Mei Lin yang seorang agen mata mata terpaksa harus bunuh diri ketika tertangkap oleh Wang Yu, seorang Jenderal polisi negara x.
Namun , bukan nya mati, Mei Lin justru terperangkap ke dalam tubuh milik Bai Hua. Bai Hua adalah gadis lemah yang membutuhkan kursi roda untuk berjalan. Ia diejek oleh seluruh keluarga nya karena menjadi sampah. Bai Hua juga harus menikah dengan Pangeran Idiot!
Bagaimana jika jiwa Mei Lin yang mengambil alih tubuh Bai Hua untuk menikah dengan Pangeran itu? Dan bagaimana jika jiwa pangeran itu juga telah dirasuki entitas dari abad 21?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 : Menjadi Rekan
Asap dari rebusan alkohol dan rempah-rempah yang tajam masih memenuhi ruangan paviliun yang remang. Di luar, awan gelap mulai menutupi bulan yang kian penuh, seolah-olah semesta pun setuju dengan rencana gelap yang sedang mereka susun. Wan Long memandang bahunya yang kini terbebat rapi, lalu beralih menatap Bai Hua yang masih sibuk dengan kelopak Teratai Merah di depannya.
"Jika Kaisar adalah pemain catur, maka kita adalah bidak yang sudah menembus barisan pertahanan lawan," gumam Wan Long sambil menyandarkan punggungnya yang pegal. "Tapi ingat, Mei Lin, maksudku, Istriku, bidak yang sudah mencapai ujung papan bisa berubah menjadi apa saja."
Bai Hua tidak menyahut. Jemari lentiknya dengan sangat teliti meneteskan getah Teratai Merah ke atas sebuah plat perak. Terjadi reaksi seperti ; asap kecil berwarna keunguan muncul.
"Kaisar mengira dia sangat cerdik dengan memberikan racun tanpa penawar," desis Bai Hua tanpa mengalihkan pandangan. "Tapi dia lupa bahwa setiap racun adalah obat jika dosisnya diubah, dan setiap obat adalah racun jika cara pakainya salah. Aku sedang meracik sesuatu. Bukan penawar Lian-Xin, tapi pengulur waktu."
Wan Long menyipitkan mata. "Jelaskan padaku dengan bahasa orang awam."
"Cairan ini akan menidurkan detak jantung kita selama beberapa jam," jelas Bai Hua. "Efeknya, racun Lian-Xin tidak akan mendeteksi jarak di antara kita. Selama dua jam, kita bisa terpisah lebih dari sepuluh meter tanpa jantung kita meledak. Tapi setelah dua jam, jika kita tidak kembali berada dalam radius sepuluh meter, kita mati seketika."
Wan Long menyeringai gelap. "Dua jam sudah lebih dari cukup bagiku untuk menyusup ke Ruang Arsip Terlarang Kaisar sementara kau menghadiri persiapan jamuan. Aku butuh stempel militer yang asli untuk memerintahkan pasukan perbatasan berbalik ke istana."
"Untuk sementara ini, kita adalah rekan." Gumam gadis itu sebagai Bai Hua---bukan Mei Lin.
***
Keesokan paginya, suasana istana tampak sibuk luar biasa. Pelayan berlarian menyiapkan lampion-lampion raksasa untuk Jamuan Bulan Purnama. Di tengah kesibukan itu, Permaisuri datang berkunjung ke paviliun mereka, tampak anggun dengan jubah sutra emasnya, namun matanya memancarkan kecurigaan yang dalam.
"Wan Long, anakku," sapa Permaisuri dengan senyum yang tidak sampai ke mata. "Aku mendengar kalian mengalami musibah di hutan kemarin. Begitu banyak serigala jahat yang berkeliaran, ya?"
Wan Long kembali ke mode Idiot-nya dalam sekejap jika di depan Permaisuri---meski ia tahu bahwa Permaisuri pasti sudah mencurigai bahwa ia bukan idiot. Ia melompat-lompat kecil sambil memegang kincir angin bambu. "Ibu! Serigalanya pakai baju abu-abu! Lucu sekali! Mereka tidur semua setelah Wan Long ajak main petak umpet! Hehe!"
Permaisuri mengepalkan tangannya di balik lengan baju. Ia tahu Wan Long berpura-pura, tapi ia belum bisa membuktikannya secara langsung di depan mata nya. Ia beralih menatap Bai Hua yang duduk tenang. "Dan kau, Bai Hua. Sebagai menantu, pastikan kau menjaga suamimu dengan baik lusa malam. Kaisar ingin melihat kalian memberikan persembahan tarian pedang sebagai bukti keharmonisan kalian."
