Pengusir hantu dari zaman kuno yang memilih untuk bunuh diri karena ingin hidup normal ternyata bereinkarnasi ke tubuh seorang Idol terkenal.
Lee Jaehyun pada akhirnya harus menjalani dua kehidupan dengan dua pekerjaan yang berbeda.
Di mata semua orang, dia dikenal sebagai Maknae dari grup Idol terkenal di Korea Selatan bernama MYTH, namun semua berubah ketika terdapat sebuah masalah serius akibat roh jahat yang membuatnya harus kembali berprofesi sebagai Munyeo Naja.
Demi mewujudkan impiannya di kehidupan keduanya yang damai, dia harus kembali berurusan dengan roh jahat. Satu demi satu masalah serius mulai muncul dan misteri yang selama ini tertutup mulai terkuak. Bahkan dia beberapa kali nyaris mati karena terlibat dengan para arwah gentayangan!
Apakah dia bisa mewujudkan keinginannya untuk jadi Idol normal tanpa harus berurusan dengan hantu? Ataukah terpaksa melibatkan semua rekannya dalam bahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayano Kaname, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20.
DECC, perusahan agensi terkenal nomor 1 di Korea Selatan. Merupakan sebuah agensi yang berfokus pada semua bagian dari dunia hiburan. Musik, film, drama, panggung, rekaman, hotel dan semuanya adalah hal yang begitu dicintai oleh perusahaan itu.
Sebelumnya, perusahaan agensi ini sangat berfokus pada semua hal yang menghasilkan uang. Bukankah semua perusahaan memang begitu? Akan tetapi, selama tiga tahun terakhir, mereka mengubah pandangannya sedikit.
Meski tidak jauh dari keahlian mereka sebelumnya, perusahaan itu mulai melirik pasar internasional dan langkah besar itu dimulai dengan musik yang didominasi oleh remaja.
Kim Chaeyoung, Direksi dari DECC sangat menyukai perkembangan musik yang ada di Korea Selatan dan berharap bisa tetap menjadi raja yang memegang industri musik dan hiburan.
Akan tetapi, siapa yang menyangka bahwa sebelum hal itu terjadi, ada sebuah perusahaan agensi lain bernama ANTHEM RECORD yang memfokuskan dirinya pada musik dan film, hadir dan merebut kesempatan itu dengan mudah.
Mereka memang bukan perusahaan besar, namun cukup lama berkiprah di dunia hiburan. Tidak sebesar DECC, namun masih dapat diperhitungkan sebagai saingan. Agensi ANTHEM membuat idol grup berisi 4 remaja laki-laki yang dipilih melalui seleksi unik dan tidak biasa.
MYTH, adalah idol yang lahir dari agensi ANTHEM tersebut dan hanya dalam waktu singkat justru bisa menguasai pasar musik, mulai dari music chart, komersial, rekaman. Bahkan salah satu dari anggota mereka yaitu leader grup tersebut, Kwon Shihan berkesempatan untuk bermain dalam film layar lebar.
Puncak keberhasilan ANTHEM RECORD dalam membesarkan MYTH adalah berbagai penghargaan yang didapatkan oleh mereka. Bukan hanya dari segi penjualan, namun individunya pun meraih bola emas yang sama.
Sebagai idol grup baru, tentu masa-masa seperti itu merupakan pencapaian terbesar yang patut diperhitungkan oleh yang lain, baik dari idol grup rival maupun perusahaan agensi lain yang terjun di bidang yang sama dengan ANTHEM RECORD.
Dalam hal ini, tentu saja DECC juga ikut melihat ancaman serius.
Meski menganggapnya ancaman, namun Kim Chaeyoung melihat potensi luar biasa dari MYTH.
“Daripada menjadikannya musuh yang sulit ditaklukan, bukankah akan lebih baik jika mereka dijadikan rekan dalam pekerjaan ini?”
“Menjadikan mereka lebih besar dan dikenal di pasar internasional akan menjadi hal yang lebih baik daripada harus memikirkan cara untuk membuat cahaya mereka redup.”
“MYTH memang sukses, namun kita tidak dapat memprediksi sejauh apa potensi mereka akan berkembang dan semulus apa jalan mereka di dunia hiburan.”
“Akan lebih baik jika MYTH bergabung dengan DECC dan di bawah naunganku, kita akan membuat mereka menjadi sumber kesuksesan lain dalam sejarah DECC.”
Begitulah yang dipikirkan oleh Kim Chaeyoung.
***
Kemudian suatu saat, Han Yeon mendapatkan sebuah email undangan dari perusahaan agensi DECC.
“Pertemuan bisnis katanya. Bagaimana, Shihan?” tanya Han Yeon saat itu.
Email itu diterima saat MYTH baru saja merasakan banyak hal menyenangkan dari kesuksesan mereka.
Ketika itu, manager pertama mereka adalah seorang pemuda bernama Yeo Taeyeon.
“Aku rasa ini mungkin akan menjadi hubungan kerjasama. Apakah kita bisa coba bertemu dengan mereka dahulu, Yeon-hyung?” tanya Yeo Taeyeon.
“Hmm? Aku tidak yakin apa tujuan DECC tertarik pada kita, tapi sepertinya aku bisa melihat kalau hal ini akan terjadi cepat atau lambat.”
“Bagaimana pun, MYTH saat ini sedang berada di atas daun. Daun emas pun tidak bisa membendung angin segar yang sedang bertiup di sekitar MYTH. Aku rasa kita bisa coba bertemu dengan mereka.”
“Kalau begitu–”
“Tapi hanya kita bertiga,” balas Han Yeon dengan cepat. “Aku, kamu dan Shihan. Yuno dan yang lain tidak perlu ikut. Biarkan mereka fokus pada pekerjaan mereka sekarang dan kita fokus pada apa yang harus kita lakukan.”
