NovelToon NovelToon
When Gods Grow Bored

When Gods Grow Bored

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: jhoven

When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Vs Jörmungandr (10)

Rusville (Awal) —> Kota Wellhaiz —> Desa Suugen –> Perbukitan Gehazi —> Sungai Lily –> Desa Simian —> Kota Hallenmark (tujuan).

Desa Simian. Desa persinggahan terakhir sebelum memasuki Kota pesisir utara Khanox, Hallenmark. Sudah 1 bulan berlalu sejak mereka melawan Typhon, perjalanan melewati Bukit Gehazi dan Sungai Lily memakan waktu 3 minggu karena medan yang ekstrim.

Tidak ada kendala berat selama perjalanan mereka. Setelah insiden Typhon berakhir, pergerakan monster sihir mulai jarang terlihat.

Saat ini mereka sedang dalam perjalanan setengah hari hingga sampai Desa Simian.

"Hei ini perasaanku saja atau memang tidak muncul monster sihir apapun sejak kita mengalahkan Typhon?" tanya Kai.

"Sepertinya para monster sihir takut dengan kita Kai! Ehe.." Balas Bella dengan polosnya.

"Hm.. Benar juga ya! WKAKA! Kita sudah mengalahkan monster sihir kuno! Pasti para monster kroco takut tuh sama kita!" Lanjut Kai juga dengan polosnya.

Bella dan Kai pun tertawa bersama.

"Seperti biasa, 2 orang polos ini tidak bisa memikirkan hal rumit.." ucap Ingrid.

"Haha! Biarkan saja, sudah lama tidak melihat mereka tertawa sejak insiden itu. Hidup sudah memasuki fase serius nampaknya.." Lanjut Given.

"Kai. Bagaimana kondisi tanganmu??" Tanya Raamez.

"Oh iya.. Tanganmu terluka parah ya karena menggunakan jurus pukulan aneh itu.." Lanjut Bella.

"Hei.. Jangan mengatakan aneh padanya oke? Nama jurus itu adalah ZENO PUNCH!! BAM BAM!!" Balas Kai bersemangat.

"HAHA! Tuh kan, anehh!" (Bella)

"Cih.. Tapi tenang saja.. Ajudan si Nolan itu, Melissa benar-benar tabib ajaib. Padahal katanya sih semua saraf tangan kanan dan kiriku sudah rusak dan tulangnya hancur lebur.. Tapi entah kenapa bisa disembuhkan olehnya.."

"Huekk.. Jangan mengatakan hal mengerikan seperti itu dengan tenang dong Kai.. Hih.." Balas bella menutup mulutnya.

"Heh.. Melissa itu salah satu dari 10 Tabib terbaik benua ini lho.. Berkahnya diberikan oleh Dewi Panacea, Sang Obat segala penyakit. Kekuatan penyembuhannya merupakan yang terbaik di Khanox." Lanjut Raamez menjelaskan sambil fokus menjadi kusir.

"Wow.. Aku tidak menyangka itu.. Tapi selain Melissa, aku juga ingin berterima kasih padamu Isabella.. Tanpa berkah penguatanmu, mungkin tubuhku sudah meledak dan hancur.. Kekuatan penguatan (buff) mu lah yang telah membuatku bisa menembus batasan dan mengerahkan berkahku secara penuh!"

"Itu benar, bukan cuma Kai.. Aku dan juga bang Raamez, begitu pula Ingrid.. Kita semua bisa bertarung hingga titik darah penghabisan, itu semua karena mu.. Bella.. Terima kasih." Ucap Given.

Ingrid dan Raamez tersenyum, Bella mulai mengeluarkan air mata.

"HUAAAA!! KALIANN INI BERLEBIHAN.. A-AKU.. SYUKURLAH.. AKU BISA MEMBANTU KALIAN.. HUAA!"

"Yosh, yosh.. Kamu telah berjuang dengan baik.." Ucap Given sambil mengelus kepala Bella perlahan.

"WKAKA! BELLA CENGENG!!" Canda Kai.

"IHH! Aku terharu tau.."

"Ngomong-ngomong soal menangis.. Ada yang nangis juga lho saat kita melawan Typhon.. Dia sangat khawatir padaku. Wkaka!" Lanjut Kai menatap Ingrid.

Ingrid terdiam, wajahnya perlahan memerah.

"B-bodoh!! Aku khawatir, karena kamu selalu saja memaksakan diri! Aku juga.. Gamau kamu terluka!" Balas Ingrid menahan malu.

"HoHo.. Ingrid si ratu es bisa menangis buat laki-laki..? HoHo.. Kira-kira ada apa yah? Ehe.." Lanjut Bella menggoda Ingrid.

"Bellaa!!"

"AHAHAH!"

Perbincangan mereka berlanjut hingga akhirnya sampai pada Desa Simian.

Mereka disambut dengan baik sebagai perwakilan Hunter Rusville yang akan berjuang melawan Jörmungandr.

"Selamat datang, di Desa Simian. Saya Harun, ketua desa ini. Silahkan gunakan penginapan untuk beristirahat dan mengisi perut kalian.. Akan ada pelayan yang akan mempersiapkannya. Kami sangat berharap kalian bisa secepatnya mengalahkan Jörmungandr.. Karena kondisi laut semakin memburuk.. Racun yang ular itu keluarkan membunuh banyak biota laut.. Efeknya sangat terasa baik dalam hal pekerjaan nelayan , pedagang hingga stok makanan laut yang menipis.."

"Terima kasih atas sambutan baiknya, pak Harun. Izinkan kami menginap 2 hari untuk mempersiapkan diri secara matang didesa ini. Kami sudah menerima banyak laporan buruk semenjak kemunculan Jörmungandr, oleh karena itu; kami tidak berniat membuang banyak waktu dan akan segera membunuh Sang Ular Dunia.. Jörmungandr." Balas Raamez.

"Baiklah, gunakan waktu kalian sebanyak yang dibutuhkan.. Terima kasih atas kerjasamanya Hunter Rusville. Saya pamit.."

Ketua Desa itu pergi bersama rombongannya. Disisi lain, kelompok Given memutuskan langsung beristirahat dipenginapan yang telah disediakan.

"Wah.. Kasurnya empuk sekali.. Kai ayo kita perang bantal-" ucap bella namun terlambat..

Kai sudah tertidur pulas di kasurnya.

"Yaampun, padahal belum ganti pakaian.."

Bella pun menutup tubuh Kai dengan selimut.

"Hei, Bella. Kemana Kai?" Tanya Given.

"Dia tidur dikasurnya tuh.. Padahal aku mau ajak perang bantal.." Balas Bella kecewa.

"Oi.. Jangan dong, dia kelelahan nampaknya. Kabarkan jika dia sudah bangun, Bella. Aku mau mengajaknya berlatih, bersama bang Raamez juga."

"AKU MAU IKUT!" Ucap Bella bersemangat.

"Ya boleh, tapi biarkan saja si Kai tidur dulu. Ingat ya, kabarkan jika dia sudah bangun.."

"SIAP BOSS!"

Tidak ada yang spesial berakhir pada hari pertama mereka menginap. Ingrid keluar penginapan, membeli beberapa bahan dan perlengkapan, sedangkan Bang Raamez banyak berbicara dengan tetua Desa mengenai Jörmungandr.

1
ùrizen
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!