NovelToon NovelToon
Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya

Hidup Kedua Sang Istri Teraniaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Sci-Fi
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: Erchapram

"Kau pikir aku masih wanita lemah yang dulu?"

Dara Alvarino, dokter bedah kelompok mafia paling ditakuti mati ditikam dari belakang oleh sahabatnya sendiri. Saat membuka mata, ia terbangun dalam tubuh Kiara Adisaputra, istri lemah yang sedang hamil tiga bulan, dipukuli suaminya sendiri karena dituduh selingkuh.

PLAK!

Tamparan keras mendarat di pipinya. "Pelacur! Ngaku saja kalau anak itu bukan anakku!"

Arkan Adisaputra, suaminya berdiri dengan mata penuh kebencian. Di belakangnya, Lenna si adik angkat tersenyum tipis, pura-pura cemas. "Kak Arkan, jangan kasar... Kak Kiara kan sedang hamil..."

Dara yang sekarang Kiara menatap tajam. Tubuh ini lemah, tapi jiwanya adalah predator yang pernah membedah tubuh manusia tanpa berkedip.

"Kau mau bukti?" Kiara berdiri, mengusap darah di sudut bibirnya. "Aku akan tunjukkan siapa yang sebenarnya berbohong di rumah ini."

Pembalasan dimulai. Kali ini, ia tidak akan mati sia-sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erchapram, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 - ANCAMAN DARI MASA LALU DARA

Seminggu setelah kejadian Lenna, Dara merasa ada yang salah.

Terlalu tenang. Terlalu damai.

Dan pengalamannya di dunia mafia mengajarkan, ketenangan adalah ilusi sebelum badai.

Dia sedang memeriksa perlengkapan bayi yang baru dibeli Nyonya Devi saat ponselnya berdering. Nomor tidak dikenal.

Biasanya dia tidak angkat. Tapi instingnya berteriak... Ayo angkat!

"Halo?"

Suara pria. Kasar. Familiar tapi tidak bisa dia ingat dari mana.

"Dara Alvarino. Atau sekarang kamu lebih suka dipanggil Kiara Adisaputra?"

Dara membeku. Darah di tubuhnya seolah berhenti mengalir.

"Siapa ini?"

"Kamu lupa ya? Wajar sih kamu sudah 'mati' kan?" Pria itu tertawa, dengan tawa yang membuat bulu kuduk Dara berdiri. "Aku Victor. Tangan kanan Bos Rendra. Kamu ingat sekarang?"

Victor. Pria sadis yang sering menyiksa target sebelum dibawa ke Dara untuk "diperbaiki". Pria yang pernah mengancam akan membunuhnya kalau dia tidak mau operasi tanpa anestesi pada musuh bos.

"Bagaimana kamu dapat nomor ini..."

"Aku punya banyak cara, Dok. Dan aku punya kabar buruk untukmu, Bos Rendra tahu kamu masih hidup."

Jantung Dara berdebar keras. "Itu tidak mungkin. Salma bilang..."

"Salma pembohong. Dia bilang kamu mati, tapi ternyata dia cuma menyembunyikan kamu untuk percobaannya. Sayangnya, Salma tertangkap polisi kan? Dan dalam interogasi, dia bicara. Banyak."

Dara mengepalkan tangannya. Salma mengkhianatinya lagi.

"Apa maunya Bos Rendra?"

"Sederhana. Kamu tahu terlalu banyak rahasia kelompok kami. Kamu tahu siapa yang kami bunuh, siapa yang kami operasi, siapa yang kami selamatkan. Kamu bahkan tahu identitas asli Bos Rendra yang disembunyikan dari polisi."

"Aku tidak akan bicara..."

"Oh, kami tahu kamu tidak akan bicara. Kalau kamu mau bicara, kamu sudah lapor polisi dari dulu." Victor berhenti sebentar. "Tapi Bos tidak suka ada risiko yang berkeliaran. Jadi dia minta aku untuk beresin kamu."

"Aku sudah bukan Dara lagi. Aku Kiara..."

"Kami tidak peduli nama apa yang kamu pakai sekarang. Yang penting, kamu masih punya ingatan Dara. Dan itu yang harus dihilangkan."

"Kamu mau bunuh aku?"

"Bukan cuma kamu." Suara Victor berubah dingin. "Kami tahu kamu hamil. Kami tahu kamu menikah dengan pewaris keluarga kaya. Kami tahu di mana kamu tinggal. Dan Bos Rendra bilang, kalau kamu tidak mau bekerja sama, kami akan mulai dari orang-orang terdekatmu."

