NovelToon NovelToon
Pesona Si Kembar (Ada Cerita Di Balik Gerbang Sekolah)

Pesona Si Kembar (Ada Cerita Di Balik Gerbang Sekolah)

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Anak Kembar / Teen School/College / Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin
Popularitas:376.6k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season 2 dari Novel "Anak Genius Milik Sang Milliarder"

Rachel dan Ronand telah beranjak remaja, kini usianya sudah menginjak 17 tahun. Rachel yang tak ingin selalu dibandingkan dengan kejeniusan Ronand, memilih untuk menyembunyikan identitasnya sebagai saudara dan orang kaya.

Semua siswa di sekolahnya, tidak ada yang mengetahui jika Rachel dan Ronand adalah saudara kembar. Justru mereka dirumorkan sebagai pasangan kekasih karena beberapa kali terlihat dekat.

Akankah keduanya berhasil menyembunyikan identitas mereka sampai lulus sekolah? Atau semua rencana itu gagal, seiring dengan kisah percintaan mereka yang terjadi di sekolah itu?

Temukan jawabannya hanya di NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan

"Nenek gayung, besok Abang ikut olimpiade. Ayo kita ke sana buat kasih dukungan," ajak Rachel pada Mama Martha.

"Besok? Lah... Kita belum ada persiapan apa-apa lho. Setidaknya kita buat spanduk besar buat tulisan dan foto untuk mendukung Ronand,"

"Dadakan sekali kamu bilangnya, Rachel." protes Mama Martha yang baru mengetahui tentang ini.

Biasanya jika mendukung Ronand, mereka akan membuat sesuatu. Namun malam ini malah Rachel baru bicara sehingga tidak ada persiapan apapun. Mama Martha tentu saja langsung protes karena tidak mungkin mereka hanya datang dengan tangan kosong atau teriakan saja.

"Itu gampang, Nenek gayung. Lagian ini tuh Abang cuma di dalam ruangan. Nggak bisa kita masuk dan kasih yel-yel. Jadi Achel udah siapkan semua untuk situasi kaya gini," ucap Rachel dengan senyum misteriusnya.

"Jangan pakai kostum kaya waktu senam dulu lho, Rachel. Ingat... Ini buat dukung olimpiade bukan ikut karnaval," ucap Mama Martha memperingatkan Rachel.

"Itu kan juga Nenek gayung yang mengusulkan. Bahkan Nenek gayung yang pesan kostumnya," Rachel tak terima disalahkan mengenai kejadian dulu. Pasalnya yang mengusulkan ide itu adalah Mama Martha. Namun berakhir Rachel meminta semuanya memakai kostum.

"Ya sudah, terserah kamu saja. Yang penting itu kita kasih semangat untuk Ronand," ucap Mama Martha sambil menghela nafasnya pasrah.

"Mika ndak mau pakai costum, panas. Telus Mika ntal ndak keliatan tantik lagi," ucap Mika sambil mengerjapkan matanya berulangkali. Ia sudah membayangkan kalau kostum yang dipakainya akan sangat ribet.

"Emang..."

"Rachel, tadi yang di depan itu beneran pedagang cilok? Yang lagi ngobrol sama kamu," tanya Papa Fabio yang sedari tadi diam.

Deg...

Rachel pikir Papa Fabio sudah melupakan kejadian tadi sore. Ternyata Papa Fabio masih sedikit tidak percaya dengan ucapan cucunya. Pasalnya tidak mungkin pedagang cilok memakai mobil. Biasanya didorong pakai gerobak dengan jalan kaki, sepeda, atau motor. Hal itu membuat Papa Fabio curiga dengan Rachel.

"Pedadang cilok? Kok Mika ndak dengal ada pedadang cilok lewat? Biacana telinga Mika itu peka lho talo ada penjual matanan," ucap Mika yang ikut kebingungan dengan ucapan Papa Fabio.

"Nah... Mika nggak dengar kan? Berarti bukan pedagang cilok itu."

"Siapa, Rachel?" tanya Papa Fabio dengan tatapan intensnya.

