Reynand, begitu mereka memanggil nya. perjodohannya dengan Nayla benar-benar berusaha Ia tolak, namun rasa sayangnya terhadap sang kakek membuat Ia terpaksa menerima perjodohan tersebut.
Penasaran?
Saksikan terus kelanjutannya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iwi Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Dimana?
****
Akhirnya setelah lukanya diobati, Nayla kembali kekelas. Padahal Riko menyuruhnya untuk istirahat saja di UKS tapi Nayla tetap bersikeras pada pendiriannya. Akhrinya Nayla pun diantar Riko kekelas sebelum laki-laki itu kembali kekelasnya karena mereka berdua memang berbeda kelas.
Saat itu sekitar pukul sepuluh pagi. Nayla tampak terduduk lesu ditempat duduknya. Kepalanya tiba-tiba terasa pusing dan Ia juga merasa tidak enak badan. Dirinya merasa sangat lelah setelah memaksakan diri untuk ikut membersihkan lingkungan sekolah dengan keadaan lutut yang masih sakit. Saat itu pun lututnya masih terasa berdenyut dan perih. Ia tidak bisa sembarangan menggerakkan lutunya. Jika Ia gerakkan kakinya, luka dilipatan kecil lutut akan terbuka dan akan menimbulkan rasa sakit dan perih.
“Nay, Lo nggak apa-apa kan. Kaki Lo masih sakit?” Suci menghampiri Nayla karena melihat sahabatnya itu tengah terduduk lesu.
Nayla menggeleng. Entah kenapa suasana hati dan tubuhnya benar-benar terasa tidak enak.
“Tapi kok masih lesu gitu.”
“Nggak tau.” Menjawab lirih.
“Jangan-jangan Lo demam.” Suci menempelkan kepalanya dikening Nayla. Dan benar saja Suci dapat merasakan kening nayla terasa panas.
“Tuh kan badan Lo panas. Istirahat ke UKS aja yuk.”
Nayla menggeleng lagi. Ia lebih memilih untuk duduk dibangku dengan menyenderkan kepalanya diatas meja berbantalkan tangan.
“Nay. Serius deh badan Lo tuh panas banget. Gue antar ke UKS ya?”
“Gue mau tidur disini aja Ci.”
Karena Nayla sangat keras kepala akhirnya Suci membiarkan sahabatnya itu untuk tidur dikelas sampai pulang sekolah.
“Nay bangun. Udah pulang.” Tia membangunkan Nayla yang masih tertidur dibangkunya.
Nayla mengangkat kepalanya entah kenapa Ia masih merasa pusing dan lesu padahal sudah tertidur cukup lama.
“Ya ampun Nay, kening Lo tambah panas.” Suci merasai suhu badan Nayla dikeningnya.
Nayla mendudukan tubuhnya. Ia benar-benar merasa sangat lemah.
“Udah, pulang yuk! Kita antar kerumah.” Tia berusaha memapah Nayla yang juga dibantu oleh Suci.
Saat itu cuaca sedang tidak baik. Dari tadi suasana langit memang mendung dan siang itu sepertinya akan kembali turun hujan.
Teman-teman Nayla sudah memesan gocar untuk mereka bertiga. Saat itu juga hujan tiba-tiba turun dengan deras. Dengan diiringi hujan mereka pun berusaha untuk masuk kedalam mobil dan seragam mereka menjadi sedikit basah.
Akhrinya Suci membawa Nayla kerumah orang tuanya karena sedari tadi Nayla bersikeras tidak ingin diantar pulang. Padahal tadi mereka juga juga memaksa agar Nayla mau pulang kerumahnya, namun gadis itu mengancam akan turun dari mobil ditengah hujan jika kedua sahabatnya itu masih memaksa untuk mengantarnya pulang kerumah. Melihat keadaan tersebut membuat Suci dan Tia menduga-duga kalau Nayla ada masalah dirumah. Namun mereka tidak menanyakannya dan memilih diam.
Suci membawa Nayla masuk kedalam rumah sementara itu Tia langsung kembali kerumahnya. Rumah tersebut Nampak sepi karena kebetulan saat itu orang tua Suci belum pulang dari bekerja.
Nayla dibopong Suci kedalam kamar. Dan dibaringkan keatas kasur kemudian Suci membantu Nayla mengganti seragam Nayla yang sedikit basah dengan pakaian miliknya. Setelah berganti pakaian Nayla kembali terbaring diatas kasur Suci karena entah mengapa Ia makin bertambah lesu.
Saat itu dilokasi syuting. Sedari tadi Reynand merasa ada sesuatu yang Ia lupakan namun entah apa Ia merasa tidak tahu.
“Rey habis ini lo langsung kelokasi syuting. Karena gara-gara banjir kemarin banyak property yang rusak, jadi lokasi dipindahin.” Dion berusaha memberitahu Reynand didalam mobil. Jadi hari ini dia syuting yang terahir untuk filmnya.
Sekitar 20 puluh menit kemudian akhirnya mereka sampai dilokasi syuting. Mereka berdua pun turun. Rupanya banyak fans Reynand sedang berkumpul disana. Sepertinya mereka tahu Reynand sedang syuting ditempat tersebut.
