Aku mengalami kecelakaan saat menyelamatkan anak dari kakak laki-lakiku. Aku yang saat itu melihat Keponakanku nyaris ditabrak oleh mobil yang melaju kencang di jalanan, refleks mendorong dia menjauh sehingga aku yang ditabrak mobil. Secara samar-samar aku melihat kakak laki-lakiku datang dan meneriakkan namaku. Akan tetapi, pandanganku sudah gelap. 'Apakah aku akan bertemu Papa dan Mama sekarang?'
Begitu membuka mata, aku berada di sebuah tempat yang hanya ada satu cahaya terang tepat di atas kepalaku tetapi di sekelilingku gelap. Sebuah suara mengatakan bahwa aku bisa kembali, asalkan aku harus bisa melaksanakan misi kehidupan dari diriku yang dulu.
Ini kan tubuh Azalea Lorienfield, teman pemeran utama perempuan dalam novel favoriteku yang mati di ending novel! Apakah maksud suara misterius itu aku harus menyelamatkan diriku agar tidak mati seperti dalam novel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azalea Rhododendron, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 7 : Penjelasan Singkat
...Happy Reading^^...
...💮...
Karena telah ditinggalkan, aku pun mencoba untuk menutup mataku untuk mengistirahatkan tubuhku yang masih ngilu ini.
"Halo!"
Panggilan itu membuatku membuka mata.
"Suara ini kan?"
"Bagaimana kabarmu?" tanyanya membuatku cemberut.
"Seluruh tubuh saya sakit!" seruku pelan karena tidak kuat dalam berbicara.
"Itu baru awalnya, nanti juga tubuh itu dan jiwamu akan menyatu dan sehat kembali. Ya walau perlu waktu..."
"Lalu...bagaimana dengan ingatan tubuh ini? Saya tidak ingin membuat orangtua pemilik tubuh ini sedih dengan kehilangan ingatan selamanya?"
"Jangan khawatir, ingatan pemilik tubuh itu akan kamu miliki seiring berjalannya waktu. Ingatan-ingatan itu akan kamu dapatkan lewat kejadian Dejavu yang kamu rasakan di masa nanti,"
Aku menjadi tenang mendengar penjelasan suara itu tentang ingatan. Kuharap ingatan pemilik tubuh itu segera aku miliki.
Dan ada satu pertanyaan yang mengganjal di hatiku.
"Kenapa anda menempatkan saya di tubuh karakter yang berakhir tragis di novel??"
"Karena yang melakukan permintaan adalah setiap orang yang berakhir tragis dalam kehidupannya, salah satunya adalah pemilik tubuh yang kau pakai itu. Terlebih lagi, kau adalah potongan jiwa dari pemilik tubuh tersebut."
"Setiap orang yang berakhir tragis? Dan saya adalah potongan jiwa pemilik tubuh ini? Maksudnya apa?!"
"Benar. Permintaan penuh harapan dari jiwa yang putus asa dan benar-benar memohon dengan sepenuh hati. Oleh karena itu, sang pencipta mengabulkan keinginan setiap jiwa yang putus asa itu. Tapi, Tuhan juga ingin kehidupan tubuh pemilik jiwa itu memiliki alur kisah yang berbeda. Oleh karena itu, Tuhan menarik beberapa jiwa yang masih memiliki pilihan sepertimu untuk membuat kisah baru. Dan mengenai pertanyaan terakhirmu, kau dan dia adalah orang yang sama tapi berbeda dimensi. Nona Lorienfield adalah dirimu didimensi ini, begitu pun sebaliknya. Tampaknya Nona Lorienfield sudah tidak sanggup untuk melawan takdir kematiannya, oleh karena itu dia menarik jiwamu untuk menggantikannya."
Aku hanya mampu terdiam mendengarkan penjelasan suara itu, walau kepalaku sangat pusing mendengar segala penjelasannya itu. Termasuk bahwa Azalea Lorienfield adalah diriku di dimensi ini. Pusing!
Oh, ya!
"Lalu bagaimana dengan kedua pemeran utama di cerita ini? Hades dan Persefone?" tanyaku yang langsung mengingat kedua pemeran utama di novel.
"Mereka akan tetap menjalani kehidupan mereka sesuai alur novel. Dan kau tidak perlu mengkhawatirkan mereka, jalani saja kehidupanmu ini dengan baik."
Aku mengerang frustasi mendengar jawabannya.
"Bagaimana bisa saya tidak mengkhawatirkan mereka? Saat ini saya dalam wujud Azalea Lorienfield! Sosok yang akan mati sesuai alur novel! Saya pernah merasakan kematian sekali dan tidak ingin merasakan kematian itu lagi!" seruku pelan karena tenggorokanku masih sakit.
"Hmmmm, maka kau harus menyusun rencana agar tidak mati seperti alur novel. Coba ingat-ingat, kapan dan apa penyebab Azalea Lorienfield meninggal?"
Suara itu membuatku terdiam, aku sekarang berusaha mengingat kapan dan penyebab kematian Azalea Lorienfield di novel.
'Kalau tidak salah penyebab kematian Azalea Lorienfield adalah konspirasi untuk meruntuhkan politik keluarga Duke Celestian? Kebetulan sekali, Count Lorienfield saat itu bekerja sama dengan Hades Celestian. Dan rival politik Hades berusaha menghancurkan seluruh rekan Hades termasuk Count Lorienfield. Oleh karena itu, mereka meracuni Azalea Lorienfield?'
"Benar!"
'Ck, ternyata anda juga bisa mendengarkan batin? Kalau begitu, seharusnya aku tidak susah payah menggerakkan mulut dan tenggorokanku yang masih sakit!'
