NovelToon NovelToon
Sekte Aliran Abadi

Sekte Aliran Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dan budidaya abadi / Sistem
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i

​Di puncak Gunung Qingyun yang berkabut, gerbang Sekte Aliran Abadi telah miring dimakan rayap. Tidak ada teknik dewa, tidak ada tumpukan batu roh, tidak ada ribuan murid yang bersujud. Hanya ada Su Lang, pemuda biasa dengan tulang kultivasi rata-rata, dan sebuah plakat kayu tua warisan mendiang gurunya.
​Su Lang memiliki sebuah "Sistem Pondasi Sekte". Benda itu tidak memberinya kekuatan instan. Sistem itu hanya sebuah panduan kaku yang menuntut keringat darah. Ingin beras? Cangkul tanah di belakang gunung. Ingin teknik pernapasan dasar? Perbaiki atap aula utama dengan tangan sendiri. Ingin menjadi kuat? Latih satu gerakan pedang sepuluh ribu kali di bawah air terjun musim dingin.
​Ini bukan kisah tentang penaklukan dunia atau pembantaian musuh yang arogan. Ini adalah catatan harian seorang pemuda yang menolak membiarkan api sektenya padam membangun kembali kejayaan dari serpihan genting pecah satu napas , satu langkah satu hari pada satu waktu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19 api di balik kabut beracun

​Udara di dalam Lembah Seribu Obat semakin pekat. Spora-spora bercahaya melayang seperti kunang-kunang maut, dan setiap tarikan napas terasa seperti menghirup debu logam yang tajam. Bagi manusia biasa, tempat ini adalah makam hijau, namun bagi para kultivator, ini adalah taman harta karun.

​Su Lang memimpin rombongannya menembus semak belukar raksasa. Chen Ling, sang murid baru, terus-menerus menunjukkan keterkejutannya.

​"Guru, lihat! Itu Rumput Embun Bulan! Dan di sana... itu adalah Bunga Jantung Hutan yang sudah berusia seratus tahun!" tangannya gemetar ingin memetik, namun ia ingat peringatan Su Lang tentang bahaya yang mengintai di balik setiap keindahan.

​"Fokus pada langkahmu, Ling'er," tegur Lin Yue dengan nada dingin namun protektif. "Kekayaan di sini dijaga oleh kematian."

​Tiba-tiba, telinga Li Yun berkedut. "Guru, ada suara langkah kaki. Banyak. Dan mereka tidak berusaha menyembunyikan keberadaan mereka."

​Su Lang berhenti. Ia menyilangkan lengannya di dada, matanya menatap tajam ke arah kabut hijau di depan. Tak lama kemudian, belasan kultivator berbaju zirah hijau dengan lambang daun menyala muncul. Di tengah-tengah mereka, seorang pemuda tampan dengan jubah sutra yang terlalu mewah untuk sebuah hutan duduk di atas tandu yang digotong oleh empat budak.

​"Siapa yang berani masuk ke wilayah inti Lembah Hijau tanpa ijin?" suara pemuda itu terdengar tinggi dan angkuh. Ia adalah Tuan Muda Ke-Dua dari Sekte Lembah Hijau, Mu Chen.

​Mu Chen melompat turun dari tandunya, matanya memindai kelompok Su Lang. Ketika tatapannya jatuh pada Lin Yue, matanya berkilat penuh nafsu. Namun, ketika ia melihat Chen Ling memegang kotak kayu berisi Tanaman Penghancur Belenggu, keserakahannya meluap.

​"Ah, ternyata hanya sekelompok pengembara. Dan kalian membawa barang-barang yang tidak pantas kalian miliki," Mu Chen tersenyum sinis. "Berikan kotak itu, tinggalkan wanita cantik itu untuk menjadi pelayanku, dan aku mungkin akan membiarkan sisanya pergi sebagai mayat yang utuh."

​Li Yun sudah menggeram, tangannya mencengkeram gagang cakarnya. Namun, Su Lang hanya mengangkat satu tangan untuk menahannya.

​"Mu Chen, ya?" Su Lang melangkah maju. "Sekte Lembah Hijau hanyalah penguasa di permukaan. Jangan berpikir karena kau memiliki beberapa penjaga Tingkat 3, kau bisa bertindak seolah-olah kau adalah kaisar di sini."

​Mu Chen tertawa terbahak-bahak. "Hanya Tingkat 4? Kau pikir kau hebat? Penjaga! Beri dia pelajaran tentang hierarki!"

​Dua pengawal Tingkat 3 Puncak melesat maju, pedang mereka bersinar dengan Qi elemen kayu yang tajam.

​Su Lang bahkan tidak mencabut pedangnya. Ia hanya melepaskan aura Nadi Naga yang dicampur dengan panas dari Jantung Api Bumi.

​BUM!

