NovelToon NovelToon
Elegi Di Balik Gerbang Mahoni

Elegi Di Balik Gerbang Mahoni

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam pengganti / Fantasi Wanita / Bullying dan Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:214
Nilai: 5
Nama Author: Yukipoki

Demi membalas kehancuran masa depan putranya oleh Ratu Komunitas yang tak tersentuh, seorang mantan konsultan branding melakukan balas dendam sosial dan intelektual dengan meruntuhkan reputasi musuhnya di mata para ibu elit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yukipoki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Warisan Ketenangan

Beberapa bulan telah berlalu sejak kejatuhan Kirana Widjaja, dan The Golden Bridge memasuki era normalisasi.

Nama Aksa telah sepenuhnya terintegrasi kembali dalam daftar beasiswa, dan ia menunjukkan kemajuan akademis yang pesat. Nadia, yang sempat menjadi pusat badai, kini sepenuhnya menghilang dari radar sosial, menikmati ketenangan yang ia perjuangkan.

Namun, seperti yang dipahami Nadia dari pengalamannya, setiap kehancuran besar selalu meninggalkan warisan yang harus dihadapi oleh para penyintas.

Warisan pertama yang harus dihadapi Nadia adalah konsekuensi finansial dari Kirana. Bapak Wijaya, yang kini menghadapi tuntutan hukum serius, melakukan satu manuver terakhir yang cerdik.

Pengacara keuangannya mengajukan tuntutan balik terhadap Yayasan Tangan Emas, mengklaim bahwa mark-up harga venue (yang Kirana batalkan di Bab 7) seharusnya dianggap sebagai fee jasa konsultasi yang sah, bukan penggelapan. Tujuannya bukan untuk menang, tetapi untuk mengulur waktu dan menyulitkan proses audit.

Nadia menerima telepon dari Ketua Dewan Sekolah Baru, yang kini sibuk mengurus kekacauan finansial ini.

"Bu Nadia," kata Ketua Dewan, nadanya penuh frustrasi. "Tuntutan balik Bapak Wijaya sangat licik. Mereka menggunakan celah hukum bahwa Kirana tidak pernah secara resmi menandatangani mark-up itu sebagai penggelapan, melainkan hanya kesepakatan lisan. Ini bisa menyulitkan kami."

Nadia mendengarkan dengan seksama. "Apakah Bapak Wijaya masih menggunakan pengacara yang sama?"

"Ya. Pengacara yang sama yang Anda kirimkan e-mail anonim tentang Vila Uluwatu."

Nadia tersenyum kecil. Ia tahu kelemahan pengacara itu. "Pak Ketua, Anda harus tahu. Bapak Wijaya sangat takut pada satu hal: Keterlibatan hukum yang mengancam lisensi bisnisnya. Jangan balas tuntutan itu dengan data Yayasan. Balas tuntutan itu dengan Perjanjian Kerahasiaan Widodo Raharja."

"Mengapa? Apa hubungannya?"

"Hubungannya adalah fondasi yang busuk. Kirana dan Bapak Wijaya membangun The Golden Bridge di atas penipuan. Jika Yayasan Tangan Emas memublikasikan Perjanjian Kerahasiaan itu ke pengadilan, tuntutan balik Bapak Wijaya akan terlihat seperti upaya untuk menutupi kejahatan yang lebih besar—membeli aset institusi dengan cara curang. Itu akan mengancam lisensi bisnisnya secara langsung. Dia akan menarik tuntutan itu demi menyelamatkan bisnisnya."

Ketua Dewan Sekolah itu terdiam sejenak. "Anda benar. Ini bukan tentang uang. Ini tentang kekuasaan dan bisnisnya. Kami akan melakukannya, Bu Nadia. Sekali lagi, terima kasih atas wawasan Anda."

Warisan kedua adalah perubahan sosial di kalangan ibu-ibu. Tanpa Kirana, Grup WA Elite Moms telah dibubarkan dan diganti dengan grup yang lebih kecil dan fungsional, bernama "Komunitas Orang Tua Terbuka." Rina adalah salah satu admin utamanya.

Suatu hari, Nadia menerima pesan dari Rina, mengajaknya minum kopi di kedai yang dulunya menjadi tempat pertemuan rahasia mereka.

Saat mereka bertemu, Rina tidak lagi membahas gosip atau Kirana. Rina membahas tentang filosofi pengasuhan.

"Saya sadar, Nadia," kata Rina. "Semua ambisi itu, semua uang yang ingin saya kejar agar Rio tidak dibully, semuanya sia-sia. Ketenangan sejati datang dari menerima. Saya kini tidak peduli lagi siapa yang punya mobil termewah atau siapa yang punya rumah di balik Gerbang Mahoni. Rio senang, itu cukup."

Rina kemudian menceritakan tentang Vanya. "Vanya akhirnya pindah sekolah. Dia pindah ke sekolah seni biasa, jauh dari The Golden Bridge. Ibunya memaksanya mendaftar ke Yale, tetapi Vanya menolak. Dia akhirnya bebas."

