NovelToon NovelToon
Suami Bayaran

Suami Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yeni Eka

Kisah tentang Cahaya atau Aya (30) seorang pengusaha wanita muda yang sudah menjalin hubungan kasih selama lebih dari 10 tahun dengan kekasihnya yang bernama Rudi. Mereka sudah merencanakan acara lamaran namun tiba-tiba Rudi membatalkan dan memutuskan hubungan dengan Aya tanpa alasan yang jelas. Aya yang tidak ingin membuat ibunya bersedih karena kegagalan acara lamarannya berusaha untuk mencari pengganti Rudi.

Kemudian ia bertemu dengan Rizal (23) seorang OB berwajah tampan. Pertemuan karena salah paham itu membuat mereka semakin dekat. Aya dan Rizal akhirnya sepakat untuk melangsungkan pernikahan istimewa dengan perjanjian tertentu.

Pada akhirnya mereka saling jatuh cinta di dalam ikatan pernikahan istimewa tersebut. Apa yang membuat mereka saling jatuh cinta? Dan bagaimana mereka menyikapi konflik karena kehadiran orang ketiga yaitu orang-orang yang pernah hadir di masa lalu Aya dan Rizal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Eka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rizal POV Part 2

Aku mengantarkannya ke Optik Kasih. Sepertinya ia bekerja di sini. Tidak lupa aku mengucapkan terima kasih karena sudah mau menemaniku mencari sepatu untuk adikku.

"Oh iya, Rizal boleh gak aku minta tolong satu kali lagi. Kalau motor aku sudah selesai diperbaiki, kamu bisa ga temenin aku ambil motor di bengkel tadi, soalnya aku ga ngerti apa-apa tentang motor," katanya dengan ekspresi memohon. Dan tentu saja aku menyanggupinya.

Dia langsung berbalik dan hendak masuk ke toko. Dia sepertinya melupakan sesuatu, bagaimana caranya dia menghubungiku. Setelah aku ingatkan, baru dia meminta nomor handphoneku, dan langsung missed call ke nomorku.

Keesokan harinya aku menemaninya pergi ke bengkel untuk mengambil motor miliknya yang sudah selesai diperbaiki. Sepertinya dia merasa sangat terbantu olehku. Lagi-lagi dia ingin memberikan sejumlah uang kepadaku sebagai rasa terima kasihnya, tentu saja aku menolaknya.

"Teh, ucapan terima kasihnya voucer traktiran aja nanti akan saya minta kapan-kapan." Itu kalimat yang kuucapkan.

"Ya udah aku traktir kamu sekarang aja," ucapnya padaku.

"Maaf Teh, kalau sekarang saya sedang ada keperluan, nanti saja nanti pasti akan saya minta." Aku menolaknya karena sebetulnya hari itu aku sedang berpuasa, dan lagi pula memang aku sengaja agar bisa bertemu lagi dengannya di lain waktu.

Beberapa hari berikutnya aku tidak pernah bertemu dengannya lagi, kadang-kadang aku sengaja melirik kanan kiri ketika mengendarai motor dengan harapan semoga saja tercipta momen kebetulan lagi bertemu dengannya.

Semakin hari perasaanku semakin aneh, kenapa bayangan senyumnya seolah menempel lekat di pikiranku. Apakah aku sedang merindukannya? Ah, jangan rindu karena rindu itu berat kata Dilan. Aku punya nomor handphonenya, tapi aku tidak punya nyali untuk menghubunginya, aku bahkan tidak punya keberanian untuk sekedar mengirim pesan kepadanya.

Setiap hari aku memperhatikan status di WhatsApp semoga saja dia menuliskan status di sana agar aku bisa berkomunikasi dengannya dengan pura-pura berkomentar atas status WhatsApp darinya. Karena biasanya kebanyakan perempuan itu suka lebay dan narsis, setiap hari selalu update status atau upload foto bahkan dalam sehari bisa lebih dari lima kali update status. Ternyata dia memang berbeda dari kebanyakan perempuan lain, tidak pernah ada update status dan upload foto di WhatsApp-nya.

