NovelToon NovelToon
LOTUS YANG TERASING

LOTUS YANG TERASING

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Wanita perkasa / Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.

*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"

*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"

*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"

*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"

*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?

*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?

*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19: Konflik Di Menara Jinxiang!

***

Malam itu, keramaian di Menara Jinxiang belum sepenuhnya mereda ketika beberapa gadis bangsawan masuk dengan tatapan angkuh.

Mereka terlihat sedang memarahi seorang pelayan disana, yang meminta mereka duduk di lantai satu gedung itu.

"Jangan bercanda kamu! Apakah kamu tidak lihat pakaian kami semua, hah?! Kami akan bayar walaupun mahal! Kami hanya ingin sebuah ruang VIP terbaik di Menara ini!" ujar seorang gadis dengan nada tinggi.

"Benar! Jangan pernah menyamakan kami dengan tamu biasa, kami adalah Bangsawan ternama di wilayah ini! Nyawamu bahkan bisa kami beli dengan mudah! Carikan ruangan terbaik untuk kami makan, jika tidak ingin kami membuat nyawamu hilang!" sahut rekan gadis itu dengan wajah angkuh.

Kebetulan sekali, mereka berteriak di depan pintu ruangan Anlian, sehingga suara itu terdengar kencang ditelinganya.

"Suara siapa itu sih?! Sudah cempreng, tidak enak di dengar pula! Bikin emosi saja!" gumam Anlian sambil menyesap teh rasa buahnya.

Anlian yang sedang duduk santai sambil menikmati teh buah asam-manis menoleh sekilas.

“Suara siapa itu? Pecah gendang telingaku,” gumamnya pelan.

Shen Luo melirik ke arah anggotanya, agar mereka melihat siapa yang sedang membuat keributan.

{FYI: Anlian sudah memberikan nama samaran kepada 19 anggota Ashura Neraka untuk bersosialisasi di luar sana, ya. Mulai dari Upin, Ipin, Udin, Jali, Zen, Zun, Duli, Dean, Ali, Azun, Tan, Nan, Min, Man, Lan, Zain, Han, Hun, dan yang terakhir Horn.}

Udin berlari ke arah pintu, untuk mengintip suasana di luar sana.

Tidak lama kemudian, dia kembali untuk melaporkan.

"Sepertinya itu adalah Putri kedua dari Keluarga Bangsawan Li, Putri sulung dari Keluarga Bangsawan Fang, dan Putri Bungsu dari Keluarga Bangsawan Zhao," lapor Udin kepada Anlian.

"Oh, hanya sekumpulan 'Merak' yang sangat berisik!" ujar Anlian dengan nada acuh.

tiba-tiba ...

Bang!

Cangkir teh ditangan Anlian terbang ke arah dinding dekat pintu.

"Bisa diam tidak?! Mau Bangsawan atau rakyat jelata itu tetap sama! Sama-sama manusia yang makan nasi! Hanya status saja yang membedakan! Kalian ribut apa?! Ganggu orang makan saja!" hardik Anlian dari arah dalam ruangan.

Yaoyao yang duduk di sebelahnya sampai terjungkal ke arah belakang, saking kagetnya mendengar suara teriakan majikan cantiknya itu.

Brugh!

"Astaga, Nona! Aku kaget loh! Sampai jatuh begini!" keluh Yaoyao dengan wajah cemberut.

"Whuahahahaha! Nona Y, cara jatuh Anda sangat tidak elit! Hahahaha!" seloroh Upin sambil tertawa ngakak.

"Diam kamu! Dasar pria tidak punya empati! Tolongin dong, bukan malah diketawain begitu!" bentak Yaoyao, emosi.

"Maaf, Nona Y ... Hati nurani kami memang sudah mati! Hahahahaha ..." sahut Upin sambil menuang arak ke dalam cangkir.

"Sia-lan!" maki Yaoyao sambil bangkit.

Anlian melihat suasana yang ramai itu, emosinya mulai surut.

Dia kembali menikmati secangkir teh buah yang mulai menjadi favoritnya itu.

Wajah para gadis diluar sana langsung jelek, saat mendengar ucapan Anlian.

