Adinda Meryana bisa di panggil Dinda, dia gadis yang cantik, manja, dan memiliki sifat yang baik dan ramah tapi ia tidak mudah di tindas dan sangat berani. Adinda berusia 22 tahun. Dinda terpaksa menerima perjodohan dengan Aditya Putra, laki-laki yang berusia 28, yang bersifat sangat Dingin dan Arogan. Dan karna sifat Adinda.. Adinda berhasil membuat suaminya jatuh cinta kepadanya.
Aditya berpropesi sebagai chef di Restaurant miliknya dan juga Adinda yang menjadi Asistennya dan tidak mengetahui bahwa suaminya pemilik Restauran tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ade mariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 19
Semua para kontestas di arahkan terlebih dahulu, mereka lalu menggunakan celemek memasak untuk bersiap-siap menunjukan keahlian memasaknya masing-masing, Adinda sangat antusias mengikuti kontes memasak itu ia sangat bersemangat walau persaingan sangat berat dan ketat.
"Sebelum kalian memasak saya akan memperkenalkan juri yang akan menilai masakan kalian, dan yang pertama adalah.. chef Rangga.." Rangga lalu memasuki ruangan itu dengan tersenyum hangat ia di sambut dengan tepuk tangan para kontestan termasuk Adinda.
"Wahh.. Mimpi apa aku semalam bertemu chef idolaku, akhirnya gue bisa liat langsung sekarang, ternyata aslinya tampan banget." Gumam Adinda pelan ia sangat kagum melihat sosok idolanya di hadapannya.
"Lalu yang kedua ialah chef Raya.." Raya lalu masuk dan melambaikan tangan nya mencari perhatian semua orang ia lalu duduk di sebelah Rangga.
"Dan juri yang terakhir ialah chef Aditya.." Lanjut Dimas lalu Aditya pun masuk dengan tatapan dingin berkarisma tapi sangat di kagumi oleh para kontestas perempuan karna ketampanannya.
"Apa..! ternyata dia jurinya dan dia chef..? OMG gue harus gimana nih." Setelah tau Aditya menjadi jurinya Adinda merasa bimbang bagaimana tidak ia mengikuti lowongan kerja ini tidak memberi tahu Aditya dan tidak meminta izinnya.
"Pantesan dia ada di sini tadi..! kamu harus tenang Adinda.. apapun yang akan terjadi nanti kamu harus siap menerimanya.'' Ujar Adinda dalam hatinya ia takut Aditya akan marah kepadanya.
"Wahhh.. chef Aditya sangat sempurna sangat tampan sekali, gue jadi semangat dan gue yakin pasti gue bakal lolos dan bekerja di restoran ini lalu memdekati chef Aditya, chef tunggu aku yah." Kata salah satu kontestas dengan PD nya yang berada di sebelah Adinda.
"Jangan ngarang loe, kalo mimpi gak usah ketinggian nanti jatohnya sakit.. Lagian chef Aditya itu gak bakalan milih loe, pasti bakal milih gue secara gue kan cantik dan montok bahenol." Jawab centil salah satu temannya yang berpenampilan menor ber make up tebal dan alis berbentuk seperti gunung.
"Enak aja, yang ada nanti chef Aditya sawan liat loe, loe kan mirip orang-orangan sawah."
"Sembarangan loe.."
Adinda yang mendengar bisik-bisik percakapa mereka yang memperebutkan suaminya dan mengagumi ketampanan suaminya ada rasa lucu dan muak.
"Cihhh.. Tampan dari mananya.! Tampan di lihat dari lubang sedotan?" Batin Adinda sinis, ada rasa sedikit tak rela suaminya jadi bahan rebutan cewek-cewek yang kecentilan.
"Oke cukup perkenalannya, sekarang silahkan kalian bersia-siap untuk memasak. Kalian boleh memasak apa saja yang menurut kalian enak dan bisa di nilai baik oleh para juri." Ujar Dimas yang membuat para kontestas langsung berhaburan menyiapkan masakannya masing masing.
.
.
.
.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka menyelesaikan masakannya masing masing, Adinda sangat puas ia telah menyelesaikan masakannya dengan baik.
"Duhh gue deg-degan banget nih.. semoga saja para juri suka masakanku termasuk chef Rangga idolaku" Adinda sangat gugup dan takut masakannya tidak di sukai para juri.
Kini giliran Adinda membawa masakannya untuk di nilai oleh para juri, dengan perasan campur aduk ia berjalan sambil membawa masakan nya.
"Hay chef." Ucap Adinda gugup dan cannggung setelah berhadapan dengan para juri.
"Hay.."
Aditya menatap Adinda intens akhirnya ia tau bahwa istrinya itu mengikuti lowongan kerja tanpa memberi tahuinya dulu tampa memberi izin nya terlebih dulu.
"Cihh.. istri macam apa dia. Awas aja kamu sudah berani macam-macam.. tunggu akibatnya." Batin Aditya sambil menatap Adinda.
"Oke, kamu masak apa..!'' Tanya Rangga tersenyum ramah.
"Duhh cakep banget senyumnya bikin gue melayang aja hehe.. gak kaya si pria es balok dinginnya gak cair-cair." Ucap Adinda dalam hatinya.
"Saya memasak sop kambing chef" jawab Adinda.
"Hah.. are you sure? ini Restaurant terkenal. kamu hanya memasak itu.. yakin enak gak tuh?." Sela Aditya sengaja ingin membuat Adinda kesal.
"Hahaha iya benar.. kamu yakin dengan masakanmu? jangan sampe kita ke rumah sakit yah.." Lanjut Raya tersenyum puas.
"ishh.. apaan sih mentang-mentang menjadi juri seenaknya saja ngomong." Batin Adinda tapi ia berusaha tetap tenang.
"Tenang saja chef saya yakin masakan saya enak walau kelihatan sederhana, dan tidak akan membuat kalian ke rumah sakit." Jawab Adinda tegas.
"Sudah-Sudah sekarang kita mau memcicipi masakan kamu." Lanjut chef Rangga.
Satu persatu dari chef Rangga lalu chef Raya mencicipi masakan Adinda, dan sekarang giliran Aditya mencicipinya.
"Kenapa bisa rasanya enak seperti ini?. Ini sama persir seperti masakan mamah." Bantin Aditya sambil merasakan makanannya yang mengingatkan ia dengan mamah nya sewaktu ia masih kecil.
"Gimana chef enak..!" Tanya Adinda yang melihat reaksi Aditya begitu menikmati masakannya.
Aditya tersadar dengar ucapan Adinda ia sebisa mungkin bersikap biasa seakan tidak menikmati masakannya.
"Tidak enak.. biasa sekali masakan kaya gitu.. anak SD juga bisa membuatnya." Jawab Aditya berbohong.