Raffi & Syila💙
Kisah cinta rumit yang di jalani dua orang remaja SMA.
Awal nya kisah mereka hanya di landasi oeh perjodohan dari orang tua mereka.
Namun siapa sangka karena perjodohan tersebut, timbul rasa cinta di hati ke dua nya.
Namun sikap dingin dan cuek Rafi mampu menutupi Rasa cinta nya kepada Syila.
bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa saja halangan dan ritangan yang di hadapi dalam mempertahankan hubungan mereka?
dan bagaimana Akhir dari kisah cinta mereka?
silahkan baca:👇
🄺🄴🅃🄾🅂 🄳🄸🄽🄶🄸🄽 🅅🅂 🄶🄰🄳🄸🅂 🄼🄰🄽🄹🄰
pemanis cerita ada di part 44 (possessive rich man 7) yah...
*Semoga kalian suka yaa...
kalau ada salah koment nya jangan pedes pedes yah😅
babay😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fithry fifhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 19
(Sikap sweet Rafi dan kenyataan yang pahit)
Flashback on...
"Udah selesai ngocehnya bu?"
'Glekk'
Syila menelan salivannya kasar, saat suara dingin dan menusuk itu begitu terdengar di gendang telinga nya.
gadis ini membalikan tubuhnya dengan gemetar, ia menggaruk tengkuknya dan tercengir menatap pria tampan yg tengah menyenderkan badannya di tembok pintu kamar mandi.
"Eh.. ka udah selesai mandinya?" Pertanyaan konyol itu sukses di keluarkan dari mulut gadis cantik ini.
sedangkan Rafi, pria itu hanya diam menatap gadis itu datar. dan tanpa menjawab pertanyaan Syila, Rafi pun berjalan dengan santai menuju tempat tidurnya.
"Karna lo udah masuk kamar gue, dan jangan coba coba keluar!"
"Ya... terus aku ngapain disini?"
"Gue pusing!"
"Ya terus?"
"Pijitin kepala gue!"
"Kaka sakit?"
"Ngga!"
"Terus itu?"
Rafi menatap gadis itu datar. sungguh kekasihnya itu sangat cerewet. bikin tambah pusing aja.
"Bisa ga sih lo ga usah banyak tanya? lakuin aja sih yang gue bilang!"
"Iya iya maap!" ucap Syila
dan dengan pasrah gadis ini berjalan menghampiri Pria yang tengah menyenderkan kepalanya di sanggahan ranjang.
Rafi merebahkan kepalanya di paha Syila seusai gadis itu duduk di sebelahnya. dan gadis itu pun dengan perlahan mulai memijit kepalanya. sungguh gerakan tangan halus itu membuatnya nyaman.
"Kaka udah makan?"
"Belum."
"Ko belum makan sih?"
"Males."
"Is ga boleh males males kalau makan tuh... kalau udah sakit gini kan repot. pasti di tambah di sekolah tadi kaka main basket ya sambil panas panas an?" omel gadis ini dengan khawatir.
"Gue udah biasa!"
"Ya sekarang ga boleh di biasain. nanti sakit lagi! untung sekarang cuman pusing. gimana nanti nanti kaka pingsan, kan repot!"
"Ck... gue nyuruh lo mijitin kepala gue bukan ngomel. nambah pusing tau ngga!" decak Rafi kesal. kekasihnya ini memang cerewet.
"Ya... kan aku khawatir sama kaka!"
"Ga perlu!"
"Ih... di bilangin juga malah ke gitu. aku kan pacar kaka jadi wajar dong aku khawatir!"
"Dan gue ga perlu ke khawatiran lo. gue juga bisa jaga diri!"
"Ya tapi kan ka...."
"Bisa ga sih lo diam!" ucap Rafi yang spontan bangkit dari rebahannya dan menatap gadis itu dingin.
"Iya iya maap!" ucap Syila dengan menunduk.
Dan dengan seperti semula, Rafi pun kembali merebahkan kepalanya di paha Syila.
"Aku cuman ga mau kaka kenapa napa...," batin Syila.
Syila memijit kepala Rafi dengan lembut dan penuh perasaan. membuat sang empu memejamkan matanya, pertanda bahwa dia memang benar benar nyaman.
