NovelToon NovelToon
Kembali Ke Umur 19 Tahun

Kembali Ke Umur 19 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: To Raja

Jessica yang mati penuh penyesalan tiba-tiba kembali ke umur 19 tahun dengan membawa semua ingatannya di kehidupan yang telah ia lalui.

Kali ini, dia tidak akan ditindas lagi, dia akan bersinar dan mendapatkan kebahagiaannya sendiri.

"Bagaimana bisa Jessica tahu ada racun di minuman itu?"

"Jessica mendapat nilai sempurna? Bukankah dia selalu peringkat akhir?"

"Aku tidak akan membiarkan Jessica mengambil posisiku, lihat saja, aku akan memberinya pelajaran!"

"Heh! Mau menindasku? Tidak! Jessica kali ini bukan lawan yang sepadan untukmu! Jangan macam-macam kalau tidak mau menyesal!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Anak dikandungan Jessica adalah anak Nolan

Segera, Nolan dan Jessica tiba di rumah sakit, langsung pergi ke dokter kandungan mengambil nomor antrian.

Michelle dan Barto juga ikut, keduanya tidak sabar lagi untuk memastikan Jessica benar-benar hamil dan Nolan akan marah besar pada perempuan itu.

"Haruskah kita menghubungi ayah dan ibu?" Tanya Michelle pada kakaknya, akan lebih serupa seluruh keluarga Wijaya ada di sini supaya Jessica bisa mendapat lebih banyak hukuman dari semua orang. Kalau perlu dihukum sampai perempuan itu mengalami cacat agar tidak punya muka lagi untuk bersaing dengannya.

"Aku akan menelpon mereka, bagaimanapun dia pernah menjadi bagian dari keluarga Wijaya jadi aku cemas Nolan mungkin akan menyalahkan keluarga kita juga karena sudah membesarkan seorang penipu yang akhirnya menipu pria itu," ucap Barto mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi kedua orang tuanya agar menyusul ke rumah sakit.

"Wah,, hari ini ada banyak anak muda yang datang," salah seorang perempuan paru baya menatap kearah Michelle, Barto, Nolan dan Jessica yang duduk bersama-sama.

Jessica tersenyum seadanya, kali ini pikirannya benar-benar kacau dan dia tidak bisa memikirkan cara untuk lepas dari Nolan.

"Apa kalian dua pasangan suami istri yang ingin mengecek kehamilan?" Tanya sang perempuan dengan suara yang ramah.

"Ah, tidak tante," Michelle menggeleng, "kami semua belum menikah, tapi kakakku sepertinya sudah hamil, jadi kami hanau ingin memastikan nya hari ini," kata michelle.

"Apa? Belum menikah tapi sudah hamil?" Perempuan itu menatap Jessica dengan raut muka yang langsung berubah, dari yang tadinya ramah menjadi sinis, "kalau belum menikah, jangan mencoba hal-hal yang tidak baik dulu. Sudah hamil begitu, bagaimana kau akan melanjutkan masa depanmu? Bagus kalau ada pria yang mau bertanggung jawab, tapi kalau tidak? Kau akan menyiksa dirinya sendiri dan anakmu, nanti siapa yang akan melindungi mu dan anakmu? Orang tuamu tidak hidup selama-lamanya, jadi tidak bisa terus melindungimu!"

"Kakakku ini yatim piatu, dia anak angkat di keluarga kami," kata Michelle.

Sang perempuan semakin terkejut, ekspresinya menjadi lebih sinis sekaligus jijik menatap Jessica, "Yatim piatu? Kalau begitu pantas saja, sudah dari kecil tidak dididik oleh orang tua kandung nya, jadi besarnya seperti ini. Ck,, ck,, kasian sekali anak yang kau kandung itu kemudian menjadi anak haram dan--"

"Diam!" Nolan menghardik perempuan di hadapan mereka, "kau tidak punya hak untuk berbicara di sini!" Tegas Nolan.

"Eh,, anak muda!" Sang perempuan marah, tetapi sebelum melanjutkan ucapannya, suster sudah memanggil nama Jessica hingga Nolan dengan cepat mengantar Jessica masuk ke dalam ruangan meninggalkan sang perempuan yang tampak kesal.

Michelle dan Barto juga berdiri, hendak ikut ke dalam ruangan, tetapi Nolan memberi mereka tatapan peringatan hingga membuat keduanya hanya bisa terdiam di luar.

"Hah,,, aku harap kakak tidak benar-benar hamil, aku harap di hanya bergurau saja," ucap Michelle dengan raut wajah khawatir menatap pintu yang tertutup.

Sementara di dalam ruangan, sang perawat yang mendampingi dokter langsung membantu Jessica berbaring lalu sang dokter duduk memegang alat usg.

Nolan berdiri menatap ke layar monitor, jantungnya tiba-tiba berpacu dengan cepat.

Dwg! Deg! Deg!

Kalau Jessica benar-benar hamil, maka itu adalah anaknya, dan artinya bahwa Jessica tidak punya alasan lagi untuk lepas dari nya.

"Anda suaminya?" Dokter bertanya sambil tersenyum pada Nolan.

"Tidak!" Kata Jessica.

"Ya," kata Nolan, keduanya serentak menjawab membuat sang dokter dan perawat yang ada di sana hanya bisa tersenyum.

Dokter pun memulai pekerjaannya, "Baiklah, ini adalah rahim," kata sang dokter sambil memperhatikan layar monitor nya.