Yeo Taeyeon membalas email tersebut dan keesokkan harinya mereka pergi ke kantor DECC.
Sesampainya di sana, mereka bertemu dengan manager yang mengurus segala keperluan dari setiap bagian dari agensi.
“Namaku Oh Sangnam, senang bertemu dengan kalian.”
Sambil menjabat tangannya, Han Yeon memperkenalkan dirinya beserta orang-orang yang bersamanya saat ini. “Han Yeon, aku datang mewakili ANTHEM RECORD dan ini adalah leader dari MYTH, Fenrir dan manager MYTH, Yeo Taeyeon.”
Di menit awal, perwakilan dari DECC yaitu Oh Sangnam berjalan lancar. Sampai akhirnya tiba-tiba ia mengeluarkan sebuah dokumen berisikan kontrak dan penawaran, termasuk dan tidak terbatas pada keuntungan dan lainnya.
Han Yeon mulai melihat kemana arah pembicaraan itu sekarang. Di dunia hiburan, tidak sedikit perusahaan yang ingin merekrut bintang dan bibit unggul agar berpaling dan berbalik untuk bergabung dengan agensi lain.
Selama menghasilkan keuntungan, selama bisa tetap mempertahankan eksistensi mereka di kanca hiburan, tidak sedikit pula para aktris, aktor, penyanyi bahkan idol yang mengambil keputusan besar demi menaikki tangga kesuksesan.
Dan tahap ini sedang terjadi pada MYTH.
“Kami bermaksud untuk mengajak MYTH bekerjasama dengan kami, DECC dengan keuntungan 80:20 yang akan diterima oleh MYTH.”
“Selain itu, pemimpin kami sangat menyukai bakat muda yang sangat bersinar. Karena itu, silakan dibaca untuk penawarannya perlahan-lahan.”
“Aku akan sangat senang menjawab pertanyaan kalian terkait penawaran ini. Jangan ragu untuk bertanya.”
Jelas yang terlihat kesal di sini adalah Han Yeon. Namun, siapa sangka bahwa bukan dia yang marah pada perwakilan DECC, melainkan sang manager MYTH yaitu Yeo Taeyeon.
***
Di kamar Lee Jaehyun, Yuno menghela napas dan berkata, “Hanya itu yang aku dengar, selanjutnya kau bisa coba bertanya pada Shihan.”
Semua cerita itu baru pertama kali didengar oleh Jaehyun. Tentu saja dia belum bertanya detail soal ini kepada Han Yeon.
“Setidaknya aku bisa menebak bahwa ini adalah titik dimana MYTH mulai sial. Lebih tepatnya, manager mereka.”
“Tapi kenapa justru jadi berhubungan dengan kesialan dan..hantu?”
“Memangnya di zaman sekarang, semua orang masih mempercayai kekuatan roh dibandingkan teknologi? Aku sudah melihat banyak hal di zaman ini.”
“Meskipun baru beberapa hari tapi aku percaya bahwa orang-orang Korea Selatan lebih percaya teknologi dibandingkan hal yang tidak bisa dilihat oleh mata mereka.”
“Baiklah, tidak perlu terlalu memikirkan hal itu. Sebaiknya aku mencari tau soal orang bernama Oh Sangnam dan petinggi DECC, Kim Chaeyoung.”
“Kalau memang ada dendam, maka ini sangat lucu karena yang jadi korban adalah manager MYTH.”
Yuno terlihat begitu cemas saat menceritakan hal itu. Seperti memendam rasa takut dan kekhawatiran yang sulit dikeluarkan, dia hanya bisa mengungkapkan perasaannya pada Jaehyun saat ini.
“Maafkan aku karena sudah mengatakan hal yang tidak-tidak. Aku sama sekali tidak bisa berpikir jernih karena Han Yeon-ssi seperti menyembunyikan banyak hal pada kita semua,” ucapnya.
“Aku mengerti itu untuk kebaikan kita dan hal aneh yang terjadi sejauh ini juga pasti akan berpengaruh pada reputasi MYTH. Hanya saja aku–”
“Hyung…”
Yuno menengok ke arah Jaehyun. Pandangan Yuno lurus ke arah Jaehyun yang tersenyum. Jaehyun terlihat berbeda di mata Yuno sekarang. Ada perasaan asing yang tidak dimengerti olehnya. Seolah, di hadapannya sekarang bukanlah anggota termuda dari grup, Yuno justru seperti sedang ditatap oleh orang yang lebih dewasa darinya.
“Jae…hyun?”
“Hyung, sebaiknya jangan khawatir. Ini tidak akan seserius itu dan aku rasa semua akan baik-baik saja. Tolong jangan berpikiran buruk pada Chief Han juga.”
“Itu…”
“Hyung mungkin butuh udara segar. Bagaimana kalau tidur sebelum bekerja besok?”
Seolah tidak punya pilihan, Yuno hanya bisa menerima saran itu dan keluar dari kamar Jaehyun. Sesaat setelah Yuno keluar dari kamarnya, Jaehyun hanya bisa menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur yang empuk.
“Gila…”
“Ini lebih merepotkan. Kapan aku bisa cepat bebas dari jabatan sebagai dukun dan berubah menjadi remaja normal?”
“Astaga…kurasa kalau lebih buruk dari ini, aku akan memilih bunuh diri lagi.”
kaka dapet ide ceritanya dari mana sihhhh
aku yakin, demon lord sebelah dan mulut terkutuk pasti muji!
/Scream//Scream//Scream/
Agaki-sama.. aku lupa/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/