NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Only you

Anindia dan Dara sudah kembali ke kelasnya dan duduk di bangkunya masing-masing. Selagi menunggu bel masuk berbunyi, Anindia merekap absensi seperti perintah wali kelasnya tadi. Ia begitu fokusnya pada buku absensi itu, hingga tidak menyadari bahwa Keanu sengaja berjalan di sebelahnya.

Keanu tersenyum samar ketika melihat Anindia yang begitu seriusnya dengan buku absensi itu. Karena tidak ingin mengganggu istrinya, Keanu pun langsung melangkah menuju tempat duduknya. Tapi sebelum ia melangkah, ia sempat meletakkan sebuah cokelat tepat di meja Anindia. Untung saja tidak ada yang menyadari momen itu.

Keanu pun langsung duduk santai di bangkunya sembari menunggu guru memasuki ruang kelas. Anindia sendiri yang masih fokus, kini tersentak kaget ketika melirik ke arah mejanya. Ia mengernyitkan dahi ketika melihat adanya sebuah bungkusan cokelat di atas mejanya.

Anindia merasa bingung, ia pun menoleh sejenak ke arah Keanu, seakan memastikan bahwa cokelat itu memang pemberian dari suaminya. Keanu yang menyadari tatapan Anindia langsung menganggukkan kepalanya, seakan paham kata tak terucap dari istrinya.

Anindia pun langsung tersipu malu, ia pun menganggukkan kepalanya dengan seutas senyum, sebagai tanda terima kasih. Siapa sangka, dibalik reputasinya sebagai badboy, Keanu ternyata bisa bersikap manis dengan Anindia seperti ini. Hal itu jelas saja membuat Anindia merasa di istimewa kan.

Cukup lama keduanya bersitatap, akhirnya Anindia pun kembali menoleh ke arah depan. Ia ingin menyelesaikan perintah dari wali kelasnya sebelum guru memasuki ruang kelas.

Beberapa menit berlalu, akhirnya bel masuk pun berbunyi menandakan bahwa jam istirahat telah berakhir. Seorang guru pun memasuki kelas dengan membawa sebuah buku di tangannya. Anindia pun menarik nafas lega, karena ia bisa menyelesaikan tugasnya tepat waktu.

Pembelajaran selanjutnya pun berlangsung seperti biasanya, dengan guru yang menjelaskan serta murid-murid yang memperhatikan pelajaran dengan baik. Anindia memutuskan untuk mengantarkan absensi itu pada jam istirahat kedua saja. Untuk saat ini, ia hanya fokus pada pelajaran yang sedang berlangsung.

Menit-menit berlalu, kini sudah berubah menjadi jam, waktu istirahat kedua pun tiba. Anindia membereskan buku-bukunya sebelum ia keluar dari kelas untuk mengantarkan absensi itu kepada wali kelasnya.

"Nindi, lo mau kemana?" Ujar Dara menghampiri.

"Mau antar rekap absensi ke Bu Ayu, Dar," ujar Anindia sembari menunjuk buku absensi yang dipegangnya.

"Gue ikut ya? Yudhi sama Edo gak keluar katanya," ujar Dara kemudian.

"Boleh, ayo!" Ajak Anindia setelahnya.

Anindia dan Dara pun langsung beranjak meninggalkan dua teman laki-lakinya itu di belakang. Saat hendak keluar dari pintu, Anindia menoleh sejenak ke arah Keanu yang juga beranjak dari bangkunya. Anindia hanya melontarkan senyum manisnya, namun langsung membuat Keanu salah tingkah.

Keanu pun langsung berdehem keras, mencoba untuk menghilangkan rasa salah tingkahnya itu. Anindia hanya menanggapinya dengan tawa tanpa suara, sebelum akhirnya ia pun berlalu menghampiri Dara yang sudah berlalu.

"Dar, tunggu!" Ujar Anindia sembari berlari kecil menghampiri sahabatnya itu.

"Lah, ketinggalan rupanya. Berarti gue ngomong dari tadi lo gak denger?" Ujar Dara sembari terkekeh kecil.

"Oh maaf, i-itu... Tali sepatu aku lepas tadi," ujar Anindia berkilah.

"Iya udah lah gapapa, lupain aja," ujar Dara kemudian.

"Maaf ya, Dar," ujar Anindia merasa tidak enak.

Dara hanya menanggapinya dengan anggukan singkat, tidak mempermasalahkan tentang Anindia yang tidak mendengarkan ceritanya tadi. Mereka berdua pun langsung berjalan menuju ke arah ruang guru.

Sementara Keanu, ia langsung kembali ke dalam kelas setelah pergi ke toilet tadi. Di dalam kelas, ia hanya membaca buku, suatu hal yang tidak pernah dilakukannya sebelumnya. Hal itu jelas saja menarik perhatian teman-teman sekelasnya. Tapi Keanu sama sekali tidak menghiraukan tatapan mereka, ia hanya fokus untuk belajar demi Anindia.

...✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧...

