NovelToon NovelToon
Dosa Yang Kucintai

Dosa Yang Kucintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

"Aku mencintainya, tapi akulah alasan kehancurannya. Bisakah ia tetap mencintaiku setelah tahu akulah penghancurnya?"

Hania, pewaris tunggal keluarga kaya, tiba-tiba menghilang tanpa jejak. Meskipun seluruh sumber daya dan koneksi dikerahkan untuk mencarinya, Hania tetap tak ditemukan. Tidak ada yang tahu, ia menyamar sebagai perawat sederhana untuk merawat Ziyo, seorang pria buta dan lumpuh yang terjebak dalam bayang-bayang masa lalunya.

Di tengah kebersamaan, cinta diam-diam tumbuh di hati mereka. Namun, Hania menyimpan rahasia besar yang tak termaafkan, ia adalah alasan Ziyo kehilangan penglihatannya dan kemampuannya untuk berjalan. Saat kebenaran terungkap, apakah cinta mampu mengalahkan rasa benci? Ataukah Ziyo akan membalas dendam pada wanita yang telah menghancurkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

11. Professional

Hania melangkah menuju pos satpam dengan sebuah kantong kertas di tangannya. Saat melihat Pak Sarwo yang tengah duduk sambil menyeruput kopi, ia tersenyum kecil dan menyodorkan kantong itu.

"Pak Sarwo, ini ada sedikit oleh-oleh untuk Bapak," ujarnya pelan.

Pak Sarwo menatap kantong itu dengan alis terangkat. "Wah, buat Bapak?" tanyanya, sedikit terkejut.

Hania mengangguk. "Saya nggak bisa kasih banyak, cuma roti ini sebagai tanda terima kasih karena Bapak sudah membantu saya mendapatkan pekerjaan di sini."

Pak Sarwo menerima kantong itu dengan senyum lebar, membuka isinya, dan menemukan beberapa potong roti sederhana. Bukan makanan mahal, tetapi pemberian itu terasa tulus.

"Terima kasih, Neng. Nggak perlu repot-repot sebenarnya," katanya sambil tertawa kecil.

Hania tersenyum, namun dalam hatinya, ia tahu alasan sebenarnya. Ia tidak bisa memberikan sesuatu yang terlalu mahal, takut penyamarannya terbongkar.

Pak Sarwo menggigit rotinya, mengangguk puas. "Roti murah begini malah lebih enak kalau dikasih sama orang yang tulus. Terima kasih, ya."

Hania hanya tersenyum, lalu berpamitan untuk kembali ke dalam rumah. Sementara itu, Pak Sarwo menatap kepergiannya, merasa semakin yakin bahwa gadis itu memang orang baik.

***

Bryan melangkah menuju restoran, langkahnya sempat terhenti saat matanya menangkap sesuatu yang familiar, mobil yang sebelumnya selalu dipakainya, mobil Hania. Ia menghela napas kasar dan hendak mengurungkan niatnya untuk makan siang di restoran itu, tak ingin berkonfrontasi dengan Hania yang mungkin akan mempermalukan dirinya karena merasa sakit hati telah ia putuskan.

Namun, alisnya kembali berkerut saat melihat seseorang keluar dari mobil itu. Bukan Hania. Seorang pria yang tidak dikenalnya turun dengan santai, menutup pintu mobil dengan tenang, lalu melirik ke arahnya.

Pria itu, Rama, menyadari tatapan Bryan yang tajam. Ia menoleh dan menatap balik dengan alis sedikit terangkat. "Kenapa melihatku seperti itu?" tanyanya, nada suaranya terdengar santai, tapi penuh rasa ingin tahu.

Bryan menyeringai tipis, sinis. "Apa Hania menyukaimu sampai memberikan mobil ini padamu?" Suaranya terdengar setengah mengejek, seolah menilai Rama dengan tatapan meremehkan.

Rama menatapnya sejenak sebelum tertawa kecil. "Lucu sekali pemikiranmu," ujarnya santai, lalu berjalan melewati Bryan tanpa menjelaskan lebih lanjut, meninggalkan pria itu yang kini tampak semakin tidak suka.

Bryan mendecakkan lidah, lalu mengumpat pelan. "Wanita bodoh," gerutunya meski Hania tidak ada di sekitarnya. "Rela berkorban segalanya demi pria yang dicintai, tapi lihat sekarang? Apa gunanya?"

