Denada yang awalnya sedang menikmati pekerjaan nya, sebagai seorang pengacara. alias pengangguran banyak acara, mati dalam keadaan yang mengenaskan. bukannya mati dengan tenang, dia malah masuk ke salah satu cerita di dalam novel tersebut. apalagi sebagai figuran yang tak penting. sangat miris bukan. memiliki ibu selir yang terobsesi dengan kaisar, dan harus berjuang keras untuk mengindari masalah yang ada. bagiamana perjuangan Denada untuk terhindarkan dari permasalahan permasalah tersebut, akan kah dia berhasil, atau akan mati sia sia.
"Argh... wajah siapa ini?"
"Eh, kok suara ku menjadi berubah?"
"Sial, jangan bilang aku masuk, dan menjadi anaknya selir gila itu?" gumam Denada yang penuh rasa terkejut.
Ini bukan novel terjemahan, ini karangan author sendiri. kalau yang ga suka bisa skip
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.18
Selir Merry datang di kediaman sang kaisar dengan tatapan penuh arti nya. Dia memakai handbook berwarna cream, dengan wangi wangian yang menyegarkan. Dia ingin melihat apakah kaisar Tinus masih memiliki perasaan dengan nya, atau tidak. Tadi saat berpapasan dengan ratu elli, beliau mengatakan hal yang buruk tentang nya,dan berhasil membuat selir Merry langsung marah dan murka. tapi dia tahan, sebab tak ingin dihukum, lagi, dan harus mengerjakan kitab kitab suci kuno itu.
"Salam hormat yang mulia kaisar." ucap selir Merry yang menghampiri kamar sang kaisar Tinus.
"Selir Merry, apakah kau sudah menyadari kesalahan mu?" ucap kaisar Tinus dengan tatapan tajam nya.
Kasim song mewakilinya, untuk menghukum selir agung merry agar tak melewatkan batasan nya lagi. bahkan gelar selir agung yang tersemat di nama nya, terpaksa di lepas oleh sang kaisar, karena telah melanggar aturan istana kerajaan nymeria.
"Sudah kakanda. Maafkan selir mu ini, yang telah kehilangan, akal dan kendali beberapa hari yang lalu." ucap nya dengan penuh penyesalan di wajah cantik nya.
"Bagus kalau begitu, jangan mengulangi lagi. Dan sejak kapan kau perduli dengan putri mu sendiri?" tanya kaisar Tinus dengan cibiran yang sedikit menekan.
"Sejak hari ini, dan seterusnya. hamba sudah sangat menyesal telah berbuat buruk kepadanya." ucap selir Merry yang masih terlihat tenang, memperhatikan wajah tampan sang kaisar yang terbuat nya tergila gila sampai sekarang.
"Yang mulia, bisakah kita menghabiskan waktu bersama berdua, dan apakah kakanda mau ditemani oleh hamba?" tanya nya dengan penuh harapan yang tinggi.
Sejak dia telah melahirkan rose, kaisar tinus sudah jarang menyentuh nya lagi. Bahkan kaisar sering menghabiskan waktunya bersama permaisuri Elli. Bukan tanpa alasan kaisar melakukan semua itu, karena semua berawal dari permaisuri Elli yang telah menghasut sang kaisar, untuk tak menyentuh wanita itu lagi. ratu elli membuat sebuah fitnah yang mengatasnamakan bahwa selir Merry berhubungan badan dengan pria lain, dan kaisar langsung mempercayai nya begitu saja tanpa ada nya bukti. Kaisar bahkan ragu, bahwa anak yang dikandung oleh selir Merry adalah anak nya sendiri. itulah sebabnya dia tak pernah perhatian kepada lady rose. Dan selalu mengacuhkan nya. padahal ini semua, karena hasutan ratu elli.
"Tidak! Jangan mendekat. seorang selir rendahan seperti mu, tak pantas untuk pemimpin di negeri nymeria ini. Bahkan aku masih tetap mengangkat mu, menjadi selir ku, karena tak ingin kau dan anak mu menjadi gelandangan di luar sana!"
"Deg.....
"Kakanda, apa maksudmu?" tanya nya dengan air mata yang mengalir di pipi nya itu.
"Aku tau siapa dirimu selir Merry. Kau perempuan jalang, yang tidur dengan pria lain, dan aku curiga bahwa lady rose itu anak kandung ku sendiri."
"Deg....
Hati selir Merry begitu sakit, melihat pengakuan sang kaisar Tinus tentang harga dirinya. Bahkan bibir nya bergetar tak percaya dengan ucapan suaminya itu. rasanya begitu menyakitkan. Bahkan sudah hampir bertahun tahun bersama, tak ada sedikit pun tempat di hati sang kaisar. Bahkan saat pemilihan posisi sang ratu, Elli dan juga merry dulunya bersahabat begitu baik. Banyak orang yang tak tau asal usul kedua nya. yang mereka tau, kedua nya seperti musuh bebuyutan. dan kaisar langsung memilih Elli menjadi ratu di masa depan. Itu membuat merry patah hati, dan membenci Elli.
