Karena malu calon suaminya kabur di acara pernikahannya akhirnya Angela terpaksa mencari calon suami Pengganti yaitu Juna pria muda yang drop out dari kuliah karena kesulitan biaya. selisih usia Angela dan Juna terpaut cukup jauh Angela berusia 35 tahun dan Juna baru 23 tahun.
Akankah timbul benih cinta di pernikahan mereka atau kandas di tengah jalan karena perbedaan usia, strata dan pemikiran Angela yang tentu lebih dewasa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 20 Satu Kesempatan
Angela pergi dari caffe Karen ia harus bergegas ke kantor. sementara Juna kembali menemui Reina yang pasti penasaran dengan Angela.
"Siapa wanita itu Juna?"
"Dia Angela, istri ku"
"Apa?! istri?! jadi kau..kau sudah menikah?!"
Juna mengangguk pasrah, ia tahu Reina menyimpan perasaan untuknya. tapi hati Juna hanya untuk Angela.
"Tapi..kenapa kau tidak pernah bercerita Juna?!"
"Maaf Reina, ceritanya panjang dan ini masalah pribadiku"
Reina menahan tangisnya, ia terlihat kecewa pada Juna. ternyata cintanya bertepuk sebelah tangan. mana ada ya g menyangka jika Juna sudah menikah, apa lagi wanita itu terlihat lebih dewasa dari Juna.
"Maaf Reina aku harus kembali bekerja" kata Juna.
Reina menghela napas berat, bulir bening jatuh di pipinya. ia patah hati, pria yang ia sukai bukan hanya sudah memiliki seorang kekasih tapi lebih dari itu Juna sudah memiliki seorang istri.
Maafkan aku Reina....
Juna memandang Reina yang setengah berlari keluar dari caffe sembari menangis.
***
Sejak kedatangan Angela di caffe pikiran Juna jadi terpecah dan tidak fokus. ia bingung harus apa sekarang. satu-satunya orang yang bisa memberinya saran hanya Martha.
Juna meraih jaketnya lalu pergi ke kantor Martha. sekali lagi ia ingin meminta pencerahan dari Martha.
"Kau lagi?" Martha sebenarnya sedang sibuk tapi ia mau meluangkan waktu untuk bertemu Juna.
"Angela sudah menemui mu?"
"Iya, Angela bertanya kenapa saya kembalikan cek itu"
"Hanya itu?" tanya Martha kesal.
"Iya nona"
"Juna kenapa kalau tidak peka juga? atau kalian berdua pura-pura bodoh agar bisa saling menyiksa?"
"Maksud nona?"
"Juna, aku akan memberi tahu mu jik Angela itu menyukai mu! bahkan sampai sekarang ia belum mengurus perceraian kalian karena ia memberi kesempatan pada hubungan kalian berdua"
Benarkah ini? Angela mencintai ku?
Juna malah terdiam melamun, ia berpikir jauh. mungkin Angela bisa menerima dirinya tapi bagaimana dengan keluarga besar Angela. mereka semua orang kaya dan Juna hanya pria muda biasa yang kuliahnya belum selesai. pekerjaan hanya sebagai barista.
"apa yang kau cemaskan Juna?"
"Apa benar Angela akan menerima saya dan juga bagaiman orang tuanya?"
"Buktikan kalau kau memang mencintai Angela, kau harus bisa membuktikan pada keluarganya jika kalau akan membahagiakan Angela, cepat selesaikan kuliahmu aku akan menerima mu bekerja di perusahaan ku" kata Martha.
Juna tersenyum sumringah, ia tidak tahu harus berucap bagaimana lagi pada Martha yang telah banyak mendukungnya.
"Aku sibuk, pergilah temui Angela" kata Martha.
"Baik nona, terimakasih banyak!" Juna berdiri dari duduknya dan bergegas pergi dari ruang kerja Martha.
Juna pergi ke rumah Angela, ia sengaja ingin menunggu Angela pulang bekerja. Juna mengobrol dengan bibi di halaman depan sembari minum es dan makan camilan.
Bibi menceritakan keadaan rumah dan juga Angela selama Juna pergi.
"Mas tolong jangan pisah dengan non Angel, kasihan mas. bibi lihat non Angel sering murung"
"Iya bi, saya juga tidak mau pisah dengan Angela"
"Benar mas?"
Juna mengangguk, bibi tersenyum senang sampai terharu.
Mobil Angela tiba di halaman, Angela berhenti sejenak menatap Juna yang duduk di kursi taman menatap ke arah mobilnya.
Juna? untuk apa dia kemari?
Angela terlihat gelisah, menghadapi pria yang usianya lebih muda rasanya jauh lebih menantang. Angela memperhatikan wajahnya di kaca spion sebelum ia keluar dari mobilnya. ia memastikan dulu riasannya tidak rusak dan wajahnya masih terlihat fresh.
Angela menyemprotkan sedikit parfum ke pergelangan tangannya, ia lalu meraih tasnya dan keluar dari mobil.
Juna berjalan menghampiri Angela dengan senyum tipis yang menawan.
"Mau apa?!" tanya Angela ketus.
"Mau meminta sesuatu" jawab Juna
Angela pikir Juna akan meminta cek satu miliar itu. ia pikir Juna berubah pikiran.
"Aku sudah menduga kau pasti meminta cek itu, tenang saja aku sudah siapkan" kata Angela menggerakkan tangannya untuk mengambil cek di dalam tasnya.
Juna bergegas meraih tangan Angela, ia menggenggamnya dengan lembut.
"Aku ingin meminta sesuatu yang lebih berharga di banding cek itu" Juna menarik Angela mendekat ke arahnya. jarak mereka saat ini tidak sampai satu jengkal.
Juna memejamkan matanya menghirup wangi Angela, ia serasa mabuk kepayang dengan wanita itu.
"Apa maksud mu?!" Angela sekuat tenaga mendorong tubuh Juna menjauh darinya tapi sulit.
"Ssttt....aku ingin meminta hati mu Angela, aku sangat mencintai mu"
Angela terkejut dengan ungkapan hati Juna. ia tidak pernah mengira Juna akan senekat ini.
bersambung......
ntar jumpa juna ma cewek lain, baru dehhh patah hati. gengsian sihhh
😡😡😡