NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Di Rumah Setan

Jerat Cinta Di Rumah Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Selingkuh / Rumahhantu / Tumbal / Iblis
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

"Hanya anak yang lahir dari Tulang wangi yang akan selamat! Istrimu, adalah keturunan penganut iblis. Dia tidak akan memberimu anak, setiap kali dia hamil, maka anaknya akan di berikan kepada sesembahannya. Sebagai pengganti nyawanya, keturunan ke tujuh yang seharusnya mati."
Pria bernama Sagara itu terdiam kecewa, istri yang telah ia nikahi sepuluh tahun ternyata sudah menipunya.
"Pantas saja, dia selalu keguguran. Ternyata bukan musuhnya yang membuat anak ku mati, tapi dia sendiri!"
Sagara pulang dengan kecewa, diketahui sang istri adalah seorang paranormal dengan bayaran selangit, kekuatannya tak di ragukan lagi. Ternyata....
"Lang, kamu tahu tidak, ciri-ciri perempuan yang memiliki tulang wangi?" tanya Sagara, putus asa.
"Tahu Tuan, kebetulan kekasihku di kampung merupakan tulang wangi." jawab Alang, membuat Sagara tertarik.
"Dia cantik, tapi lemah. Hari-hari tertentu dia akan merasa seluruh tulangnya nyeri, kadang tiduran berhari-hari."
Sagara tertarik, menatap Alang penuh arti

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak akan pulang

"Kita ke rumah sakit!" Niken berteriak panik, meminta Didit, supir Saga untuk segera menyalakan mobilnya.

"Ke rumah sakit buat apa?" tanya Saga, menyandar di pelukan Niken. Menutup hidungnya dengan tisu.

"Kamu berdarah, harus diobati." ucap Niken, menahan wajah Saga sedikit mendongak, agar darah tak banyak mengalir.

"Percuma." Jawab Saga, tapi Niken kukuh ingin membawanya ke rumah sakit terdekat.

"Airnya, masih ada?" tanya Mak Puah.

Saga melirik jok paling belakang, dimana ada botol plastik berisi air putih. Niken segera mengambil dan memberikan kepada Saga.

"Ini, air apa Mak?" tanya Niken, kini mereka sedang berada di rumah sakit. Niken masih memegangi botol yang isinya tinggal sedikit.

"Air doa, ku dapat dari seorang kiyai. Sudah lama sekali sehingga berulang kali ditambah dengan air biasa. Tapi, khasiatnya masih ada." jawab Mak Puah.

Ternyata air doa dari seorang kiyai. Niken mengamati wajah Saga yang pucat, kini terbaring di ranjang rumah sakit. Ini kali ke dua ia menyaksikan Saga tumbang.

"Mak, Apakah setiap kali bertengkar dengan Nyonya Gendis akan berakibat seperti ini?" tanya Niken pada akhirnya.

Mak Puah mengamati wajah Niken yang teramat khawatir, dia yakin sekali keduanya sudah terikat perasaan.

Baru saja Mak Puah ingin menjawab, derit pintu terdengar di buka. Alang dan Dewi sudah tiba.

"Bagaimana keadaan Paman?" tanya Dewi.

"Sedang tidur, sudah diinfus." jawab Niken.

"Niken, aku mau bicara sama kamu." Alang buka suara.

"Sana!" titah Dewi, ia duduk menggantikan Niken di dekat ranjang Saga.

Mereka keluar dari ruangan, berbicara di kursi tunggu.

"Besok aku akan mengantar kalian berdua pulang kampung." kata Alang.

"Mas Alang, aku belum bisa pulang saat ini. Aku masih bekerja, lagipula, tuan Saga masih sakit. Mana mungkin kita meninggalkan dia." jawab Niken.

"Tapi ini demi kebaikan kalian berdua. Aku tidak mau terjadi sesuatu terhadap kamu maupun Dewi. Lagipula, paman Saga punya istri, dia yang akan mengurusnya, bukan kamu!"

Ucapan Alang membuat Niken kesal sekali. "Aku tidak mau." jawab Niken.

"Kenapa?" tanya Alang, dia menelisik wajah Niken. Entah mengapa akhir-akhir ini Alang merasa Niken berubah, sikap Saga pun berbeda. Tiba-tiba Alang diminta mengawasi pekerjaannya di tempat lain. Tiba-tiba Saga lebih dekat dengan Didit. Padahal dulu Alang selalu menjadi andalannya.

"Niken! Jangan bilang saat ini kamu dekat dengan Paman Saga." tebak Alang.

"Tentu saja aku dekat, setiap hari aku pulang pergi bersamanya. Dia memberikan ku pekerjaan, apa aku harus menjauh, tidak peduli, dan meninggalkannya saat sedang sekarat begini?"

