Arjuna atau yang biasa dipanggil Juna karena kegemarannya bermain dan mendaki gunung membuat ARJ Adventure.
Juna tidak mau bekerja di Dewa Corp Company atau DCC perusahaan milik sang kakek. Dia lebih suka menekuni hobinya, karena hal itu dia dianggap sebagai orang yang tidak berguna. Namun berbeda dengan sang ayah, Dharma membebaskan apa saja yang akan Juna lakukan selama itu positif. Mendapat dukungan ayah dan ibunya membuat Juna bersemangat walau selalu diremehkan oleh sepupunya Dante Dewantara yang begitu obesi menjadi pemilik DCC.
Gendis seorang guru di sebuah sekolah swasta terkenal di negeri ini DIS Dewantara International School yang mempunyai cita cita keliling Indonesia selalu mendapat perlakuan buruk dari Maylin, teman SMA nya yang sekarang menjadi kepala HRD di DIS.
Bagaimana Juna dan Gendis menghadapi masalah mereka, dan bagaimana mereka saling berhubungan?
Ikutin terus kisah Juna dan Gendis ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CTMGT 20
Happy reading readers, ojolali like, komen dan vote nya ya.
Terima Kasih
Matursuwun
*
*
*
Juna melenggang masuk ke kantornya namun tiba-tiba dia berbelok ke ruko sebelah.
"Pagi bos" Sapa seseorang yang sudah siap menunggu Juna di dalam Ruko sebelah itu.
"Te… kamu sudah disini. Bagaimana persiapan buka tokonya. Sudah beres." Tanya Juna.
"Siap Bos, semua sudah beres. Yang utama karyawan sudah ready semua."
"Bagus. Terus kamu tidak ke kantor?" Kantor yang dimaksud Juna di sini adalah DCC.
Huft…. Teo menghela nafasnya berat. Lalu berkata "Bos, kan bos tau saya sudah resign. Jadi CEO di AA TnT saja sudah buat saya pusing bos, lalu mengawasi saham-saham bos yang tersebar itu kalau bukan saya siapa, ditambah sekarang mengurusi NaurE outdoor belum lagi kalau ada tugas dadakan seperti ini." Teo memberikan beberapa lembar kertas yang isinya laporan penyelidikannya.
"Hahahah… kamu apakah mau pensiun dini Te…? Ucap Juna sembari membaca hasil laporan Teo.
" Eh… jangan Bos. Cicilan rumah saya masih ada 2 tahun lagi. Belum mau berangkatin orang tua saya haji tabungannya belum cukup bos."
"Bagus, begitu dong. Anak muda harus aktif dan produktif."
Mendengar jawaban Juna Teo hanya mendengus kesal. Usia Teo memang lebih muda dari Juna. Saat ini Teo berusia 25 tahun. Teo bekerja dengan Juna sudah 5 tahun lamanya, kecerdasan Teo dan kesetiaan Teo yang membuat Juna percaya kepadanya. Tak berselang lama Rama, Sukhdev, dan Charles pun datang. Juna langsung menyembunyikan kertas-kertas itu.
"Wuihhh mantap. Ini toko sudah siap. Mantab kamu Te." Ujar Rama.
"Iya dong bang Ram. Kalau tidak buru-buru siap bisa potong bonus sama si bos nanti." Ucap Teo. Juna yang mendengar ucapan Teo pun tersenyum puas. Memang Teo sangat bisa diandalkan.
Keempat sahabat karib itu pun berkeliling melihat display toko. Nampak binar kepuasan dalam diri mereka.
"Hebat kamu Jun semuanya seperti yang kamu rencanakan." Ucap Charles ambil menepuk bahu Juna. Lama tidak berkumpul dengan para sohib nya membuat Charles tercengah dengan pencapaian yang dibuat Juna. Segala sesuatu yang berhubungan dengan NaurE Outdoor memang dikerjakan sendiri oleh Juna. Para sahabatnya itu lebih pada menanam modal.
Juna pun tersenyum puas. Ia pun merasa senang para sahabatnya itu mendukung penuh usahanya.
"Tapi sepertinya ada yang kurang ya Jun." Ucap Sukhdev.
"Iya Jun. Tapi apa ya." Timpal Rama.
"Masih kurang beberapa produk lagi. Ini baru ada jaket, sleeping bag, flysheet, dan celana lapangan. Aku berencana membuat daypack, sling bag, aku juga sedang berpikir untuk membuat carrier, tenda, dan juga sepatu. Rencananya aku juga akan membuat NaurE women series."
"Gila otakmu memang encer Jun. Kalau seperti ini kamu memang tidak perlu kembali ke DCC. Kamu sudah bisa membuat kerajaan bisnis sendiri." Ungkap Charles.
"Terimakasih kawan-kawan. Tapi tanpa kalian aku juga masih tertatih. Semua berkat dukungan kalian." Ucap Juna haru. Mereka pun berpelukan.
