NovelToon NovelToon
Istri Yang Terbuang

Istri Yang Terbuang

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: ummiqu

Menikah karena kemauan sendiri dan dengan pilihan sendiri tidak selamanya berbuah kebahagiaan.

Benazir adalah buktinya.

Menikah selama beberapa tahun dengan pria yang berusaha diperjuangkannya, malah menimbulkan luka dan kecewa berkepanjangan. Suaminya bahkan menganggapnya istri yang memalukan dan tak pantas dihargai.

Haruskah Benazir bertahan atau pergi.

Kisah ini akan sedikit menguras air mata.
Berminat ?

ikuti kisahnya yuk...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19 ( Mengusir )

Hari-hari Benazir berjalan seperti biasa. Kini ia kembali tinggal di rumah besar peninggalan ayahnya bersama Suci, Gama dan Darma.

Benazir juga sudah mengurus gugatan perceraiannya terhadap Arjuna dengan bantuan pengacara yang disewa oleh Awan. Dan kini ia hanya tinggal menunggu sidang perceraiannya digelar.

Benazir terlihat tegar. Apalagi didukung oleh ibu dan ketiga kakak tirinya membuat Benazir dapat melewati semua ujian hidupnya dengan mudah. Yanti dan Ardhan yang akhirnya mengetahui masalah Benazir pun turut memberi dukungan.

Sementara itu Arjuna baru saja kembali ke rumah setelah beberapa hari menemani Paula di Rumah Sakit. Arjuna pulang bermaksud mengganti bajunya yang kotor dengan baju bersih.

Saat membuka pintu Arjuna nampak mengerutkan keningnya. Rumah terlihat kotor dan berantakan. Ia segera bergegas ke kamar dan membuka lemari pakaian. Saat melihat tak ada satu pun pakaian milik Benazir yang tersisa di lemari, Arjuna pun terduduk di depan lemari. Ia merasa bahwa kali ini ia benar-benar kehilangan Benazir. Arjuna menoleh kearah meja rias, kosong. Tak ada satu pun make up milik Benazir tertata rapi di sana. Arjuna mengepalkan tangannya dengan perasaan tak karuan.

Masih tak yakin dengan apa yang dilihatnya, Arjuna pun bergegas membuka laci dan melihat dokumen pernikahannya tak lagi lengkap. Sepasang buku nikah yang biasanya tersimpan rapi kini hanya tinggal satu buah. Dan itu sudah memberi kepastian bahwa Benazir telah memutuskan berpisah dengan Arjuna.

Arjuna menjerit sambil meremas rambut di kepalanya. Ia merasa sedih teramat sangat saat mengetahui Benazir menyerah melanjutkan hidup bersamanya.

" Benazir, Sayangku...," rintih Arjuna dengan air mata yang menderas di wajahnya. Arjuna menangis seperti anak kecil. Ia menyesal telah membuat Benazir terluka dan mengabaikan keberadaannya selama ini.

Setelah beberapa saat menangis, Arjuna bangkit lalu berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.

Saat keluar dari kamar mandi, Arjuna melirik kearah tempat tidur dengan perasaan sedih. Ia teringat bagaimana Benazir dan dirinya bercinta di sana. Tapi Arjuna segera menepis bayangan itu dan bergegas mengenakan pakaiannya lalu menutup pintu.

Setelah mengunci pintu rumahnya, Arjuna melajukan motor meninggalkan rumah menuju ke Rumah Sakit untuk menjemput Paula.

\=\=\=\=\=

Kini Arjuna dan Paula tengah berdiri di depan rumah yang ditempati Paula selama ini. Paula memaksa datang ke sana dan berharap sang pejabat mau memaafkannya dan membiarkannya masuk ke dalam rumah besar itu.

Rumah terlihat sepi. Saat Paula dan Arjuna melangkah menapaki teras rumah, langkah mereka terhenti oleh sebuah suara yang melarang mereka masuk ke dalam rumah.

" Stop, berhenti di sana...," kata seorang pria berjas hitam sambil berdiri menghadang di ambang pintu.

" Kamu siapa. Bagaimana Kamu bisa masuk ke sini. Ini rumahku, sejak kapan Aku dilarang masuk ke sini...?!" tanya Paula marah sambil berusaha menyingkirkan pria berjas hitam dari ambang pintu.

Pria itu tetap berdiri mematung sambil menatap tajam kearah Paula.

" Aku bisa masuk ke sini karena diijinkan oleh pemilik rumah ini. Dan Kamu pasti tau siapa pemilik rumah ini bukan...," sahut pria berjas hitam itu dingin.