"Siapa yang berada di dalam kamar VIP itu?" Tanya Nona Muda Li kepada pelayan di depannya.

"Itu adalah Keluarga Duxi ..." jawab pelayan itu sambil menundukkan kepalanya.

Nona Muda Zhao tertawa sinis, saat mengetahui siapa yang ada di dalam ruangan VIP tersebut.

"Apakah itu adalah wanita yang disebut sebagai 'Tabib Ajaib'?" tanya Nona Muda Fang dengan nada meremehkan.

"Sepertinya memang dia ... Wanita bar-bar dari daerah Utara, dan menyebut dirinya seorang Tabib Ajaib! Sungguh memalukan!" sahut Nona Muda Li dengan nada sinis.

"Wanita kampung tidak tahu malu! Dia tidak pantas duduk di dalam Menara Jinxiang ini! Pelayan, usir saja mereka semua keluar! Merusak pemandangan saja!" ujar Nona Muda Fang dengan nada tinggi.

Nona Muda Zhao menyipitkan matanya, seolah sedang mengingat sesuatu.

"Sebentar ... sebentar ... Menurut kabar, dia itu wanita sangat kaya karena mewarisi seluruh harta Keluarga Duxi. Dan Balai Pengobatan Gratis yang dibukanya sangat ramai. Lebih baik, kita jangan mencari masalah dengannya ..." ujar Nona Muda Zhao.

Anlian dengan santai menyesap tehnya, lalu dia bertanya kepada Yaoyao.

"Para 'Merak' yang masih mengandalkan uang orangtua mereka itu sedang membicarakan aku, ya?" tanya Anlian.

"Benar, Nona ... Sepertinya, mereka sedang bicara buruk tentang Anda ..." jawab Yaoyao.

"Wah, kebetulan sekali! Sepertinya anakku ingin melihat ibunya bertindak, agar mereka semua tidak berani lagi menggunjing aku ..." ujar Anlian dengan nada bersemangat.

Yaoyao langsung memegang tangan Anlian.

"Jangan macam-macam, Nona! Anda sedang hamil! Biarkan kami yang mengatasinya ..." ujar Yaoyao dengan nada melarang.

"Tenang saja, Yaoyao .. Aku hanya ingin mencoba racun bubuk yang baru aku kembangkan ..." bisik Anlian sambil menyeringai.

Anlian bangkit dari duduknya diikuti oleh Yaoyao dan Shen Luo, dan berjalan perlahan ke arah pintu.

Ceklek!

Ketiga Nona Muda itu menoleh ke arah Anlian dan Nona Muda Li langsung menjatuhkan kipas tangannya di dekat kaki Anlian karena terkejut.

Bagaimana dia tidak terkejut?

Dia baru kali ini melihat kecantikan wanita yang diluar nalar manusia!

Kulit Anlian lembab dan seputih susu, sosoknya ramping sempurna, rambut hitam panjang dan sehat, wajah oval dengan bentuk mata almond yang indah, hidung mancung, dan bibir yang bentuknya sangat sempurna!

Ini manusia apa Dewi?

Sepertinya Author sangat berlebihan dalam menjelaskan sosok Anlian ini.

Author: "Tsk! Diam kamu! Ini adalah sosok wanita imajinasi saya! Kamu bisa apa?! Semua pemeran di dalam cerita ini, hidupnya dalam genggaman tangan saya! Kamu mau aku buat meninggoy?"

Nona Muda Li: "Jangan dulu, Thor! Aku belum puas berperan ..."

Author: "Hmmp!"

"Aduh, maafkan saya Nona Duxi ... Saya sungguh ceroboh, sampai-sampai menjatuhkan kipas ini ..." ujar Nona Muda Li d4ngan wajah malu-malu an-jing.

Anlian melihat kipas itu dengan wajah datar.

"Mau diambil kembali kipasnya, atau ingin saya injak sampai hancur?" tanya Anlian dengan nada dingin.

"Apa maksud pertanyaan Anda itu?! Berani-benarinya bicara seperti itu kepada Keluarga Bangsawan!" ujar Nona Muda Li dengan nada tersinggung.