Nadia merasa lega. Kehancuran Kirana telah membebaskan Vanya untuk menemukan jalannya sendiri.

"Anda benar, Rina," kata Nadia. "Gerbang Mahoni itu tidak hanya mengisolasi Kirana, tetapi juga mengisolasi anak-anaknya dari dunia nyata."

Warisan terakhir yang paling personal adalah Aksa.

Aksa kini tidak hanya kembali ke sekolah, tetapi ia mendapatkan beasiswa penuh yang benar-benar bersih dari manipulasi dan politik. Namun, pengalaman pahit itu meninggalkan bekas.

Suatu malam, Aksa mendekati Nadia yang sedang membaca di ruang tamu.

"Bu," tanya Aksa pelan. "Mengapa Ibu Kirana melakukannya padaku?"

Nadia menarik napas dalam. Ini adalah pertanyaan yang sulit, tetapi ia harus menjawab dengan kebenaran yang akan memberdayakan Aksa.

"Nak, Ibu Kirana melakukannya bukan karena kamu melakukan kesalahan, tetapi karena dia sangat takut. Dia takut tidak sempurna, dia takut kekuasaannya hilang. Dan kamu, Aksa, kamu adalah bukti bahwa kesempurnaannya adalah kebohongan. Dia menghukummu karena kamu jujur, dan dia tidak tahan dengan kejujuran."

Aksa merenung. "Dan sekarang dia tidak berkuasa lagi."

"Ya, Nak. Dia kehilangan kekuasaan, bukan karena diserang secara fisik, tetapi karena kebohongan-kebohongan kecil yang dia timbun akhirnya menjadi gunung. Dan gunung itu runtuh. Ingatlah ini, Aksa: Integritas adalah benteng terkuat. Tidak ada Gerbang Mahoni yang bisa menandinginya."

Aksa mengangguk. "Aku mengerti, Bu. Aku tidak akan pernah berbohong lagi tentang pekerjaanku."

Nadia memeluk putranya erat-erat. Aksa tidak hanya mendapatkan kembali nama baiknya, tetapi ia mendapatkan pelajaran hidup yang tak ternilai.

Nadia kemudian menyadari bahwa ia sendiri telah berubah. Ia telah menggunakan keahliannya—kecerdasan, ketenangan, dan kemampuan menganalisis data—untuk tujuan yang etis. Ia tidak lagi harus bersembunyi.

Beberapa minggu setelah Bapak Wijaya menarik tuntutan balik terhadap Yayasan (tepat seperti yang Nadia prediksikan), Mr. Taufik menelepon Nadia dengan sebuah tawaran.

"Bu Nadia, Dewan Sekolah yang baru sangat terkesan dengan wawasan Anda. Mereka melihat bagaimana Anda meruntuhkan Kirana, bukan dengan uang, tetapi dengan strategi. Kami ingin menawarkan posisi Konsultan Etika dan Transparansi di The Golden Bridge."

Nadia terkejut. "Saya? Tapi saya hanya seorang ibu yang mencari keadilan."

"Justru itu. Kami butuh seseorang yang tidak tertarik pada kekuasaan atau kemewahan. Kami butuh seseorang yang bersedia melihat ke dalam kegelapan di balik Gerbang Mahoni dan memastikan bahwa integritas adalah prioritas utama. Kami tidak akan bisa membayar Anda dengan gaji Komite lama, tetapi ini adalah gaji yang terhormat."

Nadia berpikir panjang. Menerima posisi ini berarti ia akan kembali bekerja di dalam sistem yang pernah menghancurkannya. Tetapi, ini adalah cara untuk mengubah sistem dari dalam.

"Saya terima, Mr. Taufik," jawab Nadia. "Tapi saya akan bekerja dengan syarat: Transparansi penuh. Tidak ada lagi rahasia di balik Gerbang Mahoni."

Hari pertama Nadia sebagai Konsultan Etika. Ia mengendarai mobilnya ke The Golden Bridge. Ia tidak lagi melewati Gerbang Mahoni yang tertutup rapat, melainkan langsung menuju gedung administrasi.

Ketika ia duduk di ruang kantornya yang baru—sebuah ruangan kecil yang disiapkan untuk fungsi penting—Nadia melihat ke luar jendela. Ia melihat Gerbang Mahoni yang megah. Gerbang itu masih ada, simbol sejarah dan kemewahan.

Namun, Nadia tahu, gerbang itu kini tidak lagi melambangkan penghalang tak terjangkau. Ia melambangkan tanggung jawab untuk memastikan bahwa apa yang terjadi di balik gerbang itu adalah kebenaran, bukan ilusi.

Nadia membuka laptopnya. Ia mulai menyusun draft pertama Piagam Transparansi Yayasan Tangan Emas Baru. Elegi telah selesai. Yang tersisa adalah warisan Ketenangan yang kini ia miliki, dan tugas untuk menjaga integritas institusi yang pernah mencoba menghancurkan putranya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!