Ricky Riswan ( Yasir Hamdan)seorang pekerja di kota Jakarta yang baru saja mendapatkan gelombang PHK dari perusahannya tempatnya bekerja, ia memutuskan untuk kembali ke Tasikmalaya, di mana tanah kelahirannya berada ,ia berencana untuk mengembangkan dan mengolah lahan milik keluarganya , hanya saja di tengah jalan ,mobil bus yang ditumpanginya mengalami kecelakaan dan meledak ,dan saat ia sadar ia berada di desa yang sangat asing bagi dirinya dan baru mengetahui bahwa dirinya akan dijadikan sebagai pengantin pria untuk dua gadis yang tidak dia kenal , bagaimana kelanjutan cerita ini, masih lama bro ,mungkin nunggu dua tahun atau lebih...!!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pecinta timur10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 3 bekerja di pasar
Yasir bersiap ,ia masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian ,di dalam ia hanya bisa menghela nafas pelan ,matanya tampak begitu sedih melihat keadaan kamar yang hanya cukup untuk tiga orang saja.
" aku akan membangun perlahan rumah yang lebih besar dan cukup untuk kami tinggal di masa depan " gumamnya dengan mata tekad.
Ia kemudian mengambil pisau kecil ,lalu meletakannya di pinggang , ia teringat bahwa tugas di pasar adalah mengamankan pasar dari para perusuh atau pencuri , dan dia mendapat bayaran dari pemerintah desa Plarangan.
Saat ia keluar kamar , Lestari sudah bersiap untuk berangkat bersamanya, pakaiannya yang bersih dengan penuh tambahan kain , membuat terlihat kontras dengan pakaian kerja dinasnya, namun Yasir tidak peduli, yang penting gadis itu tahu dengan pekerjaannya.
" mas apakah tidak apa apa ,aku ikut ke pasar ?" Lestari tampak ragu ,wajahnya yang masih muda terlihat menunduk.
" tidak apa apa ,tenang saja !"
" tapi ,di pasar semua orang memakai pakaian bagus dan rapi, sedangkan aku seperti ini " ucapnya dengan nada tidak percaya diri.
" tenang saja ,ada aku ,siapa saja yang menghina istriku ,aku akan lawan !" Kata Yasir tersenyum tipis.
" umhh ...!" Wajah gadis itu sedikit memerah dan tidak berani menatap mata Yasir.
" oke sudahlah,...!" Yasir merasa bahwa gombalannya terlalu aneh di mata gadis zaman dahulu , ia lalu bersiap berangkat bersama Lestari dan berpamitan dengan umi juga Halimah .
Di perjalanan Yasir bertemu dengan beberapa warga dan juga anak anak ,mereka tampak ramah dan juga bertanya beberapa hal ,namun karena Yasir masih ada pekerjaan, ia segera bergegas menuju pasar yang jaraknya tidak terlalu jauh dari desa Plarangan.
Sampai di sana, suasana pasar masih sepi, ia segera masuk ke dalam kantor pasar yang berada di tepi jalan desa .
" assalamualaikum pak Sobri !" Sapa Yasir tersenyum tipis.
Orang tua yang sedang merokok kulit jagung menoleh dan melihat pemuda yang berkulit coklat kekar menyapanya " nak Yasir tumben kamu datang awal ,biasanya saat sudah hampir pasar selesai baru datang " celetuk pak Sobri tertawa lirih.
Yasir hanya tersenyum ,ia mengambil buku catatan dan melaporkan kedatangannya .
" sekarang kamu mau kemana?" Tanya pak Sobri penasaran, matanya melihat gadis di belakang Yasir yang tampak malu menunduk.
" hei nak siapa gadis itu ,apa kamu menculiknya?"
" pak Sobri jangan sembarangan berkata ,ini adalah istriku, namanya Lestari, sengaja aku bawa ke pasar, untuk mengetahui apa pekerjaanku ini " jelas Yasir dengan wajah muram.
" wahh kamu sudah menikah ,kapan ,kenapa aku tidak diundang ?"
" maaf ,pak Sobri tidak diundang karena pak Sobri hanya menghabiskan makanan saja di rumah...!"
" hahahaha bisa saja kamu ... oke sebagai hadiah ,aku hanya bisa memberikan ini " Pak Sobri mengeluarkan satu lembar uang Belanda zaman dahulu ( gulden) dan memberikannya kepada Yasir ." Gunakan ini untuk membeli barang barang yang kamu butuhkan nak !" Ucapnya dengan mata penuh kesungguhan.
