NovelToon NovelToon
Terjebak Ciuman Pertama.

Terjebak Ciuman Pertama.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:204.5k
Nilai: 5
Nama Author: Riska

Berkisah tentang seorang aktris cantik bernama Intan Rahardian berusia 20 tahun. Dalam dunia hiburan namanya sedang melambung tinggi. Namun di balik kesuksesan karirnya, dia sedang diterpa masalah, menghadapi perjodohan dari kedua orang tua. Intan berusaha mencari cara agar bisa terbebas dari perjodohan itu. Dia tak ingin menikah di usia muda, apalagi di saat karirnya sedang melejit. Namun cara yang dilakukan malah mendatangkan masalah besar.

Di hari pertunangannya, aktris cantik itu berusaha melarikan diri dari dalam sebuah hotel bintang lima, yang sudah dipenuhi begitu banyak tamu undangan. Dia di kejar oleh keluarganya, juga keluarga calon suaminya. Di saat hampir tertangkap, tanpa berpikir panjang dia langsung mencium seorang pria, yang datang sebagai tamu penting di depan semua orang temasuk calon suaminya. Dan apa yang dilakukan wanita cantik itu, pada akhirnya menjebak dirinya sendiri dalam sebuah hubungan yang sangat rumit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Wanita Penggoda.

Siulan burung mulai terdengar di pekarangan villa, menandakan pagi telah datang. Di balik selimut Richard masih saja memejamkan mata menikmati alam mimpinya. Namun tiba-tiba terdengar suara dering ponsel, yang membuatnya bangkit dalam keadaan terlentang dengan kedua mata terbuka lebar. Buru-buru dia menjawab panggilan telepon tanpa melihat nama yang tertera di layar ponsel.

("Halo Pi.. Keadaan Oma bagaimana? Apa kata Dokter?? Aku bangunnya kesiangan.")

("He,, anak nakal,, Oma kamu ini sedang dalam keadaan sehat. Mengapa kamu bertanya seperti itu?") Terdengar suara Nyonya Amara dari balik telpon.

Sejenak Richard terdiam, sembari menatap layar ponsel, memastikan nama yang ada di layar ponsel.

'Loh,, ini kan Oma. Bukannya semalam Papi bilang kalau Oma sakit? Apa sebenarnya yang terjadi? Dan dimana Intan?' Richard mulai bertanya-tanya di dalam hati dengan tampang kebingungan. Tapi tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.

"Siapa??" tanyanya sembari beranjak turun dari tempat tidur.

"Aku Mas, aku bawah sarapan kamu," jawab Intan dari balik pintu.

"Kamu dari mana?" tanya Richard yang membuat Intan malah kebingungan.

"Ya dari kamar aku. Mau darimana lagi sepagi ini?"

'Ya ampun, berarti apa yang terjadi semalam hanyalah mimpi. Tapi mengapa bisa ada mimpi seperti itu?' Kembali dia bergumam di dalam hati.

"Mas,, sampai kapan aku berdiri disini? Apa aku masih tidak diizinkan masuk kamar kamu?" suara Intan seketika menyadarkan Richard dari lamunannya.

"Ayo masuk!" Pria dingin itu sedikit bergeser, dan Intan langsung masuk ke dalam kamar.

Dia meletakan sarapan di atas meja yang ada di samping tempat tidur Richard, dan segera duduk pada kursi di samping meja. Di susul Richard yang langsung duduk di hadapannya.

"Jam brapa kamu berangkat ke lokasi pemotretan?" tanya Richard sambil menatap hidangan di atas meja, dengan penampilan yang membuat Intan semakin mengaguminya.

Intan tidak bersuara. Entah karena tidak mendengar, atau tidak ingin menjawab. Dia terus menatap pria tampan itu dengan sebelah tangan menopang wajah.

"Intan, he– kamu nggak mendengar apa yang baru saya tanya?" Richard malah kebingungan melihat Intan yang sedang menatapnya tanpa berkedip.

