mutiara gadis yatim demi menghidupi ibu nya orang tua satu satunya yang sedang sakit . segala pekerjaan dan hujatan siap ia terima , asal dapat uang untuk menghidupi dirinya dan ibu nya . tapi hasil dari kerjakan yang halal .
Dimas lah sahabat mutiara satu satunya yang baik padanya . ada rasa yang terpendam dalam hubungan mereka , dan terhalang oleh status sosial , takut akan ungkapan perasaan dan menghancurkan persahabatan .sehinggga cinta hanya bersemi tiada tara dalam hati masing masing demi persahabatan .
Dimas mencarikan pekerjaan baru untuk mutiara , dan merelakan dirinya juga ikut bekerja di sana demi ,sahabat dan cintanya .
Mutiara merasa bahagia mendapat pekerjaan barunya , walau hanya sebagai OB , nasib baik atau nasib malangkah yang akan menyambut mutiara dalam menjalani profesinya sebagai OB . setelah bertemu dengan sang CEO . silahkan ikuti cerita mutiara antara sahabat dan CEOnya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MSW OB 20
Lama kau pendam cinta ini
Engkau yang tak pernah peduli
Bukan bukanlah maksud hati
Maaf cintamu tak kusadari
Tiada kini harapan lagi
Sampai mati kan aku sendiri
Jangan jangan kau patah hati
Jodoh hanya Tuhan yang tau pasti .
...****************...
"Baiklah pak , bapak harus menjaga kondisi tubuh bapak ."ucap mutiara .
"hemm kamu mau pulang pakai apa , atau pulang bersama saya saja . Sekalian aku akan antar sampai rumahmu ." ucap Ardy .
"tidak usah pak , terimakasih , bapak pulang duluan saja , saya akan pangil ojek onlin ."jawab mutiara tetap sopan dan hormat .
"baiklah , jangan lupa besok ke kantor mengambil gajimu ." ucap Ardy
"Baik pak ,"jawab Mutiara, dengan hati yang sedih dan lesu . Sampai rumah bu andini melihat perubahan wajah mutiara tanpa semangat ,ia pergi dan mendekatinya .
"Kamu kenapa , ada masalah dengan pekerjaanmu ."tanya bu andini sambil mengelus kepala mutiara ,dan menyibakkan anak rambut mutiara yang menjuntai berantakan di dahinya .
"Ada masalah dengan kantor tempat Tiara kerja bu ."ucap mutiara lesu .
"Ada apa dengan kantor ." tanya bu andini dengan sabar .
"Kantor tempat Tiara kerja terancam bangkrut bu ."jelas mutiara . Sambil menangis sesengukkan ia peluk erat pinggang ibunya .bu andini mengelus bahu mutiara untuk menenangkan nya .
"Apa itu artinya kamu terancam untuk di pecat ." tanya bu andini sedih , yang hanya dapat angukan kepala dari mutiara .bu andini berusaha berbesar hati dan terus menyemangati putrinya .
"Yang sabar ya Alloh pasti akan memberi jalan yang terbaik untuk kita ."ucap bu andini . Kembali mengelus bahu putrinya dan mempererat pelukan nya . Padahal hatinya sendiri juga sedang resah . Sekarang dirinya hanya bisa bergantung pada putrinya untuk makan .
Sementara Ardy telah sampai ke rumah . Ia pulang dalam keadaan pikiran yang kacau . Ardy langsung menuju ke kamarnya tanpa menemui mamanya .ia ingin menghubungi Nagita , berharap dengan kehadiran Nagita ia bisa menenangkan hati dan pikiran nya .tapi nyatanya hp Nagita sedang tidak aktip .
Ardy meletak kan kembali hpnya di atas nakas tepi tempat tidur . Ia merebahkan badan nya untuk istirahat sebentar .
Setelah istirat cukup Ardy kembali bangun mengumpulkan semua sisa sisa uangnya . Dan memasukkan ke dalam amplop , sebagai gaji terakhir dan pesangon untuk mereka .
"Maafkan Ardy pa , Ardy gagal menjaga perusahaan peninggalan papa ."ucap Ardy sambil mengusap wajahnya dengan binggung .
TOK .....TOK .....TOK
"iya ,"jawab Ardy tanpa melihat dan bertanya siapa yang mengetuk pintu .
"Ardy kamu sudah pulang Nak . Kita makan malam dulu ." ucap mama khanza dari luar pintu .
"Ardy tidak lapar ma ." jawab Ardy , mama khanza segera membuka pintu kamar Ardy ia merasa anak nya ada masalah .
"Kamu kenapa , apa ada masalah ."tanya mama khanza . Yang tidak mendapat jawaban dari Ardy .
"kamu kenapa , apa kamu bertengkar dengan Nagita ." tanya mama khanza . Dan duduk di samping Ardy .