Kata orang rindu adalah suatu hal yang tidak bisa dijelaskan dengan apa pun, bahkan rumus terumit dari matematika saja tidak akan sesulit memecahkan rumus rindu. Benarkah aku merindukannya. Jika iya lantas mengapa aku merindukannya apakah aku sudah jatuh cinta padanya? Tidak, aku yakin aku belum jatuh cinta padanya. Ini hanya sekedar rasa suka saja. Dulu aku pernah merasakan jatuh cinta, aku tahu persis bagaimana jika aku jatuh cinta.

Setiap orang ketagihan sesuatu, kebetulan saja aku ketagihan bertemu dengannya. Sayangnya sinkronitas berulang itu tidak terjadi lagi di antara aku dan dia.

Hari itu aku memutuskan untuk mengintainya. Saat itu aku menjadi seperti pengagum rahasianya. Aku mengintai dari seberang jalan tempatnya bekerja. Kulihat motornya terparkir di sana, berarti dia ada di sana dan sedang bekerja. Untung saja kaca di toko itu warnanya putih transparan jadi membuatku cukup leluasa untuk mengintainya. Tapi mengapa mataku tidak menemukannya. Yang kulihat hanya dua orang di sana, jika dia pramuniaga di toko itu seharusnya dia ada di sana bersama dua orang itu. Aku mulai berpikir dia kerja sebagai apa di optik itu.

Sebuah mobil sedan berwarna putih berhenti di depan ruko. Kemudian seorang pria keluar dari mobil itu. Pria tampan dengan kemeja warna merah marun dan celana hitam, lengan kemejanya digulung sampai siku, memakai sepatu warna hitam tanpa kaos kaki seperti penampilan artis Korea. Dan kulihat dia menghampiri pria tampan itu. Siapakah dia, apa mungkin pria tampan itu adalah kekasihnya. Pria tampan itu membukakan pintu mobil untuknya, oh so sweet. Dan mobil pun melaju entah ke mana.

Ada sebuah rasa yang sulit dijelaskan ketika aku melihat adegan sepasang kekasih yang akan pergi berkencan layaknya adegan di film drama romantis. Perasaan antara senang dan apa ya aku sulit menjelaskannya. Senang karena melihat raut muka bahagia dia ketika menghampiri pria tampan itu. Dan perasaan yang satu lagi biar kusimpan untukku saja.

Beberapa hari berikutnya aku sedang ada di mall. Ada orderan go food masuk ke aplikasi ojek online di ponselku. Aku sedang memesan makanan untuk pelangganku ketika tiba-tiba lirikan mataku menangkap bayangan seseorang. Dan mataku yang mempunyai lebih banyak reseptor jika berhubungan dengannya langung mengirimkan sinyal ke pusat saraf dan pusat hatiku.

Kulihat dia berlari-lari, aku refleks hendak ikut berlari juga untuk mengejarnya, baru dua langkah aku berlari sebelum akhirnya suara seseorang memanggilku "Mas ... ini pesanannya!!". Aku sampai lupa kalau aku sedang menunggu pesanan pelangganku. Aku berusaha untuk mengejarnya, berlari-lari sambil menjinjing kantong makanan, semoga saja ini tidak merubah bentuk dan rasa makanan pesanan pelangganku. Dan aku hanya bisa melihat dia memberhentikan angkot lalu menaikinya.

Sudah tiga minggu berlalu dari sejak terakhir kami bertemu saat aku menemaninya pergi ke bengkel mengambil motornya. Kulihat di WhatsApp ada update status darinya, tumben sekali pikirku. Update status darinya hanya menampilkan emoji sedih tanpa caption. Aku langsung mengomentari statusnya itu.

"Kenapa Teh?" pesanku singkat.

"Ga kenapa-kenapa kok... Gimana kabar kamu?" katanya.

"Alhamdulilah." Dan aku menjawab pertanyaan-pertanyaan selanjutnya dengan kata alhamdulillah. Ada empat kali kata alhamdulillah sebagai jawabanku.

"Karena hidup itu harus selalu disyukuri Teh, jangan pernah mengeluh, harus selalu bersyukur," jawabku ketika dia bertanya mengapa aku menjawab dengan kata alhamdulillah sampai empat kali. Setelah itu ia terdiam sejenak tidak membalas chat dariku. Aku berpikir apakah dia tersinggung dengan kata-kataku. Dan aku langsung meminta maaf akan hal itu.

