NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Pengembara

Pendekar Pedang Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Action / Romantis / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Jian Yi secara tak terduga memperoleh sebuah pedang aneh yang mampu berbicara. Dari pedang itulah ia mempelajari teknik pedang kuno dan jalan kultivasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Saat kekuatannya dianggap cukup, pedang tersebut memerintahkannya untuk mengembara—mencari cara agar sang roh pedang dapat memperoleh wujud fisik.

Maka dimulailah perjalanan Jian Yi sebagai seorang pengembara, melangkah di antara bahaya, rahasia, dan takdir yang perlahan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Sang Pusaka Kecil yang Menggemaskan

​Cahaya perak yang menyilaukan perlahan meredup, menyisakan butiran energi yang menari-nari di udara ruang pusaka.

Jian Yi memicingkan mata, bersiap melihat sosok "wanita angkuh" yang selama ini mengisi kepalanya dengan omelan serak.

​Namun, saat penglihatannya kembali jelas, rahang Jian Yi hampir jatuh ke lantai.

​Di depan kotak batu giok itu, berdiri seorang gadis yang tingginya bahkan tidak mencapai bahu Jian Yi.

Dia mengenakan gaun sutra tipis berwarna perak transparan yang tampak seperti aliran air.

Wajahnya bundar dengan pipi kemerahan yang sangat chubby, mata besar yang berbinar jernih, dan bibir mungil yang mengerucut.

​Meskipun tubuhnya mungil dan pendek, siluet tubuhnya sangat kontras—terutama bagian dadanya yang tampak cukup menonjol di balik gaun tipisnya, memberikan kesan perpaduan antara keimutan yang ekstrem dan kedewasaan yang canggung.

​"Ini... kau, Ling'er?" tanya Jian Yi dengan suara tercekat.

​Gadis itu menatap kedua tangannya yang kecil, lalu memutar tubuhnya dengan gembira. "Hah! Akhirnya! Lihat raga ini, Jian Yi! Lihat betapa agungnya aku!" Suaranya bukan lagi serak, melainkan jernih dan manis seperti denting lonceng.

​Jian Yi diam mematung selama beberapa detik, lalu tiba-tiba ia meledak dalam tawa yang tak tertahan. "Hahahaha! Jadi ini pusaka kuno yang kaisar saja sampai bersujud? Kau... kau terlihat seperti anak kucing yang mencoba memakai baju manusia!"

​Ling'er tersentak, wajahnya memerah hingga ke telinga. Ia menghentakkan kakinya yang mungil ke lantai. "Hei! Apa maksudmu?! Aku cantik, kan?! Aku elegan, kan?!"

​Jian Yi mendekat, lalu tanpa ragu, ia mencubit pipi Ling'er yang tembam dan menariknya ke samping. "Cantik? Mungkin. Tapi kau lebih mirip bakpao perak yang sangat menggemaskan. Mana sosok 'wanita agung' yang kau bicarakan? Kau ini pendek sekali, Ling'er!"

​"Aduh! Sakit! Lepaskan, Bocah Sialan!" Ling'er mencoba memukul tangan Jian Yi, tapi lengannya yang pendek membuatnya terlihat semakin lucu. "Aku pendek karena Inti Merkuri ini belum cukup untuk membuat raga dewasaku! Ini hanya raga sementara!"

​Jian Yi melepaskan pipinya, namun matanya terus memperhatikan Ling'er.

Perpaduan antara wajahnya yang imut dengan bentuk tubuhnya yang "berisi" benar-benar membuat Jian Yi merasa ingin terus menggodanya.

Selama tujuh tahun ia hanya mendengar suaranya, dan sekarang, ia memiliki "mainan" hidup yang sangat reaktif.

​"Coba berputar sekali lagi," perintah Jian Yi dengan senyum jahil.

​"Untuk apa?!"

​"Aku ingin memastikan kalau kau tidak akan menggelinding saat berjalan."

​"JIAN YIII! AKU TIDAK BULAT!" Ling'er berteriak sambil melompat ingin menjambak rambut Jian Yi, namun Jian Yi hanya perlu mengangkat satu tangan di atas kepala Ling'er untuk menahan keningnya, membuat gadis kecil itu hanya bisa mengayunkan tangan di udara tanpa bisa menjangkau Jian Yi.

​Lu Feng, yang baru saja menyelinap masuk ke ruang pusaka, langsung mematung di pintu. Paha ayam di tangannya jatuh ke lantai. "Yi... kau... kau menculik anak siapa di dalam gudang pusaka?"

​"Ini Ling'er, Lu Feng," sahut Jian Yi sambil tertawa, masih menahan kening Ling'er yang sedang mengamuk.

​Lu Feng mengucek matanya. "Pedang karatan itu... jadi bocah menggemaskan ini? Wah, kalau begini sih, aku juga mau punya pedang berkarat!"

​"JANGAN MENDEKAT, PEMABUK!" teriak Ling'er, wajahnya cemberut maksimal hingga pipinya menggembung.

​Jian Yi melepaskan tangannya, lalu mengusap kepala Ling'er dengan kasar hingga rambutnya berantakan. "Baiklah, Ling'er. Meskipun kau pendek dan mirip bakpao, setidaknya sekarang kau punya wujud. Tapi ingat, jangan coba-coba memerintahku lagi, atau aku akan membelikanmu baju bayi."

​Ling'er menatap Jian Yi dengan mata berkaca-kaca karena kesal, namun jauh di dalam lubuk hatinya, ia merasa sangat bahagia bisa merasakan sentuhan fisik Jian Yi untuk pertama kalinya. "Tunggu saja... kalau aku sudah mendapatkan bahan berikutnya, aku akan tumbuh tinggi dan membuatmu berlutut!"

​Jian Yi hanya menyeringai. Perjalanannya kini terasa akan jauh lebih menghibur dengan kehadiran "Pusaka Kecil" yang menggemaskan ini di sisinya.

1
Dadan Purwandi
mantapppp 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
gaspolll thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap thorrrrr🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap 🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
mantap ceritanya 🔥🔥🔥🔥🔥
Dadan Purwandi
hancurkannnnn🔥🔥🔥🔥
angin kelana
dah 7 tahun lg yah...
Agen One: time skip aja/Pray/
total 1 replies
Adibhamad Alshunaybir
mantap author semangat up nya☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!