___
Seperkian menit kemudian Syila menghentikan tangan nya yang memijit kepala Rafi saat suara dengkuran halus itu terdengar. ah... rupanya pria ini tertidur.
Syila menatap wajah Rafi dengan dalam. terlihat polos dan sangat damai saat tertidur. tidak ada wajah datar, garang, dan sebagainya. membuat pria ini terlihat sangat manis😋😅
Syila mengusap ngusap rambut Rafi yang berwarna hitam kepirangan. turunan bule dari kake nya. lembut dan penuh kelembutan membuat pria ini bertambah nyaman.
"ehh"
Syila terperangah saat Rafi menyampingkan badannya, dan beralih memeluk perutnya dan menenggelamkan kepalanya di lekukan perutnya. untung saja gadis ini memakai dress selutut. jadi, tidak bisa tersingkap.
"Huh!"
Syila menghembuskan napas nya kasar. lama lama pegel juga ni tangan. di tambah ia sekarang malah mengantuk. dan dengan pasti gadis ini pun terpejam dengan kepala yang di senderkan di sanggahan ranjang di belakang nya.
tik....
tok...
tik...
tok...
suara jam dinding begitu terdengar jelas di ruangan yang begitu sunyi ini. hanya terasa angin sejuk yang keluar dari AC di kamar luas nan megah ini.
Rafi...
pria itu membuka matanya secara perlahan. ia merenggangkan pelukannya dan mendongak menatap gadis nya yang terlelap dan kemudian ia pun monoleh ke arah jam dinding yang menunjukan pukul 04: 15. ah... rupanya ia tertidur sekitar 4 jam an. mungkin saking enak dan nyaman nya.
Rafi bangkit dari rebahan nya dan terduduk. ia menatap gadis cantik ini dengan dalam. memandang setiap inci lekukan wajah yang terlihat sangat sempurna ini. mata biru gadis itu yang tertutup, alis yang tidak terlalu tebal namun juga tidak terlalu tipis, bulu mata yang lentik, hidung yang mancung namun terlihat sangat kecil, bibir tipis yang sangat manis, dan jangan lupakan pipi gadis itu yang terlihat cubby, membuat gadis ini terlihat sangat lucu dan menggemaskan. sungguh, tidak ada sedikitpun kekurangan dari wajah gadis ini.
Dengan perlahan tangan Rafi terangkat, menyentuh wajah cantik ini. ia menatap nya dengan lembut dan penuh perasaan. mengelus pipi gadis itu dengan tangan halus nya.
"Bangun..." ucap Rafi dengan menepuk pelan pipi Syila, membuat gadis itu terusik dan membuka matanya.
"Kaka udah bangun?"
"Keliatan nya?"
"Iya!"
"Itu tau." ucap Rafi datar dan kemudian ia pun turun dari ranjang nya dan menuju kamar mandi.
"Datar mulu perasaan. kapan lembut nya?" Lirih Syila yang menatap kepergian Rafi.
gadis ini bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah balkon yang menampakan pemandangan indah. terlihat langit yang mulai berwarna kekuningan. terlihat indah ditambah angin sepoi sepoi yang menyejukan.
Syila terlonjak kaget saat sebuah tangan melingkar di perutnya dan dagu seseorang bersandar di bahu nya. dan aroma maskulin yang mulai menyerbak di hidung nya.
"Ka Rafi, lepasin!" ucap Syila memberontak
"Diem," ucap Rafi dingin membuat gadis ini terdiam dan pasrah.
cukup lama mereka dalam posisi seperti ini. sehingga membuat gadis ini tidak nyaman, dan merasa heran dengan perlakuan Rafi yg berbeda dari biasanya.
"Ka udah lepasin, aku pegel!" ucap Syila beralasan.
dan untungnya pria itu menurut.
Syila membalikan badannya menghadap Rafi yang rupanya pria itu tengah menatap nya.
"Kenapa?" Ucap Syila dengan menyentuh pipi kanan Rafi.
Rafi terdiam dan mengangkat tangan nya. menyentuh tangan gadis itu yang menyentuh pipinya. Rafi menurunkan tangan Syila dan menggenggamnya lembut, menatap mata biru nan indah milik Syila dengan dalam.