"Voucer traktiran saya masih berlaku kan?" Aku teringat dengan ucapanku waktu itu bahwa kapan-kapan aku akan meminta traktiran. Ini adalah kesempatan agar aku bisa bertemu dengannya lagi. Dan kami pun berjanji untuk bertemu keesokan malamnya.

Aku menjemputnya di tempatnya bekerja lalu kulajukan motorku menuju alun-alun kota. Dia terlihat bingung karena aku membawanya ke tempat ini.

"Kita mau ngapain di sini?" Dia bertanya penuh kebingungan.

"Nyari sesuatu yang enak dimakan dong," jawabku dan dia hanya diam berjalan mengikutiku.

Aku menunjuk seorang pedagang bakso tok tok yang sedang mangkal di tempat itu. Sudah lama sekali aku tidak makan bakso tok tok karena memang keberadaannya sekarang sudah agak langka, digantikan dengan pedagang cuanki khas Bandung. Aku melihatnya senyum-senyum sendiri ketika menikmati bakso tok tok, entah apa yang dia pikirkan mungkin barangkali dia antusias dengan bakso tok tok ini.

Setelah selesai makan, kami duduk sebentar di kursi taman alun-alun kota sambil menikmati es dalam plastik.

"Rizal, apa kamu sudah punya pacar?" Dia bertanya padaku. Awalnya aku bingung mengapa dia bertanya seperti itu. Tapi kemudian aku baru paham dengan arah pembicaraannya. Ternyata dia mendapat undangan pernikahan dari mantan pacarnya, dan dia meminta pendapatku apakah sebaiknya dia harus datang atau tidak.

"Aku dapat undangan pernikahan dari mantan aku ... aku pengennya sih datang agar dia tahu kalau aku baik-baik saja ... tapi gak tahu mau datang sama siapa karena aku belum punya gandengan." Begitu katanya. Belum punya gandengan?! Lantas pria tampan mirip artis Korea itu siapa? Mengapa dia tidak pergi dengan pria tampan mirip artis Korea itu saja?.

"Saya mau Teh ... kalau sekiranya Teteh mau minta ditemani" jawabku spontan. Tentu saja aku mau menawarkan diriku untuk menemaninya undangan. Dia langsung memalingkan wajahnya menatapku. Beberapa detik kami saling bertatapan sebelum akhirnya saling membuang tatapan kami.

.

.

.

.

.

.

.

1
Puput Regina Putri
itu ..aa ijal nya jangn saya..saya ajh lah kan udah saling bucin gk usah pke bhsa formal gtu
Puput Regina Putri
kesiaaan deh loh🤭
Puput Regina Putri
semangat yah Thor 👍 lanjutkan karya mu bagus
Puput Regina Putri
mam mam tah s batu krikil 🤭😂
Puput Regina Putri
ngok 😂
Puput Regina Putri
gumushh ih 😂
Puput Regina Putri
dasar pelakor galil adab🤭
Puput Regina Putri
uhuk..uhuk..auto bucin
Puput Regina Putri
ea ..ea..ea ...😂
Puput Regina Putri
oh ayolah istri sadarlah klo udah ada prasaan Cinta atw syng gtu
Puput Regina Putri
lanjutkan Thor..mudah"udah tumbuh prasaan cinta nyah buat istri nya nyaman
Puput Regina Putri
emng ada yah penyakit gtu ya Thor 🤭
Puput Regina Putri
kecewa dengan jln fikiran s aya
Puput Regina Putri
SAMAWA yah pengantin 🙏
Puput Regina Putri
cumungut thor
Puput Regina Putri
ngakak thor 😂
Puput Regina Putri
cumungut thor... di tunggu undangan nyah
Puput Regina Putri
aamiin keun zal 😁
Puput Regina Putri
udah terbiasa di panggil nong klo di panggil nma brasa yg manggil nya itu marah yah 😂 sama keg aku gtu biasa di panggil nung klo di panggil nma langsung keg orang sewot 🤭
Puput Regina Putri
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!