Anlian menyeringai, saat mendengar ucapan itu.

"Keluarga Bangsawan apa, hm? Status kalian dan saya itu sama, sama-sama Bangsawan! Mungkin, kekayaan yang saya miliki lebih banyak dari kalian, namun saya tidak sombong seperti kalian!"

"Saya makan dan belanja pakai uang sendiri, bagaimana dengan kalian? Kalian hanyalah wanita muda manja, yang bisanya meminta kepada orangtua kalian!" ujar Anlian panjang kali lebar.

Nona Muda Li membeliakkan matanya, saat mendengar ucapan panjang Anlian yang ditujukan kepada mereka bertiga.

"Dasar kampungan! Perempuan Udik! Pantas saja kamu menikah dengan bawahan Anda sendiri, karena para pria terhormat akan malu jika memperistri dirimu!" maki Nona Muda Fang, sambil menunjuk wajah Anlian.

Yaoyao menurunkan telunjuk Nona Muda itu dengan sarung pedang yang dia bawa.

Tak!

"Jangan pernah menunjuk Nona Muda saya dengan lancang, jika tidak ingin kehilangan jari Anda!" peringat Yaoyao dengan wajah datar.

Anlian menahan Yaoyao dibelakangnya, lalu dia menoleh ke arah Nona Muda Fang.

"Mulut Anda sangat kotor, Nona Muda Fang! Yang saya tahu, sesuatu yang kotor itu bisa menarik penyakit ..." ujar Anlian sambil mengibaskan lengan bajunya.

Setelah merasa racunnya sudah menebar tepat sasaran, Anlian mengajak Yaoyao dan Shen Luo masuk kembali.

"Ayo, kita masuk kembali ... Pesta kita belum usai! Maafkan saya ketiga Nona Muda Bangsawan yang terhormat, ruangan kami sangat kecil untuk bisa mengundang 'Dewi Besar' seperti kalian ... Selamat tinggal!"

Setelah mereka menutup pintunya, Yaoyao bertanya dengan nada rendah.

"Mereka sudah tekena racunnya, Nona?" tanya Yaoyao.

"Hehehehe, sudah dong! Besok pagi akan menjadi 'Neraka' buat mereka bertiga! Siapa suruh memprovokasi seorang Anlian? Semoga mereka kapok! Hahahahaha!" jawab Anlian sambil tertawa puas.

Keesokan harinya, suara jeritan histeris terdengar dari tiga rumah Bangsawan di daerah itu.

"Aaaaaaaaaahhhh!!!!"

"Ada dengan wajahku ini?! Kenapa bisa tumbuh bisul bernanah seperti ini?! Siapa yang melakukannya?!" teriak Nona Muda Li, histeris.

Prang!

Dia membanting cermin itu ke atas lantai, wajahnya bengkak penuh dengan benjolan-benjolan kecil berisi nanah.

"Kalau begini, aku tidak bisa pergi kemana-mana jadinya! Panggil Ibu saya dan Tabib segera! Wajah saya terasa sangat panas dan gatal!" perintah Nona Muda Li kepada pelayan utamnya.

"Baik, Nona ... Mohon sabar sebentar ..."

Tidak lama kemudian, seorang wanita paruh baya tergopoh-gopoh masuk ke dalam kamar Nona Muda Li.

Namun dia langsung berteriak ketakutan, saat melihat wajah putri yang sangat dia manjakan itu.

"Aakh!"

"Siapa kamu?! Kenapa kamu ada di kamar putri saya?!" tanya Nyonya Besar Li dengan suara bergetar ketakutan.

"Ini aku, Bu ... Li Anya!" jawab Nona Muda Li dengan nada kesal.

"Ah! Anya?! Ada apa dengan.wajahmu itu, sayang? Kenapa bisa menjadi buruk begitu?!" tanya Nyonya Besar Li dengan wajah ketakutan.

"Apakah aku se-menyeramkan itu, Bu?! Sampai Ibu sendiri pun takut untuk mendekatiku ..." tanya Li Anya dengan nada sedih.

