H I A T U S !!
JANGAN DI BACA, GAK JELAS KARENA BARU BELAJAR.
SEASON II SLOW UPDATE!
{NOVEL INI SEDANG ADA DALAM TAHAP REVISI. MOHON MAAF, ADA BEBERAPA EPISODE YANG BERUBAH}
Bagaimana perasaanmu jika dicintai oleh gurumu sendiri?
Hal ini dialami oleh Grizelle Jovanka, murid baru pindahan dari Amerika yang telah berhasil membuat seorang Bayu Aji Bagaskara terpesona olehnya.
Lalu apa yang akan gadis ber-netra coklat itu lakukan? Akankah cinta seorang guru kepada muridnya bisa bersatu, atau terhalang oleh sebuah perjodohan yang sudah direncanakan kedua orangtuanya?
Penasaran? Mari ikuti kisahnya disini ..
Jangan lupa tambahkan dalam list favorite agar tidak tertinggal.
Terimakasih :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yarra A.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20 - PANDANGAN PERTAMA
"Gimana?"
Megan bertanya saat sambungan telponnya sudah terhubung. Gadis itu harus menelpon Grizelle berkali-kali sampai akhirnya terangkat karena memang Grizelle menyimpan ponselnya dikamar.
"Gimana apanya?"
Grizelle tampak malu-malu, terus mengulum senyum ketika mengingat malam terindahnya tadi.
"Calon jodoh kamu!"
Calon jodoh ya? Ya ampun, Grizelle masih belum menyangka jika semalam benar-benar terjadi. Terlebih ketika sebuah balasan pesan masuk sebelum dirinya tidur, Grizelle benar-benar tidak menduganya. Ini masih seperti mimpi.
"Ya gitu deh" Grizelle menyahut seperlunya, yang mana membuat Megan kesal mendengarnya.
"Gitu deh tuh gimana sih"
Ugh! Rasanya Megan benar-benar ingin pergi ke rumah Grizelle sekarang, melihat bagaimana raut wajah sahabatnya. Tetapi jika terdengar dari nadanya, sepertinya Grizelle sedang bahagia. "Kamu suka apa enggak?"
Pertanyaan itu membuat pipi Grizelle bersemu merah dengan hati yang berdebar hebat. Grizelle akui sebelum dirinya mengetahui jika pria itulah yang akan dijodohkan dengannya, ia sudah terlebih dahulu menyukainya. Bahkan saat pertama kali ia menginjakan kaki disekolah nya.
Grizelle masih ingat saat pertama kali melihatnya diparkiran sekolah, hari itu dia yang baru pertama masuk melihat seorang pria yang sedang terburu-buru memasuki mobilnya.
"Iya Megan, aku suka. Kita sama-sama mempunyai perasaan yang sama" Sahutnya cepat.
Di sebrang sana Megan bersorak kegirangan. Akhirnya perjodohan yang disangka menakutkan sebagian wanita, ternyata tidak berlaku untuk sahabatnya. Megan bisa tenang sekarang. "Syukur deh kalau kalian saling menerima, aku kan jadi lega"
"Terus gimana semalam, sukses?" Grizelle balik bertanya sebelum Megan menanyakan siapa pria tersebut, karena Grizelle belum siap untuk memberitahukannya.
Sekarang dirinya yang balik mencerca Megan dengan beberapa pertanyaan, bagaimana Megan berkencan dengan pria yang sama sekali tidak diduganya. Pasti pria itu telah menyatakan perasaannya semalam.
"Sukses sih, tapi aku belum jawab apa-apa"
"Bryand nembak kamu dong?"
Seperti dugaannya, Bryand pasti melakukannya.
"Iya Grizelle, tapi aku masih ragu. Aku benar-benar takut kalau dia cuma mainin aku aja"
Megan menceritakan kejadian semalam, dimana Bryand mengajaknya untuk dinner romantis. Bahkan restaurant tersebut sengaja ia kosongkan hanya untuk makan malam berdua dengannya saja.
Lalu bagaimana Bryand mengajaknya ke atas atap, dimana banyak lilin kecil berbentuk love mengelilinginya dan sampai akhirnya Bryand menyatakan perasaan terhadapnya.
"Jangan pandangi dia buruk Megan, bisa saja tanpa kamu sadari Bryand benar-benar tulus ingin menjalin hubungan sama kamu. Buktinya, Bryand sampai melakukan semua itu sama kamu loh"
"Iya juga sih, dia juga bilangnya baru pertama kali. Tapi-"
Belum selesai Megan menyelesaikan kalimatnya, perhatian Grizelle tertuju pada sebuah mobil sport berwarna kuning terparkir di halaman rumahnya. "Udah dulu ya Meg ada tamu nih"
"Grizelle, aku belum selesai cerita"
"Besok lagi, okay. Bye!"
Setelah menutup telponnya, Grizelle melihat dari atas balkon kamarnya. "Mobil siapa ya?" Lalu Grizelle turun ke bawah, untuk melihat siapa sepagi ini berkunjung ke rumahnya. Apakah itu mobil baru pria yang sedang ditunggu kedatangannya, atau orang lain yang akan berkunjung saja.
Seorang pria bertubuh jangkung layaknya tiang listrik dan juga pacarnya yang begitu mungil saling bergandengan tangan memasuki ruang tamu. Cherry berdecak takjub dengan kemegahan rumah adik sepupu sang pacar yang begitu mewah. Ia merasa sedang berada di istana kerajaan sekarang.
"Mommy Aiko, Leonardo Arion datang" Teriaknya.
