NovelToon NovelToon
Cuz I'M Your Home

Cuz I'M Your Home

Status: tamat
Genre:Menjadi Pengusaha / Cintamanis / Menikah dengan Kerabat Mantan / Tamat
Popularitas:659
Nilai: 5
Nama Author: Hyeon Gee

Karena pertumbuhan anak laki-laki terkadang memang sedikit lambat dari anak perempuan. Dan tinggi 182 sentimeter setelah 20 tahun berlalu, sudah lebih dari cukup untuk tidak membuat malu pemilik tinggi 160 sentimeter dengan kecentilannya…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hyeon Gee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Selamat datang seluruh peserta karyawisata Byul Hospital. Dari sekarang, kita akan menempuh perjalanan selama dua jam, silahkan menikmati…

Menggema suara pemandu di ketiga bus yang akan membawa hampir delapan puluh orang calon pegawai Byul Medical Clinic. Sejenak Anggun menghela napas menatap keluar jendela usai memperhatikan sekitar dan membuat Jae Ho menatapnya bingung.

“Waeyo?” tanya Jae Ho.

“Oh! Gak. Orang-orang pada seneng banget, ya,” ujar Anggun sembari menatap Jae Ho dengan senyum tipis.

“Lho? Kamu gak seneng?” tanya Jae Ho dengan kening berkerut.

“Gak tau, mood-ku jelek banget kayanya.”

“Gara-gara pacarmu?”

“Bukan pacarku lagi,” ujar Anggun yang kembali menatap keluar jendela, “haaa…”

“Dia selingkuh?”

“Gak. Dia marah karena aku gak bisa pulang. Dia bilang, harusnya aku gak ikut tanda tangan kontrak. Aku padahal udah jelasin kalo ini cuma enam bulan. Tapi…”

TRING!

Suara nada pesan masuk membuat Anggun langsung merogoh tas kecilnya dan membuka pesan tersebut hingga membuat Jae Ho melirik, berusaha ikut membaca pesannya.

Dari : Sayang

Nggun, kita putus aja, ya.

Aku gak sanggup lagi. Mau km blg akhir bulan ini plg juga. Aku udah males.

Terlihat jelas tangan Anggun bergetar hebat. Dia mulai panik dan berusaha menghubungi kekasihnya namun, tidak ada satupun panggilan yang berhasil masuk.

“Aduuuh, kaya apa ini? Beneran putus,” ujarnya panik.

“Nggun, tenang dulu,” bisik Jae Ho ditengah keramaian.

“Tenang gimana? Dia satu-satunya orang yang nemani aku dari awal aku jatuh. Gak bisa, aku harus jelasin,” ujar Anggun yang kembali berusaha menghubungi pacarnya.

Jae Ho yang melihat sikap Anggun yang kini sudah dibanjiri air mata pun merasa iba dan memberanikan diri meraih tangan Anggunnya.

“Jae, Jae Ho~yaaa…”

Dan pada akhirnya, Anggun pun melemah saat Jae Ho perlahan memeluknya.

“Nan eotteokhae?(Aku mesti gimana?)” ucap Anggun disela isaknya.

“Geunyang jom uleojwo(Nangis aja dulu),” bisik Jae Ho.

Sementara, di kursi kedua dari belakang terlihat Juh Yeon menolah-noleh mencari sesuatu dan pada akhirnya, Min Gyu yang duduk di kursi paling belakang pun melempar belakang kepalanya dengan gumpalan kertas kecil.

“Neo anja eobseo?(Gak bisa duduk?)” tanya Min Gyu dengan kening berkerut.

Sesaat Juh Yeon hanya cengengesan dan membuat Laisha yang duduk di sisinya pun ikut bingung. Perlahan dia kembali duduk dan menghela napas pelan sebelum kemudian menatap Laisha yang masih melihatnya.

“Waeyo? Nugureul chakgo gyesingayo?(Kenapa? Lagi nyari siapa?)”

“Siseuka. Noona bwasseo?(Siska. Kakak liat gak?)”

Tampak Laisha menggeleng ragu.

“Ng, gak. Dari tadi gak liat,” sahut Laisha ragu.

“Haa..”

“Kenapa? Mungkin dia sama Joo Heon di bus belakang,” ujar Laisha, “eh, tapiii, kamu liat AJ gak?”

