NovelToon NovelToon
Pilihan Hati Kiara

Pilihan Hati Kiara

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:558k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ara Nas Nasya Nuriva

Aku mencintaimu, Ale, tapi aku berpacaran dengan Elang yang tak lain keponakanmu. aku tidak pernah sakit hati putus dengan Elang. tapi aku sakit hati atas pernikahanmu (Kiara)


Kiara Putri Sanjaya, 21 tahun. terlibat hubungan salah sasaran. ia menjalani hubungan palsu dengan Elang selama setahun. terbebas dari Elang, berharap bisa dekat dengan Ale yang tak lain adalah Paman Elang. Namun, Kiara harus menelan pil pahit karena Ale akan menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ara Nas Nasya Nuriva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 20

Kiara POV

Sial!!! Aku hanya bisa mengumpat di dalam hati ketika seseorang membawaku dengan paksa. Jantungku belum berdetak normal sejak insiden ciu man mendadak Rio yang meleset.

Sekarang, jantungku kembali berdebar tidak karuan. Sungguh aku ingin menangis. Tangan ini sangan kuat mengunci tubuhku sehingga aku tidak bisa bergerak.

Laki-laki, ya, mataku masih dapat melihat dengan jelas dari pakaian yang ia kenakan. Hanya mulutku yang dia bekap. Laki-laki itu membawaku. Tidak! lebih tepatnya menyeret tubuhku menjauh dari ballroom hotel XXX, tempat Evan mengadakan acara ulang tahun.

Laki-laki ini melangkah dengan cepat. Sungguh badanku terasa sakit. Apa laki-laki ini tidak punya otak Bukankah lebih baik menggendongku dari pada menyeretku begini? Apakah dia tahu jika dia menyeretku begini kakiku bisa sakit? dan anehnya lagi kenapa hotel ini sangat sepi? Dimana pelayan dan petugas keamanan yang bertugas?

Laki-laki itu berhenti ketika kami sampai di taman belakang gedung hotel. Posisi badanku membelangi badannya sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya. Dia melepas bekapan pada mulutku dan membalikkan badanku.

“Surprise...........!!!” teriaknya sambil tersenyum lebar.

“Zian...!!!” ucapku tak percaya.

Zian yang kutahu adalah sahabat Elang ternyata orang yang sejak tadi menyeretku keluar dari acara ulang tahun Evan. Bagaimana bisa? Entah aku benar-benar kaget tak percaya dengan kenyataan di hadapanku.

“Hai, Ara...!!! Kenapa wajahmu begitu? Sepertinya kau terkejut” ucap Zian dan dia dengan wajah tanpa dosa tertawa melihatku yang hanya bisa diam dengan mulut sedikit menganga.

“Maaf, Ara jika aku menculikmu dari pesta Evan......”

“Kau mengenal Evan?" tanyaku, memotong ucapannya.

“Tentu saja. Evan adalah sepupuku. Bagaimana mungkin aku tidak mengenalnya?" ucap Zian dan dia kembali tertawa. Sepertinya dia puas menertawakan keterkejutanku.

“Kau terlalu asyik berdansa sehingga tidak menyadari keberadaanku padahal aku sudah memainkan lagu sahabat jadi cinta untukmu" sindir Zian dan itu membuatku mengerti mengapa tadi aku mendengar lagu itu ketika berdansa dengan Rio.

“Zian, sebaiknya kita kembali. Acara Evan belum selesai,” ucapku berusaha menghindar berduaan dengan Zian.

“Kenapa harus kembali? Apa kau tidak kangen denganku?Aku sudah jauh-jauh dari Indonesia terbang ke NY . Ayolah, Ara temani aku di sini!” bujuk Zian.

Seketika bulu kudukku merinding. Dengan Elang saja yang pernah menjadi kekasihku saja aku tidak kangen. Apalagi dengan Zian? Orang yang bisa dikatakan tidak dekat denganku. Laki-laki ini memang tidak beres dan otakku memberikan sinyal agar segera menjauh darinya.

“Aku harus mencari Olive. Tadi aku datang bersamanya. Aku takut dia khawatir mencariku karena kau tadi menculikku” ucapku memberi alasan.

Zian tidak mengindahkanku. Dia malah menarik tanganku hendak pergi meninggalkan area taman.

Pletaaakkkkkkk.....  

Tangan Zian dengan reflek melepas tanganku. Sebuah benda padat mendarat sempurna di kepalanya. Zian menundukkan badannya menahan sakit. Sesekali tangannya mengusap kepalanya.

“Nona Kiara, Anda tidak apa-apa?" tanya Evan cemas. Dia setengah berlari menghampiriku.

Aku mengangguk dan aku benar-benar bersyukur Evan datang tepat waktu sebelum Zian berhasil membawaku pergi. Evan menghampiri Zian dan menjambak rambutnya.