"Apakah di hamil?" Tanya Nolan tanpa bisa menyembunyikan harapannya agar Jessica benar-benar hamil.

Tangan Jessica mengepal kuat melihat ekspresi Nolan yang penuh harap, 'di kehidupan sebelumnya di waktu ini, kami belum mengetahui bahwa aku sedang hamil, tapi kenapa sekarang kehamilannya terungkap lebih cepat?' pikir Jessica dalam hati, apakah ini menandakan bahwa takdir benar-benar bisa dirubah?

"Selamat, kalian akan segera menjadi ayah dan ibu," kasang dokter berbicara sambil tersenyum.

"Benarkah?!" Nolan kegirangan, dia yang memiliki berkepribadian selalu datar dan dingin akhirnya tidak bisa menahan diri, dia langsung menggenggam tangan Jessica dengan erat, "kau dengar kata dokter? Aku akan menjadi ayah dan kau akan menjadi ibu! Terima kasih sayang," ucap Nolan mendaratkan sebuah ciuman di bibir Jessica.

Cup!

Jessica tidak bereaksi apapun, tetapi raut wajahnya menunjukkan ekspresi yang berubah rubah, entah itu senang atau sedih, entah itu tegang atau justru harus bersuka cita.

"Kehamilannya sudah menginjak 3 bulan, semuanya berkembang dengan baik, saya akan meresepkan tambahan vitamin supaya bisa menunjang pertumbuhan janin," kata sang dokter mengakhiri sesi usg dan kembali ke mejanya untuk membuat resep.

"Selamat atas kehamilannya," kata sang perawat sembari membantu Jessica mengelap sisa gel di perutnya.

Setelah Jessica turun dari tempat tidur, Nolan langsung membawa perempuan itu ke pelukannya, "ini kabar baik, aku sangat senang," ucap Nolan.

Jessica sekali lagi tidak menjawab apapun, dia hanya diam saja dalam pelukan Nolan, 'sekarang apa yang harus kulakukan?' pikir Jessica dalam hati.

Dia ingin memaki pria yang menariknya, tapi tidak tahu harus memaki seperti apa, tidak ada satu pun orang yang tahu kesedihan apa dan kemalangan apa yang telah ia lewati hingga membuatnya sangat membenci orang yang sangat mencintainya.

Setidaknya saat ini Nolan masih mencintainya, tapi kedepannya?

Setelah mendapatkan resep obat, keduanya pun keluar dari ruangan dan saat itu seluruh keluarga Wijaya telah berkumpul menyambut mereka di depan ruang dokter.

Michelle memperhatikan Jessica yang memegang perut datangnya, sepertinya benar perempuan itu hamil, "bagaimana hasil pemeriksaan nya?" Tanya Michelle.

"Biar kulihat!" Nyonya Wijaya dengan cepat merampas foto usg dari tangan Jessica dan melihat hasilnya.

"Sialan! Kau bener-bener hamil?!" Bentak Nyonya Wijaya langsung mengangkat tangan dan mengarahkan tamparan ke wajah Jessica.

Jessica yang sidah bersiap dengan cepat mengulurkan tangannya untuk menahan tamparan itu, tetapi sebuah tangan lain sudah lebih dulu menahan tangan Nyonya Wijaya.

Nyonya Wijaya menatap Nolan dengan kesal, "lepaskan tanganmu! Aku sedang mengajarinya supaya tidak mempermalukan keluarga, anak haram di kandungannya harus digugurkan!" Bentak Nyonya Wijaya.

"Benar! Anak itu harus digugurkan, perempuan yang tidak tahu diri mengandung anak haram dari pria yang tidak diketahui identitasnya, sangat membawa aib bagi keluarga! Sekarang nama keluarga Wijaya akan terseret padamu karena kau pernah menjadi bagian dari keluarga kami!" Bentak Barto pada Jessica dengan penuh amarah.

Bolan tidak tahan mendengar ucapan dua orang itu, apalagi mendengar Jessica direndahkan dan juga anak mereka disebut anak haram, sungguh tidak tahu malu!

"Sekali lagi kalian berbicara tidak baik tentang Jessica dan anakku, aku akan membuat keluarga Wijaya menyesal selama-lamanya!" Tegas Nolan dengan suara yang begitu dingin mengejutkan semua orang di sana.

Anakku?

Anak?

"A,,, anakmu?" Barto bertanya dengan gagap, apakah dia salah dengar.

Anak yang di kandungan Jessica adalah Anak Nolan?

Bagaimana bisa?!

1
Dew666
👍👍👍👍👍
partini
aku mumet ini 🤭
kata balik keduli ini ga di prediksi sama Jessica
Miaaaoowww😸
eaaa....eaaa.....
maling teriak maling😎
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Dew666
🍦🍦🍦🍦🍦
Dew666
💥💥💥💥💥
Dew666
👄👄👄👄👄
partini
apa Nolan juga kembali seperti Jessica ko kaya antisipasi sekali
Miaaaoowww😸
semakin dihindari malah makin deket gak tuh jess😎😎😎
Nung_che
Thor,, baru bab 2,,tp udah ada typo ☹️ dr pemeran Nolan jd Alvin 😁
Dew666
🍎🍎🍎🍎🍎
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
ayo jesika, beraksilah....
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
hm.... ayok kita lanjutkan...
MataPanda?_
bagus kak semoga cwe y jdi badas pertahankan 😀
Kayla Callista
awal yang menarik😍
semangat thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!