Ia menghela napas kasar, tangannya terkepal di sisi tubuhnya. Seandainya Hania lebih kaya dari Clara, ia pasti bertahan dengan Hania. Tidak akan meninggalkannya. Ia bisa tetap bersamanya sambil berselingkuh di belakangnya, menikmati segalanya tanpa perlu repot berpura-pura.

Sayangnya, Hania terlalu memegang teguh adat ketimuran. Terlalu peduli dengan moralitas yang baginya terasa konyol. Selama bertahun-tahun mereka berpacaran, yang bisa ia lakukan hanya sekadar menggenggam tangan atau memeluknya.

Bryan menghela napas panjang, rasa frustrasi memenuhi dadanya. "Bucin tolol," gumamnya sinis. "Cantik, tapi sama sekali nggak bisa diajak bersenang-senang."

Ia menendang kerikil kecil di dekat kakinya, masih kesal. Seandainya saja Hania tidak sebodoh itu... atau seandainya ia tahu siapa sebenarnya Hania.

Hania adalah putri tunggal Rian, seorang dokter radiologi yang sukses. Namun, meskipun berprofesi sebagai dokter, Rian tidak hanya mengandalkan pendapatan dari dunia medis. Ia memiliki beberapa restoran yang dikelola oleh istrinya, Riri, serta memegang saham di beberapa perusahaan besar, termasuk milik sahabat-sahabatnya.

Jika dibandingkan, keluarga Hania sebenarnya lebih kaya daripada keluarga Clara. Perbedaannya, keluarga Clara memiliki perusahaan sendiri yang namanya dikenal luas, sementara kekayaan keluarga Hania berasal dari sumber-sumber yang lebih beragam dan tidak terlalu terekspos ke publik. Mereka tidak memiliki perusahaan besar atas nama keluarga, tetapi aset, saham, dan bisnis yang mereka jalankan membuat mereka lebih dari cukup untuk hidup dalam kemewahan.

Ironisnya, Bryan, pria yang dulu mencintai Hania, memilih meninggalkannya demi Clara, dengan harapan bisa menguasai perusahaan keluarga gadis itu. Bryan mengira Hania hanyalah seorang wanita biasa yang bekerja di industri farmasi dan hidup sederhana.

Ia tak tahu bahwa mobil yang diakui Hania sebagai mobil second yang dicicil dari kenalannya itu sebenarnya dibeli secara tunai dengan cara yang tidak mencolok agar tidak menimbulkan kecurigaan. Ia juga tidak pernah menyadari bahwa gaya hidup hemat Hania bukan karena kekurangan, melainkan pilihan.

Bryan hanya melihat apa yang ada di permukaan dan menilainya tanpa mencari tahu lebih dalam. Keputusan Bryan untuk mengejar Clara demi kekayaan justru menjadi bukti bahwa ia bukan pria yang tepat untuk Hania.

Tanpa ia sadari, ia telah melepaskan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar harta. Sesuatu yang kelak akan ia sesali—cinta tulus yang ditukarnya dengan ambisi. Cinta yang mungkin tak akan pernah ia temukan lagi.

***

Hari telah sore, dan Hania bersiap memandikan Ziyo. Dengan penuh kehati-hatian, ia membantu pria itu masuk ke dalam bak air hangat yang sudah ia siapkan. Tangannya bergerak cekatan, membersihkan tubuh Ziyo tanpa sedikit pun keraguan. Ia menangani setiap luka dengan penuh perhatian, memastikan tidak ada bagian yang terlewat.

Ziyo, yang saat ini lumpuh dan memiliki beberapa luka yang belum sepenuhnya sembuh, diam-diam memerhatikan setiap gerakan Hania. Meskipun matanya tak lagi bisa melihat, ia bisa merasakan bagaimana tangan wanita itu bekerja dengan cekatan, seolah sudah sangat terbiasa menangani pasien sepertinya. Tidak ada sedikit pun kebingungan atau rasa canggung.

Selesai mandi, Hania mengeringkan tubuh Ziyo dengan handuk, lalu dengan telaten mengoleskan obat dan membalut luka-lukanya. Gerakannya begitu efisien, bahkan terasa lebih cekatan dibanding perawat yang merawatnya di rumah sakit. Ziyo tidak bisa menahan rasa kagumnya. Wanita ini mengaku pernah merawat orang yang terkena stroke, tapi dari caranya bekerja, ia seperti seseorang yang jauh lebih berpengalaman.