“Anak nakal!!! Kau datang kesini hanya membuat kegaduhan. Apa maumu hah?” tangan kanan Evan memukul Zian dengan payung berkali-kali sedangkan tangan kirinya masih setia menjambak rambut Zian.

“Ampun, Evan....!!! Ampun...” Zian mengaduh kesakitan.

Evan benar-benar memukul Zian tanpa ampun. Dia tidak memperdulikan teriakan Zian yang terus memintanya berhenti.

“Kembali masuk!!! Tugasmu itu menyanyi di acaraku bukan menculik boss ku!!!".

Evan mendorong tubuh Zian dan menggiringnya kembali ke ballroom hotel. Evan juga mengajakku untuk kembali masuk. Namun aku menolaknya dan tetap berada di taman. Sepertinya aku masih butuh oksigen untuk menetralkan jantungku.

Aku membalikkan badanku dan tiba-tiba seseorang memelukku erat, sangat erat. Sial !!! Siapa lagi ini? Baru saja ingin mencari oksigen bebas. Aku kembali mendapat spot jantung. Tubuh ini mendekapku sangat erat sehingga aku bisa mendengar detak jantungnya yang ramai seperti genderang perang.

“Kau membuatku takut, Kiara. Aku benar-benar takut" ucapnya dan aku tahu jika seseorang yang memelukku adalah Rio.

Rio menciumi rambutku beberapa kali dan aku bisa merasakan tangannya gemetar. Ada apa dengan Rio? Apakah dia benar-benar ketakutan saat aku tidak ada?

“Rio....Rio...”panggilku.

“Bisakah kau melepaskan pelukanmu? Aku tidak bisa bernafas" ucapku dan Rio dengan spontan segera melepas pelukannya.

“Maaf, Kiara. Aku benar-benar ketakutan saat kau tidak ada di hadapanku. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padamu. Aku..Aku...” Rio tidak dapat melanjutkan kata-katanya. Rio sepertinya sedang kacau, untuk berbicara saja kalimatnya kacau.

Entah dorongan dari mana. Tiba-tiba kedua tanganku mengunci wajah Rio, mendekatkan wajahnya denganku. Aku menenangkan wajahnya yang panik dan anehnya akupun tidak tahu mengapa bisa bibirku ini tersenyum padanya. Aku bisa melihat netra Rio sedikit basah.

“ I’m OK. I am still here" ucapku dan sontak Rio kembali memelukku.

Sungguh sepertinya aku ingin berteriak saja jika aku ingin bernafas dulu. Rio melepas pelukannya dan menarik tanganku.

Aku memberikan isyarat padanya untuk berhenti dulu. Aku ingin membuka heelsku. Kakiku benar-benar sakit akibat penculikan konyol Zian. Aku membuka heels dan tanpa aku duga Rio dengan cepat membopong tubuhku dan membawaku pergi.

Sebenarnya aku tidak enak dengan perlakuan Rio. Aku berkali-kali memintanya agar menurunkanku tetapi Rio seolah tuli. Dia baru menurunkan tubuhku ketika kami masuk ke dalam lift. Rio menekan tombol lantai paling atas. Apa maksudnya? Aku pikir dia akan membawaku kembali ke pesta Evan.

Lift berhenti dan pintu terbuka. Rio kembali membopong tubuhku dan seperti tanpa sadar aku mengalungkan kedua tanganku pada leher Rio. Rio terus berjalan hingga akhirnya kami tiba di rooftop hotel XXX.

“Kenapa kita kesini?” tanyaku ketika Rio menurunkan tubuhku.

Rio tidak menjawab. Dia malah duduk dan membaringkan tubuhnya. Rio dengan tenangnya membiarkan jas mahalnya bersentuhan langsung dengan lantai rooftop hotel.

Aku tidak punya pilihan. Terus bediri membuat kakiku sakit. Aku mengikuti Rio dan berbaring di sebelahnya. Sepertinya aku juga tidak akan peduli jika nanti baju dan rambutku kotor. Rio menatap langit dan aku hanya mengikuti tingkahnya. Suasana menjadi canggung. Akupun segan untuk membuka obrolan.

“Maaf...!” ucap Rio.

Aku menoleh ke arahnya dan ternyata Rio memejamkan matanya.

“Maaf untuk apa?” tanyaku pada Rio.

Hening, Rio tak menjawab. Rio membuka matanya dan menoleh ke arahku. Tatapan kami bertemu dan Rio kembali mengalihkan tatapannya ke langit.

“Aku tidak bisa menahan diriku. Maaf aku berusaha m e n c i u m mu saat kita berdansa" ucap Rio dan itu membuatku menahan tawa mengingat wajahnya tadi yang merah saat c i u m a n nya gagal.

“Kau marah?" tanya Rio lagi.

“Tidak! Sudahlah Rio lupakan kejadian tadi. Tidak usah merasa bersalah padaku" ucapku dan kini Rio

menggenggam tanganku.