Sedangkan Syila gadis ini pun menatap Rafi. terlihat dari sorot mata pria ini yang terlihat berbeda. seperti ada yang ingin di ucapkan tapi terkesan ragu.
"Ada yg mau kaka bicarain sama aku?"
Rafi menunduk, menarik napas dalam dalam dan kemudian mendongak.
"Gue mau jujur sama lo!"
"Jujur tentang apa?"
Tanya Syila, namun Pria itu malah terdiam. ia menatap mata kekasih nya dengan dalam.
"Lo cinta sama gue?"
Syila mengerenyit kan dahinya pertanda heran. mengapa pria ini bertanya seperti itu yang menurut nya sangat aneh.
"Kenapa kaka nanya kaya gitu?" Tanya balik Syila
"Jawab aja!"
"Tanpa aku jawab pasti kaka udah tau jawaban nya. ga mungkin aku bertahan sejauh ini, kalau aku ga cinta sama kaka!"
Ucap Syila serius dan penuh penekanan. bahwa ia memang benar benar mencintai pria ini tanpa paksaan apapun. entah itu perjodohan, atau lainnya.
Rafi terdiam menatap gadis itu lama. ia melepaskan genggaman tangan Syila dengan pelan.
"Tapi gue ga cinta sama lo!"
'Jlebbb 🔪🔪'
'Sakit'
'Sakit banget'
Gadis ini menghembuskan napas nya pelan dan kemudian tersenyum pake smile.
"Aku tau!"
Ucap Syila dengan mengalihkan pandangan nya. dan seperkian detik kembali menatap Rafi.
"Aku emang cinta sama kaka. dan soal kaka cinta apa engga nya sama aku, itu urusan kaka bukan urusan aku. jadi ga masalah!" ucapnya halus namun menusuk. membuat Rafi diam mencerna kata kata kekasih nya.
Syila membalikan badan nya, dan kembali menatap langit yang kini bisa di katakan senja.
"Aku ga pernah berharap kalau kaka harus cinta sama aku. aku juga ga berharap aku punya ruang di hati kaka. aku cuman pengen kaka ngertiin aku, ngehargain bagai mana perjuangan aku selama ini, perjuangan selama hampir 8 bulan kita bersama!" ucap Syila dengan pandangan yang terus menatap langit.
Rafi berjalan menghampiri gadis itu, dan berdiri di samping nya.
"Gue udah berusaha Syil... gue udah berusaha buat cinta sama lo, sayang sama lo, dan coba buka hati gue buat lo.tapi...."
Syila terdiam menunggu lanjutan omongan Rafi. ia menatap pria itu dengan tatapan lamatnya
"Ga bisa!"
'Degg'
'Perih'
'Tentu saja sangat perih'
Syila mengalihkan pandangan nya ke sembarang arah. saat sambungan omongan Rafi begitu terasa menyakitkan.
"Cinta emang ga bisa di paksain, dan aku akan dengan setia menunggu, sampai kaka bener bener cinta sama aku tanpa paksaan apapun!" ucap nya yang kini menatap Rafi kembali.
"Tapi ini masalah nya beda!"
Ucap Rafi membuat gadis ini terheran,
"Maksud kaka?"
"Gue cinta cewe lain!"
'bommm'
'Apalagi ini ya allah'
'Hancur sudah hati nya'
'Sakit... kenapa kenyataan ini begitu pahit?'
Syila menunduk...
mencoba menyembunyikan air mata yang mulai ingin keluar dari mata indahnya. ia menyentuh dadanya yang kini terasa sesak. sungguh kata kata singkat Rafi sangat ber efek buruk di hatinya.
Dan dengan gemetar Syila mendongak, berusaha menutupi rasa sakit nya.
"Siapa?" Tanya Syila.
"Lo akan tau suatu saat nanti!"
Syila hanya tersenyum miris menanggapinya. pria yang begitu ia cintai malah mencintai wanita lain.
'Kenapa ini harus terjadi kepadanya?'
"Lalu kenapa kaka masih pertahanin aku?"
"Gue ngga tau!"
"Gue ga bisa ngelepasin lo gitu aja! gue ga akan rela kalau nantinya lo harus sama cowo lain!" sambung Rafi.
'Egois'
Itulah sekiranya kata kata yang terlintas di pikiran Syila.
*******************************************