setelah berhasil membalas dendam, Tang Yan merasakan kelegaan di hatinya yang membuat kepribadian nya berubah riang dan sedikit konyol.
perjalanan Tang Yan kali ini akan dimulai dari dunia Cyber-kultivasi.
bagaimana ceritanya..? tunggu dan nantikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelarian dan keberuntungan
Suara deru mesin Mecha-Sentinel di atas penthouse keluarga Lin perlahan memudar menjadi dengungan statis yang menjauh. Namun, bagi Tang Yan, Chu Ziyi, dan Luna, pelarian ini baru saja dimulai. Mereka meluncur turun melalui pipa pembuangan vakum raksasa, jalur pembuangan limbah industri yang jarang digunakan, yang membelah struktur kota Neo-Ark layaknya pembuluh darah yang membusuk.
Terowongan itu gelap gulita, hanya sesekali diterangi oleh percikan api statis yang keluar dari tubuh Xiao Bai saat bulu putihnya bergesekan dengan dinding logam pipa. Luna merasakan jantungnya berdegup kencang. Setelah melewati ritual "Latihan Neraka" dan "Mandi Cairan Ungu" di bab sebelumnya, indranya kini bekerja pada level yang berbeda. Ia tidak lagi merasa sesak oleh kecepatan ekstrem ini; sebaliknya, ia bisa merasakan setiap inci molekul udara yang menerpa wajahnya. Ia bisa mendengar detak jantung Tang Yan yang sangat stabil di depannya—sebuah detak jantung yang lebih mirip deburan ombak besar daripada denyut nadi manusia biasa.
Brak!
Mereka terhempas keluar dari ujung pipa, mendarat di atas gunungan limbah elektronik yang luar biasa besar di Sektor 13. Pendaratan itu menciptakan awan debu logam yang menyesakkan.
Tang Yan mendarat dengan posisi berjongkok sempurna, ia beruntung kali ini mendarat dengan posisi yang baik dan tidak lagi tersungkur, atau itu akan membuatnya merasa sangat malu. karena tubuhnya yang kini menyusut menjadi remaja 15 tahun, ia merasa keseimbangannya jauh lebih buruk. Sejak terobosannya mencapai ranah Returning ancestor.
Di sampingnya, Chu Ziyi turun dengan keanggunan putri es. Kakinya bahkan tidak menyentuh permukaan sampah; ia seolah mengambang beberapa milimeter di atas debu, mempertahankan martabatnya sebagai sosok misterius yang berasal dari dunia yang jauh lebih tinggi.
"Selamat datang di perut Neo-Ark," bisik Luna sambil berdiri tegak. Ia mengibaskan rambutnya yang kini tampak lebih berkilau, hasil dari pembersihan sumsum yang membuang semua toksin genetik dalam tubuhnya. "Sektor 13. Tempat di mana cahaya matahari adalah legenda kuno dan oksigen murni adalah komoditas yang hanya bisa dibeli oleh para petinggi Cyber-Core."
Xiao Bai, sang Kilin gagah dengan surai putih yang berkilauan, segera bangkit dan mengguncang tubuhnya, mengirimkan percikan listrik ke tumpukan monitor tua di sekitarnya. Dengan penuh semangat, ia berlari kecil ke arah Tang Yan dan mulai menggosokkan kepalanya ke lengan baju Tang Yan, meminta perhatian layaknya seekor anjing peliharaan yang setia.
Chu Ziyi yang melihat pemandangan itu memicingkan matanya. Sorot matanya yang dingin tampak sedikit lebih tajam dari biasanya. "Binatang tidak tahu budi," gumamnya dengan nada yang sangat rendah, namun cukup jelas untuk didengar Tang Yan.
Dulu, ketika dia masih berada di alam abadi, Xiao Bai adalah binatang suci yang menjaga gerbang kediaman Chu Ziyi. Ia adalah makhluk angkuh yang hanya tunduk pada keanggunan Chu Ziyi. Namun, entah bagaimana, selama mereka terdampar di lautan bintang yang terpencil dan bertemu Tang Yan, tidak tau cara apa yang dia gunakan untuk bisa membuat Xiao Bai justru berbalik setia kepada pemuda konyol ini. Penaklukan itu tidak dilakukan dengan kekerasan, melainkan dengan cara yang hanya diketahui oleh Tang Yan, mungkin lewat biskuit atau energi yang tidak bisa ditolak oleh insting binatang suci tersebut. batin Chu Ziyi.