Rachel melirik sekilas ke arah Mama Martha. Ia meminta bantuan pada Mama Martha yang ternyata paham dengan apa yang tengah dibahas oleh Papa Fabio.

"Teman sekolahnya Achel, Opa." jawab Rachel dengan cepat.

"Benar. Tadi temannya Rachel ke sini, main sebentar." timpal Mama Martha membantu Rachel.

"Oh... Ya sudah kalau begitu," ucap Papa Fabio yang merasa tenang jika itu teman Rachel. Pasalnya Rachel dan Ronand itu sangat jarang membawa teman sekolahnya ke rumah. Jadi ia tak tahu mobil siapa tadi.

Bohong, Opa.

Itu yang datang tadi wo...

Hmmppp...

Wong ko ngene kok dibanding-bandingke,

Oa Oe...

Jangan dibawa lari itu cicit Oma,

Hah... Hah...

Onty boncel mau bitin mati Mika ya,

Habisnya tadi kamu mau jadi ember bocor di depan Opa sih,

Wawas ya, ini ndak glatis.

***

Rachel...

Pagi itu, rumah Papa Fabio sangat ramai. Rachel mendandani Mika dan Mama Martha dengan kostum ala cheerleaders. Mika dan Rachel sangat bagus dan cocok. Berbeda dengan Mama Martha yang sudah seperti ABG tua.

"Bagus ini, Nenek gayung. Nanti yang gerakan bagian split itu jatahnya Nenek gayung ya," Rachel sampai terkekeh geli melihat penampilan Mama Martha.

"Aku tantik," puji Mika pada dirinya sendiri. Ia memang sudah terbiasa dengan memakai rok ala penari dance. Ia juga sering menirukan koreografi penyanyi dan girlband artis luar.

"Sembarangan. Yang ada Oma encok," Mama Martha sangat geregetan dengan ide dari cucunya itu.

"Udahlah, Oma mending pakai dress atau gaun aja. Nggak cocok, masa rambutnya putih begini pakai rok yang kena angin dikit langsung berkibar. Masuk angin nanti Oma," gerutunya.

"Jangan dong. Ini udah bagus lho. Percaya deh sama Achel,"

Segala bujukan Rachel kerahkan agar Mama Martha mau menggunakan kostum ala penari cheerleaders. Walaupun terpaksa, namun Mama Martha akhirnya setuju. Sedangkan Papa Fabio, sudah kabur duluan pergi ke perusahaan anaknya daripada menjadi sasaran empuk Rachel.

Tin... Tin...

"Wowok gantengna Mika..." seru Mika yang langsung berlari saat melihat Raffa membuka kaca mobil dan melambaikan tangannya.

"Halo, Mika." Raffa segera membuka pintu mobilnya dan membawa Mika masuk.

"Halo, wowok ganteng." ucap Mika dengan senyum malu-malu.

"Heh... Kurcaci cadel, masih kecil. Itu minum aja masih pakai dot lho udah bisa bilang wowok ganteng," sindir Rachel yang kini sudah menyusul Mika diikuti oleh Mama Martha.

"Bialin. Cilik aja Onty boncel ini," Mika mengedikkan bahunya acuh.

"Emm... Ini kok pakai baju beginian? Emangnya mau kasih support buat tim basket?" tanya Raffa sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena melihat penampilan Rachel, Mika, dan Mama Martha.

"Tuh kan... Ini idenya si Rachel nih. Masa kasih support kembarannya yang lagi olimpiade pakai baju beginian," seru Mama Martha menyalahkan Rachel.

Sebentar...

Rachel segera berlari masuk ke dalam rumahnya lagi. Ia mengambil satu stel seragam khusus atau kostum cheerleaders untuk laki-laki. Dalam hati, ia terkikik geli karena bisa mengerjai ketua OSIS sekolahnya.

Taraaa...

Kostum khusus untuk cowok,

Larva harus pakai ini,

Nggak, yang benar saja.

Harus mau,

Wowok ganteng, halus nulut cama Onty boncel.

Ndak nulut, dijadikan lempeyek nanti.

Hahahaha...