"Kamu benar-benar tampan Mas. Apalagi dengan penampilan seperti ini." Wanita cantik itu malah memuji ketampanan Richard.

"Jangan coba-coba menggoda saya."

"Memangnya kenapa kalau aku ingin menggodamu? Kamu bisa apa? Kan kita belum menikah." Intan sengaja menyindir Richard. Tapi sendirian itu malah membuat Richard jadi salah tingkah saat teringat mimpinya semalam.

"Saya bisa melakukan apa yang tidak kamu bayangkan. Jadi jangan coba-coba merayu saya."

"Semua tentang kamu ada dalam bayangan aku Mas. Tapi sekarang aku nggak punya waktu untuk membahas hal itu, karena aku harus berangkat." Dengan begitu tenang, Intan mengatakan semua itu.

"Ya sudah, pergi saja," seru Richard tanpa menatapnya.

"Oke, tapi kamu jangan lupa jemput aku ya." Tanpa ada rasa canggung, Intan yang sudah berdiri di belakang Richard segera membungkuk dan mendaratkan ciuman di pipinya.

"Saya nggak bisa janji. Hari ini saya ada pertemuan penting," jawab Richard tanpa ekspresi.

Betapa gugupnya Richard menerima kecupan Intan. Sekujur tubuhnya seketika merinding, membayangi kenikmatan yang dialaminya melewati mimpi semalam. Dan tanpa Intan sadari, kejantanan pria tanpan itu mulai bereaksi. Namun dia tetap berusaha tenang biar tidak dicurigai.

"It is okay, terserah kamu saja. Asalkan kamu bisa mengingatku dalam setiap langkahmu. Biar tidak terpancing dengan godaan wanita lain," ucap Intan dan segera berlalu pergi.

Sepeninggal Intan, Richard langsung beranjak menuju kamar mandi. Dia melepaskan satu persatu pakaiannya, dan berdiri di bawah guyuran shoer. Dinginnya air yang membasahi tubuh tak mampu meredakam gejolak yang berkecamuk di dalam diri pria bertubuh kekar itu. Sampai-sampai dia pun kesal dengan keanehan dalam dirinya. Bayangan Intan yang ada di dalam mimpinya, semakin merasuki pikiran.

"Apa yang terjadi sebenarnya?" Richard bertanya sambil menatap rudalnya yang semakin tegak berdiri.

Intan melakukan pemotretan seorang diri selama beberapa jam sejak pagi hari. Dia tak lagi dipasangkan dengan Aldo seperti kesepakatan awal. Semua itu terjadi karena kejadian semalam. Walnya Intan pun ragu untuk melakukan pemotretan di tempat terbuka seperti saat itu, saat mengetahui kalau kejadian semalam sudah menjadi berita utama dalam beberapa media. Namun kontrak sudah terlanjur di tandatangani. Sebagai seorang artis profesional, Intan harus siap menjalankan tanggung jawabnya.

Untung saja tidak ada satupun gangguan, karena penjagaan memang sengaja di perketat. Alif yang selalu mendampingi Inta benar-benar nyaman menjalani kegiatan hari itu, walaupun nama sang artis sedang diperbincangkan oleh banyak orang.

"Mbak Intan, kita istirahat dulu sebentar. Karena beberapa figuran juga harus melakukan pemotretan," ujar seorang pria yang bertanggung jawab untuk kegiatan hari itu.

"Oh,, bukan aku saja ya Pak?" tanya Intan yang tidak tahu menahu siapa figuran yang dibicarakan.

"Iya Mbak. Rita, Melisa, Ringgo dan Stefy sedang menunggu giliran. Tapi mereka hanya melakukan pemotretan untuk satu produk saja."

"Oke Pak," jawab Intan sembari melangkah menuju mobilnya untuk beristirahat. Tapi belum sempat dia menasuki mobil, Rita dan Melisa sudah menghadangnya tepat di samping mobilnya.