Terlihat Juh Yeon tertunduk lesu, sebelum akhirnya dia tersenyum tipis.

“Dia duduk di depan sendirian. Kalo mau aku bisa tukar,” ucap Juh Yeon riang.

“Eh, eh. Gak. Gak usah. Aku sama kamu aja,” ujar Laisha panik.

“Ei, gak apa-apa. Bentar, ya.”

Ada rasa tak nyaman yang menyelimuti Laisha ketika Juh Yeon beranjak menghampiri AJ. Dan AJ pun langsung menoleh ke belakang usai mendengar penjelasan Juh Yeon, tampak Laisha berusaha mengalihkan pandangan saat tatap mereka bertemu. Tanpa babibu, AJ pun langsung membawa tas ranselnya dan duduk di sisi Laisha yang seketika salah tingkah.

“Hai, Noona,” sapa AJ.

“O, oh. Hai,” ujar Laisha canggung dan membuat AJ tersenyum, “mmm, lukamu kemaren gimana? Maaf, ya.”

Lagi, melihat kegusaran Laisha saat tatap mereka sesaat bertemu pun membuatnya tersenyum geli.

“Gwaenchana,” sahut AJ tulus, “geunde, Noona, ajik joana?(Tapi, Kakak, masih suka dia?)” tanyanya ragu.

Diam, saat bus mulai berjalan, tampak Laisha menghela napas.

“Mungkin awalnya, iya. Tapi, mengingat itu kaya kenangan buruk. Aku jadi gak yakin sama hatiku sendiri. Kami pernah kenal sampe deket banget walaupun cuma lewat sosmed. Tapi, dia tiba-tiba ngilang terus ngajak putus tanpa kejelasan. Habis itu, nikah pun aku sama cowo gak jelas sampai bikin trauma. Jadi, untuk jatuh cinta lagi mungkin bakal susah,” jelas Laisha dengan senyum getir.

“Tapi, sama aku susah gak?” tanya AJ yang terdengar serius dan membuat Laisha menatapnya dengan kedua bola mata membesar, “gak apa-apa kalo sekarang belum bisa. Kita bisa jalanin kaya temen biasa. Lagipula Kyu Jong sudah dikeluarkan dari tim inti karena pilihan Kakak. Aku juga makasih, karena Kakak, aku masih bisa ikut ke Indonesia.”

“Boleh, kalo memang mau temen dulu,” ujar Laisha tanpa ragu.

Ada senyum yang terukir di wajah AJ yang membuat Laisha pun sempet tersipu. Sementara, dibalik kacamata minusnya, Garra yang duduk diantara Min Gyu dan Jong Hwa di kursi paling belakang pun mengerutkan keningnya.

“Itu orang-orang pada jadian semua apa gimana?” sindir Garra ditengah keramaian.

“Menurutmu?” tanya Jong Hwa.

“Kamu jadian?” tanya Garra.

“Belum bisa dipastikan,” sahut Jong Hwa.

Segera, Min Gyu dan Garra menatap Jong Hwa bersamaan.

“Nugurang?(Sama siapa?)” tanya mereka bersamaan.

“Bimil(Rahasia),” sahut Jong Hwa santai.

“Eii, eobseoni(Gak ada),” ejek mereka bersamaan.

Jong Hwa pun membelalakkan kedua matanya.

“Isseo!(Ada!)” ujar Jong Hwa hampir berteriak.

“Eobsseo,” sahut Min Gyu dan Garra yang kemudian tak acuh.

“Isseo. Dewinta Terra!” sahut Jong Hwa tegas.

Segera, Min Gyu dan Garra tertawa mengejek hingga membuat Jong Hwa menyadari jika dia hanya dibodohi. Dan pada akhirnya, Jong Hwa memilih mengabaikan keduanya. Dia membetulkan posisi duduk dan langsung memejam.

“Mereka lagi lucu-lucunya,” ujar Garra.

“Eo, neo ttu(Iya, kamu juga),” sindir Min Gyu.

Segera, Garra meliriknya sinis dan bersandar kesal hingga membuat bola mata Min Gyu bergulir menatap kearah lain karena merasa tidak nyaman.

1
Amiera Syaqilla
beautiful story💕
goyangi13: thank u 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!