Apa yang kita rencanakan tidak selalu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Takdirkan yang akan membawa kita ke jalan yang sudah di gariskan.
Lidia tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah setelah kejadian malam itu. Niat ingin membantu malah berakhir jadi hal buruk yang tak akan pernah ia lupakan seumur hidup.
Mahkota yang ia jaga di renggut paksa oleh Panca suami sahabatnya sendiri. Semenjak itu ia tak bisa lepas dari jeratan Panca. Sekeras apapun ia menolak ia tak bisa mengelak akan pesona panca yang notabene adalah atasannya sendiri.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Apakah sahabatnya akan mengetahui perbuatan buruknya dan bagaimana kisah anatara dirinya dan panca?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19
Panca memacu kendaraanya lebih cepat karna waktunya sudah sangat mepet. Sebentar lagi meeting pasti akan segera di mulai. Untung ada asistennya yang bisa diandalkan sehingga meeting kali ini membuahkan hasil sepeti yang di harapkan.
Setelah meeting Panca kembali keruamhnya. Saat membuka pintu ia melihat sesosok perempuan tengah rebahan di sofa sambil memainkan gawaiannya. Perempuan itu sama sekali tidak menyadari kehadiran Panca saking asiknya berselancar di dunia maya.
"Wulan." panggil Panca sambil menyulitkan matanya.
"Eh mas Panca, udah kelar meetingnya?" Wulan buru - buru duduk dan memperbaiki penampilanya yang sedikit berantakan.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Panca ketus, nampak kalau ia tak suka dengan kehadiran Wulan.
"Mas kenapa semalam ga pulang? Trus kenapa panggilan aku ga diangkat, chat juga ga di balas. Jangankan di balas di baca juga enggak." protes Wulan dengan wajah cemberut.
"Aku tidur di hotel sehabis ketemuan salah seorang teman." jawab Panca santai.
"Teman, apakah aku mengenalnya?" selidik Wulan.
"Ga." jawab Panca singkat. Suasana jadi hening, Wulan yang sudah mempersiapkan interogasi pada suaminya seketika buyar. Aura dingin Panca membuatnya tak berani bertanya lebih jauh.
"Kalau sudah tak ada keperluan sebaiknya kamu pulang, aku mau kerja dulu." usir Panca halus.
"Aku kangen, aku masih kangen di sini menemani mas kerja." rengek Wulan sedikit bernada manja berharap suaminya akan luluh ternyata malah sebaliknya.
"Kalau ada kamu di sini aku tak bisa konsentrasi, sebaiknya kamu cepat pulang. Pekerjaanku hari ini sangat banyak." usir Panca.
"Kalau gitu aku mau keruangan Lidia aja, aku bisa ngajak dia ngobrol." Wulan sudah bersiap hendak kekar tapi tertahan saat mendegar suara suaminya.
"Lidia tidak masuk hari ini."
"Kenapa?" Lidia memutar tubuhnya menata Panca menuntut penjelasan.
"Katanya ia tidak enak badan."
"Jadi Lidia sakit? Kamu sih mas terlalu menekanya dengan pekerjaan yang tak kunjung ada habisnya. Kalau gitu aku akan telpon Lidia aja, mana tau aku di suruh temanin." Wulan keluar dari ruangan Panca sambil menghubungi Lidia. Panca yang hendak menghentikan istrinya sudah terlambat.
Lidia yang tengah tertidur di kejutkan oleh bunyi ponselnya. Dengan mata yang masih terasa berat Lidia meraih ponselnya yang terletak di nakas samping ranjang.
"Hallo." jawab Lidia dengan suara berat tanpa melihat siapa yang menghubunginya.
"Lidia, kamu sakit ? Udah minum obat belum? apa perlu aku anterin keruamh sakit." Wulan langsung membrondong Lidia dengan banyak pertanyaan.
"Satu - satu dong kalau nanya, aku bingung jawabnya."
"Kamu sakit apa?" tanya Wulan mengulang pertanyaan yang sama kembali.
"Cuma kelelahan saja." gimana tidka lelah, Panca benar - benar tak memberi dia waktu untuk istirahat. Lelaki itu entah mempunyai tenaga seperti apa sehingga ia terus dan terus bermain ditubuh Lidia.
"Mau di bawain apaan?"
"Kamu mau kesini?"
"Iya, masa temanya sakit ga aku nengokin." kekeh Wulan.
"Kayanya aku lagi pengen makan rujak deh, apalagi kalau ada mangga muda makin endul." entah kenapa Lidia akhir - akhir ini paling doyan makan rujak mangga muda. Biar pun tak makan nasi selain ada mangga sudah membuatnya merasa kenyang.
Sebelum Wulan datang, Lidia menganti seprei agar jejak percintaannya tidak tercium oleh Wulan dan merapikan barang - barang yang ada hubungannya dnegan Panca. Ia tak mau Wulan nanti akan curiga.
...****************...
Assalamualaikum kk
Walau tak hujan tapi udara terasa dingin, sambil duduk minum kopi atau teh kk², thor kembali up untuk menemani kk²
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab 👍😘🙏
atau adit br dipindah ke kantor nya panca?
atau adit atau lidia ga pernah saling cerita mrk kerja dimana?