NovelToon NovelToon
Menikahi Adik Ipar Bos

Menikahi Adik Ipar Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dini ratna

Ini Kisah Essa dan Alex, adik dari Sera dan Darren di novel Godaan Cinta Ibu Susu

~~
Tidak Pernah Menyangka, diusia matangnya Alex, akan menikahi gadis kecil yang selalu membuatnya kesal siapa lagi jika bukan adik ipar bosnya. Karena satu insiden memaksa mereka untuk menikah.

Vanessa tidak mau menikah diusia muda apalagi dengan laki-laki menyebalkan seperti Alex, tapi karena satu insiden memaksanya untuk menerima lamaran itu.

BAGAIMANA KISAH MEREKA YANG TIDAK PERNAH AKUR? AKANKAH BENIH-BENIH CINTA TUMBUH DIANTARANYA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dini ratna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginap Di Rumah Mertua

Maaf ya baru up dan baru bisa up.satu bab kemarin. Karena author sedang berduka ada saudara yang meninggal terima kasih yang sudah nunggu up cerita Alex dan Essa.

Yuk lanjut baca 🥰

****

Suasana di rumah mertua mendadak tegang. Netra setiap orang tidak berpaling dari layar 50 inch itu. Ane, sangat menunggu jawaban Alex dia berharap menantunya itu memberitahukan siapa istrinya, tidak peduli dengan Essa yang masih sekolah.

Tapi tidak dengan Essa, gadis itu semakin dibuat gugup. Wajah penuh keringat menunggu jawaban Alex di layar kaca, berharap Alex tidak menyebutkan namanya.

"Tuan Alex, siapa nama istri Anda?"

Para wartawan terus mendesak dan Alex masih diam. Nafasnya menghela pelan, sebelum akhirnya ia menjawab.

"Saya akan memberitahukan kepada publik jika sudah waktunya. Lagi pula saya bukan publik figur yang harus mempublish semua yang saya lakukan, dan semua tentang kehidupan saya. Saya hanya ingin menjelaskan tentang foto itu saja dan hubungan saya dengan Almaheyra, saya harap kalian mendengar dan memahami apa yang saya katakan."

"Tuan Alex, kenapa kamu tidak memberitahukan siapa nama istrimu?"

"Alex!"

"Alex!"

Para wartawan itu sepertinya tidak puas dengan jawaban Alex, sehingga terus mengejar walau Alex sudah pergi jauh dari pandangan. Alex, kembali masuk ke dalam mobilnya, ia diam sesaat menenggelamkan wajahnya pada bundaran setir.

Inilah yang ia benci sejak dulu, ketika muncul di depan banyak kamera. Itulah sebabnya dia melarang Heyra untuk memperlihatkan wajahnya.

Alex, menarik wajahnya dari atas bundaran setir, menegakkan tubuh ke arah depan, sebelum melanjutkan perjalanan ia menghela nafas pelan.

Suara deringan ponsel mengalihkan pikirannya, Alex mengambil ponsel dari tas dashboard, satu pesan dari Darren memintanya untuk datang ke rumah mertua dan menjemput Essa.

Ya, aku akan segera datang, hanya itu balasan dari Alex.

Sementara di tempat lain, Essa bernafas lega. Gadis itu berlari ke dalam kamar untuk menenangkan diri sekaligus merebahkan tubuhnya. Sudah lama ia merindukan kamarnya, sehingga terlalu nyaman dan ingin berlama-lama tinggal di sana.

Pintu terbuka lebar, Essa menarik wajah dari kasur empuknya, menoleh ke arah pintu yang ternyata sudah ada Ane di sana. Ane menutup pintunya kembali, Essa terperangah yang langsung bangun dari tidurnya.

"Ibu," katanya lirih.

Ane, menarik kursi ke hadapan Essa yang langsung didudukinya. Tatapan matanya masih tajam dan menakutkan, kedua tangannya dilipat di bawah dada dengan sepasang kaki yang saling menopang.