Bai Hua menunduk hormat. "Tentu, Yang Mulia. Kami akan memberikan pertunjukan yang tidak akan pernah dilupakan oleh siapa pun di istana ini."
Setelah Permaisuri pergi, Bai Hua langsung membuang senyum palsunya. "Dia ingin kita melakukan tarian pedang? Itu artinya kita akan berada di tengah-tengah aula, dikelilingi oleh seluruh pejabat, sementara dia dan Kaisar duduk di atas. Itu posisi yang sempurna untuk menyemprotkan racun melalui udara."
Wan Long berhenti berakting idiot. Wajahnya kembali dingin dan tajam. "Atau posisi yang sempurna bagi kita untuk melakukan eksekusi di depan publik."
"Choi!" panggil Bai Hua.
Choi masuk dengan wajah waspada. "Hamba, Nona Muda."
"Pastikan seluruh saluran ventilasi di Aula Jamuan telah ditutup oleh orang-orang kita. Ganti minyak lampu di aula dengan minyak yang sudah kucampur dengan ekstrak Teratai Merah dosis tinggi," perintah Bai Hua. "Jika mereka ingin kita menghirup racun, aku ingin mereka sendiri yang tertidur selamanya dalam mimpi indah mereka."
***
Malam jamuan pun tiba. Bulan purnama bersinar dengan sangat angkuh di langit. Seluruh pejabat tinggi, Menteri Bai, hingga para selir telah berkumpul. Aroma wangi dupa mahal memenuhi ruangan, namun bagi Wan Long dan Bai Hua, itu adalah aroma kematian.
Kaisar duduk di singgasananya, memegang piala emas dengan senyum kekuasaan. Di sampingnya, Permaisuri tampak tegang.
"Malam ini," suara Kaisar bergema, "adalah malam di mana kita merayakan kejayaan. Pangeran Pertama dan Istrinya akan melakukan persembahan."
Wan Long berdiri di tengah aula, mengenakan zirah hitam yang gagah, sementara Bai Hua berada di atas kursi roda peraknya yang sudah dimodifikasi dengan berbagai senjata tersembunyi.
Saat musik mulai berdentum keras, Wan Long melirik Bai Hua. "Dua menit lagi asapnya akan bereaksi. Siap menjadi janda terkaya, Mei Lin?"
Bai Hua menyeringai, tangannya sudah memegang pemicu gas di bawah sandaran tangannya. "Setelah kau mengirim ayahmu ke neraka, barulah aku akan mempertimbangkannya, Wang Yu."
Tepat saat Wan Long menghunus pedangnya untuk memulai tarian, lampu-lampu di aula tiba-tiba berkilat hijau. Kaisar mulai terbatuk, dan senyum di wajah Permaisuri perlahan menghilang saat ia merasakan kakinya mulai lunglai.
"Kalian, apa yang kalian lakukan?!" teriak Kaisar sambil mencoba berdiri, namun kepalanya terasa berputar hebat.
Wan Long berhenti menari. Ia menatap Kaisar dengan tatapan predator. "Kami hanya mengikuti aturan mainmu, Ayah. Kau yang mengajari kami cara membuang bidak yang sudah tidak berguna, bukan?"
**
Happy Reading ❤️
Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih
definisi sebel tapi rindu
benci tapi butuh🤣🤣
ya elah mati aja ga mau ngalah lu bang
ok Leh yuk lah bareng "🫣🤣
jadi bayangin visual merekanya bertarung
anak kan cuman niru orang tuannya yaa
jgn salahin kalau jadi anak durhaka
tih punya orang tua durhaka
mang disini pada ngeluh masalah retensinya
banyak othor yg juga akhirnya nyerah dan banyak pindah ke berbagai platform 🥹🥹.
semangat ya Thor...
aku mah dukung aja
karena terkadang penghargaan itu ga butuh cuman pengakuan,tapi cuan yg menentukan 🤣🤣
lu pikir bisa mengendalikan seluruh permainan
hei..masa depan itu lebih menakutkan dr yg dilihat
dimana ga ada binatang buas di hutan belantara
tapi manusia yg punya nafsu buas di antara hutan sesungguhnya.
beginilah realita di masa depan.
sebenarnya siapa yg jebak siapa.🫣
hayooo kau berhadapan dengan polisi dan mata mata dr masa depan lu bang
siap siap aja yaa