NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:167.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21. Peringatan Purnama

"Aku yakin ini kematian Arman pasti ada sangkut paut dengan Pakde." Rahman berkata sendirian dengan wajah pucat.

"Ya Allah kasihan sekali bila memang Arman di jadikan tumbal sama Pakde, tapi aku harus bicara kepada siapa?" Rahman bingung sendiri karena dia memang harus mencari orang yang tepat.

"Ngomong sama Edo dan yang lain juga tidak akan ada guna karena mereka tidak paham dengan hal itu, bahkan bisa saja mereka tidak percaya dengan apa yang telah aku ceritakan ketika ada di gunung saat itu." batin Rahman lagi.

"Man, kau kenapa dari tadi pucat gitu!" tegur Azka.

"Hah!" Rahman sangat kaget karena di tegur oleh Azka.

"Kau sudah sejak tadi kah di sini?" Edo datang juga.

Rahman mengangguk karena memang sejak tadi pagi dia ada di sini dan tidak ada kembali pulang ke rumah atau masuk sekolah, tadi pagi sudah bertemu dengan Azka juga bersama dengan Maulana dan mereka sempat ngobrol bareng lalu mereka berdua pergi.

Namun saat pulang lagi ke sini mereka masih bertemu dengan Rahman yang tetap duduk diam di dalam pos, seolah memang ada sesuatu yang sangat berat di sembunyikan oleh Rahman sehingga dia memutuskan untuk tidak pulang ke rumah karena sesuatu di rumah jelas terasa lebih mengerikan sekali rasanya.

Kalau melihat dari wajah Rahman saja mereka semua bisa menebak bahwa pemuda ini memang sedang ada masalah, tapi menurut Azka itu hanya karena Rahman merasa sedang di marahi oleh Pak Kades sehingga dia memutuskan untuk pergi dari rumah sesaat dan memilih untuk tetap tinggal diam di dalam pos ini sampai kemudian emosi dia stabil.

Jelas tidak ada rasa curiga di dalam hati mereka tentang hal gaib karena selama ini juga sudah tidak ada lagi gangguan gaib di desa mereka, kalau sebagian besar kampung ini masih di huni oleh hutan dan juga beberapa kebun tapi tetap saja mereka jarang bertemu dengan hantu.

Entah mereka yang tidak pernah bertemu atau karena hantu itu tidak mau menemui mereka tapi yang jelas yang namanya makhluk halus pasti ada di sekitar tempat tinggal kita, hanya kadang manusia tidak peka dan mereka mengabaikan perasaan itu karena menganggap bahwa hal mistis adalah halusinasi semata yang tidak perlu untuk di ributkan.

Malah bila ada yang bercerita tentang hal gaib maka mereka akan mengejek dan menganggap bahwa orang tersebut adalah orang yang kuno sehingga tidak bisa berpikir realistis, padahal kadang sebagian orang memang bisa melihat tentang hal gaib dan mereka memiliki rasa takut yang begitu besar sama seperti yang sudah di rasakan oleh Nanda.

"Kau pucat sekali, Man." Edo agak cemas ketika melihat teman dia ini.

"Iya, apa kau tidak makan sejak tadi pagi?" Azka juga ikut khawatir.

"Sudah kok, aku sudah makan tadi beli di warung Ibu mu." jawab Rahman pelan.

"Loh Kau dari tadi pagi tidak masuk sekolah karena nongkrong di sini ya?" Edo agak kaget melihat Rahman.

"Iya, iya dari tadi pagi ada di sini dan sempat ngobrol sama aku juga dan Maulana." jelas Azka.

"Kau kalau memang sedang ada masalah maka cerita saja kepada kami, jangan di pendam sendirian seperti itu." Edo juga ikut prihatin ketika melihat Rahman.

Mereka memang berteman baik dan saling curhat satu sama lain namun kali ini masalah berbeda karena menyangkut orang lain juga sehingga Rahman tidak berani untuk membuka suara, padahal di ujung lidah sudah begitu keluh dan ingin mengatakan apa yang telah di lalui selama beberapa waktu terakhir bersama dengan Pakde Parto.

Yang sangat ingin Rahman ceritakan adalah tentang bagaimana mereka melakukan ritual di Gunung Kawi saat itu, andai saja dia tidak ingat dengan ancaman Mbah Bedu maka sudah pasti Rahman akan menceritakan kepada kedua temannya ini walau Azka bisa di bilang bukan teman akrab karena usia dia jauh lebih tua.

"Do, Ibu mu ada di rumah tidak?" sebuah motor berhenti dan gadis cantik bertanya kepada Edo.

"Enggak ada, Mbak Pur." Edo langsung bangkit karena diam-diam dia juga mengagumi kecantikan gadis ini.