Setelah menyapa beberapa fans Reynand pun menuju kelokasi. Beberapa stylish langsung mendandani penampilannya.
“Rey kok baru datang. Katanya kamu bakalan main film baru lagi ya.” Airin dengan manja sambil menggelayuti lengan Reynand.
“Hmm.” Menjawab malas.
“Ih kok gitu jawabnya.” Airin mencoba memasang wajah cemberut. Namun Reynand terlihat tak perduli.
“Setelah ini aku bakalan jarang ketemu kamu dong. Aku boleh kan ketemu kamu sesekali.” Gadis itu semakin menempelkan tubuhnya.
Reynand hanya bisa menahan diri. Ia tidak terlalu perduli dengan sikap Airin. Walaupun banyak yang beranggapan mereka berdua cinlok tetapi Reynand menjelaskan mereka berdua hanya sedang membangun chemistry.
Syuting pun dimulai. Arin benar-benar memanfaatkan kesempatan itu sebaik mungkin. Ia sangat senang ketika adegan Reynand memeluk dan mencium keningnya. Bahkan sengaja Ia melakukan kesalahan agar adegan itu diulang-ulang. Akhirnya lama-lama Reynand sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.
“Kali ini jangan ngelakuin kesalahan lagi dengan atau tanpa disengaja. Atau film ini bakal gagal tayang dan semua ini salah elo.”
Airin sudah ketakuan ketika Reynand mengancam dengan membisikkan kata-kata itu ditelingannya. Apalagi tatapan Reynand yang benar-benar menusuk tajam. Ia tidak menyangka Reynand akan semarah itu. Akhirnya Ia melakukan adegan tersebut dengan baik, daripada film yang sedang Ia bintangi itu gagal tayang karena kesalahannya.
Saat itu sekitar pukul 09 malam.
“Rey temen-temen ngajak acara makan-makan habis ini buat ngerayain selesainya syuting film kalian.”
“Gue mau langsung pulang aja. Capek!”
“Capek atau pengen ketemu si Nayla Lo.”
Reynand tiba-tiba tersadar, pantasan sedari tadi Ia seperti lupa sesuatu. Tadi pagi Ia berjanji akan menghubungi Nayla.
“Cepetan! Idupin mobilnya. Gue mau langsung pulang.”
“Nggak sabaran banget sih mau ketemu bini.”
“Hmmm….”
“Lo masih pisah kamar.”
“Hmmm.”
“Tahan juga Lo ya.”
Reynand terdiam Ia tidak menanggapi perkataan Dion. Entah kenapa tiba-tiba Ia merasa perasaannya tidak enak saat itu. Dirinya benar-benar ingin segera sampai keapartemen.
Sesampainya diapartemen. Reynand memperhatikan kamar Nayla, tidak sepertinya biasanya lampu kamar Nayla sudah mati dijam tersebut. Ia kemudian merendahkan tubuhnya didepan pintu kamar Nayla. Kemudian merasai celah bawah pintu tersebut. Tidak terasa dingin, berarti AC kamarnya tidak dihidupkan. Bukannya hujan sudah berhenti. Malam ini juga terasa panas. Kenapa gadis itu tidak menyalakan ACnya.
Mendadak Reynand jadi khawatir. Ia kemudian memanggil Nayla dan menggedor pintu kamar. Beberapa kali hal itu Ia lakukan namun masih juga tidak ada sahutan.
Ia kemudian mencari kedapur. Didapur juga tidak ada. Rasa khawatir mulai menyelimuti Reynand. Akhirnya Ia pun membuka pintu kamar Nayla dengan kunci cadangan. Nayla tidak ada disana, bahkan dikamar mandi sudah Ia cari. Reynand menjadi semakin panik.
Jantungnya berdegup-degup karena khawatir. Ia mendudukan dirinya sejenak disofa ruang tamu. Ia bingung harus bagaimana. Ia jadi menduga-duga Nayla pulang kerumah orang tuanya, karena tidak betah tinggal dengannya.
Tiba-tiba Ia ingat, tadi Ia meminta Nayla untuk menyimpan nomor ponselnya dihandphone miliknya. Ia segera mengelurakan handphone dari sakunya. Mencari nomor baru yang tersimpan. Ketemu! Nomor dengan nama Nayla. Gadis itu benar-benar menggunakan nama aslinya sendiri.
Segera Reynand menelpon nomor tersebut.
“Ayo angkat! Angkat!”
“Hallo.” Suara wanita terdengar dari seberang. perasaan lega tiba-tiba menyelimuti Reynand.
“Kamu dimana? Kok nggak ada diapartemen?”
“Apartemen?! Maksudnya?” suara wanita terdengar bingung.
“Abang sudah pulang keapartmen kita. kamu dimana?” Tanpa sadar Reynand merubah panggilan dirinya sendiri untuk Nayla. Yang biasanya Ia menyebutkan diri secara formal sekarang Ia mulai menyebut dirinya sendiri Abang untuk gadis itu.
“Ini bukan Nayla. Nayla lagi tidur, dia sakit.”
“Ha?! Sakit?!”
*
*
*
*
*
*
*
*
cinta yang berbalas 💘
nama cewek nya kaya nama aku
tapi udah aku ulang baca berkali2