NovelToon NovelToon
Aku Istrimu Bukan Dia

Aku Istrimu Bukan Dia

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Cinta setelah menikah / Tamat
Popularitas:47.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Arunika hanyalah seorang mahasiswi biasa yang dunianya seketika runtuh saat kedua orang tuanya menjodohkannya dengan seorang dosen di kampusnya. Abimana Permana—pria dengan tatapan sedingin es dan sikap datar yang selama ini begitu ia segani.
​Sebuah perjodohan paksa mengharuskan Arunika terikat dalam belenggu pernikahan dengan pria itu. Alih-alih menemukan kebahagiaan, ia justru terjebak dalam teka-teki hati sang suami yang sulit ditembus. Akankah kehidupan Arunika membaik setelah menyandang status sebagai istri, ataukah pernikahan ini justru menjadi luka baru yang tak berkesudahan?
​Ikuti kisah perjuangan hati dan martabat dalam... "Aku Istrimu, Bukan Dia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Demam

Setelah itu, ia berjalan melewati Abimana begitu saja. Bahunya sempat bersenggolan dengan bahu Abimana, namun ia tidak berhenti. Ia terus melangkah dengan punggung tegak, meninggalkan Abimana yang masih mematung dengan posisi menunduk di tengah kerumunan mahasiswa yang mulai berbisik-bisik.

​Abimana perlahan mengangkat wajahnya. Ia merasakan dadanya sesak, lebih sesak daripada saat ia kedinginan semalaman di depan pagar. Ia baru saja melakukan pembelaan publik yang paling berani dalam hidupnya, mempertaruhkan reputasi dan menghancurkan masa lalunya sendiri demi Arunika, namun balasan yang ia terima hanyalah sebuah panggilan gelar profesi: "Pak Dosen."

​"Nika..." bisik Abimana lirih, namun sosok itu sudah menjauh dan menghilang di balik pintu kelas.

​Risa, yang sejak tadi berdiri tak jauh dari sana, mendekati Abimana dengan wajah ragu. Ia merasa iba melihat dosennya yang biasanya terlihat sangat angkuh itu kini tampak.

​"Pak... Bapak sebaiknya pulang dan istirahat." saran Risa pelan. "Wajah Bapak pucat sekali. Nika... dia hanya butuh waktu."

​Abimana tersenyum miris, sebuah senyuman pahit yang belum pernah dilihat siapa pun di kampus itu. "Bukan waktu yang dia butuhkan, Risa. Dia butuh suaminya kembali, tapi sayangnya... suaminya terlambat menyadarinya."

​Abimana berbalik dan melangkah gontai menuju ruangannya. Di setiap langkahnya, ia menyadari satu hal pahit: tembok yang dibangun Arunika sekarang jauh lebih tinggi.

​Sesampainya di ruangan, Abimana duduk di kursinya dan mendapati sebuah amplop cokelat di atas meja. Itu adalah berkas skripsi Claudia yang seharusnya ia bimbing. Tanpa ragu, Abimana meraih berkas itu dan membuangnya ke dalam tempat sampah.

​Ia kemudian mengambil selembar kertas kosong dan mulai menuliskan sesuatu yang bukan soal materi kuliah.

​[Nika, aku tahu kamu sedang menghukumku dengan sikap dingin kamu. Tapi aku akan tetap berusaha memperbaiki kesalahanku, sampai kamu memanggilku 'Mas' lagi, meskipun itu butuh waktu selamanya.]

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​Sementara di tempat lain, kini Claudia duduk di sudut kafetaria yang sepi, meremas ujung dresnya. Rasa malu karena diusir Abimana di depan mahasiswa lain adalah tamparan paling keras yang pernah ia terima.

​"Kita lihat, Abimana, sampai kapan kamu akan seperti ini terhadapku." bisik Claudia dengan suara yang bergetar karena amarah. Kilatan matanya berubah gelap, penuh dengan rencana licik yang mulai tersusun di kepalanya.

"Kalau aku tidak bisa memilikimu, maka tidak boleh ada satu orang pun yang bisa, termasuk dia."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

​Sore harinya, hujan turun deras mengguyur kota, seolah ikut meratapi kekacauan yang terjadi. Abimana akhirnya memutuskan untuk pulang ke apartemen mereka, meski tubuhnya terasa sangat berat dan kepalanya berdenyut hebat.