Teriakan dari sang pacar sontak membuatnya mendaratkan cubitan mematikan pada pinggangnya. "Sayang, gak sopan teriak-teriak!" Tegur Cherry.
"Mommy datang sayang, sebentar ya"
Leon tersenyum, menunjukan bagaimana keseruan keluarga Jovanka jika sudah bertemu. Mereka tidak memikirkan tentang rasa malu, yang terpenting adalah kenyamanan dan juga keseruan kebersamaannya.
"Tuh kamu lihat sendiri, jovanka family tidak sedingin dalam cerita di majalah sayang. Kamu jangan kaget ya, disini kamu akan menemukan kehangatan dan juga kegilaan dalam waktu yang bersamaan."
Sebuah kalimat yang membuat hati Cherry tertohok sakit, kehangatan keluarga yang tidak pernah Cherry rasakan selama hidupnya. Bahkan sedari kecil, Cherry sudah dipaksa untuk memahami kehidupannya yang begitu berat.
Tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah memaksanya untuk kuat, sesulit apapun yang dijalaninya.
"Kamu benar sayang, disini sangat hangat" Sahut Cherry memaksakan senyumnya.
Cherry tersenyum ketika melihat seorang wanita cantik datang dari belakang, wanita tersebut mengingatkannya pada sosok wanita yang amat berharga dalam hidupnya. Sosok yang sudah 13 tahun ini tidak pernah ia lihat lagi wujudnya.
"Hello Leon, pagi-pagi sekali?"
"Biasalah mommy, Leon akan mengajak kekasih Leon untuk jalan-jalan sebentar" Merangkul pundak Cherry begitu bangga. "Kenalin mom, ini Cherry pacarnya Leon"
Aiko tersenyum, mendekati Cherry dan memeluknya begitu hangat. "Hay sayang, kau cantik sekali." Puji Aiko.
Wajah kekasih Leon ini mengingatkannya kepada temannya yang sudah lama sekali tidak dijumpainya, entah dimana dia sekarang, Aiko sudah tidak tahu lagi kabarnya.
"Terima kasih tante"
"Duduk sayang" Aiko menuntun Cherry untuk duduk disebelahnya. "Apa kau sudah sarapan, mommy membuat banyak tadi" Imbuhnya.
"Sudah Tante, Leon mengajak Cherry untuk sarapan dirumahnya sebelum kesini" Sahut Cherry.
"Oh begitu"
Leon menyimpan paper bag berukuran besar diatas meja. "Apa itu Leon?" Heran Aiko. Ia membuka paper bag tersebut yang berisi miniatur palekh dan juga keramik gzhel. "Wah cantik sekali"
"Oleh-oleh dari Daddy Joan untuk mommy dan si cantik Grizelle"
"Dia sudah kembali dari Rusia, kapan?"
"Kemarin sore"
Sementara Aiko sedang menyimpan oleh-oleh yang dibawakan Leon untuknya, Cherry celingukan mencari keberadaan adik pacar nya. Semenjak dirinya datang, ia belum melihat kehadirannya.
"Grizelle mana yang, ko gak ada"
"Pasti belum bangun. Dia tuh kalau hari libur suka bangun siang!" Sahut Leon.
"Enak aja!" Grizelle yang sejak tadi berdiri diujung tangga lantas menghampiri mereka, duduk bersebelahan dengan sang kakak. "Aku udah bangun dari pagi ya!" Grizelle berujar dengan bibir yang maju ke depan.
Leon menggeser kan badannya rapat, merangkul pundak sang adik lalu memeluknya gemas. "Ini ko pipi nya tambah chubby sih, jadi pengen gigit"
Bergegas menghindar, Grizelle tahu Leon tidak pernah main-main dengan ucapannya. Ia masih ingat saat masih duduk dibangku SMP, entah saking gemasnya, Leon sampai menggigit pipinya sampai meninggalkan bekas merah. Sehingga dirinya menangis karena kesakitan.
"Kak Cherry, rese nih" Adu nya manja.
Melihat kehangatan dari kekasih dan juga adiknya, Cherry merasakan apa yang belum ia rasakan. Bergurau diantara orang-orang terkasih membuatnya bahagia.
"Sayang!" Tegurnya.
"Iya-iya. Gemes akutuh"
🌻
REVISI
knp semua kesempurnaan yang digambarkan seolah gak ada artinya sama sekali..gak ada kuasa didalamnya
maksudnya ada uang ada kuasa kan?
hello
gmn sih
SIA" PERJUANGAN CHERY ,SIA" AIRMATA CHERRY DAN IBUNYA DAN SIA" PENGORBANAN CHERY.
aduh gak nyambung amat sama karakter dan tittlenya. gak dipake sama sekali. apalagi wajahnya...hmmmm kalo begini emang visualnya gak nyambung sih sama pemain didalamnya.
ganti aja. yang gak ganteng amat kasihan kan muka jaehyun jadi bualan doang sama pemainnya😴
aduh gak nyambung amat sama karakter dan tittlenya. gak dipake sama sekali. apalagi wajahnya...hmmmm kalo begini emang visualnya gak nyambung sih sama pemain didalamnya.
gak guna...lemah ,.pemain pria utamanya kok selalu direndahkan dan diejek😌
lemah
skip
trus ngapain minta maaf sama Naomi . sebenarnya dya sdh percaya atau belum ?🤦.
kalo dya datang untuk memastikan sendiri untuk kedua kalinya artinya dya gak percaya sama sekali dengan Naomi. lalu untuk aoandya datang meminta maaf...tolong dijelaskan? gw berasa membaca ulang" kalimatnya😴