"Ya, memang se-menyeramkan itu ..." jawab Nyonya Besar Li dengan nada lugas.

Jawaban itu semakin membuat hati Li Anya sedih, ternyata memang seburuk itu wajahnya.

Tidak lama kemudian, tiga orang Tabib yang dipanggil datang, dan mereka langsung memeriksa keadaan Li Anya dengan seksama.

Namun, tidak ada satu pun dari mereka, yang berani memastikan penyebabnya.

"Ini sepertinya racun, namun racunnya sangat aneh! Sama seperti keadaan Nona Muda Fang dan Nona muda Zhao, racunnya tidak bisa di deteksi!"

"Apakah kalian tidak bisa membuat penawarnya?" tanya Li Anya dengan nada kesal.

"Ampuni kami, Nona Muda ... Kami tidak bisa melakukannya, karena memang tidak bisa dideteksi bahan-bahan yang terkandung di dalamnya ..." jawab Tabib itu dengan suara gemetar.

"Tabib sia-lan!!! Tidak berguna!!!" raung Li Anya murka, saat mendengar jawaban para Tabib itu.

Salah satu Tabib itu maju, dan dia berkata dengan nada tegas.

"Jangan memaki kami seenaknya, Nona Muda! Kami hanyalah seorang Tabib, bukan Dewa! Tidak semua penyakit bisa kami sembuhkan begitu saja! Saran saya, Anda bisa datang untuk mencoba ke Balai Pengobatan Tabib Ajaib itu. Banyak yang sudah membuktikan, jika Tabib Anlian itu bisa menyembuhkan segala macam penyakit aneh ..."

Tubuh Li Anya menegang, saat mendengar nama itu.

"Apakah dia benar-benar seorang Tabib Ajaib?" tanya Li Anya dengan tatapan kosong.

"Ya, dia benar-benar seorang Tabib Ajaib wanita pertama di wilayah ini. Ramuan buatannya sangat efektif dalam menyembuhkan semua penyakit," jawab Tabib itu.

"Gawat! Aku kemarin memprovokasinya di Menara Jinxiang, apakah dia mau mengobati penyakitku ini sekarang?" gumam Li Anya dalam hatinya.

Li Anya menguatkan hatinya, dan dia langsung mengajak kedua sahabatnya untuk pergi ke Balai Pengobatan milik Anlian.

Sore harinya, tiga buah kereta Bangsawan berhenti di Balai Pengobatan milik Anlian.

Tiga orang wanita muda turun bersama pelayannya masing-masing, sambil mengenakan cadar di wajah mereka.

"Minggir kalian! Nona kami ingin bertemu dengan Tabib Anlian sekarang juga!" ujar salah satu pelayan itu dengan nada sombong.

Anlian yang sedang memeriksa seorang pasien tua tidak menoleh sedikitpun ke arah mereka.

"Jika ingin berobat, silahkan antri!" ujar Shen Luo, yang sekarang selalu berada di sisi Anlian.

"Apa katamu?! Antri?!! Hey, kami ini adalah para Nona dari Keluarga Bangsawan! Kenapa harus antri seperti rakyat jelata itu?!" seru Nona Muda Zhao, emosi.

"Mau Bangsawan atau rakyat Jelata, kalian sama-sama sedang membutuhkan pengobatan dari saya. Jika tidak ingin antri, maka pulang saja sana!" sahut Anlian dengan nada tegas.

"Tunggu sebentar ... Tabib Anlian, tolong sembuhkan wajah kami ..." ujar Li Anya, sambil menekan emosinya.

Anlian menatapnya sekilas, lalu berkata dengan nada acuh.

"Buka cadarnya ..." ujar Anlian.

Mereka membuka cadar wajahnya masing-masing, dan riuh suara bisikan langsung memenuhi ruangan.

"Ya, Tuhan! Mengerikan sekali wajahnya!"

"Benar! Seperti sebuah penyakit kutukan!"

Setelah melihatnya, Anlian menganggukkan kepalanya.

"Ya, parah sekali ..." ujar Anlian.

"Apakah bisa disembuhkan?" tanya Nona Zhao dengan suara parau.