Alang terdiam, jawaban Niken itu membuatnya berpikiran kemana-mana.

"Aku tidak se-tega itu Mas. Aku akan tetap tinggal." kata Niken lagi.

"Niken, dia bukan orang baik. Kalaupun dia mendekati kamu, pasti ada tujuannya yang tidak kamu ketahui." Alang menahan lengan Niken, agar berbicara lebih serius.

"Memangnya, apa yang bisa diambil dariku? Sudahlah miskin, yatim piatu, dan kotor! Apa aku masih punya harga?" jawab Niken.

Alang terkejut, dadanya serasa di hantam mendengar jawaban Niken yang menyindir dirinya. Dia berusaha menahan gejolak emosi.

"Kalau Mas Alang mau pulang, itu lebih baik." melepaskan tangan Alang.

"Kamu tidak tahu siapa Gendis. Dekat dengan Saga sama artinya menantang kematian. Lebih baik pulang! Jauhi mereka!" tekan Alang.

"Maaf Mas, aku tidak bisa." jawab Niken.

"Jangan membuat aku memilih Ken. Kalau kamu tetap di sini, aku pun berat meninggalkan kamu." lirih, suara Alang memohon Niken agar mengerti.

Pembicaraan mereka terhenti, ketika seorang laki-laki memakai jas hitam datang menatap mereka.

"Hans." Alang menyapa, basa-basi menutupi kecanggungan karena sedang berdebat dengan Niken.

Pria itu berlalu, setelah melirik Niken dengan senyum tipis. Ia masuk ke ruangan rawat Saga. Dan tak lama setelahnya, Dewi dan Mak Puah pun keluar.

"Dek, Mbak pulang dulu." pamit Dewi.

"Iya Mbak, hati-hati." jawab Niken.

Niken duduk di bangku tunggu, memikirkan banyak hal yang tak seharusnya membuat pusing kepala.

"Mak? Apa yang harus aku lakukan?" tanya Niken.

"Apa kalian sudah menikah?" Mak Puah malah balik bertanya.

Niken mengangguk, tak menutupi lagi terhadap Mak Puah, lagipula Saga tak berniat menyembunyikannya.

"Kalau Gendis ingin menyeret suamimu ke tempat yang gelap, maka kamu punya hak untuk menyeret suamimu ke tempat yang terang."

"Aku bisa apa? Dia saja begitu lemah berhadapan dengan Nyonya Gendis." Niken berkata dengan bingung.

"Aku tidak tahu. Tapi sejauh ini, hanya kamu yang tidak terkena sihir Gendis. Hari pertama kamu datang, kamu keluar dan berlari ke halaman utama, itu sudah membuktikan bahwa kamu berbeda." ucap Mak Puah.

"Maksudnya Mak?"

Mak Puah menepuk pundak Niken. "Kamu melihat anak-anak itu? Hanya aku dan kamu yang bisa melihatnya. Mereka menjadi budak yang di peras sampai hari kiamat. Mereka ingin bebas. Mereka mencari pertolongan. Dan mereka memilih kamu."

"Tapi, Arya itu anaknya Nyonya Gendis Mak?" bisik Niken.

"Ya, anaknya di berikan pada tuannya. Anak orang lain, dia makan sendiri."

Niken bergidik ngeri mendengarnya, membayangkan hal itu sungguh mengerikan. Wajar saja Saga begitu putus asa.

"Sudah delapan anaknya yang ia serahkan sendiri. Sekali lagi, dia akan benar-benar tak terkalahkan. Siang manusia, malam menjadi setan. Bayangkan betapa bebasnya dia di dunia ini jika tak terkalahkan."

"Mak! Apakah tidak ada orang yang bisa mengalahkan dia?" tanya Niken.

"Tentu ada. Tapi dia itu terlalu menutup diri. Tidak banyak yang tahu seperti apa wajahnya. Aku sendiri sudah berusaha menemuinya. Tapi, tidak pernah berhasil." jawab Mak Puah.

"Siapa Mak?" tanya Niken penasaran.

"Kiyai Yusuf."

"Dia?" Niken bergumam, merasa memiliki sedikit harapan. "Dimana tempat tinggalnya Mak?"

Itu membuat Mak Puah menautkan alisnya.

Diamnya Mak Puah membuat ia ingin segera menemui Saga, membawa Saga pergi ke sana mungkin akan menemukan jalan keluar.

Cklek!

Niken membuka pintu kamar rawat Saga, tampaklah dua orang di dalamnya terkejut. Niken lupa kalau saat ini Saga sedang kedatangan seseorang.

"Maaf." Niken meraih lagi gagang pintunya.

