NovelToon NovelToon
Menggoda Boss Arogan

Menggoda Boss Arogan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Badboy / Tamat
Popularitas:12M
Nilai: 5
Nama Author: RizkiTa

Sekuel SEKRETARIS KESAYANGAN

~

Meira pikir, setelah direktur marketing di perusahaan tempat dia bekerja digantikan oleh orang lain, hidupnya bisa aman. Meira tak lagi harus berhadapan dengan lelaki tua yang cerewet dan suka berbicara dengan nada tinggi.

Kabar baik datang, ketika bos baru ternyata masih sangat muda, dan tampan. Tapi kenyataannya, lelaki bernama Darel Arsenio itu lebih menyebalkan, ditambah pelit kata-kata. Sekalinya bicara, pasti menyakitkan. Entah punya masalah hidup apa direktur baru mereka saat ini. Hingga Meira harus melebarkan rasa sabarnya seluas mungkin ketika menghadapinya.

Semakin hari, Meira semakin kewalahan menghadapi sikap El yang cukup aneh dan arogan. Saat mengetahui ternyata El adalah pria single, terlintas ide gila di kepala gadis itu untuk mencoba menggoda bos

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizkiTa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuatmu Menangis

Apa yang gue lakuin sekarang? Meira bertanya-tanya dalam hatinya. Gue udah punya suami? dan jadi istri orang? ini pasti mimpi, kan? Sambil mencium punggung tangan Darel, dia terus saja membatin.

Darel tersenyum singkat saat merasakan punggung tangannya menghangat karena kecupan Meira.

Gue udah jadi suami? dia milik gue, kan? bebas kan? Hati Darel pun ikut berkata. Nikah segampang dan semudah ini ternyata? kenapa nggak dari dulu? Gue harus tunjukin ke mereka, kalau sekarang gue udah naik level satu tingkat, gandengan gue bukan sekedar pacar, tapi istri. Lihatlah nanti, mereka nggak akan bisa juluki gue perjaka tulen lagi. Darel tertawa dalam hatinya.

“Pengantinnya masih malu-malu, ya?” seorang lelaki paruh baya yang saat itu berperan sebagai penghulu, juga gemas dengan tingkah mereka. Ini pasangan paling beda yang pernah dia lihat selama menjadi penghulu nikah.

Selesai agenda penandatanganan buku nikah, saatnya saling bersalaman, di mulai dari Meira yang langsung menyalami ibunya dengan penuh rasa haru.

Terharu? pernikahan ini bukan keingingan gue. Tapi, kenapa gue terharu? apa itu manusiawi?

“Nduk, kamu udah jadi seorang istri, harus patuh pada suami dan mertua, percayalah mereka orang baik.” bisik Bu Arum, tepat di telinga Meira saat mereka berpelukan.

“Ibu bilang mereka baik, karena maharnya banyak, kan?” Meira balas berbisik, lalu dia segera melepas pelukan dan menjauh, sebelum ibu marah.

Kini, Meira beralih pada Inayah, pemeran antagonis yang ada dalam mimpinya. Dengan sedikit gemetaran, dia mencium tangan Inayah, tanpa berkata apapun karena takut salah bicara. Inayah memberinya pelukan erat, rasa haru menyelimutinya. Anak sematawayangnya kini sudah dewasa dan memiliki seorang istri. “Meira, bunda anak tunggal, bunda punya anak juga cuma satu-satunya, bunda harap, kamu bisa jadi teman bunda di rumah, ya?” pinta Inayah

Tercengang Meira mendengar kata-kata dan permintaan itu, matanya berkaca-kaca. Wanita yang kini sudah sah menjadi mertuanya, berubah menjadi lembut tak lagi ada kata-kata menghakimi yang keluar dari mulutnya. “Bunda pingin punya anak perempuan, dan Allah mengirimkan kamu untuk bunda,” lanjut Inayah.

