NovelToon NovelToon
Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Diremehkan Kakaknya, Kunikahi Adiknya

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Keluarga
Popularitas:52.6k
Nilai: 5
Nama Author: uutami

“Kamu mau lamar aku cuma dengan modal motor butut itu?”
Nada suara Dewi tajam, nyaris seperti pisau yang sengaja diasah. Tangannya terlipat di dada, dagunya terangkat, matanya meneliti Yuda dari ujung kepala sampai ujung kaki—seolah sedang menilai barang diskonan di etalase.

"Sorry, ya. Kamu mending sama adikku saja, Ning. Dia lebih cocok sama kamu. Kalian selevel, beda sama aku. Aku kerja kantoran, enggak level sama kamu yang cuma tukang ojek," sambungnya semakin merendahkan.

"Kamu bakal nyesel nolak aku, Wi. oke. Aku melamar Ning."

Yuda tersenyum lebih lembut pada gadis yang tak sempurna itu. Gadis berwajah kalem yang kakinya cacat karena sebuah kecelakaan.

"Ning, ayo nikah sama Mas."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9

“Lima puluh juta?” suara Bu Sumi bergetar, antara tak percaya dan tamak yang mendadak menyala. “Dari mana tukang ojek kayak kamu punya uang segitu?”

Yuda menatapnya tenang. “Itu bukan urusan siapa-siapa, Bu.”

Dewi bangkit setengah berdiri. “Bohong! Pasti utang! Atau hasil nipu! Mana mungkin—”

“Dewi.” Pak Hasto memotong tegas. “Ini akad. Jaga mulutmu.”

"Tapi... Lima puluh juta loh, Yah. Itu bukan uang yang sedikit."

"Kenapa, Nona Manis? Kau tergoda buat jadi pengantinnya?" ledek Bastian dengan senyum miring.

Dewi langsung menoleh, "Kamu! Kamu yang bawa uang itu, kan? Dari mana uang itu? Apa kamu yang kasih pinjam?"

"Oh, tentu saja tidak," elak Bastian dengan gaya songongnya melipat tangan di dada dan bersandar di kursi. "Dia punya banyak sekali uang. Menikahlah dengannya biar tau."

Yuda langsung melirik temannya itu. Tapi, Bastian seperti punya rencana sendiri.

"Cih! Najis! Kamu pikir bisa menjebakku hanya dengan uang lima puluh juta?" ujar Dewi makin merendahkan. "Coba pikir pake logika, dari mana tukang ojek bisa punya uang puluhan juta. Paling juga jadi pengedar."

"Hati-hati dengan bicaramu, Mbak. Aku bisa menuntut," ancam Yuda datar. Terlalu datar, namun sukses buat Dewi meneguk ludahnya lebih susah.

Dewi melengos.

Penghulu berdehem, berusaha menetralkan suasana. “Baik, kita lanjutkan saja. Mas Yuda, mahar berupa uang tunai lima puluh juta rupiah sudah sesuai kesepakatan?”

“Sudah,” jawab Yuda mantap.

Ning menunduk. Ia sendiri juga kaget tiba-tiba Yuda kasih mahar sebesar itu. Ia juga bertanya-tanya, dari mana seorang tukang ojek seperti Yuda bisa punya uang sebanyak itu. Namun, dia tak menduga hal yang buruk seperti Dewi dan Bu Sumi. Ia percaya, Yuda seorang yang baik. Ada banyak cara untuk memiliki uang sebanyak itu. Menabung misalnya, atau ia punya usaha sampingan.

Akad berjalan singkat, sederhana, nyaris tanpa senyum dari sebagian orang di ruangan itu. Ketika lafaz ijab kabul terucap lancar, napas Ning seolah kembali ke paru-parunya. Sah. Satu kata itu menggema, menutup satu bab yang terlalu lama menindih dadanya.

“Alhamdulillah,” ucap Pak Hasto lirih. Ada basah di sudut matanya.

Dewi mendengus. “Sah ya sah. Bawa saja dia pergi cepat-cepat.”

Yuda berdiri. Ia menunduk sopan pada penghulu, lalu berbalik menghadap keluarga itu. Suaranya tenang, tapi setiap katanya seperti dipaku satu-satu. “Terima kasih sudah jadi saksi. Mulai malam ini, Ning tanggung jawab saya.”

Dewi tertawa pendek."Tidak usah sok-sokan, bawa saja dia pergi cepat!"

"Tunggu! Tidak bisa langsung main pergi saja!" Bu Sumi tiba-tiba membuka suara.

Semua mata melihat ke arah Bu Sumi.

"Jangan kamu pikir ini selesai begitu saja."

"Sumi!" Pak Hasto setengah menegur. "Apa lagi maumu?"

"Dia... Sudah tinggal di sini dari bayi. Kami yang kasih makan, kami juga yang sekolahkan dia. Jadi, kalian harus membayar ganti."

Pak Hasto terkejut, "Apa? Sumi! Apa-apaan kamu ini!?"