​Gelombang panas yang kasat mata meledak dari tubuh Su Lang. Kabut hijau di sekitar mereka terbakar seketika, menciptakan ruang kosong yang bersih. Kedua pengawal itu terhenti di tengah jalan, wajah mereka memerah karena panas yang tiba-tiba, dan pakaian mereka mulai mengeluarkan asap.

​"Apa?!" Mu Chen mundur selangkah, wajahnya pucat. "Kekuatan apa ini? Itu bukan Qi biasa!"

​"Ini adalah kekuatan yang akan membakar sektemu jika kau tidak menyingkir," suara Su Lang rendah namun menggetarkan tulang.

​Tepat saat ketegangan mencapai puncaknya, tanah di bawah mereka bergetar hebat. Sebuah raungan yang jauh lebih keras dari sebelumnya bergema dari arah jantung lembah.

​ROAAAAAAR!

​Pohon-pohon raksasa tumbang. Dari balik kabut, muncul sebuah bayangan raksasa. Itu adalah Kera Api Bersisik Giok, binatang roh Tingkat 5 awal. Tubuhnya setinggi tiga lantai rumah, ditutupi sisik hijau keras yang memancarkan api biru.

​Binatang itu adalah penjaga luar dari lokasi Api Roh. Ia marah karena energi panas Su Lang telah mengusik tidurnya.

​"Sial! Penjaga Api!" Mu Chen berteriak ketakutan. "Mundur! Semuanya mundur!"

​Mu Chen dan anak buahnya lari kocar-kacir, meninggalkan harga diri mereka di lumpur. Namun, Kera Api itu tidak mengejar mereka. Matanya yang besar dan merah menatap lurus ke arah Su Lang. Ia merasakan ancaman yang lebih nyata dari pemuda itu.

​"Guru, biarkan saya membantu!" Li Yun berteriak.

​"Tidak! Kalian semua mundur dan lindungi Chen Ling dan kakeknya!" Su Lang mencabut Pedang Naga Hitam. Bilah hitam itu langsung membara merah, beresonansi dengan api di tubuh kera tersebut.

​"Lin Yue, gunakan teknik esmu untuk mendinginkan area di sekitar mereka! Jangan biarkan uap panas ini merusak paru-paru mereka!"

​"Baik, Guru!" Lin Yue segera membentuk lingkaran es di sekitar Chen Ling dan Tabib Chen.

​Su Lang melesat maju. Kera Api itu menghantamkan tinjunya ke tanah, menciptakan gelombang api biru yang merambat cepat. Su Lang melompat tinggi, pedangnya menebas udara.

​Teknik Naga: Tebasan Pemecah Kerak Bumi!

​Satu garis api merah vertikal menghantam sisik giok sang kera.

​CRAAAK!

​Sisik yang katanya tidak bisa dihancurkan itu retak. Kera Api itu meraung kesakitan dan membalas dengan semburan api biru dari mulutnya.

​Su Lang tidak menghindar. Ia menggunakan sistem untuk menyerap sebagian energi api tersebut ke dalam Kuali Penempa Surga.

​[Ding! Menyerap Energi Api Biru... Mengisi Cadangan Energi Kuali: 5%...]

​"Terima kasih atas makanannya," Su Lang menyeringai. Ia muncul di belakang kepala kera itu dalam sekejap mata.

​"Mati!"

​Pedang Naga Hitam menembus tengkuk kera tersebut, mengalirkan panas Jantung Api Bumi langsung ke saraf pusatnya. Binatang raksasa itu membeku sesaat, lalu tumbang dengan dentuman yang mengguncang lembah.

​Keheningan kembali melanda. Di kejauhan, Mu Chen yang mengintip dari balik pohon hampir jatuh pingsan melihat pemandangan itu. Seorang pemuda baru saja membunuh binatang Tingkat 5 sendirian tanpa luka berarti.

​Su Lang mendarat dengan tenang, pedangnya mengeluarkan asap. Ia berjalan ke arah mayat kera dan mengambil sebutir inti kristal hijau-biru dari dadanya.

​"Inti Tingkat 5. Ini akan menjadi bahan yang bagus untuk pilmu nanti, Chen Ling," kata Su Lang sambil melempar kristal itu ke arah gadis yang masih terpaku itu.

​"Terima kasih... Guru..." bisik Chen Ling, hatinya kini benar-benar penuh dengan pemujaan.

​Su Lang menatap ke arah pusat lembah di mana kabut mulai menipis, memperlihatkan sebuah gua yang memancarkan cahaya biru murni.

​"Api Roh Langit Biru ada di dalam sana," Su Lang bergumam. "Tapi aku merasakan ada kehadiran lain. Sesuatu yang lebih kuat dari kera ini. Dan Mu Chen... dia pasti akan kembali dengan ayahnya."

​Su Lang menoleh ke arah murid-muridnya. "Kita tidak punya banyak waktu. Masuk ke gua sekarang. Kita akan melakukan penyerapan di sana."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!