kehidupan yg tidak pernah di ingin kan oleh Kang Hana, putri dari seorang wanita karir bernama Go Haeri dan almarhum suami nya yg bernama Kang Min Ho.
Hana adalah seorang gadis yg ceria, usia nya baru menginjak 20 tahun. ia juga seorang gadis yg rajin dan tekun belajar. Hana juga salah satu mahasiswi di Seoul National University (SNU)
2 tahun lagi ia akan menyelesaikan pendidikan S1 nya, namun semua berubah karena perjodohan yg di lakukan oleh ibu nya. kehidupan yg tadi nya baik-baik saja berubah menjadi kacau.
yuk ikuti cerita nya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Nanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8
"sepertinya ada memerhatikan kita dari dalam mobil, tapi sudah lah... "
"hemm benarkah.... " Young Ju pun melihat sekeliling "dimana.... "
"tidak usah di cari, dia sudah pergi. jam makan siang mu panjang, kenapa tidak pesan makan!?? "
"ooh, aku izin pulang hari ini"
"kenapa!?? apa karena aku!?? "
"tidak juga, karena aku ingin... sudah lah, aku pesan dulu..."
******
"dari mana kau Jimin!?? " tanya nyonya Min Seo begitu Jimin masuk rumah
"ada urusan.... " jawab ketus Jimin masih berjalan dengan santai nya
"Jimin... kau tidak perlu masuk kantor sampai waktu yg tidak bisa di tentukan. "
ucapan itu membuat langkah Jimin berhenti "kenapa!?? "
"karena 2 minggu lagi kau akan menikah. sementara ini, kantor biar Min Ju (sekertaris nyonya Min Seo) yg urus. dan lusa kita akan mengunjungi rumah bibi Haeri"
tanpa menjawab ibu nya, Jimin pun bergegas ke kamar nya dan langsung menjatuhkan tubuh nya ke atas kasur. Jimin pun tiba-tiba terbayang saat di kafe tadi, ia tidak menyangka bahwa hubae (junior) nya itu adalah Hana. wanita yg di jodoh kan pada nya
suara ponsel yg berbunyi pun membuyarkan lamunan nya. "halo.... "
"Jimin kau dimana!?? "
"aku di rumah"
"kau tidak menghubungi ku semalam, bahkan sekarang. kalau aku tidak menelfon mu, kau tidak akan memberi ku kabar. " ucap Nari kekasih Jimin
"maaf, aku tidak berfikir.... "
"sudah lah lupakan saja. ayo bertemu malam ini, kita makan malam bersama. " ajak kekasih Jimin
"emm, di resto biasa nya. kebetulan sekali ada hal yg akan ku katakan pada mu" Jimin tidak menolak
"benarkah, baiklah kalau begitu sampai jumpa nanti malam"
tanpa membalas ucapan kekasih nya itu, Jimin langsung menutup telfon nya.
******
"apa...." karena terkejut, Young Ju pun tersedak. "kau akan menikah!?? "
"emm... " jawaban singkat Hana
"dengan siapa!?? kau tidak cerita kalau kau sudah memiliki kekasih. "
Hana pun menghela nafas panjang dan menceritakan semua nya pada sahabat nya itu. dengan penuh haru dan prihatin Young Ju pun mengelus lembut pundak Hana. mereka menghabiskan waktu cukup panjang di kafe itu...
"jadi mau tidak akan melanjutkan kuliah mu!?? " tanya Young Ju
"entahlah, aku juga masih belum tau. Young Ju, setelah ini aku akan pergi ke toserba milik ayah ku dulu. aku akan membersihkan tempat itu"
"aku akan membantu mu... "
"terimakasih banyak... "
"hei, jangan ucapkan itu. bagaimana pun kita ini sahabat kan. "
Hana pun tersenyum
******
malam pun tiba...
Jimin pun pergi menemui kekasih nya itu sesuai janji mereka. setelah tiba di resto, Jimin pun langsung bergegas menemui kekasih nya yg telah lebih dulu sampai.
"ooh sayang.... " panggil Nari dari salah satu meja
Jimin pun langsung datang. "kau sudah lama sampai!?? "
"belum terlalu, tapi aku sudah pesan makan. setelah ini, ayo kita pergi ke mall"
Jimin hanya diam tidak menjawab nya.
saat mereka sudah setengah perjalanan makan, Nari pun akhirnya teringat. "ah benar, kau bilang ada yg ingin di bicarakan!!? apa soal bertemu orang tua mu?? "
Jimin pun menyudahi makan nya "mari kita akhiri hubungan ini!! "
ucapan Jimin itu langsung membuat Nari tersedak saat mengunyah. "apa kau bercanda!?? "
"tidak sama sekali!?? "
"lalu... " kekasih nya itu masih tidak habis fikir "beri aku alasan yg jelas Jimin, apa kau memliki wanita lain!? atau ini ada hubungan nya dengan masalah semalam??? "
Jimin pun menghela nafas panjang "aku tidak pernah memiliki hubungan dekat dengan wanita lain selain dirimu dan orang kantor. ibu ku sudah menjodohkan ku"
mendengar itu, Nari pun tertawa "hahaha..... yg benar saja. ini bukan lagi zaman nya perjodohan Jimin, jika memang kau memiliki wanita lain, kau tidak perlu membuat alasan perjodohan seperti ini. "
"Jika kau memang mengenal baik diri ku, harus nya kau tau, bahwa aku tidak pernah main-main" ucap Jimin bernada datar
Nari pun terdiam mendengar nya "pasti ada alasan kan Jim, ayo bertemu orang tua mu. aku akan menjelaskan hubungan kita. aku mencintaimu, apakah kau tidak menginginkan hubungan ini"
"alasan nya aku tidak bisa menjelaskan nya pada mu. sampai saat ini, hanya kau wanita yg ada di hati ku. tapi Nari, kau harus mengerti. aku tidak ingin menjadi kan mu sebagai simpanan. aku mencintaimu, tapi keadaan memaksa kita berpisah. " jelas Jimin
"kalau begitu, cerita kan alasan nya. maka aku akan terima" Nari melipat kedua tangan nya di dada nya
Jimin pun akhirnya pasrah, dengan ragu ia menceritakan semua nya dan juga tentang penyakit nya. dengan kebimbangan di hati nya, Jimin mengungkapkan bahwa ia juga tidak menerima perjodohan ini.
"kenapa kau tidak mengatakan nya pada ku!?? aku bisa merawat mu jika memang tujuan nya adalah agar kau sembuh, lalu kenapa kau mau saja menerima perjodohan ini!?? " protes Nari
"aku tidak bisa menolak ibu ku. saat ini aku hanya berharap kau mengerti. "
"Jimin, kita saling mencintai bukan. tidak bisa kah kita tetap bersama!?? "
"ini akan terlalu sulit untuk mu"
"aku akan mengerti, tapi aku mohon jangan tinggalkan aku... " Nari pun memeluk lengan Jimin sembari memohon