NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Pemikat Hati

Gadis Cupu Pemikat Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miftah_005

"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar

kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta

tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya

bagaimana kelanjutan ceritanya???

mari kita simak........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Di dapur, Viona mengikat rambut nya setinggi mungkin hingga memperlihatkan leher nya yang jenjang dan juga putih, kali ini gadis itu memakai rok selutut dan kaos santai yang menambah kesan cantik di tubuh gadis itu

Viona melangkah menuju kulkas untuk mengambil beberapa bahan sayuran dan juga lauk yang akan ia masak, ia menimang" kubis dan memikirkan ingin memasak menu apa untuk makan siang nanti

"Di kulkas bahan makanan nya tinggal dikit, kenapa aku gak kepikiran belanja tadi ya"

Ia mengembalikan kubis pada tempat nya, kemudian mengambil wortel dan mencuci nya di dalam wastafel

Dengan bersenandung kecil, Viona mulai mengiris wortel itu dan memasukan nya ke dalam wadah, saking asik dengan dunia nya, Viona tak menyadari kedatangan Baskara yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik nya dari kursi meja makan

Laki-laki itu terkesima dengan leher jenjang milik Viona yang sangat mulus dan juga putih, gadis itu memiliki mata yang sedikit lebar dan buku mata yang sangat lentik, bibir nya yang merah ke pink-pink an membuat mata Baskara terkunci pada kecantikan alami yang di miliki oleh gadis itu

"Kok pisau nya kurang tajem ya?" Gunam Viona

Gadis itu mengambil pisau baru yang terletak pada lemari bumbu, setelah mendapatkan nya, ia mulai mengiris wortel dengan gerakan pelan, tetapi tak sengaja mata nya menatap ke arah jam arjoli, kini wajah nya pun berubah menjadi panik

"Gawat, bentar lagi jam nya Nyonya makan siang, aku harus cepet masak nya" Gumam gadis itu

Viona memotong beberapa sayur nya dengan gerakan cepat, dan tanpa sengaja pisau yang ia gunakan malah mengiris jari telunjuk nya yang membuat gadis iu menjerit kesakitan

Akkhhhhhhh....

Baskara yang melihat Viona seperti itu dengan cepat memeluk nya dari belakang, tak lupa juga ia langsung mengmbil alih jadi telunjuk Viona dan menghisap nya dengan pelan

Viona yang nampak syok hanya bisa terdiam membisu, jantung nya kini berdetak tak karuan hingga membuat nya sulit untuk bernafas

Baskara menyesap darah yang keluar dari jari Viona dengan gerakan pelan, setelah di rasa darah nya sudah habis, barulah laki-laki itu menatap lekat ke arah gadis itu

"Maka nya lain kali harus hati-hati, udah tau pisau nya tajem" Omel pemuda itu

"i-yaa" jawab Viona dengan gugup

"hmm, tangan nya bisa di singkirin dulu enggak?" lanjut gadis itu yang takut jika di lihat oleh Mayang

karena wanita paruh baya itu memang sangat tidak suka dengan kehadiran Viona di rumah ini, dulu wanita itu sempat memecat Viona dengan alasan pekerjaan gadis itu kurang memuaskan, tetapi Baskara menahan nya dan terjadi lah perang adu mulut anatara anak dan ibu

Melihat putra nya mati-matian membela gadia itu, timbul rasa takut di hati Mayang jika suatu saat nanti Baskara menyukai gadis desa itu, sejak saat itu Mayang selalu memikirkan bagaimana cara nya agar Viona secepat nya enyah dari rumah ini

Baskara melepas pelukan nya dengan wajah memerah, hal itu membuat Viona nampak kebingungan, karena bukan hanya wajah, tapi telinga pemuda itu nampak ikut memerah

"kok muka sama telinga kamu merah semua?" tanya Viona dengan wajah polos

tangan gadis itu bergerak memegangi telinga laki-laki itu yang membuat sang empedu menahan nafas