Setelah melewati hari yang terasa melelahkan, malam ini Keanu mengajak Anindia untuk melihat pemandangan malam melalui rooftop rumahnya. Selama Anindia tinggal di sana, ia belum pernah menginjakkan kaki di tempat itu, jelas saja membuat Anindia merasa penasaran bagaimana penampakan pemandangan dari atas sana.

Mereka melewati sebuah lift, dan Keanu pun langsung menekan tombol ke lantai 5, dimana lantai terakhir di rumah itu. Beberapa saat kemudian, pintu lift terbuka, menampilkan pemandangan rooftop yang sangat luas dan memanjakan mata.

"Ayo, gue ajak lo tempat favorit gue di sini," ujar Keanu dengan seutas senyum yang hanya diangguki singkat oleh Anindia.

Keanu langsung mengulurkan tangannya dan Anindia langsung menyambutnya. Keanu menggenggam lembut tangan Anindia dan mengajaknya untuk melihat-lihat pemandangan dari rooftop rumahnya itu, membuat Anindia langsung terpesona dengan pemandangan di hadapannya.

Di depan sana, terlihat jelas pemandangan kota yang sangat cantik dengan lampu-lampu kota yang menghiasi suasana malam. Di sekeliling rooftop juga ditanami beberapa bunga hias yang indah untuk dipandang mata, dengan meja dan kursinya juga. Jangan lupakan, di sudut rooftop juga terlihat sebuah kolam renang yang membuat suasana terasa lebih nyaman.

"Wow, cantik banget!" Ujar Anindia ketika melihat indahnya rooftop itu.

"Disini memang cantik, tapi lebih cantik lagi yang di sebelah gue," ujar Keanu sembari menaik-naikkan alisnya bermaksud untuk menggoda istrinya itu.

"Apa sih Keanu," ujar Anindia yang merasa malu ketika dipuji oleh suaminya itu.

"Memang serius kok, cantik," ujar Keanu lembut dengan seutas senyum.

Anindia hanya tersenyum malu-malu menanggapinya, membuat wajahnya terlihat merona. Keanu hanya menanggapinya dengan tawa kecil, ia merasa bahwa Anindia masih begitu malu-malu di depan dirinya.

"Nah, disini tempat favorit gue," ujar Keanu setelah berhenti di pinggiran pagar rooftop.

Anindia langsung tertegun melihat pemandangan kota malam itu. Tempat mereka berdiri menghadap langsung ke arah horizon. Bintang-bintang terlihat berkelap-kelip di atas sana, dengan bulan sabit yang juga bersinar terang dengan cahaya peraknya.

"Tenang banget rasanya liat pemandangan di sini," ujar Anindia yang matanya terfokus pada pemandangan di depannya.

"Iya, makanya gue aja lo ke sini," ujar Keanu yang tiba-tiba saja memeluk pinggang Anindia dengan satu tangan, membuat Anindia terkejut dan langsung terhuyung ke arah suaminya itu.

Anindia bisa merasakan jantungnya yang berdegup kencang karena Keanu yang tiba-tiba saja memeluk pinggangnya. Tapi di saat yang bersamaan juga ia merasa nyaman ketika Keanu berada di sisinya seperti ini.

"Mau duduk?" Ujar Keanu kemudian di sela-sela keheningan Anindia.

Anindia hanya mengangguk singkat, sementara Keanu langsung menuntunnya untuk duduk di sebuah kursi panjang yang menghadap langsung ke arah yang sama. Keanu membantu Anindia untuk duduk, lalu ia pun langsung duduk di sebelahnya. Saat itu, keduanya baru mengingat bahwa masing-masing dari mereka ingin bercerita tentang Dara saat di sekolah tadi.

"Oh, gue mau cerita."

"Keanu, aku mau cerita."

Di saat yang bersamaan, keduanya mengucapkan kalimat dengan maksud yang sama, namun dengan cara penyampaian yang berbeda. Mendengar kekompakan itu, mereka berdua langsung terkekeh bahkan menggelengkan kepalanya. Keduanya merasa tidak percaya bisa mengucapkan kalimat di waktu yang bersamaan.

"Lo mau cerita apa?"

"Kamu mau cerita apa?"

Lagi-lagi mereka mengucapkannya di saat yang bersamaan, membuat keduanya merasa geli dengan kekompakan itu. Anindia memutuskan untuk diam sejenak, membiarkan Keanu untuk berbicara lebih dulu.

"Iya udah, lo duluan aja. Mau cerita apa, hmm?" Ujar Keanu pada akhirnya.

"Tentang Dara sih, Keanu," ujar Anindia menimpali.

"Sama, gue juga mau bahas itu. Tadi dia ngasih surat cinta buat gue. Gue langsung tolak aja mentah-mentah," ujar Keanu dengan nada santainya.

Anindia langsung mengangguk perlahan, ia sudah tahu hal itu dari Dara langsung. Namun bukan hal itu yang ia ingin katakan, melainkan pengaruhnya ke dalam hubungan mereka.