"Enak banget jadi kamu ya Tan? Semua produk mau memakai jasa kamu. Kita hanya dapat sisanya," ujar Melisa berpura-pura memuji Intan.

"Aku juga nggak tahu Mel."

"Sebenarnya ada beberapa produk yang sudah kita tandatangani. Tapi semuanya dibatalkan karena kejadian semalam," lanjut Melisa dengan ekspresi yang mulai berubah.

"Maksud kamu apa Mel? Dibatalkan bagaimana?" tanya Intan bingung.

"Ya batal lah. Orang yang punya produk kan sudah kamu laporkan polisi. Lagian kenapa sih, kamu harus ke ruangan itu? Apa kamu ingin menggoda mereka? Kamu kan sudah punya calon suami. Atau jangan-jangan, calon suami kamu sudah terncam bangkrut. Makanya kamu mencari batu loncatan." Kata-kata Rita sungguh keterlaluan.

"Apa maksud kamu bicara seperti itu? Jadi Intan nggak boleh laporkan laki-laki keparat itu setelah apa yang dia lakukan? Mereka pantas di penjara." Alif pun tidak hanya tinggal diam.

"Jangan sok suci,, jadi wanita nggak usah munafik. Kita-kita juga sudah tahu, kalau kamu yang ingin menggoda mereka, biar nama kamu semakin melejit." Rita tidak mau kalah.

"Rita,, jaga ya bicara kamu! Aku bukan artis seperti kamu, yang akan menghalalkan segala cara demi kesuksesan," ujar Intan yang membuat Rita semakin kesal.

"Apa kamu bilang?? Kamu.." Rita melayangkan tangan hendak menampar Intan. Tapi dengan cepat Alif langsung meraih tangannya.

"Jaga sikap kamu, kalau kamu tidak ingin kehilangan pekerjaan untuk selamanya," ancam Alif.

"Memangnya siapa yang bisa melakukan itu? kamu?" tanya Rita sembari menarik tangannya dari cengkraman Alif.

"Bukan aku. Aku hanya asisten artis. Tapi ada seseorang yang bisa membuatmu hengkang dari dalam dunia hiburan, kalau sampai berani menyakiti Intan." Ucapan Alif yang membuat semua orang jadi kebingungan bercampur kaget, termasuk Intan. Dia sendiri tidak tahu siapa orang yang sedang di bicarakan Alif.

1
Mirna Hadhnuu
yang ini di lanjut dong kakak
Lina Marlina
/Good/
Nopi Agustin
ini tentang keluarga rahardian, bukan permana
I Ka
sangat bagus ceritanya 👍🏼👍🏼❤️
Risna Tanjung
akak Riska ngapa nggak up lg sih 😔padahal karyamu semua awk suka ❤❤❤deh
Intan nur aini
udah mau 2025
Intan nur aini
2024
Nopi Agustin
ini cerita anaknya dinda sama raka bukanyah penasaran sama kisah anak nya
Nopi Agustin: bukan
total 1 replies
@ Mmh adil @
bagus
Emmy More
sangat bgus
Silvi Grassiia Sisilia
kok gak di lanjutin lg kak
Destri Yanti
ayolah thor tiap buka noveltoon selalu nyempetin buka novel ini kirain dah up lagi😭😭
Toto Suharto
kapan lanjut lagi upnya kak riska...ga sabar nunggu no tice upnya...
𝕹
thor kpn lanjut novel cinta dalam perjodohan 3 ak penasaran bgtt
❣️yu_chan❣️
novel ini ceritanya bagus kenapa gak diterusin Kk Riska..😞
鬱𝐭𝐫𝐢𝐜𝐭𝐳❀∂я࿐
lanjut thorr..
Siti Rohani
sabar intan kalau jodoh kalian panti segera nikah kok
musita
cerita bagus dan menarik.
Sarah Harona
saya suka karyamu thor sangat mnarik di tunggu lnjutanya ya thor sdh saya vote
Kurnianingsih
Nyimak dulu ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!