Namun, ada satu hal yang membuatnya heran. Biasanya, wanita yang merawatnya, bahkan perawat profesional sekalipun, akan menunjukkan sedikit kekaguman saat melihat tubuhnya. Ia tahu betul bahwa bentuk tubuhnya yang atletis, dengan dada bidang dan perut berotot, sering membuat wanita terpesona. Mereka mungkin akan terdiam sesaat, menarik napas dalam, atau bahkan menyentuhnya dengan ragu.

Tapi Hania? Wanita itu tetap tenang. Tangannya bergerak tanpa henti, tak sedikit pun menunjukkan tanda-tanda kekaguman.

Ziyo mengernyit dalam hati. Apa mungkin Hania benar-benar hanya melihatnya sebagai pasien? Atau ada sesuatu yang ia sembunyikan?

Saat Hania selesai membalut luka terakhir di tubuh Ziyo, pria itu akhirnya tak bisa lagi menahan rasa penasarannya.

“Kamu benar-benar cekatan,” ucap Ziyo tiba-tiba. Suaranya datar, tetapi ada sedikit kekaguman di dalamnya. “Bahkan lebih terampil daripada perawat yang merawatku di rumah sakit.”

Hania tetap tenang sambil merapikan peralatan medis. “Saya sudah terbiasa merawat orang sakit,” jawabnya ringan.

“Tapi tidak semua orang bisa merawat pasien dengan baik, apalagi kalau tidak memiliki latar belakang medis.” Ziyo sedikit menyandarkan tubuhnya ke kursi roda. “Jujur saja, aku kagum dengan keahlianmu. Tapi, aku juga heran…”

...🔸"Ambisi bisa membuatmu kaya, tapi hanya cinta yang bisa membuatmu bahagia. Tanpa cinta, hidup terasa hampa dan tak bermakna."🔸...

...🍁💦🍁...

.

To be continued

1
abimasta
riyan mulai keluar
Dwi Winarni Wina
Riyan putrimu merasa bersalah krn penyebab kecelakaan ziyo mengalami kebutaan lumpuh...

Hania membantu ziyo supaya posisinya tidak bs digeser sebagai pemilik perusahaaan...
Dwi Winarni Wina
Clara jgn mau rayuan gombal bryan hanya dijadikan pelampiasan hawa nafsu aja,,,bryan hanya ingin menguasai harta kekayaan aja Clara dan tidak tulus mencintaimu...
kaylla salsabella
wah ...mama Rita klu tahu kelakuan nya Clara mungkin langsung serangan jantung
kaylla salsabella
sama" saling cinta tapi tak saling menyadari
abimasta
kasian kamu clara jadi alat pemuas na^sunya bryan dan untuk menguras hartamu
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Bryan bukan ziyo, Clara. jangan harapkan proteksi. yg ada intimidasi.
Dek Sri
lanjut
kaylla salsabella
kabar baik ziyo
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
cinta mereka hadir perlahan tanpa paksaan. mereka saling membutuhkan. semoga mereka bisa bersama
Dwi Winarni Wina
Ziyo merasakan aman dan nyaman berada disisi hania krn hania merawat ziyo sangat tulus dan ikhlas...

Hania pergi ziyo ada yg hilang walaupun tidak bs melihat wajah hania ziyo bs merasakan ketulusan hania walaupun ada yg disembunyikan hania....
Dwi Winarni Wina
Pasti kabar baik buat ziyo smg ada donor kernel mata dan mengobati kakinya yg lumpuh....

Dalang utama adalah diva ingin mencelakai ziyo dan pura2 baik didepan ziyo bermuka dua diva ingin menguasai perusahaan.....
abimasta
semoga hania dan ziyo nantinya jadi pasangan yg berbahagia sama2 membasmi orang2 yang jahat disekitarnya
abimasta
tentunya kabar baik tuan ziyo
kaylla salsabella
egois si diva
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
apakah itu kabar baik tentang operasi ziyo?
abimasta
ambisimu tidak akan berhasil diva
Dwi Winarni Wina
Diva sangat ambisius menguasai perusahaan dan menjauhkan Zian dr ziyo agar tidak tergantung lagi....

Dasar ibu diva hanya mementingkan diri dan tidak mementingkan kebahagiaan Zian..
Diva tidak akan tinggal diam pasti akan mencelakai ziyo lagi....
naifa Al Adlin
haduh ibu yg egois,,, g mau mengerti keinginan anaknya. padahal hanya ingin dekat dengan kakaknya apa salahnya? nanti kamu akan susah sendiri diva
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ: keegoisan & ambisi diva bisa membuat dia kehilangan zian
total 1 replies
kaylla salsabella
mungkin diva sekongkol sama Brian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!