Dara merinding. "Jangan libatkan mereka..."

"Lalu kerja sama. Bertemu dengan kami. Ikut prosedur yang kami minta."

"Prosedur apa?"

"Penghapusan ingatan. Kami punya dokter spesialis saraf yang bisa lakukan operasi otak kecil. Menghapus ingatan spesifik tentang kelompok kami. Kamu akan lupa siapa Bos Rendra. Lupa semua yang kamu lihat. Tapi kamu masih bisa hidup normal."

"Dan aku harus percaya kalian tidak akan bunuh aku setelah operasi?"

Victor tertawa. "Kamu memang pintar, Dok. Tapi ini bukan soal kepercayaan. Ini soal pilihan, operasi atau semua orang yang kamu sayang mati satu per satu di depan matamu. Mulai dari suamimu. Lalu ibu mertuamu. Lalu adik iparmu. Dan terakhir anak dalam kandunganmu."

Amarah meledak di dada Dara. "KAMU BERANI SENTUH ANAKKU..."

"Maka jangan buat kami melakukannya. Bertemu dengan kami. Besok malam. Jam sepuluh. Di gudang tua pelabuhan Tanjung Priok dermaga enam. Datang sendiri. Kalau kamu bawa polisi, bawa suami atau bawa siapapun. Kami mulai bunuh."

"Bagaimana aku tahu ini bukan perangkap untuk langsung bunuh aku?"

"Kamu tidak tahu. Tapi kamu tidak punya pilihan." Victor menutup telepon.

Dara berdiri terpaku... ponsel masih di tangan, tubuh gemetar.

Bos Rendra. Orang yang dia takutkan paling banyak di kehidupan lama. Orang yang punya koneksi ke mana-mana. Polisi korup, hakim korup, bahkan politisi korup.

Kalau dia mau membunuh Dara dan keluarganya, dia bisa. Dan tidak ada yang bisa menghentikannya.

Dara tidak tidur malam itu. Dia duduk di balkon, menatap langit, berpikir keras.

Opsi satu datang ke pertemuan. Risiko: dibunuh atau dioperasi dan jadi sayur.

Opsi dua tidak datang. Risiko: Arkan, Nyonya Devi, Regan, dan anaknya dalam bahaya.

Opsi tiga lari. Tapi ke mana? Bos Rendra punya jaringan di seluruh Indonesia.

Opsi empat melawan. Tapi bagaimana? Dia cuma satu orang, hamil tujuh bulan. Melawan kelompok mafia dengan puluhan anggota terlatih.

"Kiara?"

Arkan muncul dengan wajah khawatir. "Kamu belum tidur? Sudah jam dua pagi."

"Aku tidak bisa tidur."

Arkan duduk di sampingnya. "Ada yang mengganggumu?"

Dara menatapnya lama. Haruskah dia cerita? Haruskah dia libatkan Arkan dalam masalah dari kehidupan lamanya?

Tapi kalau dia tidak cerita, Arkan akan dalam bahaya tanpa tahu apa-apa.

"Arkan, aku perlu cerita sesuatu. Dan setelah mendengarnya mungkin kamu akan ingin bercerai denganku."

Arkan menatapnya serius. "Tidak ada yang bisa membuatku mau bercerai denganmu. Ceritakan."

Dara mengambil napas panjang. "Aku... aku pernah kerja untuk kelompok mafia."

Hening.

Arkan menatapnya, tidak shock seperti yang Dara kira. Tapi... menunggu.

"Lanjutkan."

"Kamu... kamu tidak kaget?"

"Dr. Wijaya pernah cerita kamu punya latar belakang medis yang tidak biasa. Dan aku sudah curiga sejak lama, kamu terlalu tahu tentang racun, obat-obatan berbahaya, cara menghadapi orang berbahaya. Itu bukan pengetahuan orang biasa."

Dara tidak menyangka Arkan seobservan ini.

"Aku bekerja sebagai dokter bedah untuk kelompok Bos Rendra. Tujuh tahun. Aku melihat banyak hal, pembunuhan, penyiksaan, kejahatan. Dan sekarang mereka tahu aku masih hidup. Mereka minta aku datang besok malam untuk 'operasi penghapusan ingatan'. Kalau tidak mereka akan bunuh semua orang yang aku sayang. Termasuk kamu."

Arkan tidak bicara lama. Lalu dia mengambil tangan Dara, menggenggamnya.

"Kamu tidak akan datang sendirian."

"Mereka bilang..."

