Hanya satu persen dari populasi global, manusia yang memiliki warna mata heterochromia. Lunar salah satunya.
Memiliki warna mata hijau dan biru, Lunar menyembunyikannya ketika hidup di luar Silvanwood yang terisolasi dari teknologi.
Untuk menyambung hidup, Lunar tak menduga menjadi aktris di perusahaan entertainment milik Jackson Adiwangsa dan menjadi kesayangannya.
Hingga kejadian tak terduga membuat apa yang disembunyikan Lunar terkuak. Bagaimana kehidupan Lunar, apakah dia akan tetap tinggal atau kembali ke Silvanwood?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seven Introvert, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Empat belas
Bagaimana publik tidak terkejut, seorang Lunar telah membuat klepek-klepek bangsawan Dubai. Gadis itu diberi hadiah satu juta AED, jumlah fantastis dan bisa bertambah kali lipat jika Lunar menerima lamarannya.
Jika wanita lain di posisi Lunar pasti merasa tersanjung dan takkan berpikir dua kali menerima pinangan baik. Selain itu untuk membuktikan cintanya, tak tanggung sang pangeran Dubai membuat patung lilin Lunar yang tak kalah indah dari aslinya.
Akan tetapi, cintanya tak dibalas Lunar. Jawaban ingin fokus karier hanyalah alasan karena yang sebenarnya Lunar mencintai ceo AHP. Tapi sayangnya, Jackson tak mau melihat cinta tulus Lunar. Pria itu masih dibayang-bayangi perasaan pada Yumi Tanaka.
Naomi pun tak bisa berbuat banyak. Sebagai pria, siapa yang tak tertarik pada Lunar tapi untuk mencintainya ... Jackson belum membuka hati.
Mengetahui itu, Aaron sedikit lega karena dia tahu betul perangai sahabatnya. Karena itu, Aaron berusaha mendekati Lunar tapi terhempaslah nyali Aaron ketika tahu saingannya untuk mendapatkan Lunar bukan dari kalangan biasa.
"Tuan Jackson, melihatmu baik-baik saja sudah cukup bagiku." Lunar berkata pada dirinya sendiri setelah Jackson siuman lalu pergi begitu saja.
Naomi tak berkutik, dia menatap prihatin pada gadis itu. Di luaran sana, banyak pria yang jatuh hati pada Lunar tapi bukankah Jackson pria beruntung yang dicintai Lunar?
Naomi tak henti menggeleng. Cinta itu buta dan tuli memang benar adanya. Padahal, perbandingan Lunar dan Yumi seperti bumi dan langit.
Merana seorang Lunar, dia berusaha tegar berjalan bersama bodyguard ketika dihadang wartawan. Gadis itu tak banyak bicara dan tak ada yang harus dibicarakan.
Selama berkarier, tak pernah sekalipun keluarga Lunar muncul di media termasuk Aling yang pernah mereka singgung. Lunar kembali sendiri, dia harus terbiasa tanpa Jackson.
"Apa benar Anda memakai susuk dan magic selama ini?"
Dari semua pertanyaan, entah kenapa fitnah yang baru dilontarkan terasa menyakitkan bagi Lunar Karena Lunar mendapati banyak lamaran dari orang berpengaruh. Mereka pikir, itu tak alami dan publik heran melihat Lunar begitu banyak mendapat perhatian pria VIP dari berbagai negara.
Naomi semakin prihatin karena AHP menumbalkan Lunar untuk mengalihkan issue video syur Jackson dan mendiang Yumi. Lunar diminta tabah sementara waktu, meski gadis itu merasa tak nyaman.
Naomi pun berusaha menjadi perisai. Gadis itu menyampaikan pandangannya di media sosial pribadinya, karena menurut Naomi tidak bijak mengungkit scandal orang yang sudah tiada. Semua setuju Yumi mengakhiri hidupnya sendiri tapi alasan Yumi melakukannya diungkit kembali.
Tak mungkin, Jackson akan setega itu. Setelah cukup sehat pria itu pergi ke Tokyo bersama Tom. Jackson bukan tak tahu, rumor Lunar menggunakan magic menjadi bahasan di kalangan aktris seperti Alice.
Alice menyinggung sportifitas dalam berkarier seolah memojokkan Lunar. Si ratu pick me seperti Alice membuat geram Naomi, jika dia mau bisa saja Alice pun terseret karena sudah menyakiti mental Yumi.
Akan tetapi, adakalanya gadis itu merasa jengah dan untuk pertama kalinya melotot ke kamera. Merinding yang dirasakan, karena apa yang dikatakan Lunar menjadi kenyataan.
