Andre Christopher Sitorus pemuda yang sedang berusaha mencari lowongan pekerjaan diluar sana, apalagi dia hanya tamatan sma yang bisa dibilang sedikit pekerjaan yang menerima tamatan sma. Dia dari pagi sampai menjelang sore belum mendapatkan satu pun pekerjaan, sampai dimana dia mulai frustasi ada kejadian yang mengejutkan menghampirinya
BAB 1 sampai 20 itu hanya alur tidak penting kalau kalian merasa bosan dengan alurnya langsung skip ke bab 21 ya.
*100% cerita fisik
*Don't plagiarize my story
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SUPARMAN SUPARMAN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
~SF•20~
"Benarkah itu Andrew?" tanya Amir ke Andrew, begitupun dengan semua orang ikut melihat Andrew penasaran dengan jawaban yang akan diberinya
"Hmm apa maksud anda tuan, saya tidak mengerti. Saya tidak kenal dengan yang namanya Bryan karena sedari bayi saya tinggal di panti asuhan, saya tidak pernah bertemu kedua orang tua saya, bahkan wajah mereka pun saya tidak tau." jawab Andrew pura-pura gak mengerti dengan pertanyaan Arthur
"Begitu jadi kau bukan anak dia, cih tidak seru." ucap Arthur berdecih sambil duduk kembali, sedangkan yang lain hanya manggut-manggut saja.
Kemudian mereka kembali ke aktivitas masing masing, seluruh keluarga Anderson disitu asik berbincang dengan Deana, David sedang menelpon rekan bisnisnya, Elena dan Aurora juga sibuk ngobrol berdua, Arthur asik main game di hp, sedangkan Grazia kembali menutup matanya.
Skip
•Mansion•
BRAK
Amir membanting pintu mobil setelah itu berjalan cepat memasuki rumah yang diikuti Scarlett yang berusaha menyusul Amir dengan meneriakkan namanya.
"Sayang tunggu, sayang." Scarlett mencoba membujuk Amir yang berjalan sangat cepat dia jadi kesusahan mengimbangi langkah sang suami
Sedangkan Andrew, Ryan, Natasya yang baru keluar dari mobil yang mereka naikin hanya bisa melihat Scarlett mengejar Amir, Andrew merasa kasihan dengan Amir kok bisa dia selama ini menerima hinaan dan cacian separah itu tapi masih tetap masih kelihatan tegar.
"Paman aku enggak tega melihat tuan di gitukan sama mereka, kenapa mereka begitu jahat sama tuan kenapa mulut mereka gampang sekali mengucapkan hal-hal yang gak pantas disebut ke tuan, apa salah tuan Amir kan tuan juga manusia kok bisa mereka seperti itu ya," ucap Andrew melihatin kepergian tuannya kemudian melihat Ryan
"Walaupun aku enggak tau rahasia yang dimiliki tuan dan walaupun aku enggak tau masa lalu tuan, tetap saja bukannya perkataan seperti itu sudah tidak pantas lagi," lanjut Andrew
"Ya paman tau tapi paman gak punya kekuasaan untuk menghentikan sikap mereka, karena paman juga bekerja dengan mereka kalau bukan keluarga Camorra menolong paman waktu kecil dulu, paman sampai sekarang hanya akan jadi gelandangan, jadi paman hanya bisa diam saja selama ini." sahut Ryan menjelaskan sambil berjalan menuju rumah belakang untuk mengistirahatkan badannya
"Tapi," ucap Andrew menatap kepergian Ryan
"Ah ya sudahlah, aku pun gak bisa membantu banyak, maafkan aku tuan padahal engkau sudah baik dengan kasihkan aku pekerjaan tapi pas kau butuh pertolongan aku enggak bisa menolongmu. Argh kenapa sih orang kaya itu selalu ribet, sudahlah aku mau masuk saja eh Natasya ngapain kau bengong disitu ayo pulang ke rumah belakang kau gak mau istirahat kah,: gumam Andrew frustasi dan akhirnya menyerah kemudian mengajak Natasya yang asik bengong untuk pulang ke rumah belakang
"Eh apa, ada apa Dre?" Natasya yang baru tersadar dari acara melamunnya tidak menyadari jika Andrew mengajak dia berbicara jadi dia hanya bisa bertanya
"Kenapa kau suka melamun sih, gak baik tau." tegur Andrew menasehati Natasya
"Ah iya maaf, tadi ada yang kupikirin. Jadi apa yang mau kau tanyakan tadi," tanya Natasya mengalihkan pembicaraan
"Ah aku ngajak kau untuk pulang ke rumah belakang, kau emang gak capek apa." frustasi Andrew merasa kelelahan
"Ah iya aku emang mau kebelakang lah ini." ucap Natasya sambil berjalan menuju rumah belakang
"Aku yang ngajak, aku yang ditinggal. Woy tunggu," gumam Andrew yang heran dengan tingkah penghuni disini