"Aku tidak peduli apa yang mereka bilang." Arkan menatapnya dengan tatapan yang Dara tidak pernah lihat sebelumnya, tatapan protektif, penuh tekad. "Kamu istriku. Ibunya anakku. Aku tidak akan biarkan kamu pergi ke tempat berbahaya sendirian."

"Tapi kalau kamu ikut, mereka akan..."

"Aku tidak akan ikut secara langsung. Tapi aku akan pastikan kamu punya backup. Punya jalan keluar kalau situasi memburuk." Arkan berdiri. "Aku kenal orang. Orang yang bisa bantu."

"Siapa?"

"Mantan tentara yang sekarang kerja sebagai pengawal pribadi. Mereka profesional. Tidak akan kelihatan. Tapi akan ada kalau kamu butuh."

Dara menatapnya, merasakan sesuatu mencair di dadanya.

"Kenapa kamu mau bantu aku? Setelah tahu aku punya masa lalu seperti ini?"

"Karena masa lalu adalah masa lalu." Arkan berlutut di depannya, menatap mata Dara. "Yang penting bagiku adalah kamu sekarang. Kamu yang mencoba bertahan hidup. Kamu yang melindungi anak kita. Dan aku akan lakukan apapun untuk melindungi kalian berdua."

Untuk pertama kalinya Dara merasakan air mata turun di pipinya.

Bukan air mata lemah. Tapi air mata lega.

Dia tidak sendirian.

"Terima kasih," bisiknya.

Arkan mengusap air matanya. "Kita keluarga sekarang. Dan keluarga melindungi satu sama lain."

Keesokan harinya, Dara, Arkan, dan Regan duduk di ruang kerja merencanakan strategi.

"Aku akan datang ke gudang," kata Dara. "Tapi aku akan pakai alat perekam suara tersembunyi. Kalau mereka ngaku soal kejahatan... itu bukti."

"Aku akan siapkan tim pengawal di sekitar lokasi," kata Arkan. "Mereka tidak akan masuk kalau tidak ada tanda bahaya. Tapi kalau kamu kasih sinyal, mereka akan serbu."

"Aku akan hubungi kontak di kepolisian," tambah Regan. "Ada beberapa yang bersih tidak korup. Mereka bisa standby."

Dara mengangguk. "Ini berbahaya. Kalian tahu itu kan?"

"Kami tahu," kata Arkan. "Tapi kamu lebih berbahaya kalau terdesak. Aku percaya padamu."

Dara tersenyum, senyum yang menunjukkan Dara dokter mafia yang pernah bertahan di dunia paling kejam.

"Kalau begitu mari kita tunjukkan pada Bos Rendra, aku bukan Dara yang dulu lagi. Aku Kiara. Dan Kiara tidak bisa diancam."

1
Dewi Sri
author nya jenius
asih
saya ikut tegang bacanya
Dewi Sri
ceritanya bagus tp masih sepi koment, semangat kak author
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
pilihan yang sulit tapi aq yakin dara pintar dan cerdas pasti ada jalan keluar nya tanpa harus membunuh keduanya
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
wow
Dew666
👍👍👍👍
asih
pilihan yg sangat sulit,harus pintar bermain licik Dara
Ma Em
Dara kamu wanita cerdas mantan dokter mafia , kalahkan Viktor juga Rendra dgn siasat licikmu Dara jgn sampai mau di perbudak lagi sama Rendra juga Viktor mereka pasti punya titik lemahnya .
Dew666
🌹🌹🌹🌹
Wulan Sari
ceritanya dari bab perbab semakin menarik dan selalu buat penasaran semoga cerita di akhir akan bahagia, trimakasih Thor semangat buat karya lain salam sukses selalu ya cip 👍❤️🙂🙏
Erchapram: Terima kasih
total 1 replies
🏡s⃝ᴿ . Incha
kira ada cakaran rambut atau apa kek
Erchapram: Puasa Kak, mode kalem. Pembalasam intelektual bukan kek preman 🤣🤣🤣
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
vj'z tri
Lo , w end 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
vj'z tri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 penipu yg tertipu
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
coba km hidup baik-baik len nasib km g bakalan sprti ini
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
lenna bilang cinta sama arka sekarang bilang cinta sama rio, jd sebenarnya yg mn nih lenna, wah pemain juga si lenna
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
lenna trlalu jahat sampe sampe nggak sadar kl dya di jahatin🤣🤭
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
author kapan penyelidikan calon istri regan di mulai? hehehe...
lupita namanya siapa ya
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉: lupita itu lupa thor aq plesetin🤭🤣
total 2 replies
@ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ⍣⃝🦉ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
tarik satu nafas... dan cuma satu kata wow 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!