"Aku tau itu, Keanu... Dara udah cerita tadi. Tapi yang aku ingin katakan bukan itu, melainkan obsesi Dara ke kamu," ujar Anindia dengan helaan nafas panjang.

Keanu langsung mengernyitkan dahi, merasa heran dengan penuturan Anindia. Ia mengira bahwa Dara sekedar menyukai dirinya seperti siswa-siswi lain, namun ternyata rasa suka itu lebih mengarah ke obsesi.

"Kok lo bisa ngomong gitu?" Ujar Keanu memastikan.

Anindia menatap Keanu dengan tatapan serius, ia yakin bahwa berbicara dengan Keanu tentang hal ini akan membuatnya sedikit lebih baik. Anindia menarik nafas dalam-dalam, sebelum akhirnya ia memberanikan diri untuk mengatakan sejujurnya.

"Jadi gini, Keanu... Tadi itu Dara cerita kalo kamu langsung nolak dia mentah-mentah. Tapi setelahnya dia bilang kalo dia itu gak bakalan nyerah buat dapetin hati kamu," ujar Anindia lirih, ia mengambil jeda sejenak sebelum akhirnya kembali berujar. "Aku cuma takut... Kamu akan berpaling ke dia, Keanu."

Mendengar perkataan Anindia, Keanu justru menyunggingkan seutas senyum. Ia tidak menyangka bahwa Anindia mempunyai rasa takut kehilangan dirinya. Keanu menatap Anindia dalam, mencoba untuk meyakinkan istrinya itu.

"Anindia, liat gue," ujar Keanu sembari menarik dagu Anindia dengan jari telunjuknya, membuat Anindia langsung menghadap ke arahnya.

"Gak bakal gue berpaling sama siapapun, karena gue bukan tipe orang yang mudah jatuh cinta." Ujar Keanu dengan nada lembutnya.

Anindia hanya terdiam tanpa kata, ia tidak tahu harus mengatakan apa di saat seperti ini. Keanu tersenyum tepat di hadapan Anindia, hal itu jelas saja membuatnya merasa gugup.

"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?" Ujar Keanu, ia menghentikan sejenak perkataannya lalu mengambil tangan Anindia dan mengelusnya lembut. "Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Anindia langsung menarik nafas karena sangat terkejut dengan penuturan Keanu. Kilasan matanya terlihat berkaca-kaca, menunjukkan bahwa ia merasa haru sekaligus tertegun dengan kalimat yang dilontarkan oleh suaminya itu.

"Only you, and always you," lanjut Keanu dengan suara rendah tapi penuh kejujuran di setiap kata-katanya.

Anindia tidak bisa lagi membendung air matanya, ia pun langsung memeluk erat Keanu karena rasa harunya. Keanu pun membiarkan Anindia memeluknya dengan membalas dengan tulus pelukan dari istrinya itu.

Suasana menjadi hening tanpa kata, keduanya hanya merasakan kenyamanan dalam pelukan masing-masing. Di bawah langit malam itu, Anindia bisa merasakan cinta nyata dari seorang Keanu. Cukup lama mereka berpelukan, akhirnya Anindia mengurai pelukannya secara perlahan.

"Aku gak tau harus bilang apa, Keanu. Aku cuma bisa bilang terima kasih, terima kasih udah mau berubah untuk masa depan kita," ujar Anindia dengan seutas senyum meskipun air mata itu masih menetes di pelupuk matanya.

Keanu hanya tersenyum menanggapinya, tapi jari-jemari tangannya langsung menghapus air mata di pipi cantik Anindia. Rasa ingin melindungi Anindia kini semakin sangat nyata di dalam hati Keanu, dan ia ingin menjaga dan menyayangi Anindia selalu.

"Gue janji bakal selalu ada buat lo. Gue bakal berubah, demi lo. Meskipun kata-kata gue masih terdengar kasar, tapi gue bakal berubah perlahan demi lo," ujar Keanu meyakinkan.

Anindia langsung menganggukkan kepalanya, ia benar-benar merasa haru dengan perkataan suaminya itu. Tidak ada kata yang diucapkan Anindia lagi selain kata terima kasih. Keanu pun langsung membentangkan tangan kirinya di atas kursi panjang itu, lalu menarik Anindia untuk bersandar di dadanya.

Anindia langsung menyandarkan kepalanya di dada bidang Keanu, ia merasa nyaman dengan kehadiran Keanu di sampingnya. Bintang-bintang yang berkelap-kelip seakan menjadi saksi bisu akan momen romantis mereka malam ini. Angin malam yang berhembus terasa menusuk tulang, tapi momen hangat mereka mengalahkan rasa dingin itu.

Di bawah keindahan malam itu, mereka berdua mulai berbincang santai tentang kisah lalu mereka. Keduanya mulai belajar untuk saling terbuka satu sama lain. Tidak ada lagi yang ditutup-tutupi, mereka menceritakan semuanya dengan leluasa.

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
ndah_rmdhani0510: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!