NovelToon NovelToon
Gianna

Gianna

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Romantis / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: the devvu

Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan

Lima minggu telah berlalu

Ambar keluar dari mobil Mercedes membawa dia ke arah lobbi "pak nanti saya hubungi untuk di jemput" ujar Ambar pada drivernya "baik non" Ambar beralih keluar saat hendak menutup pintu sorotan mata beralih pada keributan security dengan seorang wanita, Ambar dengan kacamata hitam itu sedikit memperhatikan sembari berjalan masuk kedalam gedung.

Seseorang yang dia kenal dan wanita itu pun sekilas mengenali Ambar bisa di liat keduanya saling bertatap sekilas sebelum akhirnya Ambar beralih masuk.

Sampai di lantai yang dituju, Ambar berlari kecil masuk kedalam ruangan "Gianna" ujar Ambar dengan nafas yang lebih sesak, "kenapa apa di luar panas?" tanya Gianna. "Ada Mavie di bawah," lanjut Ambar "Mavie?" tanya Anna "iya aku tidak salah liat, aku belum rabun" Lanjut Ambar, Gianna memandang kearah lain sembari mengerutkan kening seperti sedang berpikir.

David baru saja menyelesaikan rapat dengan para direksi dia berjalan keluar ruangan namun langkahnya terhenti saat komandan keamanan menghampiri dia "Tuan maaf menganggu" kalimat nya "ada apa?" tanya David, "Ada wanita yang mencoba masuk," lanjut dia "wanita? Siapa?" tanya David bingung "Nona Mavie, kami sudah melarang sesuai perintah Tuan, namun dia mencoba memaksa masuk," kalimat pria tua itu. "biarkan dia masuk, dan antarkan ke ruangan saya, tapi dengan penjagaan saya minta dua orang menunggu di luar." Perintah David, "baik saya mengerti Tuan" lanjut pria itu berlalu pergi.

David memandangi kaca besar yang menghadap keluar ruangan dengan membelakangi pintu, ketika dia menyadari pintu terbuka dan suara ketukan heels mengisi ruangan, Dia sudah tau siapa yang datang. Dengan sikap tanpa aba-aba pinggang nya di peluk dari belakang membuat David merasa aneh.

"katakan" kalimat David, "baby kenapa kamu tidak membolehkan aku masuk, mereka menahan ku" kalimat manja itu "itu perintah ku, aku yang meminta" lanjut David. Mavie yang mendengar itu dia mengeraskan rahangnya dan melepaskan pelukan itu "ini semua pasti gara-gara wanita itu bukan? Gianna sial*n" ucap Mavie naik pitam " berhenti mengatakan itu Mavie" ujar David dengan nada yang sama keras dan kini dia berbalik melihat Mavie disana "Ingat, bagiku kamu hanya serpihan masalalu yang tidak ingin aku ulangi" ujar David. "Daviddd" ujar Mavie sedikit menurunkan nada suara " dengan semua salah yang bisa aku toleransi hingga kesalahan fatal, itu tidak lebih dari cara mu menujukan wujud aslimu" kalimat David "sia-sia sudah lebih baik pergi menjauh dari hidupku" ujar David yang tidak ingin menatap wanita itu, Mavie berlalu pergi meninggalkan ruangan , tanpa disangka dia melihat penjaga yang sebelumnya mengantarkan dia kesana ternyata masih menunggu di depan "tidak perlu pegang aku, aku tahu cara berjalan" ujar Mavie yang berlalu pergi kemudian diikuti dua security.

Mavie berjalan langkahnya berhenti ketika melihat Rebecca dari kejauhan, keduanya berpandang sesaat sebelum akhirnya Rebecca memalingkan wajah dan berlalu.sebelumnya, Rebecca yang memberikan informasi bahwa Gianna sudah kembali ke kantor itu yang membuat dirinya cemas dan khawatir sehingga mencoba untuk datang lagi kehadapan David namun tidak di sangka dia mendapatkan perlakuan seperti ini di kantor milik David, itu sungguh memalukan diri sendiri.

sementara kedua wanita berada di dalam ruangan namun tengah mengintip kearah luar ruangan dengan mengendap di ujung pintu, mendapati Mavie yang berlalu pergi tepat di depan pintu mereka. Namun karena terhalang pintu kayu mereka mendapatkan space untuk bersembunyi.

Ambar berbalik menghadap Gianna "aku rasa kamu harus pergi menemui David." kalimat itu, Gianna menarik nafas, "aku rasa untuk saat ini tidak, David mungkin sedaaaanggg---" belum juga di lanjut tapi tubuhnya terdorong oleh Ambar "cepaattt" ujar Ambar memaksa.

1
Amiera Syaqilla
hello author🤗
the devvu: hallo Amiera Syaqilla ❤️
total 1 replies
the devvu
stay tune up halaman terbaru😍
devvuholic
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!