Aku dapat merasakan tangan Rio sangat dingin. Aku membiarkannya saja dan aku tidak tahu setan dari mana yang masuk kedalam otakku. Tiba-tiba saja aku teringat pada Ale. Daya khayalku bekerja membayangkan jika Ale yang berada di sampingku. Andai saja Ale yang menggenggamku saat ini, pasti aku akan merasa sangat bahagia.

“Kiara...” panggi Rio.

“Hmmm....” jawabku dengan pikiran yang terus berkhayal tentang Ale.

“Aku mencintaimu” ucap Rio.

“Hah... ?”

Akupun kaget dan dengan spontan aku menoleh ke arah Rio hingga kini kami kembali bertatapan. Aku bingung harus menjawab apa. Laki-laki di hadapanku ini menyatakan cintanya kepadaku? Aku tidak tahu harus senang atau sedih.

Rio mencium punggung tanganku yang sejak tadi digenggamnya. Sorot matanya tak lepas dari kedua mataku seakan meminta jawaban dariku atas pernyataannya. Aku tak mampu mengucapkan apa-apa.

Rio memajukan wajahnya hingga jarak diantara kami sudah tidak bisa diukur dengan penggaris. Aku bisa merasakan deru nafasnya. Aku bisa mencium aroma tubuhnya. Sial...!!! umpatku dan aku hanya bisa menggigit bibir bawahku. Namun, tiba-tiba....

“Kiara...!!!”

Teriakan seseoran membuat aku dan Rio tersadar dan segera bangkit. Serempak, aku dan Rio menoleh ke belakang.

“Sial...!!! kenapa dia datang?” teriakku dalam hati.

1
Ferfi Risma Uli
entahlah!!
Tidqk patut dicontoh, IDE YG ABSURD, KARAKTER YG HALU.....
ADA YQ PEREMPUAN SEPERTI KIERA nemplok diidenyq thor
MommyAtha: namanya juga cerita, ONENG!!! kalau mau g halu yaa bukan fiksi
total 1 replies
Ferfi Risma Uli
kalau kiara anakku kupaatikan menguleni mulut atas, mulut bawah dgn cabe sembari diikat dipohon karet....

ABSURD BANGET
Ferfi Risma Uli
kalau kiara anakku kupaatikan menguleni mulut atas, mulut bawah dgn cabe sembari diikat dipohon karet....

ABSURD BANGET
Ferfi Risma Uli
NGAWUR!!!
Ferfi Risma Uli
Sinetron
Idang
semoga kiara menemukan kakanya yaa
Rury Jayanti
Luar biasa
Husnul Khotimah
keren ceritanya maak
Lina Zascia Amandia
Kak Atha, maafkan sy yg jarang nengok karyanya, soalnya ada tugas juga yg numpuk. Tp sabar ya pas santuy pasti mampir..... kadang like kadang baca.... Heheehehe...
Lina Zascia Amandia
Wkwkkwk episode ternyeleneh..... ada di orang kaya ranjangnya bisa patah.... asli nih..... kocak....
Lina Zascia Amandia
PAS asik2 baca pindah bab dibawah adalah ada visual. Sumpah untuk Kiara diluar expektasi sy Thor.... hehe.... bayangannya sih Anya liar n seksihhhh, maksudnya perannya....
mery harwati
😃Kiara ajak aja main ke Gunung Klothok atw ke SLG atw ke Besuki atw Posarang atw air terjun Dholo, banyak tuh tempat wisata Kediri yang bikin otak fresh lagi 😍
MommyAtha: aduh... bikin lapar ini mah
total 3 replies
mery harwati
Lah lah lah kenapa itu kota Pare Kediri dibawa bawa Thor ? Aq kaget lho beneran, karena aq juga orang Kediri 😃 Jangan² Dira di suruh ngajar di Kampung Inggris ? 😍, memang Kediri Bersemi selalu di hati ♥️
mery harwati
😃😃Ale, emang enak dikerjain sama Kiara 🤪
mery harwati
Waahh gila nih bocah 🤪 cinta emang gak peduli dia udah bekas orang juga ya bahkan masih sah, dapat wangsit dari lagu tadi tuh, jadi nekat 😃
mery harwati
Oh Jeng Kelin kapan ya aq bisa ke salah satu tempat wisata impian ku, Labuan Bajo,selain Raja Ampat 😍
mery harwati
Rio kau harus berjuang klo mau Kiara jadi istrimu 💪
MommyAtha: semangat
total 1 replies
mery harwati
Mengintip cerita nya dulu ya Thor 😍
mery harwati: Iya makasih ya Thor, sehat selalu bwt Author ya 💪
total 2 replies
Puspa Trimulyani
ini seperti keluarga mafia ya kak??? kok nyimpan senjata?
Puspa Trimulyani: 🤭😅😅😅🙏
total 2 replies
Ezhi Alfarizy
aq mampir nich thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!