" ini .... terimakasih pak Sobri ,saya mulai sekarang akan bekerja bersungguh sungguh ,"
" oke, jadi sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
" aku akan memulai kegiatan baru pak , umhh mengangkat barang barang ,ini juga buat menambah penghasilan mingguan !"
" oke aku setuju ,lagipula tenaga kerja masih kurang dan Emen masih sakit belum bisa bekerja " ujarnya memberikan catatan nama pedagang yang memiliki barang yang sangat banyak.
Yasir menerima catatan itu dan menghapalnya, lalu mengembalikan lagi catatan tersebut kepada kepala pasar pak Sobri.
" sekarang aku akan mulai bekerja pak !"
" ya silahkan...!"
Yasir menoleh ke arah Lestari yang tampak diam tidak bergerak sedikitpun " apakah kamu lelah tari ?"
" tidak mas ,aku tidak lelah ,"
" kalau begitu, ayo bantu suamimu mengangkut barang di tepi jalan dan membawanya masuk ke dalam pasar "
" baik mas !"
Segera pasangan muda itu mulai bekerja, para pedagang yang baru berdatangan merasa heran saat melihat preman pasar mengangkut barang mereka , dan terlebih lagi preman pasar itu membawa seorang gadis muda bersamanya.
Setelah puluhan kali keluar masuk pasar , Yasir dan Lestari selesai mengangkut barang dari tepi jalan, wajah Yasir dipenuhi keringat segar ,sedangkan gadis muda itu terlihat kelelahan, namun tidak ada kata kata mengeluh keluar dari mulutnya, hal itu membuat Yasir merasa kasihan dan berniat untuk memberinya hadiah.
" tari ini simpan " Yasir memberikan satu lembar uang gulden dan lima koin sen kepada gadis muda yang duduk itu .
" mas uang apa ini ?"
" ini, uang kewajiban aku sebagai seorang suami ,jadi terima saja ,dan beli apa yang kamu dan Halimah suka ,dan juga untuk membeli beras serta sembako lainnya " kata Yasir tersenyum lembut.
Kedua mata gadis muda itu tampak berkaca kaca, menahan rasa haru sekaligus kesedihan.
" ada apa ,apakah kamu tidak suka?"
" tidak mas ,hanya saja aku baru pertama kali memegang uang sebanyak ini, walaupun aku tidak begitu bisa membaca tulisan tapi uang ini sangat banyak "
" itu hak kalian berdua, di masa depan kebahagian akan datang dan kamu juga harus makan yang cukup dan banyak, agar tubuhmu bisa berkembang dengan baik "
" mas kenapa kamu sangat baik pada kami semua?"
" karena aku sudah menjadi suami kalian berdua , dan kalian berhak mendapatkan semua ini ,"
" mas terimakasih... !"
" sudah, jangan emosional, kita masih ada di pasar dan segera kita belanja kebutuhan sehari hari " ucapnya menepuk tangannya yang penuh dengan debu.
" umhh ...!"
Yasir bersama Lestari berjalan menuju lapak pedagang beras dan tepung ,pasar perbatasan desa memang sangat luas dan memiliki sistem yang cukup baik dengan luas sekitar 50 meter ,bisa menampung ratusan pedagang dari dua desa .
" hei anak muda, mau beli apa ?"
" beras satu karung kain putih , dan tepung singkong 1 kg "
" oke ditunggu... !"
Yasir melihat bahwa ada beberapa bumbu tradisional yang tergeletak di bagian bawang putih dan merah.
" satu paket bumbu tradisional...!"
" oke , apakah ada yang lain ?"
" sudah itu cukup... berapa ?"
" dua puluh koin sen !"
Yasir mengeluarkan dua ikat koin sen dan memberikannya kepada pedagang beras itu, lalu ia berjalan dengan gerobak kayu berisi beras dan tepung.
" tari ,ayo selanjutnya...!"
Yasir berjalan menuju bagian kain dan memandang dengan cermat kualitas kain yang akan dia beli itu.
" pak Masrul , satu kain ini berapa ?"
" umhh ... kang Yasir kamu mau beli kain ,ini satu meter dua koin sen , butuh berapa,?"
" kain satu meter sepuluh buah, lima meter tiga buah dan dua kain besar dua puluh meter "
" oke karena kang Yasir yang membeli ,lima puluh koin sen saja ,tidak mahal "
" apakah bisa kurang, saya hanya membawa empat puluh koin sen !"
" empat sembilan...!"
" pak Masrul ,tolonglah saya, empat puluh dan aku akan membawa barang ini "
" oke oke, tidak apa apa ,bawa saja sana "