Paula terkejut mendengar jawaban pria di hadapannya itu. Tapi ia tetap berusaha mendorong pria berjas hitam itu agar ia bisa masuk ke dalam rumah. Merasa terganggu dengan ulah Paula, pria berjas hitam itu menepis tangan Paula dengan kasar dan membuat Paula jatuh tersungkur ke lantai.

Melihat Paula jatuh tersungkur, Arjuna pun marah dan menyerang pria berjas hitam itu. Tak mau ambil resiko, pria berjas hitam itu pun balas memukul Arjuna. Mendengar keributan di luar rumah memancing para pria berjas hitam lainnya keluar. Saat melihat teman mereka diserang, para pria berjas hitam itu membantu sang teman dan mengeroyok Arjuna. Mereka memukuli Arjuna hingga terkapar babak belur. Melihat hal itu Paula pun menjerit histeris meminta semua menghentikan aksi mereka.

" Sudah cukup. Jangan pukuli dia. Aku ke sini cuma mau ambil barangku aja...!" kata Paula.

Tiba-tiba sebuah tas dilempar dari dalam rumah. Paula yang mengenali tas itu sebagai miliknya pun segera meraih tas itu dan membukanya. Paula nampak terkejut saat mengetahui isinya, hanya ada selembar pakaian dan dokumen miliknya saja. Paula menatap tajam kearah pria berjas hitam yang tadi melempar tasnya.

" Hanya ini. Mana perhiasan dan uangku...?!" tanya Paula marah.

Para pria berjas hitam itu saling menatap kemudian tertawa keras. Mereka memegangi perut mereka saat tertawa seolah terlalu geli mendengar ucapan Paula tadi.

" Perhiasan dan uang yang mana Mbak. Bukannya situ ga bawa apa-apa waktu masuk ke rumah ini...?" ejek seorang pria berjas hitam.

" Kayanya dia juga lupa apa yang dibilang sama Bos di Rumah Sakit tempo hari...," kata yang lainnya.

" Bukannya Bos bilang kalo Kamu bakal jadi gembel dan ga punya apa-apa. Terus ngapain masih berharap uang dan perhiasan segala. Hei perempuan, sadar diri dong. Semua perhiasan yang Kamu punya itu dibeli pake uangnya Bos, jadi otomatis uang dan perhiasan itu milik Bos. Ga pantas Kamu meminta sesuatu yang bukan milikmu...!" bentak pria berjas hitam yang pertama kali menghadang mereka di ambang pintu dengan galak.

Paula meringkuk ketakutan. Setelah diceraikan dengan cara tak terhormat di Rumah Sakit tempo hari, ia masih berharap memiliki uang dan sedikit perhiasan untuk modal menjalani hidupnya kelak. Tapi semua harapan Paula itu buyar seketika.

Paula sempat mengecek tabungannya melalui mesin ATM di Rumah Sakit tadi. Ternyata akses menuju rekening tabungannya diblokir. Ia tak bisa mengambil uang bahkan dari tabungannya sendiri. Paula nampak shock dan mulai menangis.

Melihat Paula menangis tak sedikit pun menimbulkan rasa iba di hati para pria berjas hitam itu. Mereka menyeret Paula dan Arjuna keluar dari halaman rumah dengan paksa. Tak dihiraukan jeritan Paula yang meminta ampun.

" Bawa sekalian sampah ini...!" kata seorang pria sambil melempar tas milik Paula lalu menutup gerbang dan menguncinya dari dalam.

" Kalian jahat. Liat aja. Aku bakal hubungi Bapak dan mengadukan sikap kasar Kalian. Tunggu kehancuran Kalian karena setelah ini Kalian akan dipecat...!" jerit Paula sambil menendang pintu gerbang yang terbuat dari besi itu.

" Coba aja. Kita liat, siapa yang akan diusir sama Bos...," tantang pria berjas hitam itu dengan tatapan mengejek.

" Ok, liat ini...!" kata Paula sambil mengacungkan ponselnya yang sudah tersambung dengan sang pejabat dalam sambungan video call.

Semua pria berjas hitam itu terlihat santai. Mereka berbaris menghadap kearah ponsel milik Paula seolah menunggu instruksi selanjutnya dari sang pejabat.

" Bagaimana, apa Kalian sudah menyelesaikan tugas Kalian...?" tanya sang pejabat dengan suara beratnya.

" Siap, sudah Pak. Kami sudah mengusir Paula dan selingkuhannya...," sahut para pria berjas hitam itu bersamaan.

" Bagus. Apa Kalian juga sudah memberi sedikit kenang-kenangan untuk pria itu...?" tanya sang pejabat lagi sambil menghisap dalam rokok di tangannya.