"Ibu ada apa masuk ke kamarku?"

"Sejak kapan kamu melarang Ibu masuk ke dalam kamarmu."

Essa langsung diam.

"Ada yang ingin Ibu tanyakan."

Essa kembali mendongak menatap Ane.

"Apa kamu dan Alex sudah melakukannya?"

"Melakukan apa?" Tentu saja pertanyaan itu membuat Essa bingung.

"Melakukan hubungan intim. Kau tahu maksud Ibu, kan?"

Essa, terdiam. Ia hanya menunduk sambil menggeleng.

"Ya, Tuhan ...." Ane bergumam sambil menghela nafas pelan.

"Essa, kenapa kamu belum melakukannya?"

"Ibu, aku kan masih sekolah. Bagaimana jika aku hamil."

"Kamu itu ... ya, pakai kontrasepsi dong. Lagi pula tidak akan ada yang tahu jika kamu sudah melakukannya dengan suamimu. Jangan bilang kamu melarang Alex untuk menyentuhmu."

Essa masih diam.

"Jangan menyesal jika wanita itu merebut Alex darimu. Jangan sampai Alex tergoda dan jajan di luar."

"Ibu kenapa Ibu memarahiku."

"Kamu pikir hanya ibu yang marah? Tuhan lebih marah karena kamu telah mengabaikan kewajibanmu. Kamu pikir itu hanya sekedar nafsv, itu adalah sebuah kewajiban seorang istri melayani suamimu setelah menikah."

Ane berkata dengan tegas, matanya melotot menatap tajam Essa. Ane bangkit dari duduknya berjalan ke arah Essa, membungkuk lantas berkata, "Jangan sampai wanita itu merebut kembali Alex darimu."

"Ibu kenapa Ibu menyiksaku begitu. Lagi pula aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini, jika aku tahu dia punya pacar aku tidak akan menikah dengannya."

Ane menegakkan tubuhnya. Matanya semakin tajam menatap Essa dengan amarah. "Kamu tahu Essa, Alex laki-laki yang tepat untuk kamu. Ibu tidak menyesal sudah menikahkanmu."

"Itu menurut Ibu." Essa, mencebikkan bibirnya

"Essa, kamu tidak melihat kebaikannya? Setelah menikah dia datang ke sini, meminta semua dokumen dan tagihan bayaran dari mulai biaya sekolah, bekal sehaei-harimu bahkan Alex sudah memikirkan masa depanmu, kuliahmu. Dia tidak pernah melarangmu untuk belajar."

"Ibu bilang padanya, jika itu masih tanggungjawab Ibu tapi Alex bilang, setelah menikah kamu adalah tanggungjawabnya. Di saat itu Ibu dan ayah berpikir jika Alex, benar-benar pria baik untuk mu Essa."

Essa terdiam dan hanya menunduk. Jika Essa pikirkan lagi, Alex memang sangat baik dan memperlakukannya dengan baik. Pria itu dengan sabar menghadapi sikap kekanakannya, menuruti semua keinginannya, dan memasak setiap hari untuknya, Alex tidak pernah menuntut apa-apa darinya, bahkan urusan melayani nafkah batin Alex tidak pernah memintanya.

Ane menjauh dari Essa bangkit dari duduknya, lantas berjalan ke luar. Sebelum benar-benar menghilang dari pandangan Ane berbalik sebentar dan berkata, "Cepat mandi berdandan lah dengan cantik karena suamimu sebentar lagi akan datang."

"Apa! Ibu kenapa ibu menyuruhnya datang?"

Ane terlanjur keluar ketika Essa mengumpat. Ia belum siap bertemu Alex, apalagi setelah ibunya mengatakan jika dirinya harus melayani Alex.

Sementara di bawah, Ane dan Joko sedang memasak untuk menyambut menantunya. Darren dan Sera, mereka sedang asyik mengajak Lio bermain, sambil menonton serial TV kesukaannya mulut Sera tidak berhenti mengunyah.