"Ya udah aku titip baju laundry dia sama kamu kalau begitu, tadi sudah bayar juga kok." Purnama mengambil baju yang sudah di kemas dalam plastik.

"Mbak Pur mau keliling antar baju laundry ya?" tanya Edo sambil tersenyum.

"Menurut mu aku mau kemana lagi kalau tidak mengantar laundry?" tanya Purnama balik dengan nada yang masih sengit.

"Oh iya." Edo tersenyum malu dan juga ada rasa agak takut di dalam hati.

Tidak tau saja kalau gadis ini baru saja berubah menjadi siluman ular akibat tidak sanggup menahan emosi yang siap meledak di dalam hati, untung Purnama sudah berubah lagi menjadi manusia setelah bisa mendiamkan diri di dalam hutan yang sangat sepi dan juga dingin itu sehingga dia kembali ke wujud manusia.

Ini sedikit saja di pancing maka pasti nanti akan kembali emosi karena Purnama memang sangat sulit untuk mengelola emosi yang ada di dalam hati, apa lagi kalau soal Nae Ibu kandung mereka berdua yang sangat ingin Arya dambakan karena biar bagaimana juga Arya ingin bersama dengan Bu Nae.

"Mbak Pur Rahman kerasukan itu." Azka berusaha untuk mengajak bergurau.

"Jangan ngomong sembarangan." Rahman takut karena dia juga mengenal bagaimana tabiat Purnama.

"Kau sebaiknya berhati-hati karena bisa saja yang akan menjadi umpan ke depannya adalah dirimu." Purnama berkata sambil menatap lurus kepada Rahman.

"Hah!" Rahman kaget karena mendengar peringatan dari Purnama.

"Memang nya ada sesuatu ya, Mbak?" Edo bertanya serius karena terlihat Purnama tidak sedang bercanda.

Lagi pula sejak kapan Purnama mau bercanda dengan mereka semua karena jelas itu tidak mungkin, gadis kaku itu tidak mungkin mau bercanda dengan mereka dan bahkan untuk menegur saja kadang lidahnya sangat berat karena dia merasa tidak perlu untuk beramah tamah kepada orang lain.

"Satu pesan ku, kau harus bisa jaga diri agar tidak menjadi yang selanjut nya." Purnama berkata sambil melajukan motor.

"Heh sebenarnya ada apa? kenapa Mbak Pur saja memberi peringatan kau seperti itu." Edo terlihat panik sekarang.

"Cerita saja apa yang telah terjadi, Man?!" Azka juga ikut penasaran.

Namun Rahman menggeleng karena dia memang tidak mungkin bercerita apa yang telah terjadi tentang gunung Kawi itu, andai saja Purnama mau menjamin tentang keselamatan dia maka mungkin saja Rahman mau bercerita apa yang telah terjadi tentang ritual Gunung Kawi yang telah di lakukan oleh Pakde Parto.

Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
Raffaza Direzky87
bukannya tangan yang di tarik malah sorban,dasar maulana nih,kasian zidan sampai terseret
Cindy
lanjut kak
Dindin Paridudin
malam💪
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
astaga ngakak bisa2 nya ustad di seret 🤣🤣
Fiyan Ayu
takut si takut tp ya jangan narik sorbannya calon suami mba pur to 🤣🤣
Marsiyah Minardi
Mereka yang ketakutan tapi aku malah jadinya ngakak 🤣🤣🤣🤣
Bivendra
dasar maul🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
hiiii...bau Pesing Lo azka😄😄
FiaNasa
ayo bahas babat aja semua nya
Mat Rachmadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
buseeeeet, sudah deg"n malahan di kagetin sama mb'Sri🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
Bagas gituuuu... mana mau dia mendengar puja'an di di ghibahin 🤭🤭
Raffaza Direzky87
nah rasain itu,punya mulut makanya di jaga, baru juga selesai ngomong,langsung nggelinding itu kepala
neni nuraeni
😀😀😀 kocak
MiilaaManurung
😂😂😂😂😂😂😂
moerni🍉🍉
si azka kok yo mbok kerjain t thorr😅😅
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
ya Allah babang zidan sampe keseret gegara maul😂😂
Raffaza Direzky87
Rahman mungkin,dia menangis karena merasa kesakitan
Endang Sulis
Bagaskara ternyata dari dulu sudah keren pantas menjadi panglima ular
NoviTa jungkook: selalu di tuh
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah bagus tuh kaya Bagas langsung babet aja ...duh cinta mu Pur harus kandas untuk Bagas demi kedamaian hidup mu ...untung Bagas mengerti ya kalo tidak jadi iblis sejati kalian 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!