" Siap, sudah Pak...," sahut mereka lagi.

" Ok. Tunggu saja di sana, Aku akan kirimkan bonus untuk Kalian lewat rekening Kalian masing-masing...," kata sang pejabat yang tentu saja mengejutkan Paula dan Arjuna.

Paula mengarahkan ponsel kearah wajahnya agar ia bisa bicara dengan suami sirinya itu. Tapi sang pejabat segera memutuskan pembicaraan dan tak memberi kesempatan Paula untuk bicara.

Saat Paula menoleh, ia melihat para pria berjas hitam itu kembali melangkah santai ke dalam rumah meninggalkan Paula yang terpaku di luar gerbang dengan wajah pucat.

\=\=\=\=\=

1
Jade Meamoure
duhai masih ada gak ya lelaki kyk Ardhan... duh meleleh aq thor
Jade Meamoure: orang Kalimantan kah?? pasalnya sebutan kuyang tuh
total 2 replies
Safa Almira
bagus banget
any Sulistiani: Alhamdulillah. tp sayang bacanya lompat bab ya kak 🙏😊
total 1 replies
Safa Almira
suka
any Sulistiani: Alhamdulillah..., mksh supportnya kk. Lanjut lagi yuk, mksh 🙏😊
total 1 replies
Dwi Setyaningrum
kalau nyesel ya gt juga kali sikapnya Juna Juna..kyk ga bnr2 menyesal deh 🤔🤪
any Sulistiani: betul say, lanjut lg yuukk..., mksh
total 1 replies
Epijaya
good Mutia jgn mau diperlakukan oleh sampah itu.
any Sulistiani: siaaapp bund...
total 1 replies
Guntar Nugraha S
ttp semangat Yaa @UmmiQu
any Sulistiani: Alhamdulillah..., siaapp abii
total 1 replies
Elly Watty
ntar baru merasakan nikmatnya surga dunia si ulet bulu bkin ulah deh
Elly Watty
dunia novel emag pnuh kehaluan, mna da trauma perceraian sampe segitunya, klw trauma akibat diperkosa sih wjar..... jgn bkin krakter yg g wjar donk thor
any Sulistiani: gpp, kalo suka dilanjut kalo ga suka tinggalin aja KK... beres kaann...
total 1 replies
Elly Watty
kirain mngikuti irama musik d club ternyata d lmpu merah 😁
any Sulistiani: he he... iya say
total 1 replies
Narimah Ahmad
👍👍👍😊 selamat menjalani kehidupan berumah tangga dn semoga berkekalan selamanya 😍🥰🥰 amin
Narimah Ahmad
kata kesal sudah terlambat buat hati yg telah kau sakitin dn cuma orang pernah melaluinya yg tau bertapa hancur hati seorang bernama isteri
any Sulistiani: se7 Kak..
total 1 replies
Narimah Ahmad
umpama lagu madu ditangan kanan mu racun ditangan kiri mu cuma mana satu yg kau berikan panjang sgt pulak
any Sulistiani: he he..., lanjuuuut kak
total 1 replies
Narimah Ahmad
tak sayang dgn istri ya malah cari susah sendiri lupa dgn Segala janji yg diucapkan
any Sulistiani: iya KK, gitu deh ciri org ga bersyukur. Nyari emas tp berlian di tangan malah dilepasin
total 1 replies
anitha yunita
berharap banas berjodoh dengan ardhan
any Sulistiani: aamiin...
total 1 replies
anitha yunita
peluk jauh kak Mutia semoga bahagia selalu bersama 2buah hatinya. pasti maher bakalan nyesel tuh udah nyia nyiain wanita dan ibu hebat😍😍
any Sulistiani: aamiin, mksh doanya bund... # yup. lanjuuutt..
total 1 replies
anitha yunita
tersiksa menderita gak cinta tapi punya anak 2 itu apa namanya dasar lelaki egois
any Sulistiani: betul. jd ikutan emosi ya say...
total 1 replies
anitha yunita
semoga berjodoh dengan ardhan. alhamdulillah kedok mager terbuka
any Sulistiani: aamiin..., lanjut lg yuk
total 1 replies
anitha yunita
padahal berharap banas sama ardhan . semoga saja mager baik
any Sulistiani: siippp..., lanjut say..
total 2 replies
anitha yunita
malu gak lu jun nama aja Arjuna tapi kelakuan nya minus kena mental gak tuh 🤣🤣🤣puas banget bacanya
any Sulistiani: he he..., Iya bund
total 1 replies
anitha yunita
kasian makanya Jagan pernah sia siain yang mau berjuang nol bersama
any Sulistiani: se 7 bund..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!