NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3

Hening seketika menyergap ruangan itu, hanya menyisakan bunyi detak jam dinding dan desis halus dari botol oksigen. Rina, dengan sisa tenaga yang ia miliki, menarik selimutnya tinggi-tinggi. Ia membalikkan badan, membelakangi Gus Azkar sepenuhnya.

Punggungnya yang kecil tampak bergetar hebat. Tidak ada raungan, tidak ada protes. Rina menangis dalam diam—jenis tangisan yang paling menyakitkan karena semua sesaknya ditelan sendiri. Ia meratapi nasibnya; seragam SMA-nya yang mungkin tak akan pernah ia pakai lagi, dan sosok Bian yang baru saja diusir seperti orang asing.

Gus Azkar yang melihat punggung istrinya yang rapuh itu hanya bisa mengembuskan napas panjang. Amarahnya yang meluap-luap tadi perlahan mereda, namun egonya sebagai suami masih berdiri tegak.

Sunyi yang Menyiksa

Azkar beranjak dari kursinya, berjalan memutar hingga ia berada tepat di depan arah Rina menghadap. Namun, begitu ia sampai di sana, Rina langsung menutup matanya rapat-rapat, enggan menatap wajah pria yang kini menjadi pemilik sah atas hidupnya itu.

"Jangan bertingkah seperti anak kecil, Rina," ucap Azkar. Suaranya sudah tidak meledak-ledak lagi, kembali ke nada datar namun sangat berwibawa. "Kamu membelakangi suami itu tidak sopan. Saya tidak pernah mengajarkan itu di pesantren."

Rina tetap bergeming. Air matanya justru mengalir semakin deras, membasahi bantal rumah sakit yang dingin.

Azkar mengulurkan tangan, hendak mengusap air mata di pipi Rina, namun ia mengurungkan niatnya saat melihat Rina sedikit meringkuk—seolah takut akan sentuhannya. Getaran ketakutan itu nyata, dan itu menyentil nurani Azkar.

Antara Tegas dan Rasa Iba

"Saya tahu kamu kecewa," lanjut Azkar, kini ia duduk di tepi ranjang, sangat dekat dengan posisi kepala Rina.

"Tapi saya tidak akan membiarkan kamu hancur karena pria yang bahkan tidak bisa memberikan kepastian padamu."

"Kak Bian sayang sama Rina..." gumam Rina sangat pelan, hampir tenggelam dalam isaknya.

Rahang Azkar kembali mengeras. "Sayang saja tidak cukup untuk menjaga martabatmu di depan Allah. Sekarang, hapus air matamu. Saya tidak mau melihat istri saya menangis hanya karena laki-laki lain. Itu menghina saya."

Azkar bangkit, merapikan sedikit sorbannya. "Malam ini saya akan tidur di sofa ini. Kalau kamu butuh apa-apa, panggil saya. Tapi jangan coba-coba memegang ponsel atau menghubungi siapa pun tanpa izin saya. Paham?"

Rina tetap bungkam, namun ia mengangguk sangat kecil, nyaris tak terlihat. Itu adalah anggukan kekalahan. Ia sadar, di dalam sangkar emas bernama pernikahan ini, Gus Azkar adalah penguasa tunggalnya.

Suasana malam di rumah sakit yang sunyi itu terasa sangat mencekam. Rina menatap Gus Azkar yang tampak terlelap di sofa panjang dengan napas yang teratur. Bagi Rina, ini adalah satu-satunya kesempatan untuk lari dari kenyataan yang menyesakkan ini.

Dengan tangan gemetar, Rina memejamkan mata kuat-kuat dan... sreeet! Ia mencabut jarum infus di punggung tangannya sendiri. Rasa perih yang menyengat tak ia pedulikan, darah segar mulai merembes, tapi keinginannya untuk bebas jauh lebih besar.

Rina turun dari ranjang dengan langkah gontai. Kepalanya masih terasa berputar, namun ia memaksakan diri berjalan jinjit menuju pintu.

Cklek.

Pintu terbuka sedikit. Rina menoleh ke arah Azkar untuk terakhir kalinya. Namun, tepat saat ia berada di ambang pintu, mata tajam Gus Azkar terbuka. Pria itu tidak benar-benar tidur lelap; instingnya sebagai seorang pelindung selalu terjaga.

"Rina? Mau ke mana kamu?!" suara bariton Azkar menggelegar di sunyinya malam.

Panik, Rina langsung berbalik dan berlari sekuat tenaga di koridor rumah sakit yang panjang. "Aku mau pulang! Aku nggak mau sama Mas!" teriaknya sambil menangis.

Langkah kaki Rina terdengar gaduh, beradu dengan lantai keramik yang dingin. Namun, baru saja ia sampai di dekat lift, suara langkah kaki yang lebih berat dan cepat terdengar dari belakang.

Hanya dalam hitungan detik, sebuah tangan besar menarik bahu Rina dan membalikkan tubuhnya dengan paksa hingga punggung Rina membentur dinding koridor.

"Lepas! Lepaskan aku, Kak Bian tolong!" teriak Rina histeris.

Gus Azkar mencengkeram kedua pergelangan tangan Rina dan menguncinya di atas kepala Rina. Napas Azkar memburu, matanya menatap Rina dengan amarah yang berkobar.

"Berani kamu menyebut nama laki-laki lain di depan saya setelah mencoba kabur?" desis Azkar. Wajahnya sangat dekat, membuat Rina bisa merasakan hembusan napas suaminya yang sedang menahan emosi.

"Aku benci Mas! Mas jahat!" Rina meronta-ronta, kakinya menendang asal, namun tenaga Gus Azkar seperti tembok beton yang tak tergoyahkan.

"Lari sejauh apa pun kamu, kamu tidak akan pernah bisa lepas dari saya, Rina," ucap Azkar dengan suara rendah yang mengancam. "Secara hukum, kamu milik saya. Secara agama, kamu tanggung jawab saya. Dan sekarang, kamu sudah melanggar batas kesabaran saya."

Tanpa mempedulikan pemberontakan istrinya, Azkar langsung mengangkat tubuh Rina ke pundaknya seperti membawa karung. Rina memukul-mukul punggung Azkar, namun pria itu tetap berjalan tenang kembali menuju kamar rawat dengan wajah yang kini benar-benar gelap dan tanpa ampun.

1
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
angel
cerita nya lumayan bagus untuk halaman pertama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!