Saat Dunia dalam Kekacauan Besar, Origin Tree memilih Jiwa yang Terpilih untuk merebut kembali Tahta Raja Tertinggi dari kekuatan Jahat.
Qin Chen, Pria berusia 39 tahun di Bumi, mati dalam tragedi tabrak lari. Jiwa miliknya Terpilih sebagai Jiwa Terpilih dari Origin Tree.
Saat aku hidup kembali, aku menggenggam Langit dan Bumi di bawah telapak tanganku. Punggungku menyangga kejahatan Dunia, mataku menghancurkan segalanya.
Melangkahkan kakiku, aku akan merebut kekuasaan atas Tahta Raja Tertinggi!
(Update: 2/Day Jam tak nentu.)
(Peringatan: Gaya penulisan asal, alur cerita acak/gak nentu.)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nara Official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 : Pembicaraan dan Pemurnian Pil
Di dalam Paviliun Alkemis, Qin Chen menyerupai Iblis Jahat yang menggunakan kekuatan Terlarang dimana memberikan Kutukan kepada Pemuda di hadapannya.
Setelah memberikan pelajaran tentang keputusasaan kepada Mo Feng, Qin Chen menendang keluar dari Paviliun Alkemis tepat di depan mata Tetua di belakangnya.
Mereka mengutuk Qin Chen karena bersikap arogan dan sombong disana. Namun Qin Chen mengabaikannya, dan membersihkan tangannya lalu kembali berjalan ke arah Toko Herbal.
Qin Chen melihat Tetua disana terdiam, melewati tepat di sampingnya tanpa memberikan hormat sama sekali. Ini membuat semua orang di sekitarnya semakin mengutuk kesombongan Qin Chen.
'Sikap yang angkuh, sombong, dan percaya diri. Pemuda ini benar-benar seorang kultivator tanpa perasaan. Bahkan tidak menghormatiku sebagai Tuan rumah disini.' Batinnya.
Sementara itu, Qin Chen yang berdiri disana menunggu bahan-bahannya selesai di siapkan oleh wanita sebelumnya.
Setelah beberapa menit berlalu, Tetua tersebut melihat Qin Chen dan belum menegurnya. Qin Chen yang menunggu akhirnya mendapatkan bahan-bahan tersebut.
"Maaf Tuan, karena membuat anda menunggu begitu lama. Karena bahan-bahan tersebut cukup langka disini, dan sulit untuk mendapatkan disaat di Hutan mengalami lonjakan Monster." Ucapnya sambil menundukkan kepalanya.
Qin Chen hanya tersenyum. "Tidak apa-apa, terpenting bahan-bahan tersebut ada. Aku akan membayarnya, berapa semuanya?" Tanya Qin Chen.
"Baik Tuan ... Total semuanya adalah 16.000 Koin Emas." Balasnya sambil memberikan cek harga yang dibeli Qin Chen.
Melihatnya sekilas, Qin Chen mengambil dari sakunya, dimana dia menyembunyikan di dalam Penyimpanan. Dengan cara begitu, dia tidak dicurigai oleh orang-orang di sekitarnya.
Mengambil sekantong emas, Qin Chen memberikan kepada wanita di hadapannya. "Coba hitung, apa sudah cukup."
"Baik Tuan."
Wanita itu menyentuh Katong tersebut dan mulai menghitung. Beberapa menit kemudian, dia selesai menghitung. "Semuanya 18.450 Koin Emas."
"Begitu ... Sisanya sebagai Tip untukmu." Balas Qin Chen yang menyimpan bahan-bahan tersebut kedalam penyimpangan.
"Ah! Terimakasih Tuan, silahkan datang lagi ... " Balasnya.
Qin Chen tersenyum dan meninggalkan tempat tersebut. Tepat ingin melewati Tetua Paviliun, dia dihentikan olehnya. "Tunggu anak muda." Ucapnya.
Mendengar itu, Qin Chen berhenti dan melirik ke arah Tetua tersebut. "Ada apa? Jika hanya menanyakan tentang sebelumnya, kau membuang-buang waktu berhargaku."
Tetua Paviliun seakan tidak ada harga dirinya, dia seperti berada dibawah langit dihadapan Qin Chen. "Ikut aku sebentar, ada sesuatu yang aku ingin tanyakan." Ucapnya.
"Sigh ... Baiklah." Balas Qin Chen.
Mereka berdua akhirnya pergi dari tempat tersebut menuju lantai kedua. Meninggalkan tempat sebelumnya menuju ruangan di lantai kedua.
***
Setibanya di dalam ruangan, Qin Chen duduk di tempat duduknya. Di sampingnya, Pelayan memberikan minuman khas dari Paviliun Alkemis.
"Ada apa memanggilku kesini? Jangan basa-basi lagi, langsung saja ke intinya." Ucap Qin Chen sambil menyeduh minuman yang di siapkan sebelumnya.
Tetua tersebut lalu berbicara. "Aku melihatmu membeli bahan-bahan untuk memurnikan Pil Pemurnian? Apa kau seorang Alkemis?" Tanya Tetua.