Pelukan Meira pada mertuanya semakin erat. “Mei akan berusaha, bu— bunda.” panggilan baru membuat Meira menjadi canggung. “Terimakasih, karena udah baik sama Mei.” ucapnya hati-hati.

“Kamu cantik.” Inayah memegang pipi Meira, dan gadis itu tersenyum cukup ramah.

“Pak—“

“Ayah,” Ibra meralat panggilan Meira untuknya.

“Maaf, Ayah.” Lidah Meira terasa kelu, ini benar-benar seperti mimpi. Orang yang sangat dia hargai, dan hormati di perusahaan, kini menjadi bagian dari keluarganya.

“Pesan Ayah cuma satu, banyak-banyak sabar dan kamu harus kuat menghadapi El, ya? Sikapnya itu lebih dari sekedar menyebalkan. Namun, hatinya selalu baik dan tulus.” petuah dari Ayah Mertua akan Meira terapkan secara baik-baik.

“Terima kasih, nasihatnya, Ayah. Semoga Mei mampu.”

\~

Meira menangis di dalam pesawat, saat ternyata suami dan mertuanya langsung membawanya ke Jakarta beberapa jam setelah akad nikah dilangsungkan. Padahal, dia masih ingin bermalam di rumah ibunya, dia masih rindu.

Gadis itu menangis dalam diam, apalagi mengingat momen haru saat dia berpisah dengan ibunya tadi. Meira berjanji akan pulang mengunjungi ibu sesering mungkin. Tahun lalu, Meira hanya bisa pulang saat lebaran saja. Bahkan di akhir tahun yang harusnya dia mengambil cuti, ternyata pengajuan cutinya tidak di terima karena saat itu perusahaan tengah padat pekerjaan.

Meski Darel berada di sampingnya, lelaki itu tidak tahu kalau istrinya sedang menangis, karena dia menutup telinganya dengan headset. Sesekali, Meira melirik ke arah lelaki itu. Darel sedang memejamkan mata, entah memang tidur atau sedang menikmati alunan musik yang dia dengar.

Lebih bagus dia begitu, jadi nggak tau kalau gue nangis. Batin Meira, dan beberapa detik kemudian, dia melepaskan tangisnya, semakin menjadi-jadi.

“Jangan nangis di sini, nanti orang bertanya-tanya.” Darel mengingatkan, sebenarnya dia tidak mendengarkan musik, ataupun tidur. Dia tahu, Meira mulai menangis saat pesawat akan take off dan meninggalkan daratan Yogyakarta, maka dia membiarkan istrinya itu, dengan berpura-pura sibuk sendiri. Namun, kali ini tak bisa dibiarkan karena Meira menangis di sertai rintihan yang terdengar sangat pilu. Siapapun yang mendengarnya, pasti akan berpikir Meira adalah wanita paling sedih di dunia.

“Ka-kamu, nggak tidur?” Meira menghapus jejak air matanya, dengan tisu yang sedang di genggamnya. Mata sipitnya sembab, hidungnya merah. Sangat jelas terlihat dan kontras dengan kulit wajahnya yang cerah.

“Aku tau kamu nangis, dari awal. Ku pikir, hanya sebentar. Apa yang menyebabkan kamu menangis sedih begitu?”

Meira menggeleng, “Sedih aja, ninggalin ibu.”

“Bukannya udah biasa, ya? berjauhan dengan ibu kamu?” tanya Darel dengan lembut.

“Iya, ta-tapi, sekarang kan udah beda kondisinya.” jawab Meira sedikit terbata.

“Kamu boleh pulang temui ibu, kapanpun kamu mau, aku juga suka suasana di kampung. Tapi, kali ini kita nggak bisa berlama-lama. Pekerjaan menunggu kita,” jelas Darel, berniat memberi pengertian.

Meira mengangguk, “Aku tau, besok juga kita ada meeting,” sahut Meira.

“Jangan nangis lagi, jangan terlihat menderita, padahal aku belum memulai apapun.” Tangan Darel menyentuh ujung-ujung jari Meira. Awalnya Meira ingin menepis, namun dia sadar, sekarang, lelaki ini adalah suaminya.

