NovelToon NovelToon
Merangkai Hasrat

Merangkai Hasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Komedi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Jennie Revelton (25) seorang penulis novel dewasa yang terkenal dengan fantasi sensualnya tiba-tiba mengalami writer’s block saat mengerjakan proyek terbesarnya. Semua ide terasa mati hingga seorang pria baru pindah ke unit sebelah apartemennya.

Pria itu adalah tipikal karakter novel impiannya: tampan, mapan, dewasa, dan terlalu sempurna untuk menjadi tetangga. Tanpa sadar Jennie menjadikannya bahan fantasi untuk menghidupkan kembali gairah menulisnya.

Namun semakin sering ia mengamati dan membayangkan pria itu, perasaan Jennie mulai berubah. Dia tak lagi ingin pria itu hanya hidup di atas kertas, tapi juga menginginkannya di dunia nyata.

Keadaan menjadi rumit ketika pria itu mengetahui bahwa dirinya adalah objek fantasi erotis dalam novelnya. Alih-alih marah atau menjauh, pria itu justru mengajukan sebuah penawaran tak terduga.

"Daripada hanya mengandalkan imajinasi, bukankah lebih nikmat jika kau bisa merasakannya langsung?" ~~Johan Alexander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20 - Batas Yang Terlewati

Tiga hari kemudian.

Jennie sudah mengirimkan bab terbaru pada editornya tadi pagi, dan sore ini sudah di unggah ke platform online, tempat di mana para pembaca setianya menanti dengan napas tertahan.

Saat dia tengah sibuk membaca komen-komen dari pembacanya, bel apartemennya berbunyi nyaring.

Jennie berdiri dari kursinya dan membuka pintu apartemennya, begitu pintu terbuka dia melihat Johan yang berdiri di depannya dengan ponsel di tangan. Ini adalah pertemuan pertama mereka setelah Jennie menginap karena hujan badai hari itu.

"Ada apa Mas?" tanya Jennie mengawali pembicaraan.

Pria itu menunjukkan layar ponselnya yang masih menyala dan menunjukkan rangkaian kata yang Jennie kenali.

"Aku sudah membaca bab terbarumu," ucap pria itu.

Jennie sudah tahu jika Johan berlangganan di platform novelnya saat pria itu tahu dia adalah objek untuk tokoh novelnya.

"Benarkah? Bagaimana menurut Mas?" tanyanya dengan ekspresi penasaran, karena memang tidak sekali dua kali Johan mengomentari bab-bab yang dia unggah.

Bukannya menjawab, Johan justru masuk ke dalam apartemen Jennie tanpa menunggu aba-aba, dia menutup pintu dan mengungkung Jennie di sana.

"Sepertinya bab terbaru yang kau tulis benar-benar dari lubuk hatimu, bukan dari imajinasimu," ucap Johan tanpa mengalihkan tatapannya dari Jennie.

Jennie mengatupkan bibirnya rapat, otaknya masih berpikir jawaban apa yang harus dia lontarkan.

"Menurutku sama saja, aku memang selalu menulis dari lubuk hatiku yang paling dalam," balasnya di iringi senyuman.

Johan menatap lama Jennie sebelum akhirnya bersuara. "Bohong. Matamu mengatakan yang sebaliknya."

"Ciuman di koridor, ketegangan di kantor, dan malam dipelukanku hanyalah materi untuk mencari uang? Apakah semua yang kau tulis itu hanya untuk pembacamu agar mereka puas? Atau ada pesan yang ingin kau sampaikan padaku lewat kata-kata karena kau terlalu takut untuk mengatakannya secara langsung?"

Jennie mendongak, matanya berkaca-kaca saat menatap mata kelam Johan. "Bagaimana jika memang begitu? Bagaimana jika aku memang mencintaimu tapi aku takut kau hanya akan menganggapku pengganggu seperti wanita lain yang berusaha mendekatimu?"

Johan tidak menjawab dengan kata-kata, dia membungkam bibir Jennie dengan ciuman yang begitu dalam dan posesif, seolah ingin menghisap seluruh keraguan dalam diri wanita itu.

Jennie merintih kecil, tangannya merambat naik mencengkeram kaos Johan hingga buku jarinya memutih.

Johan mengangkat tubuh Jennie, membuat wanita itu melingkarkan kakinya di pinggang si dominan. Johan berjalan dan membawanya menuju kamar lalu merebahkan Jennie di atas kasur dengan hati-hati.

Langit sore yang berwarna jingga menyelinap malu-malu dari balik gorden kamar, menyinari kulit Jennie yang mulai memerah.

Johan mulai menanggalkan pakaiannya satu per satu, memperlihatkan otot-otot yang terbentuk sempurna dan urat-urat menonjol di lengannya.

Jennie menelan ludah, ini adalah pertama kalinya dia melihat Johan seutuhnya.