"ini merah semua loh, kamu sakit?" tanya Viona lagi

"e-nggak, dah gak usah ngurusin telinga gue, mending sekarang kita obatin luka lo itu" ajak Baskara seraya menarik tangan Viona dengan lembut

tetapi Viona menahan tangan nya, yang membuat Baskara menaikan sebelah alis nya

"kenapa? elo gak mau di obatin?" tanya nya

"bukan gitu, aku kan belum masak buat makan siang, aku takut nanti Nyonya marah" jawab Viona yang membuat Baskara menghela nafas

"nyokap gue lagi ada urusan, tadi ketemu pas gue mau turun dari mobil" jelas Baskara

laki-laki itu kembali menggenggam tangan Viona dan mendudukan nya pada sebuah kursi sofa, kemudian ia kembali ke dapur untuk mengambil peralatan P3K yang di simpan di dalam lemari

Viona sendiri melihat luka di jari nya yang terkena pisau dengan wajah sedikit masam, padahal sudah sering ia terkena goresan benda tajam, tetapi mengapa sekarang ini rasa nya begitu menyakit kan

"jangan di tiup, sini gue bersihin luka nya"

Baskara mengambil jari Viona dan mengelap nya dengan sangat lembut, membuat hati gadis itu seketika menghangat, jika di lihat dari samping, ketampanan Baskara meningkat berkali-kali lipat

wajah nya yang sangat serius, membuat pipi gadis itu mengeluarkan semburat kemerah-merahan, jantung Viona tidak bisa lagi di kontrol, beberapa kali ia mencoba untuk menarik nafas dan mengeluarkan nya dengan secara perlahan

"udah selesai" ucap Baskara yang membuat Viona dengan cepat menarik tangan nya kembali

"makasih banyak, maaf kalo ngerepotin"

Viona yang tadi nya sudah berdiri, kini harus duduk kembali saat tangan nya di tarik oleh Baskara, laki-laki itu mengisyaratkan untuk diam, karena ada sesuatu yang ingin ia bicarakan

"gue mau nanya, tapi elo jawab yang jujur"

Baskara menatap tepat pada manik mata Viona yang membuat gadis itu memalingkan wajah nya

"m-au tanya apa?" ujar nya dengan gugup

"coba liat mata gue" laki-laki itu menarik dagu Viona agar mau menatap ke arah nya

"kata nyokap gue, elo mah keluar dari rumah ini? apa itu bener?" tanya nya tanpa mau mengalihkan pandangan nya dari mata Viona

"i-ya bener"

mendengar jawaban Viona seperti itu, wajah Baskara kini benar-benar berubah, nampak jelas jika laki-laki itu merasa sangat kecewa dengan keputusan Viona yang mendadak ini

"kenapa? apa gaji elo kurang? atau ada kerjaan yang bikin elo keberatan?" tanya nya dengan emosi yang sebisa mungkin ia tahan

"b-ukan masalah itu, tap_

"tapi apa! cepet jawab Viona!" bentak Baskara dengan mencengkram kuat dari gadis itu

"a-ku milih kerja di tempat nenek, karena tempat nya lebih deket sama sekolah, jadi kalo ada tugas dadakan atau buku yang ketinggalan gak perlu baik-baik angkot lagi" jelas nya

"kan gue udah berkali-kali bilang sama elo, kalo misal elo ada ketinggalan buku, atau ada tugas dadakan yang ngeharusin elo buat ke sekolah, tinggal ngomong sama gue, kapan pun gue siap nganter elo!" ucap nya dengan penuh frustasi

"elo tau kan selama ini gue kesepian? dan semenjak elo dateng ke rumah ini, hidup gue lebih berwarna, gue ada temen curhat, elo tau itu kan?"

Viona hanya tertunduk tanpa mau menatap wajah Baskara, hati nya benar-benar merasa sangat bersalah, tetapi semua ini ia lakukan demi kesembuhan ibu nya

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!