NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Paman Suamiku

Terjerat Cinta Paman Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Saling selingkuh / Cinta Terlarang / Menikah dengan Kerabat Mantan / Penyesalan Suami
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

"Ketika cinta datang disituasi yang salah"

Rieta Ervina tidak pernah menyangka, jika keputusannya untuk bekerja pada Arlan Avalon, pria yang menjadi paman dari suaminya justru membuat ia terjebak dalam lingkaran cinta yang seharusnya tidak ia masuki.

Pernikahan tanpa cinta yang awalnya ia terima setulus hati berubah menjadi perlawanan saat Rieta menyaksikan sendiri perselingkuhan suaminya bersama wanita yang menjadi rekan kerjanya. Dan di saat yang sama, paman dari suaminya justru menyatakan peraasaannya pada Rieta.

"Cinta ini adalah cinta yang salah, tapi aku tidak peduli." Arlan.

Apa yang akan Rieta lakukan setelahnya? Akankah ia menerima cinta yang datang? Atau tetap bertahan pada pernikahan bersama suami yang sudah mengkhianati dirinya?

Ikuti kisah mereka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24.

Satu sentakan ringan tiba-tiba dari Arlan cukup untuk membuat tubuh Rieta terhuyung maju dan jatuh menindih Arlan yang kini terbaring di atas tempat tidur.

Waktu seakan berhenti berjalan, suhu dingin dari pendingin udara di dalam kamar seolah berubah panas ketika wajah keduanya hanya berjarak beberapa senti saja. Bibir keduanya nyaris bersentuhan, sedikit terbuka, tetapi tidak ada kata yang keluar dari bibir keduanya, hanya kebisuan yang terasa begitu... menggoda.

Rieta membeku dalam posisi yang begitu intim, ia tidak segera menyingkir, terjebak dalam pusara yang ia sendiri tidak tahu apa artinya. Kedua tangannya yang mendarat tepat di dada Arlan membuat ia bisa merasakan debaran jantung pria di bawahnya, sentuhan tangan Arlan yang kini melingkari pinggangnya seakan berubah menjadi sengatan lstrik kecil yang mampu melumpuhkan seluruh syarafnya.

Tangan Arlan yang sebelumnya berada di pinggang Rieta bergerak naik dengan gerakan nyaris tidak terasa, berhenti di tengkuk Rieta, lalu menarik wajah wanita itu mendekat.

Dalam jarak beberapa beberapa langkah dari ranjang tempat Rieta dan Arlan berada, dua pria yang sebelumnya menyelinap masuk ke dalam kamar yang mereka berdua sewa mulai menyalakan kamera, siap untuk mengambil foto yang tidak seharunya demi tugas yang sudah mereka terima bayarannya.

Dua pria itu mengendap, tersenyum lebar kala mendapati pose model dadakan yang akan mereka ambil. Binar mata mereka terlihat jelas dengan bayangan mereka akan mendapatkan bayaran ekstra setelah foto itu terambil. Namun...

"Kalian sungguh berani melakukan hal rendahan ini pada Tuan-ku."

Suara dingin sarat akan ancaman itu membuat dua pria itu membeku di tempat selama beberapa saat, lalu berbalik dengan wajah pucat ketika pandangan mereka bertemu dengan sorot tajam dari Liam yang sudah berdiri tepat di belakang mereka.

Glek...

Bukan foto yang mereka dapatkan, tetapi tatapan membunuh dari Liam yang tampak tak akan ragu melakukan apa yang pria itu inginkan.

"Haruskah saya mengubur mereka hidup-hidup, Tuan?"

Lagi. Pertanyan yang Liam lontarkan membuat dua pria itu membelalakan mata, lalu memutar tubuh mereka dalam gerakan serempak. Dan mereka melihat hal yang berada di luar dugaan meraka.

Adegan itu masih terlihat sama dengan yang terakhir mereka lihat, yaitu; Arlan menarik tengkuk Rieta mendekat, sedang satu tangannya yang masih bebas menelusuri pinggang Rieta. Namun, tangan Rieta segera menarik menjauh tangan Arlan dari pinggangnya.

"Aku meminta Paman berpura-pura sebentar, bukan memanfaatkan keadaan." Rieta mendengus, segera berdiri, lalu berbalik untuk menatap dua pria itu.

