Kisah seorang dokter tentara berpangkat mayor yang jatuh hati kepada seorang apoteker di rumah sakit tempat mereka bekerja waktu pertama kali sang gadis datang wawancara. Mayor Jonathan Benjamin nama sang dokter, dia memiliki seorang anak perempuan usia enam tahun. Bertemu dengan Sophia Abigail seorang apoteker yang sudah memiliki seorang pacar yang adalah CEO David Alexander. Bagaimana kisah mereka???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pindah Tugas
Nathan di promosikan untuk sekolah perwira. Setelah mengikuti beberapa tes kedinasan. Sekarang dia mendapat tugas menjadi kepala rumah sakit di luar kota Jakarta, bahkan luar pulau Jawa. Sebagai seorang prajurit dia harus siap ditempatkan dimana saja. Yang dia pikirkan adalah bagaimana istrinya, Nathan tidak mau hidup jauh dari Sophia Abigail Stevanus istrinya.
"Sayang, mas mau ngomong."
Selesai makan malam Nathan memberanikan dirinya menyampaikan maksud yang dia simpan dari pagi hari. Dan di kamar ini, tempat dia bersama istrinya memadu kasih bahkan merajut cinta mereka agar tetap manis setiap hari. Sofi sudah duduk disofa bersama suaminya, sudah menggunakan baju tidur.
"Ngomong apa sayang."
Sofi menatap suaminya itu lalu mencium bibir suaminya. Nathan langsung mengangkat tubuh istrinya agar tetap berada di pangkuannya.
"Mas dapat surat perintah tugas ke Sulawesi. Mas mau kamu dan anak - anak ada bersama mas dalam tugas." Sofi tersenyum kepada suaminya.
"Mas, kepala rumah tangga disini, mas belahan jiwaku. Kemana mas ditempatkan aku akan mendampingi mas."
"Tetapi usaha dan pekerjaan kamu sayang."
"Aku bisa pantau meskipun jauh. Mas David pasti mengerti adeknya. Posisiku di perusahaan tidak akan diganti. Aku bisa kerja online. Tetapi mendampingimu tidak bisa online mas."
"Terima kasih sayang. Itu yang membuat kamu istimewa. Uang kamu lebih banyak dari mas, tetapi kamu bijaksana dan menghargai jerih payah suamimu. I love you istriku."
"Love you more mas."
"Love you more more more sayangku."
Nathan semakin erat mengendong istrinya. Diangkat tubuh yang selalu menjadi candu buatnya ke atas tempat tidur, dan tentu malam ini dilalui dengan penyatuan penuh cinta dari kedua pasangan suami istri ini.
Pagi - pagi Sofi bangun. Di dapur sudah ada mama mertuanya bersama dua orang asisten rumah tangga yang membantu kami. Juga suster yang menjaga anak - anaknya. Sarapan pagi sudah mulai siap, begitu juga dengan makanan penganti ASI buat Nael. Liu sudah besar jadi bangun pagi tidak rewel, asal papinya sudah mengendong atau opanya dia sudah damai. Pagi ini Liu dalam gendongan papinya sedang Nael bersama opanya. Mereka belum mandi, namun papinya sudah menganti popok semalam. Kami pun menikmati sarapan pagi di weekend kami sekeluarga.
"Ma, pa, Nathan di pindah tugaskan ke sulawesi??"
"Bulan ini nak??"
"Iya ma."
"Bagaimana istri dan anak - anakmu nak??"
"Mama, Sofi dan anak - anak ikut mas ke sana."
"Pekerjaanmu dan usahamu sayang."
"Sofi bisa bekerja online. Bagi Sofi keluarga yang utama ma."
"Terima kasih anakku sayang. Mama beruntung mempunyai kamu nak."
"Sofi yang beruntung ma, punya keluarga ini."
Selesai makan pagi, mereka sekeluarga pergi nyekar ke kuburan Briel Abigail Benjamin. Mereka berdoa bersama. Kemudian siangnya mereka di undang makan oleh David dan Grace.
Sekarang Grace sedang hamil, dia ngidam mau makan bersama Sofi. Jadi keluarga Nathan sekarang berada disini. Mereka menyampaikan tentang kepindahan dan rencana berangkat mereka.
"Kami titip mama dan papa."
"Aman, nanti mas jaga, selama kalian di tempat tugas. Ini kan mama dan papaku juga."
Grace tersenyum melihat suaminya. Nathan bahagia sekali, ketika mau menjalankan tugas jauh dari mereka ada David dan Grace.
Sofi baru pulang dari apotek, dia merapikan semua administrasi. Ruangan praktek suaminya dan dokter Nathalia sudah terisi oleh dokter - dokter spesialis hebat juga. Kemudian dia mempercayakan kepada asistennya dia akan setiap minggu melaporkan kepadanya lewat email.
Sampai dirumah barang - barang yang mereka gunakan untuk pindah sudah diatur rapi ke koper- koper. Nathan dan Sofi selain berangkat bersama anak - anak juga bersama suster yang membantu menjaga anak mereka.