Tang Yan tertawa nakal sambil menepuk-nepuk tanduk unicorn Xiao Bai. "Hahaha! Jangan begitu, Penguasa Istana Dingin. Xiao Bai hanya tahu siapa yang punya makanan paling enak dan energi paling hangat di dunia yang dingin ini, kan Boy?"
Xiao Bai meringkik riang, sama sekali tidak memedulikan tatapan membunuh dari mantan majikannya. Bagi Xiao Bai, Tang Yan bukan hanya sekadar master, tapi sumber kebangkitannya, tidak hanya itu, Tang Yan juga memiliki energi yang jauh lebih menarik daripada meditasi sunyi di tempat Chu Ziyi dulu.
...
Pemandangan di sekeliling mereka adalah definisi dari keputusasaan yang membeku. Sektor 13 bukanlah sekadar tempat sampah; itu adalah nekropolis teknologi. Gunungan rongsokan setinggi gedung pencakar langit menjulang di sekeliling mereka, membentuk labirin logam yang tak berujung. Ada bangkai mobil terbang dari generasi pertama yang sudah berkarat, sasis robot-robot pemanen yang rusak, hingga jutaan chip memori yang sudah hangus terbakar.
Uap kimia berwarna tembaga kusam menggantung di udara, menciptakan kabut abadi yang menghalangi pandangan ke arah langit-langit kota yang terbuat dari baja. Di sini, suara tetesan oli yang jatuh ke genangan asam terdengar seperti detak jam yang menghitung mundur kehancuran.
Tang Yan berdiri, menarik napas dalam-dalam, lalu segera terbatuk-batuk dengan heboh. "Ugh! Paman Arthur benar. Tempat ini baunya lebih buruk dari ramuan 'Cairan Pembersih Sumsum' buatanku kemarin. Rasanya seperti seseorang mencoba memasak ban bekas di dalam kuah kari!"
Meskipun ia bersikap konyol, mata Tang Yan tidak pernah berhenti bergerak. Di balik wajah remajanya yang polos, ia sedang melakukan pemindaian spiritual yang mendalam. Sejak kakinya menyentuh tanah Sektor 13, ia merasakan resonansi yang kuat.
Di dalam pusat jiwanya, Buku Emas Kekacauan mulai berdenyut. Setiap denyutan itu mengirimkan gelombang kehangatan ke seluruh pembuluh darahnya. Tang Yan tahu bahwa buku ini bukan sekadar kumpulan mantra; ia berisi catatan tentang kehancuran dunia dewa dan hukum-hukum dasar alam semesta.
BUM... BUM... BUM...
Getaran itu semakin kuat saat Tang Yan berjalan mendekati sebuah tumpukan mesin-mesin industri kuno yang sudah gepeng.
"Menarik," gumamnya pelan, kali ini tanpa nada bercanda. "Di dunia yang katanya hanya percaya pada kabel dan sirkuit ini, ada sesuatu yang memiliki frekuensi yang sama dengan 'Pohon Dunia'."
Luna mengikuti di belakang, waspada dengan tangannya yang kini bisa meremukkan baja. "Guru, apa yang kau cari? Kita harus mencari perlindungan. Para pemulung di sini, kaum Scavenger, adalah kelompok kanibal teknologi. Mereka akan membunuhmu hanya demi mendapatkan satu sendi mekanik dari sepatumu."
Tang Yan tidak mendengarkan. Ia mulai menggali tumpukan kabel yang sudah mengeras seperti akar pohon mati. Dengan satu sentakan ringan, ia menarik sebuah kotak logam hitam kecil. Kotak itu tidak memiliki layar, tidak memiliki tombol, dan beratnya terasa seperti gunung kecil bagi tangan manusia biasa.
Saat Tang Yan menyentuh kotak itu, permukaan logam hitamnya sedikit berpendar, menampakkan guratan-guratan Rune yang sangat halus, yang tersembunyi di bawah sirkuit mikro digital.
Chu Ziyi mendekat, matanya sedikit membesar. "Benda itu... ia mengandung esensi kehampaan. Seseorang telah memenjara hukum ruang di dalam kotak besi rendah ini."
"Persis," sahut Tang Yan, wajahnya berubah menjadi sangat berwibawa sesaat. "Ini adalah 'Jantung Arus Kekosongan'. Tampaknya, di masa lalu kota Neo-Ark, ada seorang kultivator yang tersesat seperti kita. Dia mencoba menggabungkan alkimia dengan teknologi sibernetik untuk menciptakan 'baterai jiwa' yang abadi. Tapi sepertinya dia gagal, atau lebih tepatnya... dia dikhianati oleh percobaannya sendiri."