"Kau gemetar," bisik Johan sambil merangkak naik ke atas kasur, dan menaungi tubuh kecil Jennie.

"Ini pertama kalinya bagiku, Mas," jawab Jennie jujur.

Johan tertegun sejenak, tatapannya yang lembut berubah menjadi pemujaan yang murni. Dia mengecup dahi Jennie lalu kedua matanya.

"Aku akan pelan-pelan, beritahu aku jika kau merasa tidak nyaman," bisik pria itu.

Jemari panjangnya mulai menelusuri lekuk tubuh Jennie, mulai dari rahang, turun ke leher, hingga menyelinap di bawah daster tipisnya.

Saat kulit mereka bersentuhan tanpa penghalang, Jennie mengeluarkan desahan pertama yang membuat Johan memejamkan mata.

"Ahhhh....Mas...."

Johan mulai mencumbu Jennie dengan sangat sabar. Dia mencium setiap inci kulit wanita itu, memberikan sensasi panas yang membuat Jennie menggeliat.

Saat tangannya menemukan pusat sensitivitasnya, Jennie langsung tersentak, dan tanpa sadar mengangkat pinggulnya.

"Mas, aku mohon....." rintih Jennie, napasnya menderu pendek dan berat.

"Sabar, Sayang. Aku ingin kau merasakan segalanya," gumam Johan dengan suara serak.

Dia kemudian turun ke bawah, memberikan stimulasi yang membuat Jennie mencengkeram bantal dengan kuku-kukunya, erangannya memenuhi kamar.

Saat Johan akhirnya memposisikan dirinya di antara kedua kaki Jennie, dia menatap wanita itu dengan sangat dalam. "Lihat aku, jangan tutup matamu," ucapnya.

Pria itu memasuki Jennie dengan dorongan yang sangat lambat dan hati-hati. Jennie memejamkan mata sesaat karena rasa sesak yang baru pertama kali dia rasakan, namun Johan segera mencium bibirnya, mengalihkan rasa sakit itu dengan kemanisan.

"Napas, Sayang.... napas," bisik Johan di telinganya.

Saat tubuh mereka mulai menyatu sepenuhnya, rasa sakit itu berganti menjadi gelombang nikmat yang asing namun memabukkan.

Johan mulai bergerak dengan ritme yang stabil, setiap gerakannya adalah sebuah pernyataan kepemilikan.

"Nghhh....Mas....rasanya....terlalu penuh..."

Jennie meracau, kepalanya bergerak ke kiri dan kanan, rambutnya sudah berantakan. Johan mempercepat gerakannya saat dia merasa Jennie mulai mendekati puncaknya. Suara napas mereka yang terengah-engah dan bunyi kulit yang bertemu menjadi simfoni yang panas di kamar itu.

Johan mengerang rendah, suaranya sangat maskulin dan penuh gairah saat dia merasakan dinding dalam Jennie menjepitnya dengan erat.

"Ah, Sayang....kau begitu....luar biasa..." geram Johan, keringatnya menetes dari dahinya ke dada Jennie.

Ledakan itu akhirnya datang bersamaan, Jennie meneriakkan nama Johan saat seluruh dunianya seolah meledak menjadi ribuan bintang.

Johan menyusul sedetik kemudian, memberikan seluruh dirinya ke dalam Jennie, memeluk wanita itu seerat mungkin seolah takut dia akan menghilang.

"Kau milikku, Sayang. Bukan milik pembacamu, kau adalah milikku," bisik Johan setelah semua saripatinya keluar.

Hening menyelimuti kamar itu setelah badai gairah mereda. Johan memeluk Jennie dan menyandarkan dagunya di kepala wanita itu.

Keduanya terengah-engah, dengan detak jantung yang masih berpacu liar di dada masing-masing. Johan menarik selimut dan membungkus tubuh mereka yang basah karena kenikmatan.

"Sekarang," bisik Johan sambil mengecup bahu polos Jennie. "Tuliskan ini untuk bab terbarumu besok, tulis bahwa pria itu sudah menjadi milikmu sepenuhnya."

Jennie tersenyum dalam dekapan Johan sepenuhnya, merasakan kehangatan yang menjalar di seluruh tubuhnya. "Aku rasa...bagian ini tidak akan aku unggah karena terlalu berharga untuk dibagi."

Johan terkekeh dan mengecup dahi Jennie. "Istirahatlah."

Jennie tersenyum dalam dekapan Johan, dia tidak sadar bahwa Johan baru saja "mengonfirmasi" setiap kata-kata yang di tulisnya.

Johan menatap Jennie yang mulai memejamkan mata dan membatin di dalam hati. Teruslah menulis tentangku, karena aku akan memastikan setiap babnya akan terasa senyata ini.

Bersambung

1
HiLo
Suka, konfliknya ringan
HiLo
ditunggu kelanjutannya
Aria
lanjut kakkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!