"Dengan semua fitnahmu padaku, kupastikan tepat pukul dua belas malam kau akan muntah darah dan tak bisa berbicara!" Lunar menunjuk salah seorang wanita yang menguras kesabarannya.
Publik dibuat terkejut ketika keluarga wanita itu menyerahkan video si wanita yang terbaring di rumah sakit. Mereka meminta maaf pada Lunar atas namanya.
Apa yang dikatakan Lunar nyata terjadi. Lunar memejamkan mata. Kedua tangannya menutup mulut, hatinya tak henti memaki karena merasa bersalah. Seharusnya, Lunar bisa mengelola emosi karena Aling sudah mewanti-wanti bahwa dirinya terlahir sebagai si pahit lidah.
Dengan kesadaran penuh, Lunar bersama managernya datang menjenguk. Lunar tak malu untuk meminta maaf seraya menangis pada si penyebar fitnah.
Mereka berpelukan, membuat wanita itu menyesal karena sudah merendahkan Lunar. Sekarang, terasa sampai ke relung hati bahkan nampak di depan mata betapa baiknya seorang Lunar bahkan media pun tak mengetahuinya.
Secara ajaib, wanita itu berangsur pulih. Lunar merasa tak enak ketika wanita yang kini diketahui namanya sebagai Zee bersimpuh menyentuh kaki Lunar.
Terkejut Lunar spontan dia menjauh lalu menarik Zee untuk bangun. Dengan terbata Zee mengatakan bahwa dirinya disuruh untuk menghancurkan Lunar.
"Demi uang aku melakukan itu semua nona Lunar. Tolong maafkan aku," Zee masih merasa bersalah.
Lunar merangkul Zee, "aku tak menyalahkan dirimu sepenuhnya nona Zee. Kesulitan uang kadang memaksa kita berbuat tidak benar. Tapi sudahlah, lupakan saja hal itu. Jika kau mau, boleh menjadi asisten pribadiku." Tawar Lunar disambut baik oleh Zee.
Lunar tidak mencecar Zee untuk membeberkan siapa orang yang sudah menyuruhnya karena Lunar sudah tahu sendiri. Alih-alih menjadi asisten, Zee diperlakukan Lunar seperti sahabatnya sendiri. Sama seperti wanita pada umumnya, Zee menyukai aksesoris dan kosmetik.
Meski sungkan, Zee memberanikan diri meminta barang-barang bekas Lunar langsung pada orangnya. Padahal, barang bekas Lunar jika dilelang bisa melebihi harga aslinya. Publik pun dibuat iri pada Zee
"Nona Lunar, Anda begitu sederhana namun apa yang dipakai Anda terlihat mahal. Padahal, siapa sangka baju yang Anda pakai dibeli di pinggir jalan. Oh, astaga bahkan Anda menjahit ulang pakaian robek. Hanya itu aibmu Nona Lunar, kau terlalu apa adanya." Zee tak tahu harus mendefinisikan Lunar seperti apa.
Manager manggut-manggut tanda setuju. Lunar tak seperti aktris kebanyakan yang mengikuti arisan diamond taraf internasional, tapi gadis itu dengan kekayaan yang dimilikinya telah banyak menolong orang. Lunar diberitakan membuat yayasan penyandang kanker dan pendidikan gratis di berbagai negara.
Dengan semua hal baik pada diri Lunar, tak bisa membuat Jackson jatuh hati padanya. Bahkan Naomi memanggil kakaknya si bodoh karena memilih tenggelam dengan perasaan bersalahnya pada Yumi seumur hidup.
Lunar mencoba tak memperdulikan Jackson. Gadis itu ingin menikmati hidup. Di malam yang penuh bintang, Lunar duduk seorang diri di balkon gedung AHP.
Kerinduan pada Aling dan Silvanwood membuat gadis itu menitikkan air mata. Silvanwood tak se-modern kota ini, tak ada listrik atau benda elektronik lainnya tapi kehidupan Lunar tentram.
Sedang apa Aling di Silvanwood? Batin Lunar tak henti bertanya. Nyali Aling begitu besar karena berani tinggal seorang diri di Silvanwood. Pernah Lunar tanyakan hal itu, tapi Aling mejawab menjadi istri seorang Kaelix harus pemberani.
Ya, Kaelix.
Lunar menghela napas lalu tersedu menutup wajahnya dengan tangan. Kenyataan dirinya putri Kaelix, setidaknya menghibur dirinya untuk tabah.
"Kau menangis?"
Lunar terkejut karena mendengar suara yang membisik tepat di telinganya. Sekilas seperti sepoian angin yang menerpa lembut.
Oh, mungkinkah angin yang menirukan suaranya? Tapi mustahil, kota ini bukan Silvanwood. Lunar pun terkejut melihat sosok di sampingnya.
"Kau?"