​Begitu pintu apartemen terbuka, Abimana tertegun di ambang pintu. Air hujan yang merembes dari jaketnya menetes ke lantai, menciptakan genangan kecil yang seolah menggambarkan perasaannya saat ini.

Ia menatap Arunika yang sedang merapikan bantal sofa dengan gerakan pelan, tanpa sekalipun memandangnya.

​"Aku kembali bukan untukmu, aku kembali karena Papa dan Mama akan datang, Aku tidak ingin mereka tahu bahwa ternyata kita sedang tidak baik-baik saja."

​Abimana menelan ludah yang terasa menyumbat tenggorokannya.

"Aku tahu, Nika. Terima kasih... sudah mau menjaga rahasia ini di depan mereka."

​Arunika akhirnya menoleh, namun tatapannya hanya tertuju pada pakaian Abimana yang basah kuyup. "Ganti pakaianmu, Mas. Jangan sampai saat orang tuamu datang, mereka melihatmu seperti gelandangan sakit-sakitan. Aku tidak ingin disalahkan karena dianggap tidak becus mengurus suami."

​Abimana hanya mengangguk antusias, meski badannya terasa lemah. Kepalanya kian berdenyut, dan pandangannya mulai berputar. Ia melangkah menuju kamar, namun saat melewati meja makan, ia meletakkan secarik kertas yang ia tulis di kampus tadi.

​"Aku menaruh sesuatu di sana. Bacalah kalau kamu punya waktu." bisik Abimana sebelum menghilang di balik pintu kamar.

​Langkah kaki Abimana yang menjauh terdengar berat, meninggalkan keheningan yang menyesakkan di ruang tengah.

Arunika terpaku di tempatnya, tangannya masih memegang bantal sofa, namun pikirannya telah melayang jauh mengikuti bisikan yang barusan menyentuh indra pendengarannya.

​Seketika jantung Arunika berdetak lebih cepat. Getaran di dadanya bukan lagi karena amarah yang terpendam, melainkan karena sebuah keterkejutan yang asing. Selama ini, suara Abimana yang ia dengar hanyalah nada ketus, dingin, atau penuh kepura-puraan di depan orang lain. Namun barusan, bisikan itu... begitu rendah, parau, dan tersirat sebuah kerentanan yang belum pernah Abimana tunjukkan sebelumnya.

​Arunika menatap pintu kamar yang tertutup rapat, lalu perlahan pandangannya beralih ke arah meja makan. Di sana, selembar kertas putih tergeletak dengan tenang, seolah sedang memanggilnya untuk mendekat.

​Dengan langkah ragu, Arunika mendekati meja. Ia menarik napas panjang, mencoba menetralkan desiran aneh di hatinya. Perlahan, jemarinya meraih kertas itu. Tulisan tangan Abimana yang biasanya rapi kini terlihat sedikit berantakan, mencerminkan kondisi fisik dan batin pria itu.

[Nika, aku tahu kamu sedang menghukumku dengan sikap dingin kamu. Tapi aku akan tetap berusaha memperbaiki kesalahanku, sampai kamu memanggilku 'Mas' lagi, meskipun itu butuh waktu selamanya.]

​Arunika meremas ujung kertas itu. Matanya memanas. Kalimat itu terasa seperti pengakuan dosa sekaligus janji yang sangat berat. "Waktu selamanya?" gumamnya lirih. "Kenapa baru sekarang kamu bicara seperti ini, Mas?"

​Tepat saat itu, terdengar suara batuk yang cukup keras dari balik pintu kamar, diikuti suara benda jatuh.

​Arunika tersentak. Ia teringat tatapan mata Abimana yang sayu dan jaketnya yang basah kuyup tadi. Kebenciannya memang masih ada, namun nalurinya sebagai wanita dan rasa kemanusiaannya tidak bisa berbohong.

​Ia bergegas menuju kamar dan mendorong pintunya. Di sana, Abimana terduduk di tepi ranjang, berusaha melepaskan kancing kemejanya yang basah, namun tangannya bergetar hebat. Wajahnya kini tidak hanya pucat, tapi mulai merona merah karena demam yang menyerang tiba-tiba.