Aroma harum dari masakan seorang ibu tercium sudah, mengunggah selera siapapun yang mencium aromanya termasuk Alex, yang baru saja datang.

"Selamat malam semuanya," sapa Alex ketika tiba di dalam. Semuanya nampak terkejut, karena tidak menyadari kehadiran Alex.

"Alex kapan kau sampai?" tanya Darren berdiri yang langsung menghampiri Alex.

Mendengar suara Darren, Ane langsung menghentikan memasaknya, ia membuka apron di badannya lalu berjalan ke arah Alex.

"Eh, menantu kamu sudah datang."

Alex menyalami tangannya. "Baru saja Ibu."

"Duduklah, Ibu dan ayah sedang memasak untuk makan malam kita. Apa kau mau minum sesuatu? Sebentar Ibu akan panggilkan Essa."

"Ibu," tahan Alex ketika Ane hendak teriak memanggil putri bungsunya.

"Iya Alex?" tanyanya yang berbalik menghadap Alex.

"Aku ingin bicara soal ...."

"Ibu sudah mendengarnya," tukas Ane yang mengusap pundak Alex. "Ibu percaya padamu jadi jangan katakan apapun. Konferensi fers tadi sudah cukup memberikan keterangan untuk Ibu. Jadi jangan kamu kecewakan kepercayaan Ibu."

Alex mengangguk.

"Ya, sudah duduklah. Ibu akan panggilkan Essa."

"Essa! Cepat turun suamimu sudah datang," teriak Ane sangat memekakan telinga. Sementara yang dipanggil masih berendam diri dalam bathub.

"Dimana anak itu kenapa tidak muncul juga," keluh Ane. Matanya lalu melirik ke arah Alex, yang bermain bersama Lio. Senyum Ane mengembang seperti mendapat sebuah ide cemerlang.

"Alex, kamu terlihat lelah, dan penuh keringat. Mandilah dulu biar badanmu segar, pergilah ke atas ke kamar Essa. Dia ada di sana, ayo."

"Hmm ... nanti saja Ibu."

"Jangan nanti-nanti. Masakan keburu matang lebih baik sekarang, pergilah masuk ke dalam."

Alex tidak bisa membantah lagi, ia menurut apa kata mertua yang berjalan ke lantai atas lalu masuk ke dalam kamar Essa.

Setibanya di dalam, Alex berdiam diri sambil memindai sekeliling kamar. Ia langsung menutup pintu dan berjalan ke sisi ranjang seraya membuka jasnya. Bersamaan dengan itu pintu kamar mandi terbuka, Alex menoleh yang terpaku menatap Essa yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Matanya membola, menatap tubuh polis sang istri yang hanya mengenakan handuk. Essa, belum menyadari kehadiran Alex sehingga ia masih asyik berjoged sambil mendendangkan lagu favoritnya.

Tubuhnya berbalik dan siap membuka lilitan handuknya. Namun, semua itu terhentikan matanya membulat melihat Alex yang ada di hadapannya.

"Akh!"

1
Khoirun Nisa
lanjutkan kakak ceritanya,
Inez Putri
sudah 3hari gak up, kok cm 1 up nya thour..
thour buat essa kuat gak mudah di tindas ma pelakor, buat jd essa wanita kuat.
Inez Putri
semangat thour
panjul man09
uh , cerita yg sama
panjul man09
jangan tumbuhkan rasa suka alex pada essa, tunggulah sampai essa tamat smu ,beri kesempatan essa kuliah dulu.
panjul man09
jangan terlalu banyak konflik seperti cerita di novel lain , alex harus lebih sabar menghadapi essa ,selalu mengalah , walaupun tidak saling cinta ,alex harus memperlihatkan keromatisannya pada essa
Dini_Ra
Jangan lupa komentar like dan Vote 💪🙏
Dini_Ra
Jangan lupa like dan Vote komentarnya🙏
Dini_Ra
Ayo dong like dan komentarnya 🙏
Dini_Ra
Tinggalkan jejak sedikitlah 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!