Makanya jangan mau jemput Rachel. Dia itu idenya banyak kalau buat jahilin orang,

Kamu mau mendekati cucuku kan? Siapkan mentalmu dari sekarang,

Tidakkkkkk...

Hahahaha...

***

"Mama ikutan masuk ya," ucap seorang perempuan yang tak lain adalah Chiara dengan tatapan permohonan.

Hari ini Chiara mengantar Ronand pergi menuju tempat diadakannya olimpiade matematika tingkat kota. Yang nantinya untuk pemenang akan diikutkan lagi di tingkat provinsi. Ronand menatap Chiara yang ingin sekali melihat anaknya berkompetisi di olimpiade kali ini.

"Mama nggak akan mendekati kamu kalau..."

"Mama boleh kok ikut masuk dan menemani Ronand," sela Ronand yang tak tega pada Chiara.

Setiap kali mengikuti kegiatan sekolah, Chiara hadir namun duduk menjauh dari anaknya. Apalagi Chiara selalu datang bersama Julian yang namanya melesat di dunia bisnis. Pasalnya perusahaannya sekarang bertambah besar karena mengeluarkan banyak ide kreatif dari Ronand.

"Terimakasih, Ronand. Mama hanya ingin melihatmu saja kok, nggak akan yang macam-macam. Lagi pula wajah Mama ini nggak seterkenal Papamu itu," ucap Chiara yang kemudian mengecup singkat dahi Ronand. Ia tahu ketakutan Ronand karena kasihan pada Rachel tentang sandiwaranya yang ketahuan.

Ayo kita keluar, Ma.

Eh... Itu Ronand sama siapa? Cantik banget dan tadi keluar dari mobil mewah lho,

Kakaknya kali,

Ronand, itu perempuan kok kayanya Mama kenal ya. Wajahnya sangat familiar walaupun udah lama nggak ketemu,

Mana, Ma?

Deg...

1
Ita Xiaomi
Papa Dulian, anak, cucu dan calon menantu pd absurd😁.
Ita Xiaomi
Lucky nih sptnya 😁
Ita Xiaomi
Nasibmu Pak Julian punya anak dan Papa yg Mafia😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣.
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣 berasa lg dpt tugas dr guru
Ita Xiaomi
Tuh penyakit dah ganti nama🤣
Ita Xiaomi
Suka ama Restu dgn kejujuran dan setia kawannya 👍
Ita Xiaomi
Mika selalu punya jawaban yg amazing 😁
Erfin Susanti
justru menghibur dan buat kangen untuk selalu menunggu kelanjutannya
Yati Rh
😂😂😂 good mpok achel trik nya
Novita Sari
Hhhhhh keluarga somplak semuanya tambah ucan n lucky
Ita Xiaomi: Benar tuh mbak. Cocok😁
total 1 replies
ririen handayani
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
merry
🤣🤣🤣🤣🤣duluian n dulian ampun dech ank papa Fabio pd takt semua y untung pyn cucu gk penakut 🤣🤣🤣🤣
Ayudya
nah kan bener papa dulliwn jadi timbal🤣🤣🤣🤣
vera putong
astaga julian ,kamu itu laki laki atw kawe si kok penakut banget, itu si ronand udah kayak mafia gentel banget sm lucky ngga pernah ada takut2nya ,iya lucky papa fabio nenar tembak aja kepala si papa dulian biar dia ngga takut lagi pastinya cuma kencing di celana kok🤣🤣🤣🤣
Aniza
semangat papa dulian,sebaik ny papa dulian belajar karate,menembak biar nggak di layasi papa,anak ma colon mantu
mika mika pipis aja masih dlm popok lap ingus aja blum bisa dah sok sok sosialita🥰
Nie
kebayang mukanya Julian pas dimarahi opa Fabio deh 🤣🙈,ayo semangat Lucky...tuh udh dpt restu dari opa
mom'snya devadhamian
kasian papah duluan di jadiin kambing hitam🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Senangnya punya teman-teman yg baik tanpa pamrih.
Ita Xiaomi
Calon mantu absurd
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!