"Entahlah ... " Balas Qin Chen yang seakan-akan tidak mau mengekspos dirinya lebih lanjut. Setelah menyeduh secangkir minuman, Qin Chen berbicara kembali. "Bukankah langsung bertanya tanpa memperkenalkan diri itu tidaklah sopan?" Tanya Qin Chen.
Tetua Paviliun Alkemis mengerutkan keningnya mendengar hal tersebut, di dalam ruangan itu dia lebih tua dibandingkan Qin Chen sekarang. Jika mengukur tentang usia, Qin Chen lebih tua dibandingkan dia.
Mati di usia 39 tahun, Jiwa Qin Chen telah melewati tahun demi tahun di Ruang Kosong hingga bangkit kembali. Sekarang, didalam ruangan tersebut mereka berdua beradu argument usia.
"Saya Cai Wei Bo, Tetua Paviliun disini." Balasnya.
"Ho ... Tetua? Lumayan untuk Ranah Tranformasi tingkat 5 sepertimu." Qin Chen mengetahui kekuatan dirinya dengan begitu cepat dan akurat.
Tetua Cai Wei Bo tidak dapat berbuat banyak mendengar perkataan Qin Chen. Disini dia menyadari bahwa kekuatan pemuda di hadapannya jauh di atasnya sehingga dapat mengetahui tingkatan kekuatan miliknya saat ini.
"Jika anda mengetahui, berarti anda lebih kuat dibandingkanku sekarang ini."
"Ya, sedikit lebih kuat dibandingkan milikmu. Jika telah mengetahuinya, kau tahu menyinggung seseorang akan mengalami bencana buruk." Balas Qin Chen.
"Jadi begitu, kenapa Tuan Muda Qin hingga sekarang menyembunyikan kekuatan tersebut? Bukankah dengan kekuatan tersebut, Tuan Muda Qin dapat menjadi jenius Kota, dan memiliki masa depan tak terbatas dibandingkan sekarang." Tetua Cai Wei Bo ingin mencari tahu tentang kenapa Qin Chen saat ini menyembunyikan kekuatan miliknya.
"Kenapa? Aku memiliki hal pribadi yang tidak dapat diketahui orang lain. Aku harap hanya sampai disini untuk mengekspos identitasku sebelum sesuatu hal yang tidak dinginkan terjadi." Balas Qin Chen dengan pandangan sedikit tajam melihatnya.
Didalam ruangan Qin Chen menghabiskan minuman sebelumnya, Qin Chen kembali berdiri dari tempat duduknya. "Kita akhiri disini, aku harap kau tetap diam atau menerima hadiah dariku."
Qin Chen pergi setelah mengatakan hal tersebut kepada Tetua Cai Wei Bo di dalam sana. Meninggalkan ruangan dan keluar dari Paviliun Alkemis tanpa sedikitpun luka ataupun hal aneh lainnya.
***
Diluar Paviliun, Qin Chen melihat ke arah gedung tersebut. Sekilas itu, Qin Chen pergi menuju tempat yang sepi untuk membuat sebuah Pil Pemurnian.
Beberapa menit berlalu, Qin Chen tiba di gang kecil di kota. Disana menelusuri lebih dalam dan menemukan tempat yang benar-benar sepi dengan pemandangan danau kecil berada di dalamnya.
'Tempat ini benar-benar menyerupai fantasi, lebih baik Memurnikan Pil disini dibandingkan ditempat lainya.' Batinnya.
Qin Chen lalu duduk di atas batu sambil mengeluarkan bahan-bahan herbal sebelumnya untuk memurnikan sebuah Pil Pemurnian yang dapat meningkatkan kekuatan kultivator yang naik ke Ranah selanjutnya.
Angin sepoi-sepoi berhembus menyejukkan tubuh dan hati Qin Chen. Dibawah langit, bahan-bahan sebelumnya terangkat naik ke atas permukaan dan melayang di sekitar Qin Chen.
Qin Chen mengendalikan bahan-bahan tersebut seakan-akan tengah mengendalikan Gravitasi yg telah lama menghilang. Menarik semua bahan-bahan ke hadapannya dan memulai proses peleburan bahan-bahan herbal.
Bahan-bahan sebelumnya mulai terbakar oleh Api milik Qin Chen, tanpa tungku kelas tinggi, Qin Chen dapat memurnikan sebuah Pil dengan kedua tangannya.
Tentunya dengan kemurnian 100% tanpa sedikitpun cacat didalamnya. Dengan begitu, Qin Chen secara otomatis mendapatkan julukan Alkemis Legenda di masa depan dan selanjutnya.
Api milik Qin Chen mulai membakar dan meleburkan bahan-bahan tersebut, setelah melebur semuanya, bahan-bahan tersebut berputar membentuk tornado mini di hadapan Qin Chen.
Qin Chen tersenyum puas melihat proses awal yang dia lakukan sekarang ini untuk membuat sebuah Pil. Dengan apinya, Qin Chen dapat meleburkan apapun menjadi sebuah cairan kental.
'Selanjutnya proses penyatuan bahan-bahan yang telah dimurnikan menjadi sebuah Pil.'
...
*Bersambung ...
jarang bgt baca novel system...kika ini bagus..wy not...
cus like coment subrek vote follow autor & bunga desa...
oke lanjoouuttss....