Arlan terkekeh, mengacak perlahan rambutnya tanpa rasa bersalah atas apa yang sudah ia lakukan. Tentu saja ia akan mengambil kesempatan apapun jika itu akan membuat wanita yang ia cinta berada di dekatnya. Termasuk memainkan peran yang Rieta atur secara spontan malam ini.

"Tak kusangka, mudah sekali menangkap tikus seperti kalian," Arlan berucap dingin, bangun dari berbaringnya, dan memberikan tatapan menusuk pada dua pria yang sudah berani mengusik Rieta serta dirinya.

"Berapa yang dia berikan?" tanya Arlan seraya berdiri, melangkah maju dan berhenti di depan dua pria yang kini menundukkan kepala.

"Atau kalian ingin aku menghancurkan hidup kalian termasuk keluarga kalian?" tekan Arlan dengan alis terangkat.

Dua pria itu membeku, merasakan bulu kuduk mereka berdiri serempak. Ingin mundur, tetapi Liam masih berdiri tepat di belakang mereka, melangkah maju lebih tidak mungkin lagi.

"Kalian hanya perlu menjawab apa yang Tuan-ku tanyakan, melakukanapa yang Tuan-ku minta, dan aku pastikan kalian akan tetap aman." suara Liam terdengar di belakang mereka, membuat keduanya berbalik singkat dan kembali menghadap Arlan.

"Rihana."

Jawaban yang sudah Rieta, Arlan serta Liam duga.

Sebelum ini, tepatnya beberapa saat lalu, Liam berada dalam jarak beberapa meter dari atasannya. Melihat apa yang Rihana lakukan dan kecurigaan muncul di kepalanya. Terutama setelah ia mendapatkan bukti bahwa Rihana-lah yang sudah melakukan sabotase di komputer Rieta waktu itu. Ia juga sudah mendapatkan bukti bahwa Rihana jugalah yang turun dari taksi dan masuk ke dalam mobil Evan. Dan malam ini, ia memergoki wanita itu memasukan sesuatu ke dalam minuman yang ditawarkan pada atasannya. Tentu saja ia tidak tinggal diam, memberikan isyarat pada sang atasan tanp ada yang curiga.

Namun, ia tidak menyangka jika Rieta justru menciptakan skenario kilat yang meminta Arlan untuk berpura-pura merasakan efek dari obat yang Rihana berikan untuk membalik keadaan. Rieta bahkan memikirkan kemungkinan akan ada seseorang yang mengikuti di belakang saat berjalan menuju kamar.

"Bagus. Kalian mengakuinya dengan cepat," ujar Arlan.

"Sekarang, lakukan saja apa yang dia perintahkan pada kalian." menyodorkan key card kamar hotel pada mereka. "Kalian mengerti bukan?"

"Kami mengerti," mereka menjawab serempak, salah satu dari mereka menerima key card yang Arlan berikan, lalu berbalik pergi.

"Jadi..." Arlan berbalik menatap Rieta setelah dua pria itu pergi. "Apa tujuanmu sebenarnya, Rie?"

Rieta tersenyum. "Rihana sudah mengakui jika gaun yang dia pakai dibelikan kekasihnya, dan Paman sudah melihat mereka berdua saat mereka di toko. Tentu Paman tahu apa artinya bukan?"

Tidak ada lagi kata 'kakak' tersemat dalam panggilan yang Rieta gunakan untuk Rihana.

"Ya, lalu?" alis Arlan terangkat.

"Dugaanku, Rihana sudah tahu jika aku adalah istri Evan. Dia tidak pernah bertanya tentang kehidupan pribadiku, tapi sikap yang dia tunjukan terlihat dia sudah sangat mengenalku," tutur Rieta.

"Bagaimana kamu bisa yakin?" tanya Arlan mengerutkan kening.

"Saat aku mengatakan dia beruntung memiliki kekasih yang peduli padanya, dia menjawab jika aku juga memiliki keberuntungan yang sama. Itu artinya dia tahu jika aku dirawat keluarga Larson," papar Rieta.

Arlan terdiam, apa yang Rieta katakan sangat masuk akal. Bukan karena curiga, tetapi untuk bersikap waspada.

"Lalu, apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" tanya Arlan lagi.

"Rihana melakukan semua ini dengan rapi, maka kita mainkan saja permainan yang dia mainkan," jawab Rieta.

"Maksudmu?"