"Bisa ..." jawab Anlian sambil menyeringai tipis.

Wajah mereka langsung berseri-seri, saat mendengar jawaban Anlian.

"Bagus! Sebutkan harganya, kami bersedia membayar mahal!" seru Nona Muda Li, antusias.

Namun, ucapan Anlian selanjutnya membuat tubuh mereka membeku.

"Tapi saya tidak mau ..." ujar Anlian.

"Apaaaa??!!! Kenapa tidak mau?!" bentak Nona Muda Li emosi.

Anlian berdiri dari duduknya, dan menatap mereka dengan wajah datar.

"Karena, bukan kewajiban saya untuk menyembuhkan orang yang memiliki hati dan mulut ... kotor!" jawab Anlian.

"Apakah semua ini ulah Anda?" tanya Nona Muda Fang.

"Apakah Anda memiliki buktinya, Nona Muda?" tanya balik Anlian.

"Jika bukan Anda, kenapa Anda tidak mau menyembuhkannya?" tanya Nona Muda Zhao.

"Sebagai seorang Tabib, saya berhak memilih, siapa pasien yang akan saya sembuhkan! Dan kalian bukanlah salah satu pasien yang ingin saya sembuhkan!" ujar Anlian dengan nada tegas.

"Pergi kalian! Jangan membuat kacau Balai Pengobatan saya!" usir Anlian dengan wajah datar.

"Beraninya Anda mengusir kami?! Awas saja nanti!" seru salah satu dari mereka dengan wajah jelek.

"Silahkan saja ... Saya tidak takut!" sahut Anlian.

Saat mereka bertiga keluar dari sana dengan emosi, Yaoyao berjalan mendekati Anlian.

"Apa kita perlu bersiap nanti malam?"

"Biar nanti ramuan itu aku yang mengurusnya, aku akan tinggalkan lima buah racun mematikan untuk mereka ..."

"Baik, Nona!"

♨♨♨

1
Lala Kusumah
wow kereeeeeennn ternyata si twins juga tranmigrator ya 🙏🙏👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Iya, Kak ... Prajurit elit dari masa depan ...😂
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke 🤗💖💖💖
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Hai pembaca setia cerita ini ...🤗

Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻

Terima kasih ...💖💖💖
Lala Kusumah
bukan triplets ya Mak kok twins, tapi tak apa-apa sama aja kok sing penting kembar 😍😍😍👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ya allah, dia ngakak ...🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😊🤗💕💕💕💕
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewita ... Selamat membaca dan semoga suka dengan ceritanya ...😊🙏🏻🤗💕💕💕💕💕
total 1 replies
Lala Kusumah
good job Anlian 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁😘😘😘💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
wah Anlian dapat rezeki nomplok tuh, mantaaap 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: sok atuh main ke bandung, Kak Lala ... kita ngaliwet bareng ....🤣🤣🤣
total 3 replies
Lala Kusumah
rasain Lo....
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
wow
Lala Kusumah: hai....
total 2 replies
aku
mawar thor biar semangat update, sp tau doble up 🙈🙈😁😁
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Semangat kok, Kak ... hanya lagi berduka hari ini, saudara aku meninggal. Kalau double up, aku nyerah kak ... otaknya gak kuat mikir ...🤣🤣🤣🤣🤣🤣. Terima kasih dukungannya, Kak ...🙏🏻😘🤗💖💖💖💖
total 1 replies
aku
red rose untukmu thorrr ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Thank you kak ...🙏🏻😊🤗💖💖💖💖💖💖
total 1 replies
aku
lope sakeboooonnnn ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Lope yuh sekebooon tooo kak ...🤗💖💖💖🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewi ... Terima kasih hadirnya dan happy reading ....😊🙏🏻🤗🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
gustiiiiii eta Upin dan Ipin 😂😂😂
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
jangan terlalu kasar ya 🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
Lala Kusumah
semangat Anlian 💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Lala ...🙏🏻😊🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ana Jus
seandainya ruangan itu ada di dunia nyata
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Aku juga baru nulis lagi di sini, setelah lama vakum 🤭.
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!