebih baik menjaga jarak dari pada membuat perselisihan yang seharunya tak di perlukan.
"Nona kami telah bertindak sopan, apakah orang orang ibukota begitu tidak sopan pada orang lain" Seorang gadis kecil di sisinya berucap dengan kesal,
Nonanya adalah gadis yang di hormati dan di banggakan di kampung halaman, apa apaan itu, saat sehari masuk ke ibu kota malah mendapatkan perlakukan tak layak seperti ini
"Nona mu menganggu adik sepupu, jika hal tak layak mengapa harus di sebutkan toh kita juga tak saling mengenal" Hu Jian menjawab tak suka, apa apaan orang ini, mereka tak saling kenal malah dengan ringan mengkritik mereka
"Nona ku hanya tertarik dengan, jika tidak apakah kalian pantas berbicara dengan nona kami" Si pelayan nampak semakin menyebalkan
"Jika nona mu begitu terhormat jangan berbicara dengan nona ku, apa apaan, nona ku gadis yang sopan hingga tak mempermasalahkannya, tapi aku tidak" Wei Yuan menjawab dengan nada tak kalah sinis, ia sudah diam sedari tadi, tapi dua orang ini sangat menyebalkan.
"Shu Shu, nona dan tuan muda maafkan pelayan saya yang tidak sopan" Si gadis menegur pelayannya,
"Pelayan tak akan bersuara tanpa izin dari tuannya" Wei Yuan mendengus pelan, gadis ini datang dan menganggu waktu bahagia mereka, apakah mereka kurang pekerjaan
"Wei Yuan," Liu Yan menggeleng lembut, Wei Yuan melangkah mundur dan kembali ke sisi sang nona
"Nona ini, apa yang bisa aku bantu" Liu Yan berucap lembut, di keramaian kota, ada pertengkaran, neneknya akan tau dengan mudah, ia tak ingin membuat sang nenek sedih
"Terimakasih nona, meski lancang saya juga hanya bisa memberanikan diri, apakah nona membiarkan saya melihat boneka jerami ini?" Si wanita nampak sopan,
Gadis ini cukup menonjol, gadis bangsawan yang menyamar untuk bersenang senang ternyata cukup banyak, gadis di masa ini sangat tak memiliki hak, kasihan sekali.
"Ini boneka jerami milik adik sepupu mengapa harus membiarkan mu memeriksanya" Hu Lian nampak semakin tak senang
"Kakak sepupu, ini hanya boneka jerami, nona jika anda menyukainya aku bisa memberikannya pada mu, kami keluar hanya untuk bermain main bukan menghancurkan hati orang lain" Liu Yan tersenyum dan menyerahkan boneka jerami ke gadis di hadapannya, setelahnya ia meninggalkan tempat kembali ke kereta
Ia tak ingin berurusan dengan banyak hal, lebih baik menikmati waktu yang ada,
"Nona anda terlalu baik" Wei Yuan masih tak menerima
"Adik, aku akan membelikan benda lebih bagus dari sekedar boneka jerami itu, dasar tak memiliki penglihatan, bahkan berani merebut barang adik" Hu Jian masih terus menggerutu, ia tak puas dengan nona muda itu,
Sedari awal ia menatap boneka jerami yang jelas bukan miliknya, bukan itu saja bahkan ia berani menginginkan barang yang di miliki adik sepupunya
"Kakak itu hanya boneka jerami, aku tak terlalu menyukainya, Nona itu sudah menatap boneka jerami itu sejak kita bermain, mungkin mereka memiliki jodoh" Boneka jerami itu memang lebih mencolok dari yang lain, tapi jika orang lain menginginkannya ia juga tak akan menolak memberi
"Adik kau sangat baik hati" Hu Lian tersenyum lembut, adiknya sangat pengertian, ini juga tak terlalu baik, sebagai wanita bangsawan sedikit bersikeras mempertahankan hal yang di sukai juga bukan kesalahan
"Kakak sepupu jangan biarkan hal kecil membuat kita menjadi tak bahagia" Liu Yan tersenyum kecil
Hanya sedikit kejadian, ia tak begitu berhati sempit, di tengah ibukota yang ramai ini, ia pasti menemukan beberapa barang yang jauh lebih bagus
"Huh kau benar adik" Hu Lian menghela nafas pelan, kereta terus berjalan membawa mereka pada tengah keramaian, Liu Yan dengan tak sabar membuka jendela kereta melihat para pedagang yang sedang sibuk menunjukan barangnya
"Wow, manisan halwa, kakak sepupu ayo kita membelinya" Liu Yan keluar kereta dengan semangat,
Hu Lian dan Hu Jian tentu saja mengikuti dari belakang, hari ini ia akan menemani adik sepupunya berbelanja hanya saja beberapa hal tak menyenangkan datang mereka berharap adik sepupunya tak menyesal berkeliling bersama mereka.
Waktu terus berlalu, Liu Yan dan kedua sepupunya berjalan jalan di sepanjang pasar dari kejauhan mereka melihat sebuah kereta besar melintas menghalangi kereta mereka, di dinding kereta terdapat karakter Zhang, semua keluarga Zhang menyebalkan dan akan menganggu adik sepupunya, mereka tak senang dengan itu
"Kakak sepupu toko pakaian ini terlihat baik, ayo berhenti di sana, siapa tau aku memiliki jodoh" Liu Yan nampak tak ingin membuat masalah,
Kereta keluarga Zhang, jelas mereka tak memiliki hubungan baik, hari ini ia ingin bermain dan bersenang senang, hal kecil lebih baik di hindari.
"Adik, sepupu bahkan sangat tak ingin berurusan dengan mereka, adik sepupu telah menjalani hari sulit di kediaman keluarga Zhang" Hu Jian membatin, keluarga Zhang ini apa yang mereka banggakan, jika bukan karena bibinya maka apa yang bisa di lakukan pria bermarga Zhang itu?
"Kakak sepupu, mengapa kau termenung?" Liu Yan sudah di depan pintu toko, namun Hu Lian?, bahkan masih berada di dekat kereta
"Adik, kakak sangat lambat, jangan pedulikan dia, ayo kita masuk dan melihat lihat" Hu Jian menarik Liu Yan masuk ke toko dan melihat lihat, mengabaikan Hu Lian yang melangkah ke gang kecil samping toko
"Yang mulia" Seorang pria berpakaian hitam menunduk hormat padanya, Hu Jian dan Hu Lian, meski terlihat suka bersenang senang dan nakal kedua anak itu adalah anak yang mampu
Keduanya cucu Nyonya Hu sekaligus pebisnis yang cukup besar, beberapa toko terkenal di ibukota bahkan milik Hu Lian, lima toko terkenal di ibukota dan puluhan toko yang tersebar di seluruh kabupaten di wilayah kekaisaran ini, uang yang di miliki Hu Lian dan hu Jian bahkan lebih banyak dari apa yang di perkirakan.
Keduanya nampak begitu nakal dan manja, namun tak ada yang menduga jika ia adalah pebisnis tambang besar, 5 tambang batu hitam di wilayah timur dan selatan, Puluhan tambang emas yang berada di kota kecil di dekat perbatasan kerajaan lain, kedua anak ini memiliki uang yang begitu banyak, mereka mampu memanjakan adik sepupu mereka
"Buat seluruh ibukota melihat lelucon" Hu Lian ini tak banyak bicara, namun sangat suka membalas dendam
"Baik tuan"
Setelah memerintah bawahan ia kembali ke toko pakaian, dan di sana Liu Yan dan Hu Jian sedang sibuk memilih pakaian yang ingin di beli