"Mas! Sudah cukup kamu membela dia! Kita sudah habis-habisan buat anak pembawa sial itu! jadi sudah sepantasnya kita minta ganti!"

"Astaghfirullah, Sumi!" Pak Hasto mengusap wajahnya kasar, tak percaya saja dengan apa yang istrinya katakan.

Yuda tersenyum hambar, "Baiklah, tidak masalah. Berapa yang kalian minta?"

"Huh, sok-sokan, macam punya duit aja," celetuk Dewi tersenyum miring. "Baru juga kasih uang mahar lima puluh juta, udah berasa kayak CEO."

"Dia memang CEO," balas Bastian santai. Namun, siapa yang percaya?

"Lima puluh juta. Itu jauh dari cukup, tapi tidak apa, dari pada tidak ada," ucap Bu Sumi sok bijak.

Yuda tertawa kecil, "Sudah kuduga, kalian memang mengincar uang mahar Ning."

Ning tau, dia memang sudah sangat berhutang budi pada keluarga Pak Hasto. Dia angkat tas berisi uang 50 juta. Namun, belum sempat terulur, Yuda sudah menahan.

"Aku bisa saja berikan uang 50 juta itu. Tapi, ada syaratnya. Satu, kembalikan mental Ning sudah kalian hancurkan. Kembalikan setiap tetes air mata yang sudah dia keluarkan. Dan... Luka yang Ning dapatkan... Aku akan membawa ke pengadilan. Bagaimana?"

1
Sunaryati
Lalaki sekaligus suami yang bertanggungjawab, Nak Yuda, jangan luntur tapi tambah sampai end nanti. 💪💪👍👍🙏
Sunaryati
Alhamdulillah orang tua Mas Yuda baik semua, mau menerima Ning.
Sunaryati
Syukur ternyata Bu Anggun tidak marah, Nak Yuda menikahi Ning.
Sunaryati
Pinter kamu Mas Yuda, sebaiknya bawa Ning ke dokter tulang, untuk operasi tulang kaki, sekarang banyak dokter ahli dibidangnya pasti sembuh seperti sedia kala. Emak baru mampir langsung suka
Ma Em
Yuda akhirnya kebohonganmu terbongkar juga kan ,makanya dari dulu Yuda lbh baik berterus terang pada Ning .
Ariany Sudjana
Ning kamu jangan marah sama Yudha, kalau kamu marah, kesempatan buat Dewi merebut Yudha, apalagi tahu Yudha itu orang kaya, mau kamu seperti itu?
Sri Rahayu
maafkanlah Yuda Ning....emang dia berbohong...awal nya dia bohong utk Dewi tp keterusan sampe kini 😇😇😇 lanjut Thorr 😘😘😘
elief
lanjut thor, penasaran gimana reaksinya Ning🙏
Ma Em
Yuda pasti akan ketahuan sama Ning , apakah Ning akan marah sama Yuda karena sdh dibohongi .
Ariany Sudjana
jangan marah Ning, kalau kamu marah, yang ada Yudha akan disambar sama Dewi
Sri Rahayu
hahaha akhirnya ketahuan siapa sebenarnya Yuda...paling Ning marah bentar yp tdk sampe membenci Yuda...Ning kan baik hati, Yuda bkn jahat jahat hanya menyamar jd tkng ojek 🙃🙃🙃....lanjut Thorr😘😘😘
elief
kalo ketahuan, semoga ning mau ya memaafkan mas yuda yg sudah berbohong. dewi aja di maafkan hehehe
Ariany Sudjana
Ning itu terlalu polos, kamu pikir dengan maaf semua selesai, tidak seperti itu Ning. apa kamu tidak tahu kalau Dewi itu licik? dia akan menggunakan segala cara untuk menyingkirkan kamu
Ma Em
Ning orangnya terlalu baik , tapi orang seperti Dewi dan Bu Sumi tdk akan ada kapoknya pasti akan berbuat jahat lagi pada Ning , tapi benar kata Ning biar Allah yg balas perbuatan Dewi dan Bu Sumi pada Dewi akan dpt karmanya .
Sri Rahayu
bukan marah Ning...tp kesel gemes.. Ning baik hati bener, uda disakiti terus menerus tetap baik sama Dewi dan bu Sumi...lanjut Thorr 😘😘😘
Rahmawati
sudah salah tapi merasa paling menderita, hadeh
Ariany Sudjana
kamu berdalih terus kamu korban, kata siapa kamu korban Dewi? justru kamu pelakunya, gara-gara keserakahan dan kedengkian kamu , kamu tega menabrak Ning
Sri Rahayu
keras kepala luar biasa Dewi dan bu Sumi...uda salah ga mau minta maaf...se akan2 Dewi korban 😠😠😠..lanjut Thorr
Arin
Sudah salah aja susah minta maaf.... Susah memang hidup dengan orang seperti ini. Anggap dirinya paling bener, si paling menderita..... 😁😁😁
Ina Yulfiana
kan jujurnya cih Yuda nich p gk tku nantinya Ningsih mlh kecewa berat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!