"Membuat pertunjukan," jawab Rieta.

Selesai dengan jawaban itu, Rieta menarik tangan Arlan menuju pintu, menghitung mundur waktu, lalu mengintip keluar kamar melalui lubang pintu. Dan ketika ia melihat sosok yang ia harapkan muncul, ia menatap Arlan sejenak, merusak tatanan rambut Arlan, membasahi wajah Arlan menggunakan air, dan melangkah keluar dengan meminta Liam memapah Arlan.

"Mama, Papa, apa yang sedang kalian lakukan di sini?"

.

.

.

Pencahayan kamar hotel itu temaram, angin dingin yang berhembus melalui celah jendela yang sengaja Rihana buka sedikitpun tidak membantu hawa panas yang Evan rasakan berkurang sama sekali. Pria itu melepaskan dasinya, membuka kancing kemejanya, dan berulang kali mengibas-ngibaskan kerah pakaiannya dengan gelisah.

Ia tahu persis mengapa ia bisa seperti ini, dan itu karena obat .

"Sayang..." Rihana melangkah mendekat, tersenyum menggoda.

Suara itu terdengar begitu merdu, tetapi meningkatkan kegelisahan yang Evan rasakan. Hawa panas di tubuhnya menjalar begitu cepat, dan ketika sebuah sentuhan lembut mendarat di dadanya yang terbuka, efek dari obat ibu membuat dirinya hampir gila.

Pandangan Evan mengabur seiring dengan kesadarannya yang menghilang, tubuhnya bergetar hebat, hasrat di dalam dirinya menuntut untuk keluar, sentuhan yang ia dapatkan membuat ia menginginkan lebih. Sialnya ia tidak sadar siapa wanita yang kini tengah bersamanya, ia hanya melihat sosok Istrinya dan segera mencium bibir wanita itu.

"Aku mencintaimu, Rie..."

. . . .

. . ...

To be continued...

Yang mau panas-panas... Sabar yak🤣🤣 siapkan es batu dulu.. Kata sang suhu ..

1
Dewi Payang
Si paman gak may kalah sama Wvan di sebelah🙈
Dewi Payang
Jedag jedug nih si Re dengar🤭
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ini juga ngapain nyosor duluan🤣
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
astaga🙄🙄🙄 gak tau tempat banget ya🤣🤣🤣 astagfirullaaaah
〈⎳ FT. Zira: /Shhh//Shhh//Shhh/
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ayo mau ngapain ke hotel
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ketahuan kan🙄🙄
Zhu Yun💫
Aku ngarepnya adegan panas mereka bukan karena obat malah, biar lebih alami perselingkuhannya, bukan karena salah satu melakukannya karena paksaan 🤭🤣🤣🤣✌️
〈⎳ FT. Zira: oiiik/Curse//Curse//Curse//Curse/
total 9 replies
Zhu Yun💫
Bilang saja kamu yang ingin dimakan 😅😅😅
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Zhu Yun💫
Obat nganu 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Masukkan aja kedalam troli dan dorong, Rie 🤣🤣🤣
〈⎳ FT. Zira: ide bagus
total 1 replies
Zenun
malah memberi keuntungan Buat si paman😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo, mlh si paman dapat apem legit, si evan gigit jari, salah sendiri milih kue bolong🤭🤭🤭, kaboooorrrr
total 2 replies
j4v4n3s w0m3n
lalalal kelicikan yg udah biasa di lakukan sama ulat.bulu yg suka menaruh seauatu di minuman orang...ya biarunlah rieta tidur sama.arlan bagus malahan jd gak sama evan udah terlalu sakit rieta sama evan
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat , semoga tfk kejadian arlan dan reta , takut kalau dividio orang tak bertanggung jwb itu
〈⎳ FT. Zira: anuu pokoknya kak🤭🤭
total 1 replies
Dewi Payang
Udah Re, tueuti aja si bos, biar kamu tampil beda nanti, Eihana mah lewat, dah tuir, ups🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Dewi Payang
Ini modus ya kan paman.....🙈
Dewi Payang
Sepeduli itu si Paman....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
gk usah sungkan rie, ambil aja. si paman itu punya lumbung duit kok🤭
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
yes, that's a good idea
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
caritahu dong🧐
〈⎳ FT. Zira: harusss
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
kamu cuma belum tahu aja🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!