"Tidak, saya sudah selesai." pria itu buru-buru berdiri, meraih tas jinjingnya lalu pergi melewati Niken yang berdiri kaku.

"Sayang." Saga meminta Niken mendekat.

"Siapa dia?" tanya Niken, duduk tepat di samping Saga, wajah mereka berhadapan.

"Teman ku, sekaligus orang yang bisa ku percaya." jawab Saga ,memeluk Niken sehingga tubuh mereka menempel sempurna.

"Kalau aku?" tanya Niken, memiringkan kepalanya hingga Saga melirik gemas.

"Istriku." mengecup bibirnya sekali.

"Belahan jiwaku." menciumnya lagi.

"Kesayangan ku." Saga mendekapnya.

Pelukan keduanya semakin erat, larut dalam rasa rindu yang tak padam meskipun berdekatan. Tapi, sesuatu yang terletak di belakang Saga membuat Niken penasaran. Ia mengambil dan melihatnya.

Alangkah terkejutnya Niken melihat senjata api di tangannya.

"Ini, apa?" tanya Niken. Saga menoleh, menyadari tangan kecil istrinya memegang sesuatu yang tadi di sembunyikan.

"Untuk berjaga-jaga." ucap Saga, mengambilnya dari tangan Niken, lalu menciumi Niken yang penuh kecemasan.

Jika nyawa Ani sudah melayang, bisa jadi orang berikutnya juga ada. Dan yang paling dekat dengan Ani adalah, Niken.

Saga memeluk Niken di tubuhnya, matanya menyorot dinding yang polos.

1
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
waduh dewi jadi janda dong 😝😝😝
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
ohhh jayy kmu tega benar ya rupanya karna iri dengki akhirnya kau smpe hati yaaa
☠ 🍒⃞⃟🦅 SULLY
sandiwara Alang mempermainkan Niken ,
pasti ada dukungan dari ustaz zainal
SENJA
naaah denger tuh dasar mokondo bejat 😤
SENJA
ihhh ga tau malu lu laki😤
SENJA
mampussss lu rasain lu mokondo 🤭😤
SENJA
lu bejat mokondo 😤
SENJA
si mokondo ini 😤
💞
rasain tu alang, kena bogem.
bonyok bonyok dah tu muka
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
kira kira Alang meninggoy gak ya 🙄🤔
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: aisss mana ada tnya ja ma kk dayang kira3 dewi jadi janda g
total 8 replies
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
gak pantas disebut ustad, iri dengki pembunuh pencuri pulaaa🙄🙄🙄🙄🙄
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
hhh... benar, biang keroknya si Jaenal ini ternyata, dah sikaat aja /Hammer//Hammer//Hammer//Cleaver//Cleaver/
Ai Emy Ningrum: malah lebih bersih drpd lap pel yg ada gagang nya😽
total 5 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
Mencurigakan ...
jangan jangan Sagara mau sama Niken karena dia wanita tulang wangi

tinggal Alang nih ....
apakah dia mau menyerahkan Niken ke Sagara 🤔
Dayang Rindu: terimakasih sudah mampir
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
emang apa hubungan seorang paranormal dengan resiko tidak punya anak ?

emang kalau paranormal ga bisa punya anak ??
Dayang Rindu: biasanya ada persyaratan tersendiri kak,
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
kasihan ...
Niken sendirian di rumah kayu itu
ditinggalkan tanpa ikatan yang jelas
hanya memegang janji manusia
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ 🍻
Ohh ... mereka saudara angkat,
bukan suami istri

tapi ......
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
Mak sum nenek kandung Alang, terus sekaligus keponakan ustadz jahat ituu , Wahh banyak kongkalikong inii🤣🤭
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎
lhaa kok isooo
apa yg sebenarnya terjadi hayoo
smg di di sini kya yusuf bisa menyadari nya krn 2 anak di besarkan bukan dr tngan sndri melainkan di titipkan
nahh kek mana oraan ne

setelah tau anak2 nya menemukan jalan masing2
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎: 💞💞🙈🙈🙈 begitukah
mgkin akan lebih baik ya
tgl kita tonton aja sambil goyang2 apa ya 🤔🤔🤔
total 2 replies
❤️⃟Wᵃf🥑⃟𝙉ልƁίĻԼልˢ⍣⃟ₛ
ngeeceeeesssss ilerrnyaaa bayangin makan mangga muda yang asem nya gak bisa dibayangkan 🤭🙈
Dayang Rindu: bikin ngilu gigi sampai ke hati. 😁
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aamiin ya Rabbal'alamiin 🤲
selamat menjalankan ibadah puasa thor
Ai Emy Ningrum: semoga fit lancar jaya ibadah nya /Pray//Heart/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!