"Tidak ma ."jawab Ardy . Sambil mengelengkan kepala dengan lesu .
"terus kenapa ." tanya mama khanza dengan penasaran .
"Ma , maafkan Ardy . Ardy sudah gagal ma ." ucap Ardy sambil berlutut di kaki mamanya .
" Nak , apa yang telah kamu lakukan , kenapa kamu berlutut di kaki mama , katakan apa yang terjadi , bangunlah duduk sini ."ucap mama khanza .
" Ma , Ardy sangat ceroboh . Terlalu percaya dengan sekretaris Ardy , dan sekarang dia pergi dengan membawa kabur uang perusahaan ."ucap Ardy yang masih tetap setia berlutut di kaki mamanya .ia menunduk kan wajah dan menutup matanya . Ia sesak dada nya mengingat akan nasib perusahaan dan para karyawan nya .
Mama khanza terkejut dan menutup mulutnya yang telah terbuka lebar .
"Bagaimana bisa , berapa besar kerugian yang harus kita tanggung , apa kita harus kehilangan semua kekayaan kita ." tanya mama khanza , dengan cemas , bukan karena takut miskin .cukup sedikit rejeki yang penting oerut tidak lapar , mama khanza telah bersyukur .
"Maaf ya ma , mama yang sabar ya , Ardy minta maaf , karena Ardy dah lalai , tapi Ardy berjanji , ardy akan tetap berusaha kembali . Membangun dan meneruskan perusahaan peninggalan papa . Yang telah papa titipkan pada Ardy ."ucap Ardy berjanji pada mama khanza .
"Tolong jawab dengan jujur . Berapa kerugian yang harus kita tanggung ." tanya mama khanza .
"kita hanya tinggal punya rumah ini dan perusahaan utama , ma. Sementara kantor cabang harus Ardy jual semua ma, untuk menutupi semua kerugian ,perusahaan ."jawab Ardy menunduk tak berani menatap wajah sang mama .
"Alkhamdulillah ."ucap mama khanza lega . Membuat mata Ardy berbinar . Ada rasa bahagia dengan sikap mamanya yang legowo .
"Mama tidak apa apa kan ." tanya Ardy sambil menatap wajah mamanya .
"Sebenarnya , bagi mama harta ,tahta , dan harta bukan yang no 1 , Asal kita ada tempat untuk berteduh , mama baik baik aja , masalah perusahaan yang bangkrut , mama percaya kamu pasti bisa bangkit lagi . Kamu kerja di perusahaan bukan baru dua tiga tahun , sudah lama kamu berkecimpung di perusahaan .kamu pasti bisa bangkit lagi , mama yakin padamu ."ucap mama khanza .
"Terimakasih banyak ma , atas kepercayaan mama . Tapi untuk bangkit kembali , Ardy butuh waktu yang lama ma . Karena Ardy harus memulai semuanya dari nol ." ucap Ardy.
"Tidak apa apa sayang , masih banyak orang yang menyayangimu di seliling mu . Kamu tidak sendiri sayang ." ucap mama khanza sambil membelai kepala Ardy , dengan lembut .
"ya sudah kita sekar!ng makan dulu . Kamu harus menjaga kesehatan mu ." ucap mama khanza .
"baik ma ." akhirnya Ardy dan mama nya menyelesaikan makan malam nya dengan tenang . Setelah makan malam , Ardy kembali ke kamar nya , mengingat kembali masalah perusahaan kepala Ardy rasanya ingin pecah .
Pagi telah tiba . Ardy bangun lebih pagi dari biasanya . Ardy berdiri di depan cermin memakai baju kerjanya .
"Hari ini , hari terakhir aku bekerja dengan para karyawan karyawan aku . Setelah ini aku harus berjuang sendiri dari nol kembali ." ucap Ardy sambil memakai jas kerjanya .setelah selesai Ardy segera keluar dari kamarnya .
"Kamu sudah siap untuk ke kantor nak ." sapa mama khanza yang telah menunggunya di meja makan dengan segelas susu di tangan nya untuk Ardy .
"iya ma , do'a kan yang terbaik untuk Ardy ya ma ." ucap Ardy .
"kamu yang sabar ya , yang tegar , dan jangan patah semangat , mama selalu berdo'a untuk mu sayang ." ucap mama khanza untuk menyemangati Ardy .
"Terimakasih ma , Ardy pamit dulu ." pamit Ardy .
"Kamu tidak sarapan dulu , kalau begitu kamu bawa bekal saja . Nanti di makan di kantor ." ucap mama khanza .
"Tidak usah ma , Ardy minum susu saja ,Ardy tidak lapar ma ." ucap Ardy , Ardy segera menghabiskan susu yang telah di siapkan oleh mamanya .mama khanza menatap punggung putranya yang pergi meninggalkan nya dengan sedih .