Pembukaan toko pun dimulai. Juna memberikan diskon 15% di setiap item selama sebulan penuh. Tentu saja itu sangat menggembirakan para pembeli.
Mereka berempat kembali ke kantor AA. Duduk santai dan menikmati kopi. Charles sengaja hari ini tidak ke kantor, ia merasa begitu lelah jadi mengambil libur satu hari.
"Kangen juga ya kumpul-kumpul begini. Sudah lama kita tidak santai." Ucap Charles. Yang diikuti anggukan yang lain.
"Aku juga sudah mulai jarang kesini, sudah mulai suruh masuk kantor sama Romo ku" Ucap Rama.
"Hufttt senasib, aku juga sudah disuruh ikut kalau baba ku kerja." Imbuh Sukhdev.
"Hahahaha dinikmati saja. Nanti aku akan datang bermain di kantor kalian kalau kalian tidak bisa kesini lagi." Ucap Juna menatap ketiga temannya bergantian.
"Ya ya ya… aku akan menunggumu di William Diamond." Ucap Charles.
"Yup, JD coal juga akan menyambutmu." Rama menambahkan.
" RS Textile Industry juga akan membentangkan spanduk selamat datang untukmu." Sukhdev tak mau kalah.
Juna hanya tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan ketiga temannya itu. Jika Juna serius dengan ucapannya tadi, namun tidak dengan ketiga temannya itu. Mereka beranggapan Juna hanya sekedar bergurau. Untuk ke DCC yang notabenenya perusahaan keluarga saja urung apalagi ke perusahaan orang lain, itu lah yang ada dalam pikiran Rama, Sukhdev, dan Charles.
"Minggu depan ke Gunung Prau yuk." Ucap Juna.
"Hei semprul, kan bulan depan DCC mau ulang tahun. Jangan aneh-aneh den Jun. Nanti kamu dikurung kakekmu baru tau ras." Ucap Rama.
"Hish… kalian juga tau toh." Ucap Juna lesu.
"Siapa yang tidak tahu jika undangannya sudah tersebar seantero kota ini." Ungkap Charles.
"Ya ya ya." Juna begitu malas kalau membicarakan tentang ulang tahun DCC. Itu membuatnya harus berpikir keras untuk menhindarinya.
🍀🍀🍀
Juna melihat ke cctv mengontrol toko outdoornya yang nampak ramai. Ketiga sahabatnya itupun sudah kembali ke rumah masing-masing. Juna baru ingat tadi Teo memberikan lapornya penyelidikannya.
"Mari kita lihat apa yang terjadi." Gumam Juna.
Juna membaca satu persatu tulisna ynag ad adi kertas itu. Tatapan matanya tiba-tiba membelalak melihat nama Maylin sebagai dalang peristiwa yang menimpa Gendis. Juna pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi Teo.
"Te… kamu masih di toko."
"Masih bos."
" Kemari cepat. Ke kantor AA."
"Siap Bos." Yeo pun berlari, cuma butib waktu 5 menit Teo sudah ada di depan Juna.
"Te… coba kamu jelaskan ini."
Teo pun menjelaskan kronologinya, sebenarnya Teo sudah memasang cctv tersembunyi di DIS bahkan staf IT DiS pun tidak pernah menyadarinya. Jadi ketika Maylin menemui pekerja proyek itu, menyurunya mengerjai Gendis semua diketahui oleh Teo melalyi cctv tersembunyi.
"Bos harus hati-hati. Sepertinya Maylin tidak akan menyerah."
Juna mengangguk paham, dia sangat tahu siapa Maylin.
"Oke Te… kerja bagus. Sekarang kirim orang buat mengawasi Maylin jika ada yang mencurigakan segara laporkan."
"Siap Bos." Teo undur diri, sepertinya nona Gendis ini calon nyonya Bos, wah sebaiknya aku berhati-hati lagi, batin Teo.
Juna memejamkan matanya sejenak, persoalan ini tidaklah mudah, dia harus berhati-hati. Jika dia mengambil tindakan kepada Maylin maka dia harus siap menyinggung orang yang berpengaruh di kota ini. Walaupun Juna tidak gentar tapi Juna masib menghormati hubungan baik antar keluarga yang terjalin lama itu.
"Huft… utamakan keselamatan Gendis dulu. Oh iya Gendis bagaimana kabarnya ya."
"Halo… bagaimana keadaanmu.apakah sudah lebih baik?"
"Jauh lebih baik, terimakasih karena sudah menjengukku, dan maaf aku sudah tertidur."
"Tidak apa-apa. Sore ini aku akan datang."
Gendis yang diseberang sana nampak senang, jantungnya berdetak kencang dan wajahnya bersemu merah.
"Hayoooo telpon dari siapa"
TBC
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏💐🥰
kepercayaan dmn jadinya🙏