“Memulai apa?” tanya Meira penasaran.

“Membuatmu menangis,” sahut Darel.

“Apa membuatku menangis, benar-benar masuk ke dalam daftar rencana kamu menikahiku, Mas?”

“Ya!” sambil tersenyum miring, dan satu kata dari Darel. Namun, menjawab semuanya. Meira hanya diam tanpa mengerti apa maksudnya. Jika benar, Darel akan menciptakan derita untuknya, tapi mengapa kenapa kini dia justru merasakan ketulusan dari lelaki itu.

Telapak tangan Meira terasa sangat dingin ketika Darel menggenggamnya. “Kenapa nggak pakai jaket, kamu kedinginan?” Darel melepaskan sweaternya, dan memaksa memakaikan pada gadis cantik yang tengah kebingungan itu. Tubuh Meira yang awalnya berbalut blouse tipis lengan panjang, hingga dia kedinginan, kini terasa lebih hangat. Tak hanya tubuhnya yang hangat. Tapi, hatinya juga.

“Kebesaran,” gumam Meira, saat sweater itu sudah melekat di tubuhnya.

“Tapi lucu!” kata Darel gemas.

😆

1
Lucia
Cepet banget thorrrrrrt🤦‍♀️
Lucia
Kabar Nia gimana tuh
Lucia
Puji Tuhan Kalo Meira + lagi
Lucia
Siapakah Sekertaris Darel🤔
Lucia
Bunda Inaya marah karena kelauanmu Darel terutama kehilangan cucu yg diidam"kan.
Td aja sampe nanya masa Nifas segala
Lucia
Udah lah Mei baikan.
Ini namanya ujian dlm RT, toh di Darel dh minta maaf biar gk berlarut" maslahnya
Lucia
Eh nya thor baru ingat kan maharnyabanyak ya. Diapain tuh emas 1 batang brp kg tuh kmrin sm uang tunai 1-2 M yahhhh🤭 dianggurin tuh uang?
Lucia
Haiah buat inu mertuanya Renovasi Rumahnya dong. Kasihan ibunya br lebih nyaman 😁
Lucia
Tpi kalo dipikir" Meira jg salah knp juga Ngundang Nia. Nih jadinya maslah malah jadi Runyam, hayo coba jujur sm Darel kalo kamu undang Nia di wa??? Niat jahat si ular kn jdi Jahat hmmmm Mei.,, meii
Lucia
Nh loehh dikunci pintunya kan🤭 sakit GK tuhhhh
Lucia
Sahabat Gila. Dari mana tuh duit buat bayar suruhannya mana pak Satpam lagi🤦‍♀️
Siapa juga yang mau Perkosa kamu? Darel??? Emg mau sama eloe si ular buauk👊
Lucia
Nah kan
Lucia
Darelll tanpa sadar kamu MEMBUNUH anakmu. Meira tdk akan MEMAAFKAN kamu👊 bodoh kamu!!!
Lucia
Kamu nnt nyesel darel
Lucia
Kamu sih Meira pake undang si Nia🤦‍♀️
Lucia
Kenapq Darel Gk Percaya kan pas Belah Duren Tau kalo masih Virgin 🤦‍♀️ Darel emaang ke kanak"an gampang kepancing emosi
Lucia
Ini kelakuan si Nia nih. Knp juga Meira pake ngundang Nia. Udah tau Sahabat palsu Menusuk dr Belakang. Cari maslaah. Kamu Meire 🤦‍♀️
Lucia
Darel telp bundanya, dgn perubahan sikapMeira
Lucia
Gk PMS darel, ku curiga hamil dehhh.
Km Gempur trs tanpa ampun😁
Lucia
Rasakan lohh. Hati yg Iri Dengki menjatuhkan Dirimu Sendiri.
Salut Ma Darel👍
Tp harus hati" sm Nia tuh bisa Menikam dr bekakang suatu saat nnti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!