​"Mas..." panggil Arunika, kali ini suaranya tidak setajam tadi.

​Abimana mendongak. Pandangannya kabur, namun ia masih bisa mengenali siluet istrinya.

"Nika... maaf, kepalaku... sakit sekali." rintihnya pelan sebelum tubuhnya kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh ke lantai jika Arunika tidak segera menangkap bahunya.

​Ia menahan beban tubuh suaminya yang terasa panas. Dalam jarak sedekat itu, ia bisa mendengar napas Abimana yang memburu. Segala benteng pertahanan yang Arunika bangun sejak pagi tadi seolah mulai retak sedikit demi sedikit.

​"Tetaplah sadar, Mas. Papa dan Mama akan sampai sebentar lagi. Kamu tidak boleh seperti ini di depan mereka." cemas Arunika.

1
Ririn Nursisminingsih
rasain abi2 mkanya jg sombong kmu semoga kmu bucinnnn
Jing_Jing22: iya kak Ririn🤭 makasih banyak sudah mau mampir di karyaku yang lain.🥰
total 1 replies
Ririn Nursisminingsih
rasain abi2 mkanya jg sombong kmu semoga kmu bucinnnn
Ririn Nursisminingsih
pling seneng a klau cewek nya Ndak lemah keren arunika jg mudah ditindass
Jing_Jing22: hehehe iya kak🤭
total 1 replies
falea sezi
ya kok end nya gini amat🤣
Jing_Jing22: aku jadi ikutan ketawa kak🤣🤣🤣. maap ya kalau ceritanya bikin pusing karena ngelor ngidul🙏
total 1 replies
Dirga Ayunda Dirga
menarik dan bagus cuman actienya masih kurang seru
Jing_Jing22: Makasih banyak kakak🥰 mohon maap jika ceritanya kurang memuaskan🙏
total 1 replies
falea sezi
kenapa jd muter yg jahat menang enak donk😒
Red Blossom
Jangan sampe Abimana terjebak oleh Claudia ya thor
Jing_Jing22: insyaAllah nggak akan kak. makasih ya masih setia baca ceritanya sampai bab ini. maap kalau ceritanya bikin pusing🙏 alias kagak nyambung.
total 1 replies
Fitra Sari
di buat ketemu sama Abimana aja ngpa KK ...t🙏😊
Jing_Jing22: ok langsung otw abimana nya, kak.🥰
total 1 replies
Fitra Sari
makin pusing KK ceritanya ...buat bahagia aja arunika sama Abimana
Jing_Jing22: ok kak makasih banyak ya atas sarannya, aku buat 2 bab lagi untuk akhir cerita mereka. maap ya kalau ceritanya jadi nggak nyambung🙏 kebanyakan libur jadi lupa alur.
total 1 replies
Zeannisa Qolbiyah
mulai aneh ceritanya
Jing_Jing22: maap ya kak, kalau ceritanya kurang nyambung dan makasih sudah sempat baca cerita ini sampai bab ini🙏
total 1 replies
evi carolin
haaahhh ... cape deh /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
evi carolin
jangan kasih mudah ,urusan hati belakangan , ga sekedar kasih pelajaran tp pengingat seumur hidup utk menghargai pasangan
Diny Julianti (Dy)
kan bner Gavin ternyata cowo yg sama claudia
Diny Julianti (Dy)
jgn2 Gavin yg dtg ke apartemen Claudia
Diny Julianti (Dy)
baru kali ini peran wanita ny keren mskpn ttp sakit hatinya
Diny Julianti (Dy)
keren arunika
Diny Julianti (Dy)
abi emang pengecut
Fitra Sari
lanjut KK
🇮🇩 ♏ Q 🎱 🇵🇸
Gak ada habis2nya si Clau pengacau ini. Kesel bener AQ.
Fitra Sari
sekian purnama ..baru up lagi kk 🙏🙏🙏🤣🤣🤣
Jing_Jing22: Maaf kak, sampai berabad-abad baru muncul lagi✌️ 🤭 makasih loh kakak masih setia banget sama cerita ini.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!