"Hehehehe, maaf. Aku lupa memberitahumu," aku mendengus jengkel mendengarnya.
'Aneh sekali mereka bisa meracuni Azalea Lorienfield? Padahal Azalea Lorienfield berada dalam penjagaan ketat Pangeran mahkota yang berjanji akan selalu menjaganya sampai akhir?' aku terdiam mendengar penjelasanku sendiri.
"Heh? Jangan-jangan, Pangeran mahkota itu yang meracuni Azalea Lorienfield?"
'Itu tidak mungkin,' seruku membantah.
'Lagipula Pangeran Feroz sangat amat menyesal sampai tidak menikah dan berakhir memberikan takhta ke tangan Sepupunya yang paling bisa dipercaya,'
"Besar sekali rasa bersalahnya sampai tidak ingin menikah, seperti yang meninggal itu adalah kekasih hatinya saja."
'Seharusnya Asher Lorienfield yang ada di posisi Azalea saat itu sebagai pewaris. Akan tetapi, Asher Lorienfield sudah meninggal saat itu dan digantikan adiknya Azalea Lorienfield. Karena tidak waspada, Asher Lorienfield berhasil diracun dan meninggal di ending novel.'
"Kalau begitu, kau cukup membuat Asher Loriendfield berumur panjang selamanya. Kau harus menyelamatkan sosok Kakakmu itu dari mati mudanya di alur novel, lalu menikah dengan Putra Mahkota serta hidup bahagia selamanya."
Aku menganggukkan kepalaku mendengar pendapat suara itu. Tapi aku terdiam karena merasa ada yang terlewatkan.
'Aku seperti merasa terlewatkan sesuatu? Apa yang anda katakan tadi? Sepertinya ada yang aku terlewatkan?'
"Yang mana? Yang aku katakan cukup kau buat Asher Lorienfield panjang umur selamatnya?"
'Bukan yang itu! Yang tadi?!'
Ceklek!
Aku menoleh ke arah pintu di mana seorang wanita cantik masuk ke kamarku dan menutup kembali pintu tersebut. Aku terdiam dan memutuskan untuk tidak lagi berbicara dengan suara itu.
Wanita itu berbalik ke arahku dan tampak terkejut. Matanya yang berwarna ungu berkedip lucu di mataku.
"Ya, ampun sayang! Kamu belum tidur? Kamu harus istirahat untuk segera sembuh!" serunya khawatir padaku, wanita cantik itu berjalan ke arah ranjangku dan duduk di tepi ranjang sebelah kananku.
Aku menggelengkan kepalaku. "Aku tidak bisa tidur," jawabku jujur.
Wanita itu mengelus rambutku dengan lembut. "Bagaimana jika Mama bersenandung lagu tidurmu seperti waktu kecil? Sudah lama sekali Ibu tidak bersenandung untukmu? Bagaimana, nak?" tanyanya dengan suara lemah lembut dengan tangan cantiknya yang tidak berhenti mengelus rambutku.
Aku menganggukkan kepalaku sebagai jawaban. "Iya, Bu. Aku mau disenandungkan seperti waktu kecil."
Mulailah wanita bersurai merah muda itu bersenandung.
Suara lembut itu mengalun indah di telingaku. Suara lembut seorang Ibu membuat mataku otomatis tertutup.
Tiba-tiba saja sebuah kenangan lewat, wanita cantik yang beberapa saat yang lalu bersenandung untukku kini sedang bersenandung untuk seorang gadis kecil yang memiliki surai merah muda seperti wanita cantik itu.
Suara lembut itu kembali terdengar dan wanita itu mengusap rambut merah muda anak kecil itu.
"Mama sangat menyayangimu Aza!" panggilan itu membuatku terkejut.
Aku pun kini memperhatikan anak kecil itu, surai merah muda dan mata berwarna emerald. Gadis itu adalah sosok Azalea Lorienfield ketika masih kecil.
Jadi, aku ada dalam kenangan masa kecil Azalea Lorienfield pada saat dia ingin tidur dan disenandungkan lagi oleh Ibunya.
Apa ini yang disebutkan suara itu sebagai Dejavu? Saat Nyonya Lorienfield menandungkan lagu agar aku bisa tidur, kenangan masa kecil Azalea Lorienfield tiba-tiba saja menyeruap masuk ke ingatanku?
Kenangan yang indah dan manis. Kasih sayang seorang Ibu, yang dulu pernah aku rasakan.
Lalu kenangan itu menghilang, semuanya jadi gelap.
Selang beberapa menit di kegelapan, aku membuka mataku dan melihat bahwa aku masih terbaring di kamarnya Azalea Lorienfield.
Aku melihat di jendela, hari sudah gelap. Tampaknya sudah malam.
Senandung lagu dari Mamanya Azalea berhasil membuatku tertidur dan mengistirahatkan tubuhku.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan?"
Ceklek!
Aku menoleh pada pintu yang terbuka dan menampakkan Wanita cantik yang menandungkan sebuah lagu agar aku bisa tertidur dengan nyenyak.
"Oh! Kamu sudah terbangun, nak?" tanyanya begitu selesai menutup pintu dan menoleh ke arah ranjang.
Aku menganggukkan kepalaku. "Iya, mama."
Wanita cantik itu mengedipkan matanya berkali-kali. Aku merasa seperti melakukan kesalahan.
"Hmmm, seharusnya saya tidak memanggil anda seperti itu...ya?"
...💮...
...Bersambung....
...Thanks For Reading My Story^^...
...Dipublikasikan pada tanggal 22 Januari 2026....