"Apa yang mulia tak melihat jelas, bahwa putri ku rose, begitu mirip dengan yang mulia kaisar. Apakah yang mulia meragukan ketulusan dan cinta ku selama ini? Apakah aku tak pernah dianggap oleh yang mulia?"ucap nya dengan sorot mata yang penuh kekecewaan.
"Tidak, dan bahkan aku tak perduli dengan bocah itu." ucap nya dengan nada tegas tanpa ada sorot mata yang diragukan. Bahkan lagi lagi selir Merry di telan kekecewaan karena terlalu berharap yang tak pasti.
Ratu elli yang berada di balik pintu tersenyum penuh kemenangan. Tanpa susah payah, selir Merry mendapatkan tempat yang seharusnya. Dia tersenyum smirk dan berhasil menghasut kaisar selama ini. dengan begitu, posisi nya sebagai ratu akan tetap aman.
Rose yang sedang berada di kamar nya mendengar suara mereka dari kejauhan. Dan itu membuat nya merasa kaget. bagaimana bisa, dia mendengar ucapan selir Merry dan kaisar Tinus dari kejauhan. Apakah ini adalah bakat yang di bilang oleh kakek guru itu.
"Itu memang potensi yang dimiliki oleh rose selama ini, tapi bocah itu tak sanggup menahan beban berat ini, dan memilih mengakhiri hidup nya. Jadi aku berharap kau bisa membantu selir Merry agar terlepas dari genggaman kaisar sialan itu."
"Apa keuntungan nya bagi ku?' ucap rose dengan tengil nya.
"Hei bocah. Kau sekarang adalah cucu ku. Jadi apa yang aku ucapkan harus kau turuti dengan baik!"
"Hum, baiklah kakek guru yang terhormat. Bisakah anda muncul secara terang terangan. Aku seperti berbicara dengan hantu."
"Dasar bocah tengik. Kau ini cucu buyut ku, dan kau berani berani nya mengatakan aku hantu!"
"Nona, anda sedang apa?" tanya bibi Anti yang heran melihat nona nya seperti menggerutu.
"eh, tidak bibi. hanya ada serangga kecil yang harus di basmi."
"Apa! biar bibi panggilkan pelayan nona, dan dimana serangga itu. nona kecil ayo bangkit lah, biar bibi lihat dulu."
"Bibi, tenang lah, serangga itu sudah keluar." ucap nya dengan terkekeh kecil melihat wajah kakek tua guru yang begitu kesal dengan ucapan rose yang mengatakan bahwa dia adalah serangga kecil.
"Huft, bibi minta maaf. Sebab tak memperhatikan hal yang kecil itu. Oh ya, kusir yang kemarin mengatakan bahwa tempat yang dibeli oleh nona beberapa hari yang lalu sudah di perbaiki. Dan bahkan sudah sangat layak digunakan untuk nona berjualan."
"Wah, apakah Bella dan kakak nya bekerja dengan baik bibi?'
"Tentu saja nona, bahkan kakak nya bella, sudah menyiapkan satu gaun khusus buat nona pakai. Dia juga bilang, mengucapkan rasa terima kasih nya karena telah diberikan tumpangan tinggal dengan adik nya yang jauh lebih layak."
Rose tersenyum mendengar nya, dia senang bisa membantu orang lain dengan tangan nya sendiri, dengan begini, dia bisa mencari uang tambahan untuk hidup nya sendiri. Dan menjadi wanita karir yang sukses.
"Nona, ada surat panggilan dari akademi kemarin. Mereka meminta nona, kembali untuk belajar di sana. Karena masa liburan telah usai."
"Baiklah bibi, terima kasih sudah mengingatkan ku."
"Sama sama nona, itu memang sudah menjadi tugas hamba."
"Ini kesempatan mu bocah, untuk memperdalam potensi yang kau miliki." bisik kakek tua tepat di telinga nya.
Rose terdiam, dan tersenyum cerah. Dengan begini dia akan berpetualang dan keluar dari istana ini. dia ingin melihat seperti apa dunia kuno ini.
***
Selir Merry yang merasa kecewa, langsung keluar dari kediaman sang kaisar, dan berlari menuju ke arah kamar putri nya. Selama ini perjuangan nya sia sia. Harapan nya, kasih sayang nya. hanya putri nya yang dia miliki selama ini, dan dengan tega nya dia malah berbuat hal yang buruk.
semoga paman sam..... gak ketahuan membantu selir dan rose
kalau boleh pergi ke negara kau semula jumpa bapak kau itu
raja gila buncin sangat huhuhuh